Artikel Terbaru
Zakat Mudah di Era Digital: Transformasi Sarana Berbagi dengan Mudah dan Transparan
Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Jika sebelumnya pembayaran zakat identik dilakukan secara langsung melalui masjid atau lembaga amil zakat, kini masyarakat dapat menunaikannya secara online hanya melalui ponsel dan jaringan internet.
Digitalisasi zakat memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran melalui berbagai metode, mulai dari transfer bank, virtual account, QRIS, mobile banking, dompet digital, hingga situs dan aplikasi lembaga zakat.
Kemudahan tersebut membuat masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor lembaga amil zakat. Terlebih bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi atau tinggal jauh dari lembaga zakat terpercaya.
Secara sederhana, zakat digital merupakan pelaksanaan pembayaran dan pengelolaan zakat dengan memanfaatkan teknologi. Meski menggunakan sarana digital, perubahn an tersebut tidak mengubah hakikat maupun ketentuan zakat dalam syariat Islam.
Seorang Muslim tetap wajib menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditetapkan. Teknologi hanya menjadi sarana untuk mempermudah proses pembayaran dan pengelolaan dana zakat.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang diwajibkan Allah SWT kepada pemiliknya untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.
Karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembayaran zakat dapat dipandang sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. Masyarakat tetap perlu memastikan zakat disalurkan melalui lembaga atau pihak yang terpercaya agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu lembaga yang menyediakan layanan zakat digital adalah BAZNAS. Melalui layanan tersebut, muzaki dapat memilih jenis dana atau program, menentukan metode pembayaran, membaca niat zakat, hingga memperoleh Bukti Setor Zakat setelah transaksi berhasil.
Dengan layanan digital, proses menunaikan zakat menjadi lebih praktis, cepat, dan dapat dilakukan dari mana saja. Di sisi lain, transparansi informasi dan kejelasan pengelolaan dana tetap menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Transformasi digital pada layanan zakat pada akhirnya bukan sekadar soal kemudahan pembayaran. Lebih dari itu, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat dalam menunaikan kewajiban sekaligus memperkuat ekosistem zakat di tengah kehidupan yang semakin digtal.***
ARTIKEL03/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Catat! Ini Jadwal Puasa Senin Kamis September 2026 yang Bisa Diamalkan
Memasuki September 2026, umat Islam yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah dapat kembali mengatur jadwalnya. Salah satu ibadah sunnah yang cukup banyak diamalkan adalah puasa Senin Kamis.
Bagi masyarakat Semarang yang ingin menjaga rutinitas ibadah di tengah kesibukan bekerja, kuliah, sekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari, mengetahui jadwal puasa sejak awal bulan dapat membantu agar tidak ada tanggal yang terlewat.
Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada hari Senin dan Kamis. Sesuai namanya, ibadah ini dapat dilakukan setiap pekan apabila seseorang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menjalankannya.
Pada September 2026, terdapat beberapa tanggal yang dapat menjadi pilihan bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa Senin Kamis.
Jadwal Puasa Senin Kamis September 2026
Berdasarkan kalender September 2026, berikut tanggal yang dapat dicatat bagi masyarakat yang ingin menjalankan puasa Senin Kamis:
Kamis, 3 September 2026
Senin, 7 September 2026
Kamis, 10 September 2026
Senin, 14 September 2026
Kamis, 17 September 2026
Senin, 21 September 2026
Kamis, 24 September 2026
Senin, 28 September 2026
Dengan demikian, terdapat delapan kesempatan puasa Senin Kamis selama September 2026.
Bagi warga Semarang yang memiliki jadwal padat, daftar tanggal tersebut dapat disimpan atau dicatat di kalender pribadi. Dengan cara sederhana ini, persiapan untuk menjalankan puasa sunnah bisa dilakukan lebih teratur.
Mengapa Puasa Senin Kamis Banyak Diamalkan?
Puasa Senin Kamis merupakan salah satu amalan sunnah yang dikenal luas dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, puasa juga dapat menjadi sarana untuk melatih diri dalam mengendalikan hawa nafsu, menjaga kesabaran, dan membiasakan hidup lebih disiplin.
Rutinitas puasa sunnah juga dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Seseorang tidak harus memaksakan diri menjalankan seluruh jadwal apabila memiliki kondisi atau aktivitas yang membuatnya tidak memungkinkan.
Bagi pekerja di Semarang, misalnya, puasa Senin Kamis dapat dilakukan dengan menyesuaikan aktivitas kantor. Begitu pula bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin membangun kebiasaan ibadah secara bertahap.
Yang terpenting adalah niat dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah tersebut.
September 2026 memiliki delapan tanggal yang dapat digunakan untuk menjalankan puasa Senin Kamis. Jadwal tersebut dimulai pada Kamis, 3 September 2026, kemudian berlanjut setiap Senin dan Kamis hingga Senin, 28 September 2026.
Bagi warga Semarang yang ingin memperbanyak amalan sunnah, daftar tersebut dapat menjadi pengingat sepanjang bulan.
Tidak perlu menunggu sampai hari puasa tiba. Mencatat jadwal, menyiapkan kebutuhan sahur, dan mengatur aktivitas sejak awal dapat membuat pelaksanaan puasa menjadi lebih nyaman.
Semoga jadwal puasa Senin Kamis September 2026 ini dapat membantu masyarakat yang ingin menjalankan ibadah sunnah secara lebih teratur dan konsisten.***
ARTIKEL02/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Alasan Hari Rabu Disebut Baik untuk Memulai Berbagai Aktivitas
Hari Rabu disebut dalam sejumlah literatur keislaman sebagai salah satu waktu yang baik untuk memulai berbagai aktivitas. Pandangan tersebut salah satunya merujuk pada kitab Ta'limul Muta'allim yang menjelaskan keutamaan memulai sesuatu pada hari Rabu.
Dalam pembahasannya, sebagaimana dikutip dari laman NU Online Jawa Timur, disebutkan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari Rabu diharapkan dapat berjalan hingga selesai dengan sempurna.
“Tiada segala sesuatu yang dimulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna,” demikian keterangan yang tercantum dalam Ta'limul Muta'allim.
Pemahaman tersebut kemudian berkembang di kalangan sebagian ulama bahwa Rabu dapat menjadi pilihan untuk mengawali berbagai aktivitas. Mulai dari bekerja, berdagang, membuka toko, berkebun, membangun rumah hingga memulai kegiatan pengajian.
Selain Rabu, hari Senin juga disebut memiliki keutamaan, khususnya dalam hal menuntut ilmu. Dalam riwayat yang dikutip dalam sejumlah kitab, seperti Faidul Qadir, Kanzul Ummal dan Akhbar Asbahan, terdapat anjuran untuk mencari ilmu pada hari Senin.
“Carilah ilmu di hari Senin, sebab para pencari ilmu akan dipermudah,” demikian arti riwayat tersebut.
Dari dua keterangan itu, sebagian ulama kemudian membedakan penggunaannya. Senin lebih khusus dikaitkan dengan aktivitas menuntut ilmu, sedangkan Rabu dipandang lebih luas sebagai waktu yang baik untuk mengawali berbagai aktivitas.
Pandangan tersebut juga menjadi pegangan sejumlah ulama. Syaikhul Islam Burhanuddin, misalnya, memilih memulai kegiatan belajar pada hari Rabu dengan berpedoman pada keterangan dalam Ta'limul Muta'allim. Hal serupa juga disebut dilakukan oleh Abu Hanifah dan sejumlah ulama lainnya.
Meski demikian, keutamaan waktu tersebut tidak berarti keberhasilan sebuah kegiatan hanya ditentukan oleh hari ketika aktivitas dimulai. Kesungguhan, usaha, serta proses yang dijalani tetap menjadi bagian penting dalam mencapai hasil.
Dengan demikian, Rabu dapat dipahami sebagai salah satu pilihan waktu yang dianggap baik dalam tradisi keilmuan Islam untuk memulai berbagai kegiatan, sementara Senin memiliki penekanan khusus dalam aktivitas menuntut ilmu.***
ARTIKEL02/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Online Sah atau Tidak? Ini Hukum dan Cara Menunaikannya Sesuai Syariat
Zakat online kini semakin banyak digunakan umat Islam untuk menunaikan kewajiban zakat di tengah kemudahan teknologi digital. Cara ini memungkinkan masyarakat membayar zakat tanpa harus datang langsung ke lembaga amil, sehingga lebih praktis bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Lantas, apakah zakat online sah menurut syariat Islam?
Pada dasarnya, pembayaran zakat secara online diperbolehkan selama memenuhi rukun dan syarat zakat. Perubahan dari pembayaran secara langsung menjadi melalui platform digital hanya menyangkut sarana penyerahan, bukan mengubah ketentuan ibadah zakat.
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah adanya niat, jumlah zakat yang sesuai, serta penyaluran dana kepada pihak yang berhak menerima zakat atau mustahik.
Dalam praktiknya, proses penerimaan zakat melalui platform digital dapat dilakukan melalui rekening atau sistem pembayaran resmi lembaga amil zakat. Setelah dana diterima oleh lembaga, zakat kemudian dikelola dan disalurkan sesuai ketentuan syariat.
Selain lebih praktis, zakat online juga menawarkan sejumlah kemudahan. Masyarakat dapat menunaikan zakat kapan saja dan dari mana saja selama memiliki akses internet. Sejumlah lembaga zakat juga menyediakan kalkulator zakat untuk membantu masyarakat menghitung nominal yang harus dibayarkan.
Namun, masyarakat tetap perlu berhati-hati ketika memilih platform pembayaran zakat. Pastikan lembaga yang digunakan memiliki identitas dan legalitas yang jelas serta menyediakan rekening atau kanal pembayaran resmi. Bukti transaksi juga sebaiknya disimpan sebagai dokumentasi pembayaran.
Pembayaran zakat secara online dapat digunakan untuk berbagai jenis zakat yang memang dapat disalurkan melalui lembaga amil, termasuk zakat maal dan zakat penghasilan. Sementara untuk zakat fitrah, masyarakat perlu mengikuti ketentuan mengenai jenis dan waktu pembayarannya sesuai syariat serta mekanisme lembaga yang dipilih.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat secara online, salah satu pilihan adalah melalui BAZNAS Kota Semarang. Pembayaran dapat dilakukan melalui kanal resmi BAZNAS Kota Semarang.
Dengan demikian, zakat online dapat menjadi solusi praktis bagi umat Islam di era digital, selama dilakukan melalui lembaga terpercaya dan tetap memperhatikan ketentuan zakat. Kemudahan teknologi dapat dimanfaatkan untuk menunaikan kewajiban agama tanpa mengabaikan prinsip syariat.
Pembayaran zakat melalui BAZNAS Kota Semarang dapat dilakukan melalui kanal resmi: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat.***
ARTIKEL01/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan informasi terkait jadwal puasa ayyamul bidh pada September 2026 lengkap dengan bacaan niat.
Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang sering dilakukan pada pertengahan bulan di tanggal 13,14, dan 15 penanggalan hijriyah. Pada September 2026, puasa sunnah ini bertepatan dengan:
25 September 2026 = 13 Rabiul Akhir 1448 H
26 September 2026 = 14 Rabiul Akhir 1448 H
27 September 2026 = 15 Rabiul Akhir 1448 H
Puasa sunnah ayyamul bidh sering dinamakan hari putih yang apabila dilaksanakan pahalanya sama dengan puasa satu bulan penuh. Adapun hukum melaksanakan puasa sunnah ayyamul bidh adalah sunnah muakkad. Sehingga dapat untuk dilaksanakan satu hari atau 3 hari berturut-turut menjadi satu hal yang di afdholkan.
Apabila hendak melaksanakan puasa sunnah tersebut, tentu ada bacaan niat yang perlu dilafalkan. Waktu melafalkan niat dianjurkan ketika malam hari tepatnya sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar, atau dapat juga pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari selama belum makan dan minum atau hal-hal yang membatalkan puasa.
Adapun bacaan niat puasa ayyamul bidh, sebagai berikut:
Nawaitu shauma ayyamil bidl sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta'ala."
Demikian informasi terkait waktu pelaksanaan puasa sunnah ayyamul bidh lengkap dengan bacaan niatnya.***
ARTIKEL01/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Jenis-Jenis Zakat Mal, dari Emas hingga Harta Temuan
Zakat mal atau zakat harta merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki harta dan telah memenuhi ketentuan nisab serta haul. Jenis harta yang dikenai zakat pun beragam, mulai dari emas, uang, hasil perdagangan hingga pendapatan profesi.
Ketentuan zakat mal di Indonesia mengacu pada syariat Islam serta regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Zakat tersebut dikeluarkan ketika harta yang dimiliki telah memenuhi batas minimal atau nisab dan, untuk jenis tertentu, telah mencapai masa kepemilikan satu tahun atau haul.
Berikut sejumlah jenis zakat mal yang perlu diketahui:
1. Zakat emas, perak, dan logam mulia
Zakat dikenakan atas kepemilikan emas, perak, atau logam mulia yang mencapai nisab. Nisab emas sebesar 85 gram dan perak 595 gram, dengan kadar zakat 2,5% setelah memenuhi ketentuan haul.
2. Zakat uang dan surat berharga
Uang tunai, tabungan, deposito, giro, serta surat berharga dapat dikenai zakat apabila nilainya mencapai nisab setara 85 gram emas. Kadar zakatnya sebesar 2,5%.
3. Zakat perdagangan
Zakat ini dikenakan terhadap harta atau aset yang diperjualbelikan. Perhitungannya dilakukan berdasarkan nilai harta perdagangan setelah memperhitungkan kewajiban yang memenuhi ketentuan, dengan nisab setara 85 gram emas dan kadar 2,5%.
4. Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan
Hasil pertanian seperti padi, jagung, dan buah-buahan juga termasuk objek zakat. Kadar zakat dapat mencapai 10% apabila pengairannya berasal dari air hujan atau sumber alami, serta 5% apabila menggunakan irigasi dengan biaya.
5. Zakat peternakan dan perikanan
Zakat dapat dikenakan atas hasil peternakan seperti kambing, sapi, dan unta setelah memenuhi nisab serta ketentuan syariat. Hasil usaha perikanan juga dapat menjadi objek zakat sesuai ketentuan yang berlaku.
6. Zakat pendapatan atau profesi
Zakat profesi berasal dari penghasilan atau pendapatan pekerjaan yang halal. Nisabnya umumnya disetarakan dengan nilai 85 gram emas dalam satu tahun, dengan kadar zakat sebesar 2,5%.
7. Zakat pertambangan
Hasil pertambangan yang memenuhi ketentuan syariat dapat dikenai zakat ketika hasil tersebut diperoleh, tanpa harus menunggu satu tahun.
8. Zakat perindustrian
Zakat perindustrian berkaitan dengan usaha produksi atau pabrik. Perhitungannya disesuaikan dengan ketentuan zakat atas kegiatan usaha dan harta yang menjadi objek zakat.
9. Zakat rikaz
Rikaz merupakan harta temuan yang berasal dari peninggalan masa lampau. Berbeda dengan sebagian besar zakat mal yang mensyaratkan haul, zakat rikaz dikeluarkan ketika harta tersebut ditemukan dengan kadar sebesar 20%.
Dengan memahami jenis-jenis zakat mal tersebut, masyarakat dapat mengetahui harta apa saja yang berpotensi menjadi objek zakat serta kapan kewajiban tersebut harus ditunaikan.
Masyarakat yang ingin mengetahui besaran zakat dapat memanfaatkan Kalkulator Zakat BAZNAS untuk membantu menghitung kewajiban zakat sesuai jenis harta yang dimiliki.
https://kotasemarang.baznas.go.id/kalkulator-zakat
Setelah itu, Anda juga dapat menunaikan zakat mal melalui link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Caranya cukup mudah, Anda dpaat pilih jenis dana, kemudian masukan nominal, isi data kemudian konfirmasi melalui nomor 082170221818 A.n Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang.
Demikian informasi mengenai zakat penghasilan yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL31/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Begini Cara Menghitung Zakat Penghasilan Lengkap dengan Panduan Pembayaran
Momen gajian menjadi waktu yang paling tepat untuk menyisihkan separuh dari pendapatannya guna menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) kepada lembaga amil terpercaya seperti halnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Sejatinya melakukan pembayaran ZIS tidak hanya di momen gajian saja, namun bisa kapan saja disaat kita mendapati rezeki lebih dari yang didapatkan.
Seperti kita ketahui zakat penghasilan atau kerap dikenal dengan zakat profesi menjadi salah satu bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.
Biasanya, zakat penghasilan yang dikeluarkan ini berupa penghasilan tetap serta jumlah penghasilan yang didapatinya sudah memenuhi nasab atau batas. Nishab dari zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Sedangkan, kadar zakat penghasilan senilai 2,5% dari gaji.
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dilakukan setiap bulan dengan nisab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas, atau 2,5% dari nilai emas tersebut.
Contoh penghitungan Zakat penghasilan adalah sebagai beriku:
Apabila harga emas pada hari ini sebesar Rp1.000.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp 85.000.000,-.
Studi kasus Penghasilan Ibu Rita sebesar Rp 8.000.000/ bulan atau Rp 96.000.000,-/pertahunnya. Maka penghasilan ibu Rita sudah dapat dikatakan memenuhi nisab sehingga Ibu Rita sudah menjadi wajib zakat profesi.
Zakat yang perlu dibayarkan oleh Ibu Rita adalah sejumlah 2.5% dari gajinya. Sehingga Ibu Rita wajib membayar zakat profesi sejumlah Rp200.000,- setiap bulannya atau apabila hendak di bayar pertahun maka perlu membayar Rp2.400.000,-.
Saat ini penyaluran zakat penghasilan dapat Anda lakukan dengan cara yang mudah tanpa harus datang ke kantor offline. BAZNAS Kota Semarang menyediakan laman pembayaran online dengan cara klik link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Caranya cukup mudah, Anda dpaat pilih jenis dana, kemudian masukan nominal, isi data kemudian konfirmasi melalui nomor 082170221818 A.n Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang.
Demikian informasi mengenai zakat penghasilan yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL31/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026 Lengkap dengan Waktu Pelaksanaannya
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat puasa ayyamul bidh yang dapat dilakukan setiap bulan pada waktu yang telah ditentukan.
Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah pada tiga hari di pertengahan bulan dalam penanggalan Hijriah. Pada Agustus 2026, puasa sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 26 - 28 Agustus 2026 atau bertepatan dengan tanggal 13-15 Rabiul Awal 1448 H.
Melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh ini tidak harus langsung selama 3 hari, melainkan boleh dilakukan secara terpisah atau dipilih di salah satu tanggal tersebut. Akan tetapi paling utama atau lebih afdhalnya dilakukan selama tiga hari tersebut. Adapun hukum melaksanakan puasa tersebut yakni sunnah mu'akan.
Tentu untuk melaksanakan puasa sunnah, ada bacaan niat yang perlu untuk dibacakan di awal sebelum melaksanakannya. Pada artikel ini akan membagikan niat dalam arab latin serta terjemahannya.
Arab Latin:Nawaitu shauma ayyamil bidl lilahi ta'ala.
Artinya:"Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta'ala."
(Catatan: Anda juga bisa membaca niat dengan menyebutkan hari esok: "Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala").
Sebagai tambahan informasi untuk membaca niat puasa Ayyamul Bidh ini dapat dilakukan dalam 2 waktu yakni di malam serta siang hari. Namun lebih utamanya, niat tersebut dibaca ketika malam hari sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Namun jika Anda ingin melantunkan niatnya di siang hari, dapat dilantunkan ketika sebelum matahari tergelincir ke barat asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.
Itulah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dengan waktu pelaksanannya yang dapat Anda amalkan.***
ARTIKEL27/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tiga Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal, dari Kelahiran hingga Wafatnya Rasulullah SAW
Bulan Rabiul Awal memiliki tempat istimewa dalam sejarah Islam. Bulan ini tidak hanya dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Mengutip NU Online Jombang, terdapat tiga peristiwa besar dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW yang sama-sama dikaitkan dengan Senin, 12 Rabiul Awal.
Pertama, kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW lahir di Kota Makkah pada Senin 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, sekitar 571 Masehi. Kelahiran beliau menjadi awal perubahan besar bagi masyarakat Arab yang saat itu masih berada dalam masa jahiliah.
Rasulullah SAW kemudian diutus membawa risalah Islam yang mengajarkan tauhid, keadilan, kasih sayang, dan akhlak mulia. Kehadiran beliau menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Kedua, hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Setelah sekitar 13 tahun berdakwah di Makkah dan menghadapi tekanan dari kaum Quraisy, Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah atas perintah Allah SWT.
Hijrah menjadi salah satu tonggak penting perkembangan Islam. Di Madinah, Rasulullah SAW membangun masyarakat yang berlandaskan persaudaraan, keadilan, dan nilai-nilai Islam. Peristiwa tersebut kemudian menjadi fondasi berkembangnya peradaban Islam.
Ketiga, wafatnya Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW wafat di Madinah pada Senin 12 Rabiul Awal. Wafatnya Rasulullah menjadi salah satu peristiwa paling menyedihkan bagi umat Islam.
Meski demikian, Rasulullah SAW telah meninggalkan warisan berupa ajaran Islam dan keteladanan yang terus menjadi pedoman umat hingga kini.
Rabiul Awal akhirnya bukan sekadar bulan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Bulan ini juga menjadi momentum untuk mengingat perjalanan dakwah, perjuangan, pengorbanan, serta akhlak Rasulullah SAW dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL26/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Waktu Gajian Tiba! Ini Cara Mudah Bayar Zakat, Infak, dan Sedekah di BAZNAS Kota Semarang
SEMARANG – Momen gajian dapat menjadi waktu yang tepat untuk menyisihkan sebagian penghasilan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bagi masyarakat Kota Semarang, penyaluran ZIS dapat dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang.
Dana ZIS yang dihimpun BAZNAS Kota Semarang selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat sesuai ketentuan dan program yang dimiliki. Karena itu, masyarakat yang ingin menunaikan ZIS dapat memilih BAZNAS Kota Semarang sebagai salah satu lembaga penyaluran.
Cara pembayaran ZIS di BAZNAS Kota Semarang juga cukup mudah. Masyarakat dapat datang langsung ke kantor BAZNAS Kota Semarang di Ruko Kalipancur 2, Jalan Abdul Rahman Saleh No. Raya, Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pelayanan di kantor tersebut tersedia pada Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB, sedangkan Jumat pukul 08.00-14.00 WIB.
Selain datang langsung, masyarakat juga dapat menyalurkan ZIS secara online melalui layanan digital BAZNAS Kota Semarang.
Untuk pembayaran zakat, masyarakat dapat mengakses laman pembayaran zakat BAZNAS Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Sementara untuk infak dan sedekah, pembayaran dapat dilakukan melalui laman khusus yang telah disediakan.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Layanan digital tersebut memungkinkan masyarakat menunaikan ZIS dengan lebih praktis tanpa harus datang ke kantor.
Masyarakat juga dapat melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp 0821-7022-1818. Selain pembayaran, laman digital BAZNAS Kota Semarang turut menyediakan fitur kalkulator zakat untuk membantu masyarakat menghitung kewajiban zakat.
Dengan berbagai pilihan tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan mudah, termasuk setelah menerima penghasilan atau gaji bulanan.***
ARTIKEL26/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Catat! Kalender Hijriah 27-31 Agustus 2026, Cek Tanggal Kelahiranmu di Sini
Bulan Agustus 2026 segera memasuki penghujung bulan. Bagi masyarakat Muslim di Semarang dan sekitarnya, periode akhir Agustus tahun ini masih berada dalam suasana bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, salah satu bulan yang lekat dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Memasuki akhir bulan, informasi mengenai kalender Hijriah Agustus 2026 menjadi salah satu hal yang banyak dicari masyarakat. Selain membantu mengetahui tanggal dalam penanggalan Islam, kalender Hijriah juga dapat digunakan untuk melihat keterkaitan antara tanggal Masehi, kalender Jawa, pasaran, hingga weton.
Bagi warga Semarang yang ingin mengetahui tanggal Hijriah pada akhir Agustus 2026, terdapat lima tanggal yang bisa dicatat, yakni mulai Kamis, 27 Agustus hingga Senin, 31 Agustus 2026.
Penanggalan ini juga menarik bagi masyarakat yang ingin mengetahui tanggal kelahiran berdasarkan kalender Hijriah. Dengan mencocokkan tanggal lahir dalam kalender Masehi dengan penanggalan Hijriah, seseorang dapat mengetahui bulan dan tanggal Islam yang bertepatan dengan hari kelahirannya.
Berikut kalender Hijriah, kalender Jawa, serta weton untuk 27-31 Agustus 2026:
Kamis, 27 Agustus 2026
Pada Kamis, 27 Agustus 2026, kalender Hijriah menunjukkan 14 Rabiul Awal 1448 H.
Sementara itu, dalam kalender Jawa tanggal tersebut bertepatan dengan 13 Mulud 1960. Hari tersebut memiliki pasaran Legi, sehingga wetonnya adalah Kamis Legi.
Jumat, 28 Agustus 2026
Sehari berikutnya, Jumat, 28 Agustus 2026, bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1448 H.
Dalam kalender Jawa, tanggal tersebut merupakan 14 Mulud 1960. Pasaran pada hari Jumat tersebut adalah Pahing, sehingga wetonnya menjadi Jumat Pahing.
Sabtu, 29 Agustus 2026
Memasuki akhir pekan, Sabtu, 29 Agustus 2026 bertepatan dengan 16 Rabiul Awal 1448 H.
Tanggal tersebut dalam kalender Jawa tercatat sebagai 15 Mulud 1960 dengan pasaran Pon. Dengan demikian, weton pada 29 Agustus 2026 adalah Sabtu Pon.
Minggu, 30 Agustus 2026
Pada Minggu, 30 Agustus 2026, penanggalan Hijriah memasuki 17 Rabiul Awal 1448 H.
Sementara kalender Jawa menunjukkan 16 Mulud 1960. Pasaran pada tanggal tersebut adalah Wage, sehingga wetonnya yakni Minggu Wage.
Senin, 31 Agustus 2026
Menutup bulan Agustus 2026, Senin, 31 Agustus bertepatan dengan 18 Rabiul Awal 1448 H.
Dalam kalender Jawa, tanggal tersebut tercatat sebagai 17 Mulud 1960. Adapun pasarannya adalah Kliwon, sehingga weton pada hari tersebut adalah Senin Kliwon.
Cek Tanggal Kelahiran Berdasarkan Kalender Hijriah
Bagi warga Semarang yang ingin mengetahui tanggal kelahiran dalam kalender Hijriah, daftar tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk mencocokkan penanggalan Masehi dengan penanggalan Islam.
Kalender Hijriah sendiri menggunakan sistem peredaran Bulan sehingga jumlah hari dalam satu bulan berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan sistem kalender Matahari. Karena itu, tanggal Hijriah akan bergeser setiap tahunnya jika dibandingkan dengan tanggal Masehi.
Selain kalender Hijriah, keberadaan kalender Jawa juga masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat Jawa. Penanggalan tersebut tidak hanya memuat nama bulan dan tanggal, tetapi juga mengenal pasaran seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon yang kemudian membentuk sistem weton.
Sehingga, bagi warga Semarang yang sedang mencari kalender Hijriah 27-31 Agustus 2026, lima tanggal di atas dapat dicatat. Selain mengetahui tanggal Islam, masyarakat juga bisa melihat padanan kalender Jawa sekaligus weton pada penghujung Agustus 2026.***
ARTIKEL26/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap Arab Latin dan Terjemah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan kembali diperingati umat Islam pada 12 Rabiul Awal 1448 H, yang bertepatan dengan 25 Agustus 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperbanyak amalan.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut Maulid Nabi adalah membaca doa dan sholawat. Berikut bacaan doa Maulid Nabi Muhammad SAW lengkap dengan tulisan Arab, latin, serta terjemahannya.
Doa Maulid Nabi Muhammad SAW
1. Doa menyambut bulan Rabiul Awal
Allaahumma baarik lanaa fii khootimati syahrinaa haadza, wa aqdim 'alainaa Robii'ul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.”
Doa tersebut dimuat dalam Kitab Bughyatu Thalib fi Safinah karya Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib bin Ali bin Hasan Al Athas.
2. Bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
Allaahumma shalli 'alaa Muhammad 'abdika wa rasuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah sholawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.”
Membaca doa dan sholawat dapat menjadi salah satu cara umat Islam mengisi momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, peringatan Maulid juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL24/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Maulid Nabi Tiba Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal dan Amalannya
Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 tinggal beberapa hari lagi? Bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin mempersiapkan diri menyambut momentum tersebut, penting mengetahui kapan tepatnya peringatan Maulid Nabi 2026 sekaligus amalan yang dapat dilakukan.
Maulid Nabi merupakan momentum yang banyak dimanfaatkan umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah. Peringatan ini umumnya dikaitkan dengan tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.
Namun, karena kalender Hijriah dan kalender Masehi memiliki sistem perhitungan yang berbeda, tanggal Maulid Nabi dalam kalender Masehi berubah setiap tahun.
Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa?
Mengacu pada penanggalan Hijriah yang digunakan untuk tahun 2026, 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Dengan demikian, jika dihitung dari hari ini, Jumat, 21 Agustus 2026, Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 akan tiba empat hari lagi.
Artinya, masyarakat Semarang masih memiliki waktu untuk mempersiapkan berbagai kegiatan positif, baik secara pribadi maupun bersama keluarga, lingkungan tempat tinggal, masjid, musala, hingga komunitas.
Momentum Maulid Nabi juga dapat menjadi kesempatan untuk kembali mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW. Bukan hanya sekadar memperingati hari kelahiran, tetapi juga mengambil pelajaran dari akhlak, perjuangan, kesabaran, serta kepedulian Nabi kepada umatnya.
Amalan Menyambut Maulid Nabi
Tidak ada kewajiban bagi umat Islam untuk melakukan satu bentuk ibadah tertentu yang secara khusus ditetapkan sebagai amalan Maulid Nabi. Namun, momentum ini dapat diisi dengan berbagai amal kebaikan dan ibadah yang memang dianjurkan dalam Islam.
Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat Semarang.
1. Memperbanyak membaca shalawat
Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan sekaligus mengingat keteladanan Rasulullah. Shalawat juga dapat diamalkan kapan saja, termasuk ketika menyambut bulan Rabiul Awal.
2. Mengkaji sirah Nabi Muhammad SAW
Masyarakat dapat meluangkan waktu membaca buku atau mengikuti kajian mengenai perjalanan hidup Rasulullah. Dengan mengenal sirah Nabawiyah, umat diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah Nabi, tetapi juga memahami akhlak dan nilai kehidupan yang dapat diterapkan sehari-hari.
3. Memperbanyak membaca Al-Qur'an dan berzikir
Momentum Maulid Nabi juga dapat diisi dengan memperbanyak tilawah Al-Qur'an, zikir, doa, serta ibadah lainnya. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara sederhana di rumah maupun bersama keluarga.
4. Bersedekah dan berbagi kepada sesama
Semangat meneladani Rasulullah juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada orang lain. Masyarakat dapat berbagi makanan, membantu tetangga yang membutuhkan, atau menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi.
Bagi warga Semarang yang ingin menyalurkan zakat, infak, atau sedekah secara digital, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan resmi melalui laman sedekah. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyalurkan dana sesuai kebutuhan.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
5. Menghadiri pengajian
Pengajian bertema Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus mengenang perjuangan Rasulullah SAW. Bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, datangnya Maulid Nabi 2026 dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi warga Semarang, momentum tersebut tidak harus selalu dirayakan dengan kegiatan besar. Membaca shalawat, mempelajari sirah, memperbanyak ibadah, berbagi kepada sesama, dan berusaha menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan begitu, Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum yang diperingati setiap tahun, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.***
ARTIKEL21/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jumat Berkah: Amalan Sunnah dan Doa untuk Meraih Keberkahan
Jumat menjadi salah satu hari istimewa dalam Islam. Hari yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu hari ini menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, doa, sedekah, dan amalan sunnah guna meraih keberkahan.
Sejumlah amalan dapat dilakukan umat Islam pada Jumat. Salah satunya membaca Surat Al-Kahfi. Amalan ini dianjurkan untuk memperoleh cahaya kebaikan di antara dua Jumat.
Selain itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Memperbanyak selawat juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat.
Sedekah Jumat juga dapat menjadi pilihan amalan untuk berbagi kepada sesama. Bersedekah tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat dilakukan sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing.
Amalan lainnya adalah memperbanyak doa. Salah satu waktu yang banyak dinantikan untuk berdoa adalah sore hari menjelang Magrib. Umat Muslim dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk memanjatkan doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Berikut doa singkat yang dapat diamalkan untuk memohon rezeki dan keberkahan:
“Allahummarzuqni ma yuridu warzuq qalbi ma yuridu, waj'alhu laka kama turidu.”
Artinya: “Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku sesuai apa yang kuinginkan, dan berkatilah hatiku dengan apa yang kuinginkan. Serta jadikanlah diriku ini milik-Mu seperti yang Engkau inginkan.”
Dengan memperbanyak ibadah, selawat, sedekah, membaca Al-Kahfi, dan berdoa, Jumat dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
ARTIKEL21/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Emas: Begini Cara Menghitung Emas yang Disimpan dan Dipakai
Emas menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk investasi maupun simpanan jangka panjang. Namun, kepemilikan emas juga memiliki ketentuan zakat apabila jumlahnya telah mencapai nisab dan memenuhi masa kepemilikan atau haul.
Tidak semua emas otomatis wajib dizakati. Emas batangan yang disimpan sebagai investasi, tabungan emas, perhiasan yang tidak dipakai, serta perhiasan yang digunakan secara berlebihan dapat masuk dalam kategori emas yang wajib diperhitungkan untuk zakat.
Nisab Zakat Emas
Nisab zakat emas ditetapkan sebesar 85 gram emas murni. Jika jumlah emas telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun penuh, zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari nilai emas tersebut.
Sebagai ilustrasi, apabila harga emas Rp1.600.000 per gram, maka nilai nisabnya adalah:
85 gram × Rp1.600.000 = Rp136.000.000.
Dengan demikian, emas seberat 100 gram dengan harga tersebut memiliki nilai Rp160 juta. Zakat yang harus dikeluarkan sebesar:
Rp160.000.000 × 2,5 persen = Rp4.000.000.
Sementara itu, perhiasan emas seberat 50 gram belum mencapai nisab 85 gram sehingga belum wajib zakat berdasarkan ketentuan tersebut.
Jika memiliki beberapa bentuk emas, jumlahnya dapat diperhitungkan secara keseluruhan. Misalnya, emas batangan 60 gram ditambah perhiasan yang disimpan 30 gram, sehingga totalnya menjadi 90 gram. Jumlah tersebut telah melewati nisab.
Dengan harga emas Rp1.600.000 per gram, nilai 90 gram mencapai Rp144 juta. Zakatnya sebesar Rp3,6 juta.
Perhitungan tersebut menggunakan harga emas sebagai ilustrasi. Nilai nisab dalam rupiah dapat berubah mengikuti harga emas yang berlaku. Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan harga emas terkini ketika menghitung zakat.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat emas secara online, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan pembayaran zakat secara daring melalui situs resminya.
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Dengan memahami nisab, haul, dan nilai emas yang dimiliki, masyarakat dapat menghitung kewajiban zakat dengan lebih tepat dan menunaikannya sesuai ketentuan.***
ARTIKEL20/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
3 Doa Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus memperbanyak ibadah, doa, dan sholawat.
Dalam memperingati Maulid Nabi, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amalan, salah satunya membaca doa dan sholawat. Berikut tiga doa yang dapat diamalkan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
1. Doa Menyambut Maulid Nabi
Doa berikut dapat dibaca untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan bagi umat Islam saat memasuki bulan Rabiul Awal.
Latin: Allaahumma baarik lanaa fii khootimati syahrinaa haadza, wa aqdim 'alainaa Robii'ul awwali bisholaahil balaadi wal 'ibaadi wa daf'il balaa-i wal fasaadi watafriiji karbi ummati habiibika Muhammad shollallaahu 'alaihi wasallama fil kholfii wal baadi, yaa Kariim yaa Juwaad.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan kebaikan bagi negara dan orang-orang di dalamnya. Angkatlah bala dan kerusakan serta hilangkanlah kesedihan dan kesusahan umat Nabi Muhammad SAW, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Dermawan.”
Doa tersebut dimuat dalam Kitab Bughyatu Thalib fi Safinah karya Habib Ali bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib bin Ali bin Hasan Al Athas.
2. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Ummi
Selain doa, umat Islam juga dapat memperbanyak sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Latin: Allaahumma shalli 'alaa Muhammad 'abdika wa rasuulikan-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat-Mu kepada Muhammad, hamba, Nabi dan Rasul-Mu, seorang Nabi yang ummi, serta kepada keluarga dan para sahabatnya.”
3. Doa Maulid Nabi dengan Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah juga kerap diamalkan oleh umat Islam dalam berbagai momentum keagamaan, termasuk saat memperingati Maulid Nabi.
Latin: Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman tamman 'ala sayyidina Muhammadinil-ladzi tan?allu bihil-'uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdla bihil-?awaju wa tunalu bihir-ragha'ibu wa husnul-khawatimi wa yustasqal-ghamamu biwajhihil-karimi wa 'ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa nafasin bi'adadi kulli ma'lumin laka.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, kesusahan dapat dilenyapkan, keperluan dapat terpenuhi, serta apa yang didambakan dan husnul khatimah dapat diraih. Limpahkanlah pula sholawat kepada keluarga dan para sahabatnya pada setiap detik dan embusan napas sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
Membaca doa dan sholawat dapat menjadi salah satu cara umat Islam mengisi momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, peringatan Maulid juga dapat diisi dengan membaca Al-Qur'an, bersedekah, memperbanyak dzikir, serta mempelajari keteladanan Rasulullah SAW
ARTIKEL19/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW, Awal Mula Peringatan dan Maknanya bagi Umat Islam
Bagi masyarakat Semarang dan umat Islam pada umumnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum keagamaan yang kerap diisi dengan pengajian, pembacaan selawat, doa bersama hingga berbagai kegiatan sosial. Tradisi tersebut biasanya berlangsung di masjid, musala, pesantren, sekolah, hingga lingkungan kampung.
Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia?
Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Secara umum, umat Islam memperingatinya pada bulan Rabiul Awal, khususnya pada 12 Rabiul Awal yang dalam tradisi populer dikenal sebagai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Meski demikian, sejarah mengenai kapan tepatnya Nabi Muhammad SAW dilahirkan memiliki sejumlah riwayat. Karena itu, peringatan Maulid Nabi lebih tepat dipahami sebagai momentum untuk mengenang kehidupan, perjuangan, keteladanan dan ajaran Rasulullah SAW.
Sejarah Awal Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Tradisi memperingati kelahiran Rasulullah berkembang beberapa abad setelah wafatnya beliau.
Sejumlah sumber sejarah menyebut peringatan Maulid mulai dikenal dalam lingkungan pemerintahan Islam pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir. Dalam perkembangannya, tradisi tersebut kemudian mengalami perubahan bentuk dan penyebaran ke berbagai wilayah dunia Islam.
Salah satu tokoh yang sering disebut dalam perkembangan peringatan Maulid Nabi adalah Muzhaffaruddin Gökböri, penguasa Irbil di wilayah yang kini berada di Irak. Pada masa pemerintahannya, peringatan Maulid diselenggarakan secara besar-besaran dengan kegiatan keagamaan dan sosial.
Tradisi tersebut kemudian berkembang di berbagai wilayah Muslim dengan bentuk yang berbeda-beda. Ada yang mengisinya dengan pembacaan sirah atau sejarah kehidupan Nabi, selawat, ceramah agama, sedekah, pemberian makanan hingga kegiatan sosial bagi masyarakat.
Maulid Nabi dan Tradisi di Indonesia
Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi berkembang seiring dengan penyebaran Islam dan dakwah para ulama. Tradisi tersebut kemudian berakulturasi dengan budaya lokal sehingga bentuk perayaannya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Di Kota Semarang, misalnya, masyarakat dapat menemukan berbagai kegiatan Maulid Nabi di tingkat kampung, masjid, musala, pesantren maupun lembaga pendidikan.
Peringatan tersebut umumnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Warga memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.
Dalam sejumlah tradisi masyarakat Jawa, peringatan Maulid Nabi juga dapat disertai pembacaan selawat, pengajian, pembacaan riwayat Nabi serta pembagian makanan kepada jamaah.
Hal ini menunjukkan bahwa sejarah Maulid Nabi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari proses dakwah Islam yang berlangsung secara bertahap dan menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat.
Makna Maulid Nabi bagi Masyarakat
Terlepas dari perbedaan pandangan ulama mengenai bentuk peringatan Maulid Nabi, momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mempelajari kehidupan Rasulullah SAW.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun hubungan dengan keluarga, masyarakat, tetangga hingga kelompok yang berbeda menjadi bagian penting yang dapat direnungkan.
Bagi masyarakat Semarang, semangat tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maulid Nabi dapat menjadi pengingat agar masyarakat menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian sosial dan membangun lingkungan yang saling menghormati.
Karena itu, sejarah Maulid Nabi bukan hanya berkaitan dengan kapan tradisi tersebut pertama kali dilakukan. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi bagian dari perjalanan umat Islam dalam mengenang sosok Rasulullah SAW sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak dan perjuangan beliau.
Dengan memahami sejarahnya secara lebih utuh, masyarakat dapat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL18/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
4 Amalan Sunnah di Bulan Rabiul Awal, Momentum Memperkuat Cinta kepada Nabi Muhammad SAW
Bulan Rabiul Awal memiliki makna penting bagi umat Islam karena dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah sekaligus meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperbanyak ibadah, umat Islam dapat mengisi Rabiul Awal dengan berbagai amalan kebaikan. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Memperbanyak puasa sunnah menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan di bulan Rabiul Awal. Dalam kitab Kanz an-Najah wa as-Surur fi al-Ad'iyati allati Tasyrohu as-Shudur, memperbanyak puasa dan membaca shalawat disebut sebagai bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Hal ini juga berkaitan dengan hadis ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya, hari ketika beliau diutus, sekaligus hari ketika wahyu diturunkan kepadanya.
2. Memperbanyak Membaca Shalawat
Amalan berikutnya adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Syekh Abdul Hamid Qudus menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa sunnah dan shalawat pada bulan Rabiul Awal sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Membaca shalawat juga menjadi salah satu cara bagi umat Islam untuk mengingat perjuangan dan keteladanan Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam.
3. Mengisi Maulid Nabi dengan Kegiatan Keagamaan
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan umat Islam pada Rabiul Awal. Salah satu bentuknya adalah membaca kisah kelahiran dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Imam Suyuthi dalam Al-Wasail fi Syarhis Syamail menjelaskan mengenai keutamaan membaca kisah kelahiran Nabi. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
4. Memperbanyak Sedekah dan Berbuat Baik
Rabiul Awal juga dapat diisi dengan memperbanyak kepedulian terhadap sesama. Sedekah, membantu orang yang membutuhkan, menjenguk orang sakit, hingga menolong masyarakat yang mengalami kesulitan merupakan bentuk kebaikan yang sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, penyaluran dapat dilakukan melalui layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman sedekah yang tersedia.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Dengan mengisi Rabiul Awal melalui berbagai amal kebaikan, umat Islam diharapkan tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga semakin memahami dan menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL13/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Rabiul Awal 1448 H Dimulai? Ini Jadwal Lengkap hingga Maulid Nabi 2026
Setelah bulan Safar 1448 H berakhir, umat Islam akan memasuki bulan Rabiul Awal. Lantas, kapan Rabiul Awal 1448 H dimulai dan kapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, 1 Rabiul Awal 1448 H bertepatan dengan Jumat, 14 Agustus 2026. Bulan Rabiul Awal tahun ini berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Sabtu, 12 September 2026.
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah setelah Muharram dan Safar. Bulan ini menjadi salah satu bulan yang banyak dinantikan umat Islam karena terdapat momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi umumnya dilaksanakan setiap 12 Rabiul Awal. Pada kalender Masehi 2026, tanggal tersebut bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Berikut jadwal lengkap Rabiul Awal 1448 H:
1 Rabiul Awal: Jumat, 14 Agustus 2026
2 Rabiul Awal: Sabtu, 15 Agustus 2026
3 Rabiul Awal: Minggu, 16 Agustus 2026
4 Rabiul Awal: Senin, 17 Agustus 2026
5 Rabiul Awal: Selasa, 18 Agustus 2026
6 Rabiul Awal: Rabu, 19 Agustus 2026
7 Rabiul Awal: Kamis, 20 Agustus 2026
8 Rabiul Awal: Jumat, 21 Agustus 2026
9 Rabiul Awal: Sabtu, 22 Agustus 2026
10 Rabiul Awal: Minggu, 23 Agustus 2026
11 Rabiul Awal: Senin, 24 Agustus 2026
12 Rabiul Awal: Selasa, 25 Agustus 2026 (Maulid Nabi)
13 Rabiul Awal: Rabu, 26 Agustus 2026
14 Rabiul Awal: Kamis, 27 Agustus 2026
15 Rabiul Awal: Jumat, 28 Agustus 2026
16 Rabiul Awal: Sabtu, 29 Agustus 2026
17 Rabiul Awal: Minggu, 30 Agustus 2026
18 Rabiul Awal: Senin, 31 Agustus 2026
19 Rabiul Awal: Selasa, 1 September 2026
20 Rabiul Awal: Rabu, 2 September 2026
21 Rabiul Awal: Kamis, 3 September 2026
22 Rabiul Awal: Jumat, 4 September 2026
23 Rabiul Awal: Sabtu, 5 September 2026
24 Rabiul Awal: Minggu, 6 September 2026
25 Rabiul Awal: Senin, 7 September 2026
26 Rabiul Awal: Selasa, 8 September 2026
27 Rabiul Awal: Rabu, 9 September 2026
28 Rabiul Awal: Kamis, 10 September 2026
29 Rabiul Awal: Jumat, 11 September 2026
30 Rabiul Awal: Sabtu, 12 September 2026
Dengan demikian, Rabiul Awal 1448 H dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026 dan berakhir Sabtu, 12 September 2026. Sementara itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui jadwal kegiatan keagamaan sepanjang Rabiul Awal, tanggal tersebut dapat menjadi acuan untuk mempersiapkan berbagai agenda peringatan Maulid Nabi di masjid, musala maupun lingkungan masyarakat***
ARTIKEL13/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Rebo Wekasan 2026 Dimulai Malam Ini, Kapan Waktu Sholatnya?
Rebo Wekasan 2026 bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026. Tradisi yang dikenal sebagai Rabu terakhir bulan Safar ini kembali menjadi perhatian sebagian umat Islam, terutama terkait waktu pelaksanaan sholat Rebo Wekasan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis Kementerian Agama, bulan Safar 1448 H berakhir pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dengan demikian, Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Namun, perlu diketahui bahwa pergantian hari dalam kalender Hijriah berlangsung sejak matahari terbenam atau waktu Maghrib. Artinya, Rebo Wekasan 2026 mulai memasuki waktunya sejak Selasa, 11 Agustus 2026 setelah Maghrib, dan berakhir sebelum Maghrib pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Lantas, kapan waktu sholat Rebo Wekasan?
Menurut penjelasan yang dikutip dari Pesantren Tebuireng, sholat khusus Rebo Wekasan tidak dikenal dalam syariat Islam. Karena itu, umat Islam tidak dianjurkan meyakini adanya sholat khusus yang secara khusus diperuntukkan untuk Rebo Wekasan.
Meski demikian, seseorang tetap diperbolehkan melaksanakan sholat sunnah mutlak kapan saja, termasuk pada Rabu terakhir bulan Safar, selama tidak meyakininya sebagai ibadah khusus Rebo Wekasan.
Dengan demikian, sholat sunnah mutlak dapat dikerjakan mulai setelah Maghrib pada Selasa, 11 Agustus hingga sebelum Maghrib Rabu, 12 Agustus 2026. Pelaksanaannya tidak terikat dengan waktu tertentu.
Bacaan Niat Sholat Sunnah Mutlak
Jika hendak melaksanakan sholat sunnah mutlak dua rakaat, berikut bacaan niatnya:
Latin: Ushallii sunnatan rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat sunnah dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala.”
Sementara itu, anggapan bahwa Rebo Wekasan merupakan hari yang penuh bala atau kesialan memiliki sejarah dalam tradisi tertentu. Sejumlah ulama mengaitkannya dengan keterangan dalam kitab-kitab tertentu, tetapi anggapan tersebut tidak menjadi dasar hukum yang disepakati dalam syariat Islam.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada kepercayaan mengenai datangnya malapetaka pada bulan Safar.
Karena itu, umat Islam perlu memahami Rebo Wekasan secara bijak dan tidak menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.***
ARTIKEL11/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →