WhatsApp Icon
Sedekah Jumat Yuk! Warga Semarang Bisa Salurkan Donasi Online Lewat BAZNAS, Ini Cara Mudah dan Keutamaannya

Hari Jumat menjadi salah satu waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah sedekah, baik berupa uang, makanan, maupun bantuan lain yang bermanfaat bagi sesama.

Bagi umat Muslim, sedekah merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu waktu tertentu. Namun, hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri sehingga banyak umat Islam memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah dan berbagi kepada orang lain.

Bagi warga Semarang yang ingin mengisi hari Jumat dengan kegiatan positif, menunaikan sedekah bisa menjadi pilihan sederhana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya, saat ini sedekah tidak harus dilakukan dengan mendatangi lembaga penyalur secara langsung. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital untuk menyalurkan infak, sedekah, maupun zakat dengan lebih mudah dan praktis.

Salah satu lembaga yang menyediakan layanan tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang.

Melalui layanan pembayaran online, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari rumah, tempat kerja, maupun di mana saja selama memiliki akses internet.

Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari. Istilah tersebut menggambarkan kedudukan hari Jumat yang istimewa dalam ajaran Islam.

Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan kebaikan pada hari tersebut. Salah satunya adalah bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta yang dimiliki. Lebih dari itu, sedekah merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antarsesama manusia.

Bahkan, sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu tetangga, menyisihkan sebagian rezeki, hingga melakukan kebaikan sederhana juga termasuk bentuk sedekah.

Dengan demikian, siapa pun dapat bersedekah sesuai kemampuan masing-masing.

Ada sejumlah keutamaan sedekah yang membuat amalan ini sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menjadi bukti kepedulian kepada sesama

Sedekah mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi. Melalui sedekah, seseorang dapat membantu meringankan beban orang lain, terutama masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

2. Mendapatkan pahala dari Allah SWT

Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yang mengibaratkan orang-orang yang menginfakkan hartanya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji.

3. Menumbuhkan sifat dermawan

Membiasakan diri bersedekah dapat melatih seseorang agar tidak memiliki sifat kikir atau terlalu mencintai harta.

Kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki juga membantu membangun kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar.

4. Membantu masyarakat yang membutuhkan

Sedekah yang disalurkan melalui lembaga pengelola terpercaya dapat menjadi salah satu cara membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dana yang terkumpul dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai program lembaga penyalur.

Cara Sedekah Online Lewat BAZNAS Kota Semarang

Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan sedekah Jumat, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan digital yang dapat diakses dengan mudah.

Masyarakat bisa memilih layanan pembayaran zakat maupun sedekah melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka laman resmi BAZNAS Kota Semarang

Untuk pembayaran zakat, masyarakat dapat mengakses:

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

Sementara itu, untuk menyalurkan sedekah, masyarakat dapat membuka:

https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah

2. Pilih jenis dana yang akan disalurkan

Setelah masuk ke halaman layanan, pilih jenis dana yang ingin ditunaikan sesuai kebutuhan, baik zakat, infak, maupun sedekah.

3. Lengkapi data diri

Isi informasi yang diminta pada formulir pembayaran, seperti nama, nomor handphone, dan alamat email.

Pastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar agar proses administrasi dan konfirmasi dapat berjalan dengan baik.

4. Ikuti petunjuk pembayaran

Selanjutnya, ikuti instruksi pembayaran yang tersedia pada halaman resmi tersebut.

Perhatikan setiap tahapan agar dana yang disalurkan dapat diproses sesuai ketentuan layanan.

5. Lakukan konfirmasi 

Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan konfirmasi pembayaran, masyarakat dapat menghubungi nomor layanan Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang di:

+62 821-7022-1818

Pastikan menghubungi nomor tersebut atas nama Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang.

Selain menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Semarang juga menghadirkan fasilitas kalkulator zakat.

Fasilitas digital ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu menghitung besaran kewajiban zakat berdasarkan jenis dan jumlah harta yang dimiliki.

Kehadiran kalkulator zakat diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami dan memperkirakan kewajiban zakat sebelum melakukan pembayaran.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, warga Semarang kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menunaikan ibadah ZIS tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS.

Pada akhirnya, sedekah bukan soal seberapa besar nominal yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama.

Momentum Jumat bisa menjadi pengingat untuk terus berbagi dan menyisihkan sebagian rezeki bagi mereka yang membutuhkan.

Jadi, tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Mulailah dari nominal yang terjangkau dan jadikan berbagi sebagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.***

30/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan

Membaca Surat Al-Kahfi merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam pada malam Jumat maupun hari Jumat. Namun, bagi sebagian orang, membaca seluruh 110 ayat dalam satu waktu terkadang terasa cukup berat, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Kabar baiknya, membaca Surat Al-Kahfi dapat dilakukan secara bertahap. Warga Semarang yang ingin mengamalkan sunah ini bisa membagi bacaan menjadi empat waktu, mulai setelah Magrib pada malam Jumat hingga setelah salat Zuhur pada hari Jumat.

Dengan pembagian tersebut, umat Islam tetap bisa menyelesaikan seluruh 110 ayat Surat Al-Kahfi tanpa harus terburu-buru. Cara ini juga dapat membantu menjaga konsistensi ibadah di tengah rutinitas harian.

Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 110 ayat. Surat ini memuat sejumlah kisah penuh hikmah, mulai dari keteguhan iman para pemuda Ashabul Kahfi, ujian kekayaan melalui kisah pemilik dua kebun, perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS, hingga kisah kepemimpinan Dzulqarnain.

Agar lebih ringan dan mudah diterapkan, berikut pembagian bacaan Surat Al-Kahfi yang dapat dicoba oleh masyarakat:

1. Setelah Magrib pada Malam Jumat: Ayat 1–31

Waktu pertama dimulai setelah salat Magrib pada Kamis petang atau malam Jumat. Pembaca dapat memulai dengan membaca ayat 1 sampai 31.

Bagian ini memuat kisah Ashabul Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung keyakinannya.

Kisah tersebut mengajarkan pentingnya menjaga iman, keberanian dalam mempertahankan kebenaran, serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya.

2. Setelah Isya pada Malam Jumat: Ayat 32–59

Pembacaan berikutnya dapat dilanjutkan setelah salat Isya, yakni ayat 32 sampai 59.

Pada bagian ini terdapat kisah dua orang pemilik kebun dengan kondisi kehidupan yang berbeda. Salah seorang di antaranya memiliki kekayaan melimpah, tetapi justru terjebak dalam kesombongan dan merasa bahwa hartanya akan selalu bertahan.

Kisah ini memberikan pelajaran bahwa kekayaan dan kenikmatan dunia merupakan ujian. Manusia tidak seharusnya sombong atas apa yang dimiliki karena seluruhnya merupakan pemberian Allah SWT.

3. Setelah Subuh pada Hari Jumat: Ayat 60–83

Memasuki hari Jumat, bacaan dapat dilanjutkan setelah salat Subuh dengan membaca ayat 60 sampai 83.

Bagian ini menceritakan perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Musa AS menyaksikan sejumlah peristiwa yang pada awalnya sulit dipahami.

Kisah ini mengajarkan bahwa pengetahuan manusia memiliki keterbatasan. Ada banyak ketentuan dan hikmah Allah SWT yang belum tentu dapat dipahami secara langsung oleh manusia.

4. Setelah Zuhur pada Hari Jumat: Ayat 84–110

Tahap terakhir dilakukan setelah salat Zuhur dengan membaca ayat 84 sampai 110.

Bagian ini mengisahkan Dzulqarnain, seorang pemimpin yang diberikan kekuasaan dan kemampuan oleh Allah SWT untuk melakukan berbagai perjalanan serta membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

Di dalamnya juga terdapat kisah pembangunan penghalang untuk menghadapi Ya'juj dan Ma'juj.

Selain itu, bagian akhir Surat Al-Kahfi mengingatkan manusia agar tidak menyekutukan Allah SWT, senantiasa beramal saleh, dan mengharapkan perjumpaan dengan-Nya.

Membaca Surat Al-Kahfi secara bertahap dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki jadwal kegiatan padat. Namun, agar amalan ini dapat dilakukan secara konsisten, ada beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan.

Pertama, tentukan waktu membaca sesuai dengan jadwal ibadah harian. Menggabungkan kegiatan membaca Al-Qur'an dengan waktu setelah salat fardu dapat membantu membangun kebiasaan.

Kedua, gunakan Al-Qur'an cetak atau aplikasi Al-Qur'an digital untuk memudahkan melanjutkan bacaan sesuai ayat terakhir yang telah dibaca.

Ketiga, usahakan membaca dengan tartil atau perlahan dan tidak terburu-buru. Selain mengejar penyelesaian bacaan, memahami makna dan mengambil pelajaran dari setiap kisah juga menjadi hal penting.

Keempat, jika memungkinkan, luangkan waktu untuk membaca terjemahan agar pesan yang terkandung dalam Surat Al-Kahfi semakin mudah dipahami.

Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat dikenal sebagai salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah riwayat Al-Hakim dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang meneranginya di antara dua Jumat.

Keutamaan lainnya berkaitan dengan perlindungan dari fitnah Dajjal. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan anjuran menghafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal.

Karena itu, membaca Surat Al-Kahfi dapat menjadi salah satu upaya umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi warga Semarang yang ingin mulai membiasakan amalan ini, tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Membagi bacaan menjadi beberapa sesi dapat menjadi cara sederhana untuk menyelesaikan 110 ayat Surat Al-Kahfi dalam satu rangkaian malam dan hari Jumat.

Hal terpenting adalah menjaga niat, meluangkan waktu, serta berusaha istiqamah dalam menjalankan ibadah.***

30/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang

Momen gajian bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama. Warga Kota Semarang dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang secara online tanpa harus datang langsung ke kantor.

BAZNAS Kota Semarang baru-baru ini meraih penghargaan sebagai BAZNAS Kota Terbaik se-Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Melalui layanan digital, masyarakat kini dapat menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan praktis, termasuk saat menerima gaji bulanan maupun pada momen tanggal kembar.

Cara Bayar Zakat, Infak, dan Sedekah Online

Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kota Semarang, berikut langkah-langkahnya:

1. Buka laman resmi pembayaran zakat melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat atau layanan sedekah melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.

2. Pilih jenis dana yang ingin disalurkan sesuai kebutuhan.

3. Lengkapi data yang diminta, seperti nama, nomor handphone, dan alamat email.

4. Ikuti petunjuk pembayaran yang tersedia pada laman tersebut.

5. Untuk konfirmasi, masyarakat dapat menghubungi nomor +62 821-7022-1818 atas nama Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang.

Selain menyediakan layanan pembayaran digital, BAZNAS Kota Semarang juga menghadirkan kalkulator zakat yang dapat digunakan masyarakat untuk membantu menghitung kewajiban zakat melalui layanan digital resminya.

Dengan kemudahan tersebut, masyarakat dapat menunaikan ZIS tanpa terkendala jarak dan waktu. Selain menjadi bentuk ibadah, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Momentum gajian pun tidak hanya menjadi waktu untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan menebarkan manfaat bagi sesama melalui BAZNAS Kota Semarang.***

27/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran besar ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan, cinta tanah air, serta pengabdian santri kepada bangsa.

Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Makna Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah mengenang perjuangan para ulama dan santri yang turut berperan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan semangat cinta tanah air. Nilai hubbul wathan minal iman kerap dikaitkan dengan kecintaan terhadap tanah air yang tumbuh seiring dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Selain itu, Hari Santri menjadi momentum untuk mendorong santri agar terus berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari melawan kebodohan, mengurangi kemiskinan, hingga menjaga moral dan peradaban bangsa melalui pendidikan, akhlak, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan demikian, santri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejarah Hari Santri Nasional

Tanggal 22 Oktober dipilih untuk memperingati Hari Santri Nasional karena berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yakni Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.

Resolusi Jihad menyerukan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan para ulama, santri, dan masyarakat untuk melawan pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia setelah kemerdekaan, termasuk pasukan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia.

Semangat perjuangan tersebut turut menjadi salah satu latar penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu kemudian dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, masyarakat diajak untuk tidak melupakan jasa para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Lebih dari itu, Hari Santri menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan perlu diteruskan melalui pendidikan, pengabdian, sikap toleran, serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.***

22/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat

Puasa sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menambah amalan ibadah di bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Puasa ini dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah dan dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menjalankannya.

Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Penamaan ini berkaitan dengan kondisi malam yang diterangi cahaya bulan purnama.

Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah ini, mengetahui jadwal pelaksanaannya menjadi langkah penting agar ibadah dapat dipersiapkan dengan baik.

Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan dalam acuan jadwal tersebut, puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 jatuh pada:

  • Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadilawal 1448 H
  • Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadilawal 1448 H
  • Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadilawal 1448 H

Penetapan tanggal Hijriah dapat berbeda bergantung pada kalender dan hasil penentuan awal bulan yang digunakan. Karena itu, umat Islam dapat menyesuaikannya dengan pedoman resmi setempat.

Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Berikut bacaan niat beserta artinya.

1. Niat pada malam hari

Nawaitu shauma ghadin ‘an ad?’i sunnati ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta’ala.”

2. Niat pada pagi atau siang hari

Bagi yang belum berniat pada malam hari, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Ketentuan ini mengikuti syarat puasa sunnah.

Nawaitu shauma ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan. Menjalankannya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta membiasakan diri beribadah secara rutin.

Dalam hadis, puasa tiga hari setiap bulan disebut memiliki keutamaan besar. Amalan ini juga kerap dikaitkan dengan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun, berdasarkan perhitungan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.

Meski demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak bersifat wajib. Umat Islam yang tidak menjalankannya tidak berdosa, sedangkan mereka yang melaksanakannya berharap memperoleh pahala dan rida Allah SWT.

Dengan mengetahui jadwal, niat, dan keutamaannya, umat Islam dapat mempersiapkan puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 dengan lebih baik. Semoga ibadah yang dilakukan membawa keberkahan dan menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri.***

21/10/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Sedekah Jumat Yuk! Warga Semarang Bisa Salurkan Donasi Online Lewat BAZNAS, Ini Cara Mudah dan Keutamaannya
Sedekah Jumat Yuk! Warga Semarang Bisa Salurkan Donasi Online Lewat BAZNAS, Ini Cara Mudah dan Keutamaannya
Hari Jumat menjadi salah satu waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah sedekah, baik berupa uang, makanan, maupun bantuan lain yang bermanfaat bagi sesama. Bagi umat Muslim, sedekah merupakan amalan sunnah yang dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu waktu tertentu. Namun, hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri sehingga banyak umat Islam memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah dan berbagi kepada orang lain. Bagi warga Semarang yang ingin mengisi hari Jumat dengan kegiatan positif, menunaikan sedekah bisa menjadi pilihan sederhana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Menariknya, saat ini sedekah tidak harus dilakukan dengan mendatangi lembaga penyalur secara langsung. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital untuk menyalurkan infak, sedekah, maupun zakat dengan lebih mudah dan praktis. Salah satu lembaga yang menyediakan layanan tersebut adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Melalui layanan pembayaran online, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari rumah, tempat kerja, maupun di mana saja selama memiliki akses internet. Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari. Istilah tersebut menggambarkan kedudukan hari Jumat yang istimewa dalam ajaran Islam. Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan kebaikan pada hari tersebut. Salah satunya adalah bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Sedekah bukan hanya tentang memberikan sebagian harta yang dimiliki. Lebih dari itu, sedekah merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antarsesama manusia. Bahkan, sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu tetangga, menyisihkan sebagian rezeki, hingga melakukan kebaikan sederhana juga termasuk bentuk sedekah. Dengan demikian, siapa pun dapat bersedekah sesuai kemampuan masing-masing. Ada sejumlah keutamaan sedekah yang membuat amalan ini sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Menjadi bukti kepedulian kepada sesama Sedekah mengajarkan umat Islam untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi. Melalui sedekah, seseorang dapat membantu meringankan beban orang lain, terutama masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. 2. Mendapatkan pahala dari Allah SWT Sedekah merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai pahala. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, yang mengibaratkan orang-orang yang menginfakkan hartanya seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji. 3. Menumbuhkan sifat dermawan Membiasakan diri bersedekah dapat melatih seseorang agar tidak memiliki sifat kikir atau terlalu mencintai harta. Kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki juga membantu membangun kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi lingkungan sekitar. 4. Membantu masyarakat yang membutuhkan Sedekah yang disalurkan melalui lembaga pengelola terpercaya dapat menjadi salah satu cara membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dana yang terkumpul dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai program lembaga penyalur. Cara Sedekah Online Lewat BAZNAS Kota Semarang Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan sedekah Jumat, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan digital yang dapat diakses dengan mudah. Masyarakat bisa memilih layanan pembayaran zakat maupun sedekah melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang. Berikut langkah-langkahnya: 1. Buka laman resmi BAZNAS Kota Semarang Untuk pembayaran zakat, masyarakat dapat mengakses: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Sementara itu, untuk menyalurkan sedekah, masyarakat dapat membuka: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah 2. Pilih jenis dana yang akan disalurkan Setelah masuk ke halaman layanan, pilih jenis dana yang ingin ditunaikan sesuai kebutuhan, baik zakat, infak, maupun sedekah. 3. Lengkapi data diri Isi informasi yang diminta pada formulir pembayaran, seperti nama, nomor handphone, dan alamat email. Pastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar agar proses administrasi dan konfirmasi dapat berjalan dengan baik. 4. Ikuti petunjuk pembayaran Selanjutnya, ikuti instruksi pembayaran yang tersedia pada halaman resmi tersebut. Perhatikan setiap tahapan agar dana yang disalurkan dapat diproses sesuai ketentuan layanan. 5. Lakukan konfirmasi Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan konfirmasi pembayaran, masyarakat dapat menghubungi nomor layanan Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang di: +62 821-7022-1818 Pastikan menghubungi nomor tersebut atas nama Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang. Selain menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kota Semarang juga menghadirkan fasilitas kalkulator zakat. Fasilitas digital ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu menghitung besaran kewajiban zakat berdasarkan jenis dan jumlah harta yang dimiliki. Kehadiran kalkulator zakat diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memahami dan memperkirakan kewajiban zakat sebelum melakukan pembayaran. Dengan berbagai kemudahan tersebut, warga Semarang kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menunaikan ibadah ZIS tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS. Pada akhirnya, sedekah bukan soal seberapa besar nominal yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Momentum Jumat bisa menjadi pengingat untuk terus berbagi dan menyisihkan sebagian rezeki bagi mereka yang membutuhkan. Jadi, tidak perlu menunggu kaya untuk bersedekah. Mulailah dari nominal yang terjangkau dan jadikan berbagi sebagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL30/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Membaca Surat Al-Kahfi merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam pada malam Jumat maupun hari Jumat. Namun, bagi sebagian orang, membaca seluruh 110 ayat dalam satu waktu terkadang terasa cukup berat, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Kabar baiknya, membaca Surat Al-Kahfi dapat dilakukan secara bertahap. Warga Semarang yang ingin mengamalkan sunah ini bisa membagi bacaan menjadi empat waktu, mulai setelah Magrib pada malam Jumat hingga setelah salat Zuhur pada hari Jumat. Dengan pembagian tersebut, umat Islam tetap bisa menyelesaikan seluruh 110 ayat Surat Al-Kahfi tanpa harus terburu-buru. Cara ini juga dapat membantu menjaga konsistensi ibadah di tengah rutinitas harian. Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 110 ayat. Surat ini memuat sejumlah kisah penuh hikmah, mulai dari keteguhan iman para pemuda Ashabul Kahfi, ujian kekayaan melalui kisah pemilik dua kebun, perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS, hingga kisah kepemimpinan Dzulqarnain. Agar lebih ringan dan mudah diterapkan, berikut pembagian bacaan Surat Al-Kahfi yang dapat dicoba oleh masyarakat: 1. Setelah Magrib pada Malam Jumat: Ayat 1–31 Waktu pertama dimulai setelah salat Magrib pada Kamis petang atau malam Jumat. Pembaca dapat memulai dengan membaca ayat 1 sampai 31. Bagian ini memuat kisah Ashabul Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung keyakinannya. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya menjaga iman, keberanian dalam mempertahankan kebenaran, serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya. 2. Setelah Isya pada Malam Jumat: Ayat 32–59 Pembacaan berikutnya dapat dilanjutkan setelah salat Isya, yakni ayat 32 sampai 59. Pada bagian ini terdapat kisah dua orang pemilik kebun dengan kondisi kehidupan yang berbeda. Salah seorang di antaranya memiliki kekayaan melimpah, tetapi justru terjebak dalam kesombongan dan merasa bahwa hartanya akan selalu bertahan. Kisah ini memberikan pelajaran bahwa kekayaan dan kenikmatan dunia merupakan ujian. Manusia tidak seharusnya sombong atas apa yang dimiliki karena seluruhnya merupakan pemberian Allah SWT. 3. Setelah Subuh pada Hari Jumat: Ayat 60–83 Memasuki hari Jumat, bacaan dapat dilanjutkan setelah salat Subuh dengan membaca ayat 60 sampai 83. Bagian ini menceritakan perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Musa AS menyaksikan sejumlah peristiwa yang pada awalnya sulit dipahami. Kisah ini mengajarkan bahwa pengetahuan manusia memiliki keterbatasan. Ada banyak ketentuan dan hikmah Allah SWT yang belum tentu dapat dipahami secara langsung oleh manusia. 4. Setelah Zuhur pada Hari Jumat: Ayat 84–110 Tahap terakhir dilakukan setelah salat Zuhur dengan membaca ayat 84 sampai 110. Bagian ini mengisahkan Dzulqarnain, seorang pemimpin yang diberikan kekuasaan dan kemampuan oleh Allah SWT untuk melakukan berbagai perjalanan serta membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Di dalamnya juga terdapat kisah pembangunan penghalang untuk menghadapi Ya'juj dan Ma'juj. Selain itu, bagian akhir Surat Al-Kahfi mengingatkan manusia agar tidak menyekutukan Allah SWT, senantiasa beramal saleh, dan mengharapkan perjumpaan dengan-Nya. Membaca Surat Al-Kahfi secara bertahap dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki jadwal kegiatan padat. Namun, agar amalan ini dapat dilakukan secara konsisten, ada beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, tentukan waktu membaca sesuai dengan jadwal ibadah harian. Menggabungkan kegiatan membaca Al-Qur'an dengan waktu setelah salat fardu dapat membantu membangun kebiasaan. Kedua, gunakan Al-Qur'an cetak atau aplikasi Al-Qur'an digital untuk memudahkan melanjutkan bacaan sesuai ayat terakhir yang telah dibaca. Ketiga, usahakan membaca dengan tartil atau perlahan dan tidak terburu-buru. Selain mengejar penyelesaian bacaan, memahami makna dan mengambil pelajaran dari setiap kisah juga menjadi hal penting. Keempat, jika memungkinkan, luangkan waktu untuk membaca terjemahan agar pesan yang terkandung dalam Surat Al-Kahfi semakin mudah dipahami. Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat dikenal sebagai salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah riwayat Al-Hakim dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang meneranginya di antara dua Jumat. Keutamaan lainnya berkaitan dengan perlindungan dari fitnah Dajjal. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan anjuran menghafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. Karena itu, membaca Surat Al-Kahfi dapat menjadi salah satu upaya umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi warga Semarang yang ingin mulai membiasakan amalan ini, tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Membagi bacaan menjadi beberapa sesi dapat menjadi cara sederhana untuk menyelesaikan 110 ayat Surat Al-Kahfi dalam satu rangkaian malam dan hari Jumat. Hal terpenting adalah menjaga niat, meluangkan waktu, serta berusaha istiqamah dalam menjalankan ibadah.***
ARTIKEL30/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Momen gajian bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama. Warga Kota Semarang dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang secara online tanpa harus datang langsung ke kantor. BAZNAS Kota Semarang baru-baru ini meraih penghargaan sebagai BAZNAS Kota Terbaik se-Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui layanan digital, masyarakat kini dapat menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan praktis, termasuk saat menerima gaji bulanan maupun pada momen tanggal kembar. Cara Bayar Zakat, Infak, dan Sedekah Online Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kota Semarang, berikut langkah-langkahnya: 1. Buka laman resmi pembayaran zakat melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat atau layanan sedekah melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. 2. Pilih jenis dana yang ingin disalurkan sesuai kebutuhan. 3. Lengkapi data yang diminta, seperti nama, nomor handphone, dan alamat email. 4. Ikuti petunjuk pembayaran yang tersedia pada laman tersebut. 5. Untuk konfirmasi, masyarakat dapat menghubungi nomor +62 821-7022-1818 atas nama Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang. Selain menyediakan layanan pembayaran digital, BAZNAS Kota Semarang juga menghadirkan kalkulator zakat yang dapat digunakan masyarakat untuk membantu menghitung kewajiban zakat melalui layanan digital resminya. Dengan kemudahan tersebut, masyarakat dapat menunaikan ZIS tanpa terkendala jarak dan waktu. Selain menjadi bentuk ibadah, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Momentum gajian pun tidak hanya menjadi waktu untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan menebarkan manfaat bagi sesama melalui BAZNAS Kota Semarang.***
ARTIKEL27/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran besar ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan, cinta tanah air, serta pengabdian santri kepada bangsa. Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia. Makna Hari Santri Nasional Hari Santri Nasional memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah mengenang perjuangan para ulama dan santri yang turut berperan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan semangat cinta tanah air. Nilai hubbul wathan minal iman kerap dikaitkan dengan kecintaan terhadap tanah air yang tumbuh seiring dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, Hari Santri menjadi momentum untuk mendorong santri agar terus berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari melawan kebodohan, mengurangi kemiskinan, hingga menjaga moral dan peradaban bangsa melalui pendidikan, akhlak, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejarah Hari Santri Nasional Tanggal 22 Oktober dipilih untuk memperingati Hari Santri Nasional karena berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yakni Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi Jihad menyerukan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan para ulama, santri, dan masyarakat untuk melawan pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia setelah kemerdekaan, termasuk pasukan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia. Semangat perjuangan tersebut turut menjadi salah satu latar penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu kemudian dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Melalui peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, masyarakat diajak untuk tidak melupakan jasa para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Lebih dari itu, Hari Santri menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan perlu diteruskan melalui pendidikan, pengabdian, sikap toleran, serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.***
ARTIKEL22/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat
Puasa sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menambah amalan ibadah di bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Puasa ini dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah dan dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menjalankannya. Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Penamaan ini berkaitan dengan kondisi malam yang diterangi cahaya bulan purnama. Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah ini, mengetahui jadwal pelaksanaannya menjadi langkah penting agar ibadah dapat dipersiapkan dengan baik. Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan dalam acuan jadwal tersebut, puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 jatuh pada: Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadilawal 1448 H Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadilawal 1448 H Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadilawal 1448 H Penetapan tanggal Hijriah dapat berbeda bergantung pada kalender dan hasil penentuan awal bulan yang digunakan. Karena itu, umat Islam dapat menyesuaikannya dengan pedoman resmi setempat. Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Berikut bacaan niat beserta artinya. 1. Niat pada malam hari Nawaitu shauma ghadin ‘an ad?’i sunnati ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta’ala.” 2. Niat pada pagi atau siang hari Bagi yang belum berniat pada malam hari, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Ketentuan ini mengikuti syarat puasa sunnah. Nawaitu shauma ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?. Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.” Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan. Menjalankannya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta membiasakan diri beribadah secara rutin. Dalam hadis, puasa tiga hari setiap bulan disebut memiliki keutamaan besar. Amalan ini juga kerap dikaitkan dengan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun, berdasarkan perhitungan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Meski demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak bersifat wajib. Umat Islam yang tidak menjalankannya tidak berdosa, sedangkan mereka yang melaksanakannya berharap memperoleh pahala dan rida Allah SWT. Dengan mengetahui jadwal, niat, dan keutamaannya, umat Islam dapat mempersiapkan puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 dengan lebih baik. Semoga ibadah yang dilakukan membawa keberkahan dan menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri.***
ARTIKEL21/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Bulan Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Meski tidak memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan secara spesifik dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih, bulan ini tetap menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh. Nama Jumadil Awal memiliki latar belakang bahasa dan sejarah yang berkaitan dengan kondisi alam di Jazirah Arab pada masa lalu. Selain itu, bulan ini juga menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah Islam. Lantas, apa makna bulan Jumadil Awal dan amalan apa saja yang bisa dilakukan umat Islam? Jumadil Awal atau Jumadal Ula merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah, setelah Rabiul Akhir dan sebelum Jumadil Akhir. Nama “Jumadil” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan kondisi beku atau kering. Penamaan tersebut sering dikaitkan dengan keadaan alam di Jazirah Arab pada masa lalu, ketika air dapat membeku atau mengalami kekeringan pada musim tertentu. Dalam kalender Islam, Jumadil Awal bukan termasuk empat bulan haram yang dimuliakan secara khusus, yakni Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan mengisi bulan ini dengan berbagai ibadah dan perbuatan baik. Jumadil Awal memiliki kaitan dengan sejumlah peristiwa dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah Perang Mu’tah yang berlangsung pada tahun 8 Hijriah. Dalam peristiwa tersebut, pasukan Muslim menghadapi pasukan Romawi dan sekutunya. Perang Mu’tah dikenal melalui kisah tiga panglima Muslim yang gugur secara berurutan, yakni Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Setelah ketiganya gugur, Khalid bin Walid mengambil alih kepemimpinan pasukan. Peristiwa ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan umat Islam, terutama mengenai keberanian, pengorbanan, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan. Namun, perlu diketahui bahwa penanggalan sejumlah peristiwa sejarah Islam dapat berbeda menurut sumber yang digunakan. Amalan yang Bisa Dilakukan pada Bulan Jumadil Awal Tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan hanya untuk bulan Jumadil Awal. Meski begitu, umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. 1. Memperbanyak istighfar Istighfar menjadi salah satu cara untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Amalan ini juga dapat menjadi pengingat agar seseorang terus memperbaiki diri. 2. Memperbanyak sedekah Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Jumadil Awal. Umat Islam bisa membantu orang yang membutuhkan melalui pemberian makanan, bantuan pendidikan, maupun dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan. 3. Memperbanyak doa dan zikir Berdoa dan berzikir merupakan amalan yang membantu umat Islam mengingat Allah SWT di tengah aktivitas sehari-hari. Keduanya dapat dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu bulan tertentu. 4. Menjaga salat wajib dan meningkatkan ibadah sunah Salat lima waktu tetap menjadi kewajiban utama umat Islam. Selain itu, umat Muslim dapat meningkatkan ibadah sunah, seperti salat Duha, salat tahajud, serta membaca Al-Qur’an secara rutin. 5. Melakukan muhasabah diri Muhasabah atau introspeksi dapat membantu seseorang mengevaluasi perilaku, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan merencanakan perubahan ke arah yang lebih baik. Bulan Jumadil Awal tidak harus dipandang sebagai bulan dengan ritual khusus. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berbuat baik selalu terbuka bagi umat Islam. Dengan memperbanyak istighfar, sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak, umat Islam dapat mengisi hari-hari di bulan Jumadil Awal dengan kegiatan yang bermanfaat. Pada akhirnya, nilai sebuah bulan bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya ritual yang dikaitkan dengannya, melainkan juga oleh bagaimana seseorang memanfaatkan waktu untuk meningkatkan ketakwaan dan memberikan manfaat bagi orang lain.***
ARTIKEL19/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan dan Manfaat Melaksanakan Puasa Sunnah Jumadil Awal
Keutamaan dan Manfaat Melaksanakan Puasa Sunnah Jumadil Awal
Bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah. Meski tidak ada puasa khusus yang ditetapkan untuk bulan ini, umat Islam tetap dapat melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari yang dianjurkan dalam Islam. Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan dalam artikel ini, 1 Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan 12 Oktober 2026. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Lantas, apa saja manfaat puasa sunnah pada bulan Jumadil Awal dan bagaimana cara mengamalkannya? Keutamaan Puasa Sunnah pada Bulan Jumadil Awal Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki nilai penting dalam Islam. Selain puasa wajib pada bulan Ramadan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada waktu-waktu tertentu. Perlu diketahui, tidak ada ketentuan khusus mengenai keutamaan puasa yang secara spesifik dikaitkan dengan bulan Jumadil Awal. Namun, umat Islam tetap bisa memperoleh pahala dengan menjalankan puasa sunnah yang memiliki dasar dalam ajaran Islam. Berikut beberapa keutamaan puasa sunnah yang dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan ibadah. 1. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT Puasa menjadi sarana untuk melatih diri agar lebih taat kepada Allah SWT. Ketika berpuasa, seseorang belajar menjaga perilaku, menahan hawa nafsu, serta menghindari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Kebiasaan tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah dan membentuk pribadi yang lebih bertakwa. 2. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini juga mengajarkan kesabaran, pengendalian emosi, serta kemampuan menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika menghadapi persoalan keluarga, pekerjaan, maupun hubungan sosial. 3. Menjadi Sarana Memperbanyak Amal Saleh Puasa sunnah dapat menjadi bagian dari upaya memperbanyak amal saleh di luar ibadah wajib. Umat Islam juga dapat mengiringinya dengan membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, dan membantu sesama. Amalan tersebut hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan tetap memperhatikan kemampuan masing-masing. 4. Membiasakan Diri Menjaga Keikhlasan Puasa mengajarkan seseorang untuk beribadah dengan penuh keikhlasan. Sebab, ibadah ini menuntut kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT, termasuk ketika tidak ada orang lain yang mengetahui pelaksanaannya. Dengan membiasakan diri berpuasa sunnah, seorang Muslim dapat terus melatih niat dan memperbaiki kualitas ibadahnya. Manfaat Menjalankan Puasa Sunnah Selain memiliki nilai spiritual, puasa juga dapat membantu seseorang membangun kebiasaan hidup yang lebih teratur apabila dilakukan dengan pola makan, istirahat, dan asupan cairan yang memadai. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari menjalankan puasa sunnah. - Memperkuat disiplin diri. Puasa melatih seseorang untuk mengatur waktu makan, beribadah, dan menjalankan aktivitas harian. - Meningkatkan kesadaran spiritual. Waktu berpuasa dapat dimanfaatkan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku. - Melatih pengendalian emosi. Puasa menjadi kesempatan untuk membiasakan diri bersikap sabar dan tidak mudah terpancing amarah. - Mendorong kebiasaan beribadah. Puasa sunnah dapat menjadi momentum untuk menjaga konsistensi ibadah di luar Ramadan. Meski demikian, manfaat puasa bagi kesehatan dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, kondisi kesehatan perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalankan puasa. Pada dasarnya, tata cara puasa sunnah pada bulan Jumadil Awal sama dengan puasa sunnah lainnya. Umat Islam dapat memilih hari-hari yang memang dianjurkan untuk berpuasa. Beberapa pilihan yang dapat diamalkan antara lain: - Puasa Senin dan Kamis, yakni puasa sunnah yang dianjurkan dalam ajaran Islam. - Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, dengan memperhatikan ketentuan fikih yang berlaku. - Puasa Daud, yakni puasa sehari dan berbuka sehari bagi yang mampu menjalankannya. Sebelum berpuasa, seorang Muslim perlu berniat karena Allah SWT. Niat dapat dilakukan dalam hati sesuai ketentuan puasa sunnah yang hendak dijalankan. Selama berpuasa, umat Islam juga dianjurkan menjaga perkataan dan perilaku, memperbanyak ibadah, serta menghindari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Dengan demikian, bulan Jumadil Awal dapat menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal saleh. Meski tidak ada puasa khusus yang disyariatkan untuk bulan ini, umat Islam tetap dapat mengamalkan puasa sunnah yang memiliki tuntunan jelas dalam Islam. Terpenting bukan sekadar memilih waktu untuk berpuasa, melainkan menjaga keikhlasan, mengikuti tuntunan agama, dan menjadikan ibadah sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
ARTIKEL15/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Umat Islam dapat menjalankan berbagai puasa sunah selama bulan Jumadil Awal 1448 Hijriah, mulai dari puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, hingga puasa Daud. Ibadah ini menjadi salah satu cara meningkatkan ketakwaan sekaligus membiasakan diri menjalankan amalan sunah secara rutin. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026, 1 Jumadil Awal 1448 H bertepatan dengan Senin, 12 Oktober 2026, sedangkan 29 Jumadil Awal jatuh pada Senin, 9 November 2026. Berikut jadwal puasa sunah Jumadil Awal 1448 H yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam. 1. Jadwal Puasa Senin-Kamis Puasa Senin-Kamis dapat dilaksanakan setiap pekan pada hari Senin, Kamis, atau keduanya. Berikut jadwalnya selama Jumadil Awal 1448 H: Senin, 12 Oktober 2026 Kamis, 15 Oktober 2026 Senin, 19 Oktober 2026 Kamis, 22 Oktober 2026 Senin, 26 Oktober 2026 Kamis, 29 Oktober 2026 Senin, 2 November 2026 Kamis, 5 November 2026 Senin, 9 November 2026 2. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dikerjakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Pada Jumadil Awal 1448 H, jadwalnya adalah: Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadil Awal Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadil Awal Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadil Awal Tanggal tersebut sesuai dengan kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah. Penetapan tanggal Hijriah dapat berbeda menurut metode atau kalender yang digunakan. 3. Jadwal Puasa Daud Puasa Daud dilaksanakan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa. Pola ini dijalankan secara bergantian dan berkesinambungan. Karena mengikuti pola selang-seling, jadwal puasa Daud setiap orang dapat berbeda, bergantung pada hari terakhir berpuasa. Pelaksanaannya juga perlu memperhatikan hari-hari yang dilarang untuk berpuasa dalam Islam. Puasa Senin-Kamis terkadang bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh, seperti pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam pembahasan fikih, terdapat pandangan ulama yang membolehkan penggabungan niat sejumlah ibadah sunah apabila sebab dan ketentuannya memungkinkan. Namun, perincian mengenai niat dan pahala yang diperoleh dapat berbeda menurut pandangan ulama. Karena itu, umat Islam dapat merujuk kepada ulama atau lembaga keagamaan yang dipercaya untuk memperoleh penjelasan sesuai mazhab yang diikuti. Jadwal puasa sunah Jumadil Awal 1448 H ini dapat menjadi panduan bagi umat Islam untuk mempersiapkan ibadah selama bulan tersebut. Sesuaikan pelaksanaan dengan kemampuan serta pastikan kembali penanggalan Hijriah yang digunakan.***
ARTIKEL14/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Utang Puasa Belum Lunas hingga Ramadhan Berikutnya? Ini Hukum Qadha dan Fidyah yang Dapat Dipahami
Utang Puasa Belum Lunas hingga Ramadhan Berikutnya? Ini Hukum Qadha dan Fidyah yang Dapat Dipahami
Sebelum Ramadhan tahun depan tiba, umat Islam perlu memperhatikan kewajiban mengganti atau mengqadha puasa yang ditinggalkan pada tahun sebelumnya. Menurut fikih mazhab Syafi’i, orang yang belum melunasi utang puasa hingga Ramadhan berikutnya dapat memiliki kewajiban tambahan berupa fidyah, bergantung pada alasan keterlambatannya. Qadha puasa wajib dilakukan oleh Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur tertentu, seperti sakit, haid, kehamilan, atau menyusui, sesuai ketentuan syariat. Orang yang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengqadha puasa, tetapi sengaja menundanya hingga Ramadhan berikutnya, tetap wajib mengganti puasa yang ditinggalkan. Dalam ketentuan mazhab Syafi’i, ia juga wajib membayar fidyah karena keterlambatan tersebut dan berdosa atas kelalaiannya. Syekh Khatib asy-Syirbini dalam kitab Al-Iqna’ fi Halli Alfadz Abi Syuja’ menjelaskan bahwa orang yang menunda qadha hingga memasuki Ramadhan berikutnya, padahal mampu melaksanakannya, wajib mengqadha puasa dan memberikan satu mud makanan untuk setiap hari yang ditinggalkan. Berbeda dengan orang yang sengaja menunda, Muslim yang belum mampu mengqadha karena uzur yang terus berlangsung hingga Ramadhan berikutnya, seperti sakit berkepanjangan, tidak berdosa atas keterlambatan tersebut. Dalam ketentuan fikih Syafi’i, ia juga tidak dikenai fidyah akibat penundaan selama uzur tersebut terus berlangsung. Adapun ukuran fidyah yang umum dijelaskan dalam fikih Syafi’i adalah satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud diperkirakan setara dengan sekitar 675 gram makanan pokok, seperti beras, meskipun ukuran praktisnya dapat berbeda menurut metode pengukuran yang digunakan. Fidyah diberikan kepada fakir miskin dalam bentuk makanan pokok sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, umat Islam yang masih memiliki utang puasa dianjurkan segera menghitung hari yang belum diganti dan menunaikan qadha sesuai kemampuannya. Jika keterlambatan telah melewati Ramadhan berikutnya, alasan penundaan perlu diperhatikan untuk menentukan apakah fidyah juga wajib dibayarkan. Memahami ketentuan qadha puasa dan fidyah sejak dini dapat membantu umat Islam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan menjalankan kewajiban ibadah sesuai tuntunan syariat.***
ARTIKEL14/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Fidyah Online, Bolehkah? Begini Cara Membayarnya dengan Mudah dan Transparan
Fidyah Online, Bolehkah? Begini Cara Membayarnya dengan Mudah dan Transparan
Fidyah menjadi salah satu kewajiban bagi seseorang yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan sebab alasan tertentu seperti sakit parah, usia lanjut, atau kondisi khusus seperti hamil dan menyusui. Seperti kita ketahui, fidyah selalu dibayarkan secara langsung melalui lembaga amil zakat, maupun disalurkan dengan membagi makan kepada fakir miskin. Namun seiring berkembangnya zaman dan teknologi, cara-cara tersebut kini bisa dibuat menjadi lebih mudah dan transparan yakni dilakukan dengan cara online. Membayar fidyah melalui aplikasi online dibolehkan, selama lembaga yang dipilih terpercaya, transparan, dan menyalurkan fidyah sesuai ketentuan syariat. Apa yang dimaksud dengan online? Pembayaran fidyah secara online sekarang sudah diterapkan di berbagai lembaga amil zakat seperti halnya BAZNAS Kota Semarang. Pembayaran fidyah online ini dapat dilakukan dengan cara melakukan transfer pembayaran melalui link dan nomor rekening yang terdaftar di BAZNAS Kota Semarang. Dengan adanya proses pembayaran online memudahkan masyarakat sekitar untuk melaksanakan pembayaran fidyah dengan tepat dan transparan. Lantas bagaimana cara membayar fidyah secara online? Pembayaran fidyah secara online dapat dilakukan dengan cara berikut ini: 1. Anda dapat buka link https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah, 2. Kemudian pilih jenis dana yakni Fidyah 3. Apabila sudah nanti dapat masukkan jumlah hari sesuaikan dengan lama harinya meninggalkan puasa Ramadhan. Nantinya, nominal yang ada di kolom tersebut akan menyesuaikan. Pada ketentuan yang tersedia, nominal pembayaran fidyah untuk per-satu hari adalah Rp30.000,. 4. Lanjut dengan isi data seperti nama lengkap, nomor handphone, email, dan klik saya bukan robot, kemudian centang kolom yang tersedia. 5. Setelah itu, lanjutkan dengan pembayaran dan pilih metode pembayaran yang tersedia. Nantinya, apabila sudah Anda akan menerima konfirmasi dari nomor +62 821-7022-1818 terkait pembayaran fidyah sudah berhasil diterima. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pembayaran fidyah melalui nomor rekening berikut ini: Mandiri: 135-0000-5000-80 Hanya dengan cara tersebut, Anda sudah bisa melakukan pembayaran fidyah dengan mudah, cepat dan transparan. Demikian informasi yang dapat Anda ketahui terkait pembayaran fidyah online.***
ARTIKEL13/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Hari Senin kerap dianggap sebagai hari yang melelahkan karena menjadi awal aktivitas kerja dan sekolah setelah libur akhir pekan. Namun, dalam Islam, Senin memiliki sejumlah keutamaan yang dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri. Ada beberapa peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW serta amalan sunnah yang berkaitan dengan hari Senin. Memahami keutamaan ini dapat menjadi motivasi untuk menjalani aktivitas dengan lebih semangat sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut lima keutamaan dan peristiwa penting hari Senin dalam Islam. 1. Hari Kelahiran dan Wafat Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim ketika Rasulullah ditanya mengenai puasa pada hari Senin. Beliau menjawab bahwa hari tersebut merupakan hari kelahirannya dan hari ketika wahyu diturunkan kepadanya. Sementara itu, Rasulullah SAW juga wafat pada hari Senin, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat sejarah Islam. 2. Pintu Surga Dibuka pada Hari Senin dan Kamis Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali mereka yang sedang bermusuhan hingga keduanya berdamai. Hadis ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, menghindari permusuhan, dan segera menyelesaikan perselisihan. 3. Amal Manusia Diperiksa pada Hari Senin dan Kamis Hari Senin juga memiliki keutamaan berkaitan dengan pengangkatan atau penyampaian amal manusia. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebut bahwa amal-amal diangkat pada hari Senin dan Kamis. Keutamaan ini mengingatkan umat Muslim agar senantiasa menjaga perilaku, memperbanyak amal saleh, serta melakukan introspeksi diri dalam kehidupan sehari-hari. 4. Dianjurkan Menjalankan Puasa Sunnah Puasa Senin merupakan salah satu puasa sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa beliau menyukai ketika amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, puasa sunnah juga dapat melatih kedisiplinan, kesabaran, dan pengendalian diri. 5. Berkaitan dengan Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini menandai perubahan besar bagi perkembangan umat Islam. Namun, perlu dicatat bahwa perjalanan hijrah Nabi tidak tepat jika langsung disebut dimulai pada hari Senin tanpa keterangan sumber sejarah yang jelas. Karena itu, keutamaan hari Senin sebaiknya tidak disamakan dengan tanggal atau hari tertentu dalam rangkaian peristiwa hijrah. Berbagai keutamaan tersebut menunjukkan bahwa hari Senin bukan sekadar awal pekan yang identik dengan kesibukan. Hari ini juga dapat menjadi momentum untuk memperbaiki niat, meningkatkan ibadah, menjaga hubungan dengan sesama, dan membangun kebiasaan yang lebih baik. Dengan memahami keutamaannya, umat Muslim diharapkan tidak lagi memandang Senin sebagai hari yang patut dikeluhkan, melainkan sebagai kesempatan untuk memulai aktivitas dengan semangat dan memperbanyak amal kebaikan.***
ARTIKEL12/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Rutinitas Hari Jumat Rasulullah: Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki
Rutinitas Hari Jumat Rasulullah: Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki
Hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu untuk melaksanakan salat Jumat bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, hari ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan memohon keberkahan rezeki kepada Allah SWT. Ada sejumlah amalan sunnah yang dapat dilakukan pada hari Jumat dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Amalan ini bukan jaminan memperoleh kekayaan secara instan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharapkan keberkahan dalam kehidupan. Berikut beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan pada hari Jumat. 1. Memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW Umat Islam dianjurkan memperbanyak selawat pada hari Jumat. Amalan ini merupakan bentuk cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus ibadah yang mendatangkan pahala. 2. Membaca Surah Al-Kahfi Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat merupakan amalan yang banyak dianjurkan dalam tradisi Islam. Umat Muslim dapat membacanya sejak Kamis petang hingga Jumat petang. 3. Memperbanyak doa Hari Jumat memiliki waktu yang istimewa untuk berdoa. Rasulullah SAW menyebutkan adanya waktu pada hari Jumat ketika doa seorang Muslim yang memohon kebaikan kepada Allah berpeluang dikabulkan. Karena itu, manfaatkan waktu tersebut untuk memohon rezeki yang halal, kesehatan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. 4. Bersedekah kepada yang membutuhkan Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Berbagi kepada fakir miskin, membantu tetangga, atau menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang yang membutuhkan dapat menjadi bentuk ikhtiar mencari keberkahan rezeki. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Hal terpenting adalah keikhlasan dan kemampuan untuk melakukannya tanpa mengabaikan kebutuhan pokok maupun tanggungan keluarga. 5. Menjaga salat dan memperbanyak istigfar Menjaga salat wajib merupakan kewajiban utama seorang Muslim. Selain itu, memperbanyak istigfar dapat menjadi bentuk pertobatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an surah Nuh ayat 10–12, terdapat penjelasan mengenai istigfar serta karunia Allah berupa hujan, harta, dan keturunan. Ayat tersebut mengingatkan umat Islam untuk senantiasa memohon ampunan kepada Allah. 6. Bekerja dengan jujur dan mencari rezeki halal Ikhtiar memperoleh rezeki tidak hanya dilakukan melalui doa dan ibadah, tetapi juga dengan bekerja secara sungguh-sungguh, menjaga kejujuran, dan menghindari cara-cara yang dilarang agama. Dengan demikian, amalan hari Jumat dapat menjadi pengingat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Pada akhirnya, rezeki tidak selalu berbentuk uang atau harta. Kesehatan, keluarga yang harmonis, hati yang tenang, pekerjaan yang bermanfaat, dan waktu yang berkah juga merupakan karunia yang patut disyukuri.***
ARTIKEL09/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tidak Harus Uang, Ini 5 Bentuk Sedekah Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Tidak Harus Uang, Ini 5 Bentuk Sedekah Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Dalam Islam, ada banyak bentuk kebaikan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, mulai dari memberikan senyuman hingga membantu pekerjaan rumah. Bagi umat Muslim, sedekah menjadi salah satu cara untuk berbagi manfaat kepada sesama. Amalan ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus menunggu memiliki rezeki berlebih. Di tengah kesibukan sehari-hari, ada sejumlah tindakan kecil yang sering dianggap sepele, tetapi memiliki nilai kebaikan. Berikut lima bentuk sedekah selain uang yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Memberikan Senyuman Memberikan senyuman tulus kepada orang lain merupakan salah satu bentuk sedekah yang mudah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa senyuman kepada saudara termasuk sedekah. Senyuman dapat menjadi bentuk perhatian sederhana yang membuat orang lain merasa dihargai. Kebiasaan ini juga bisa membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan keluarga, teman, maupun orang di lingkungan sekitar. 2. Mengucapkan Kata-Kata Baik Ucapan yang baik juga termasuk sedekah. Memberikan semangat, mengucapkan terima kasih, menyampaikan salam, atau menenangkan orang yang sedang menghadapi kesulitan merupakan bentuk kebaikan yang bisa dilakukan tanpa biaya. Sebaliknya, umat Muslim juga perlu menjaga ucapan agar tidak menyakiti atau merendahkan orang lain. Dengan membiasakan perkataan yang baik, hubungan sosial dapat terjaga dengan lebih harmonis. 3. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan Memindahkan batu, duri, atau benda berbahaya dari jalan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Dalam ajaran Islam, menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari iman. Tindakan sederhana ini dapat membantu mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman. Meski terlihat kecil, manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. 4. Membantu Pekerjaan Rumah Sedekah juga dapat dilakukan melalui bantuan kepada anggota keluarga. Misalnya, menyapu rumah, mencuci piring, menyiapkan makanan, atau membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Jika dilakukan dengan niat yang baik, tindakan tersebut menjadi bentuk kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain. Selain meringankan beban keluarga, kebiasaan saling membantu juga dapat mempererat hubungan antaranggota keluarga. 5. Membagikan Ilmu yang Bermanfaat Berbagi ilmu merupakan bentuk kebaikan yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ilmu tersebut bisa berupa pengetahuan agama, keterampilan, pengalaman kerja, maupun informasi yang membantu orang lain. Di era digital, berbagi ilmu dapat dilakukan melalui tulisan, pesan singkat, atau media sosial. Namun, pastikan informasi yang disampaikan benar dan bermanfaat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ilmu yang bermanfaat juga termasuk salah satu amalan yang pahalanya dapat terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang tiga amalan yang tidak terputus. Lima contoh tersebut menunjukkan bahwa sedekah tidak selalu berkaitan dengan jumlah uang yang diberikan. Kepedulian, perkataan yang baik, tenaga, dan ilmu juga bisa menjadi jalan untuk menebarkan manfaat. Karena itu, umat Muslim dapat membiasakan diri melakukan kebaikan sesuai kemampuan masing-masing. Hal terpenting adalah menjaga keikhlasan dan memastikan tindakan tersebut membawa manfaat bagi orang lain. Dengan begitu, sedekah tidak hanya menjadi amalan sesekali, tetapi juga bagian dari kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.***
ARTIKEL09/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya
Puasa Senin Kamis merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dapat dilakukan secara rutin setiap pekan, baik pada hari Senin maupun Kamis. Anjuran tersebut memiliki sejumlah alasan yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW. Selain menjalankan puasa sunnah, umat Islam juga dapat berpuasa pada Senin atau Kamis untuk mengqadha puasa Ramadan yang masih memiliki tanggungan. Namun, niat puasa qadha berbeda dengan niat puasa sunnah. Lantas, mengapa puasa Senin Kamis dianjurkan? 1. Hari Amal Perbuatan Diperlihatkan Salah satu alasan utama adalah Senin dan Kamis menjadi hari ketika amal perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyukai ketika amalnya diperlihatkan dalam keadaan sedang berpuasa. Hal tersebut menjadi salah satu dasar anjuran menjalankan puasa pada kedua hari tersebut. 2. Senin Merupakan Hari Kelahiran Rasulullah SAW Hari Senin memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW pernah menjelaskan alasan beliau berpuasa pada hari Senin karena hari tersebut merupakan hari kelahirannya sekaligus hari ketika beliau menerima wahyu. Keterangan tersebut diriwayatkan dalam hadis Muslim. 3. Pintu Surga Dibuka Keutamaan lainnya, Senin dan Kamis disebut sebagai hari ketika pintu-pintu surga dibuka dan Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya. Namun, terdapat pengecualian bagi orang yang sedang memiliki perselisihan atau permusuhan dengan saudaranya. Mereka diminta berdamai terlebih dahulu hingga perselisihan tersebut berakhir. Dengan demikian, puasa Senin Kamis bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah, menjaga diri, memperbanyak amal, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Bagi umat Islam yang ingin menjalankannya, puasa Senin Kamis dapat dilakukan secara rutin setiap pekan sesuai kemampuan. Sementara itu, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan, puasa pada hari tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengqadhanya dengan niat khusus. Pada akhirnya, puasa Senin Kamis menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melatih kesabaran dan pengendalian diri.***
ARTIKEL08/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Fidyah menjadi salah satu ketentuan dalam Islam bagi orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan dalam kondisi tertentu. Salah satunya berkaitan dengan ibu hamil yang tidak berpuasa karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi dirinya atau janin. Namun, ketentuan ibu hamil yang meninggalkan puasa tidak selalu sama. Dalam fikih, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah ibu hamil cukup membayar fidyah atau juga wajib mengganti puasa (qadha), tergantung alasan tidak berpuasa dan mazhab yang diikuti. Karena itu, ibu hamil sebaiknya memahami ketentuannya terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk pembayaran fidyah. Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil Fidyah pada dasarnya diberikan dalam bentuk makanan kepada fakir miskin. Takaran yang digunakan dalam praktik dapat berbeda sesuai pendapat ulama dan ketentuan lembaga zakat setempat. Salah satu ukuran yang banyak digunakan adalah sekitar 0,7 kg atau 700 gram makanan pokok untuk setiap satu hari puasa yang ditinggalkan. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki tanggungan fidyah selama 10 hari, maka kebutuhan beras yang disiapkan sekitar 7 kg. Selain beras, fidyah juga dapat diberikan dalam bentuk makanan siap santap kepada orang yang berhak menerimanya. Apakah Fidyah Bisa Dibayar dengan Uang? Pembayaran fidyah dengan uang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian lembaga atau pendapat fikih membolehkan pembayaran dalam bentuk uang dengan nilai yang setara makanan, sementara pendapat lain mengharuskan fidyah diberikan dalam bentuk makanan. Karena itu, jika ingin membayar fidyah menggunakan uang, sebaiknya mengikuti ketentuan lembaga zakat resmi atau ulama yang menjadi rujukan. Sebagai contoh, berdasarkan ketetapan BAZNAS untuk wilayah Semarang yang disebut dalam materi ini, nilai fidyah ditetapkan sebesar Rp30.000 per hari per jiwa. Jika dihitung untuk 30 hari, jumlahnya menjadi Rp900.000. Besaran tersebut merupakan contoh untuk wilayah yang menggunakan ketetapan tersebut, sehingga masyarakat perlu memperhatikan ketentuan lembaga zakat atau BAZNAS di daerah masing-masing. Contoh Menghitung Fidyah Misalnya seorang ibu hamil memiliki kewajiban fidyah untuk 10 hari dan menggunakan ukuran 700 gram beras per hari. Perhitungannya: 10 hari × 0,7 kg = 7 kg beras. Jika pembayaran dilakukan sesuai ketentuan nominal yang berlaku, jumlahnya tinggal dikalikan dengan besaran fidyah per hari yang ditetapkan oleh lembaga zakat atau otoritas agama setempat. Niat Membayar Fidyah Niat merupakan bagian penting sebelum menunaikan fidyah. Salah satu lafaz niat yang umum digunakan adalah: Nawaitu an ukhrija fidyatal ‘an shaumi fardhi Ramadh?na lill?hi ta‘ala. Artinya: “Saya berniat mengeluarkan fidyah karena meninggalkan puasa wajib Ramadan karena Allah Ta’ala.” Ibu hamil yang meninggalkan puasa karena kondisi kesehatan tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa kewajibannya hanya membayar fidyah. Sebab, dalam persoalan fikih terdapat beberapa pendapat mengenai kewajiban qadha puasa dan fidyah, khususnya berdasarkan alasan seseorang tidak berpuasa. Selain itu, kondisi kesehatan ibu dan janin juga menjadi pertimbangan penting. Jika dokter atau tenaga kesehatan menyarankan ibu hamil tidak berpuasa karena alasan medis, keselamatan ibu dan janin harus menjadi prioritas. Untuk memastikan kewajiban yang harus ditunaikan, ibu hamil dapat berkonsultasi dengan ulama atau lembaga zakat terpercaya sesuai mazhab dan ketentuan yang dianut. Dengan memahami cara menghitung, bentuk pembayaran, serta ketentuan fidyah dengan benar, ibadah yang ditunaikan diharapkan sesuai dengan tuntunan agama dan kondisi masing-masing.***
ARTIKEL07/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui Hukum Fidyah Orang Meninggal dan Cara Membayarnya
Ketahui Hukum Fidyah Orang Meninggal dan Cara Membayarnya
Fidyah menjadi salah satu bentuk pengganti kewajiban puasa bagi seorang Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena kondisi tertentu, seperti lanjut usia atau sakit yang tidak memungkinkan untuk sembuh. Lantas, bagaimana jika seseorang meninggal dunia sementara masih memiliki utang puasa? Apakah keluarga wajib membayar fidyah orang meninggal? Pertanyaan tersebut masih kerap muncul di masyarakat. Sebab, ketentuan mengenai utang puasa orang yang telah meninggal memiliki beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama. Dilansir dari laman BAZNAS, fidyah pada dasarnya berupa pemberian makanan kepada orang miskin sebagai pengganti puasa bagi orang yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak mampu menjalankannya. Hukum Fidyah Orang Meninggal Ketentuan fidyah salah satunya bersumber dari Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan kewajiban membayar fidyah bagi orang yang berat menjalankan puasa. Sementara itu, terdapat hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim mengenai seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan masih memiliki utang puasa. Hadis tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan ulama mengenai kewajiban puasa bagi orang yang telah meninggal. Dalam praktiknya, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Mazhab Syafi'i dan Hanbali membahas adanya pilihan bagi wali untuk mengqadha puasa atau membayar fidyah dalam kondisi tertentu. Mazhab Hanafi memiliki ketentuan tersendiri mengenai fidyah atas nama orang yang meninggal, sedangkan Mazhab Maliki memiliki pandangan yang lebih terbatas terkait puasa yang ditinggalkan. Karena itu, keluarga sebaiknya mengetahui kondisi utang puasa almarhum terlebih dahulu dan dapat mengikuti pendapat ulama atau lembaga keagamaan yang menjadi rujukan. Berapa Takaran Fidyah Orang Meninggal? Besaran fidyah dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Salah satu ukuran yang digunakan adalah 1 mud makanan pokok untuk setiap satu hari puasa, yang dalam sejumlah rujukan diperkirakan sekitar 675 gram. Sebagai contoh, apabila terdapat utang puasa selama 30 hari dan menggunakan ukuran 675 gram per hari, kebutuhan bahan makanan yang disiapkan sekitar 20,25 kilogram. Namun, ukuran fidyah dapat berbeda mengikuti pendapat ulama dan ketentuan lembaga zakat yang menjadi rujukan. Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan nominal atau takaran yang berlaku sebelum menunaikannya. Siapa yang Berhak Menerima Fidyah? Fidyah ditujukan kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Pemberiannya dapat dilakukan dalam bentuk makanan siap santap maupun bahan makanan pokok sesuai ketentuan yang digunakan. Sebagian ulama juga membolehkan pembayaran fidyah menggunakan uang dengan nilai yang setara dengan makanan yang menjadi ukuran fidyah. Ketentuan ini dapat berbeda berdasarkan mazhab atau lembaga yang menjadi rujukan. Cara Membayar Fidyah Orang Meninggal Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan beberapa cara. Keluarga dapat memberikan makanan secara langsung kepada fakir miskin, menyerahkan bahan makanan pokok seperti beras, atau menyalurkannya melalui lembaga zakat yang menyediakan layanan pembayaran fidyah. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan BAZNAS Kota Semarang, pembayaran fidyah dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang yakni https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Caranya, masyarakat dapat membuka layanan sedekah BAZNAS Kota Semarang, kemudian memilih kategori Fidyah, memasukkan jumlah hari puasa yang hendak dibayarkan, mengisi data yang diperlukan, lalu memilih metode pembayaran yang tersedia. Dengan memahami ketentuan tersebut, keluarga dapat menunaikan fidyah dengan lebih tertib sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang membutuhkan. Pada akhirnya, persoalan fidyah orang meninggal tidak hanya berkaitan dengan jumlah yang harus dibayarkan, tetapi juga memastikan penunaiannya sesuai dengan ketentuan agama dan rujukan yang dipercaya.***
ARTIKEL06/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Keutamaan Puasa Senin dan Kamis, Lengkap dengan Bacaan Niat
Ketahui! Ini Keutamaan Puasa Senin dan Kamis, Lengkap dengan Bacaan Niat
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan informasi terkait keutamaan puasa senin dan kamis lengkap dengan bacaan niat yang dapat Anda ketahui. Puasa Senin dan Kamis menjadi salah satu ibadah yang sunnah dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah tersebut menjadi salah satu amalan utama yang dicintai Rasulullah SAW sebab menjadi salah satu waktu diangkatnya catatan amalan manusia. Untuk itu, melaksanakan amalan sunnah ini ada beberapa keutamaan yang masih jarang diketahui oleh khalayak masyarakat. Adapun keutamaan puasa senin dan kamis, sebagai berikut: • Amalan Rutin Nabi: Rasulullah SAW sangat menjaga dan konsisten melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis. • Hari Diangkatnya Amal: Amal perbuatan manusia diperiksa oleh malaikat dan disetorkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW senang jika amalnya diperiksa saat beliau sedang berpuasa. • Pintu Surga Dibuka: Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Allah SWT memberikan ampunan kepada setiap hamba yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali orang yang sedang bermusuhan dengan saudaranya. • Hari Kelahiran Nabi: Hari Senin adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan hari pertama kali wahyu diturunkan kepada beliau. • Manfaat Kesehatan: Menurut panduan BAZNAS, puasa rutin dua kali seminggu membantu proses detoksifikasi, menstabilkan gula darah, dan melatih kesabaran batin Itulah beberapa keutamaan dari puasa senin dan kamis yang dapat Anda ketahui. Selain itu, sebelum melaksanakan kesunnahan ini ada niat yang dapat Anda lafalkan. 1. Niat Puasa Hari Senin Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi Ta'ala. “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala.” 2. Niat Puasa Hari Kamis Nawaitu shauma yaumil khamisi sunnatan lillahi Ta'ala. “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala.” Anda dapat melafalkan bacaan niat tersebut terlebih dahulu apabila hendak melaksanakan puasa sunnah senin dan kamis yang dapat dilakukan setiap bulannya. Demikian informasi mengenai keutamaan puasa senin dan kamis yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL05/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bayar Zakat Sekali Klik: Bagaimana Tren QRIS dan FinTech Membantu Gen Z Berbagi di Oktober 2026
Bayar Zakat Sekali Klik: Bagaimana Tren QRIS dan FinTech Membantu Gen Z Berbagi di Oktober 2026
Bagi generasi muda, termasuk Gen Z, berbagi kini tidak selalu harus dilakukan dengan datang langsung ke lembaga amil zakat. Perkembangan pembayaran digital membuat zakat, infak, dan sedekah dapat ditunaikan dengan lebih praktis hanya melalui ponsel. Pembayaran QRIS dan berbagai layanan financial technology (fintech) semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Kebiasaan membayar makanan, transportasi, hingga belanja secara digital turut membuka peluang baru dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk membayar zakat. Bagi Gen Z yang terbiasa dengan transaksi cepat dan praktis, kanal pembayaran digital dapat menjadi salah satu pilihan untuk menunaikan kewajiban sekaligus berbagi kepada sesama. Zakat memiliki ketentuan tersendiri, baik dari sisi jenis, nisab, maupun penerimanya. Namun, dalam hal pembayaran, perkembangan teknologi memberikan alternatif yang lebih mudah. Melalui QRIS, seseorang cukup membuka aplikasi pembayaran atau dompet digital yang mendukung QRIS, memindai kode pembayaran milik lembaga zakat, kemudian memasukkan nominal yang akan dibayarkan. Proses tersebut membuat aktivitas berbagi dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menyesuaikan waktu operasional kantor. Kemudahan inilah yang berpotensi menarik minat generasi muda. Terlebih, Gen Z umumnya sudah akrab dengan transaksi nontunai dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Fintech membuat kebiasaan berbagi semakin praktis selain QRIS, ekosistem fintech juga menghadirkan berbagai pilihan pembayaran digital. Mulai dari mobile banking, dompet digital, hingga platform donasi yang menyediakan kanal pembayaran zakat dan sedekah. Kehadiran teknologi tersebut bukan hanya soal kecepatan transaksi. Bagi masyarakat muda, kemudahan dalam memperoleh informasi juga menjadi bagian penting. Sebelum membayar zakat, pengguna dapat mencari informasi mengenai lembaga pengelola zakat, program penyaluran, hingga cara menghitung zakat yang harus ditunaikan. Dengan begitu, teknologi dapat menjadi jembatan antara kewajiban berzakat dan kebiasaan digital generasi muda. Meski pembayaran digital menawarkan kemudahan, masyarakat tetap perlu berhati-hati sebelum melakukan transaksi. Pastikan QRIS atau rekening pembayaran yang digunakan benar-benar milik lembaga zakat atau pihak yang resmi. Jangan terburu-buru melakukan pembayaran hanya karena menemukan kode QR yang dibagikan melalui media sosial. Jika membayar melalui lembaga zakat, pilih lembaga yang memiliki identitas jelas dan informasi penyaluran dana yang dapat dipertanggungjawabkan seperti halnya BAZNAS Kota Semarang. BAZNAS Kota Semarang, saat ini memberikan kemudahan untuk melakukan pembayaran ZIS bagi masyarakat Semarang. Caranya cukup dengan klik salah satu link berikut ini, kemudian isi kolom yang tersedia dan pilih pembayaran yang sudah tersedia. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Dengan memperhatikan hal ini zakat yang ditunaikan tidak hanya mudah dalam proses pembayarannya, tetapi juga tepat dalam pengelolaannya. Bagi Gen Z, zakat dan sedekah tidak harus dipandang sebagai aktivitas yang rumit atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Teknologi justru dapat membantu membuat kegiatan berbagi menjadi lebih sederhana. Satu kali pemindaian QRIS dapat menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, kemudahan teknologi sebaiknya tetap diimbangi dengan pemahaman mengenai kewajiban zakat. Sebab, membayar zakat bukan sekadar menyelesaikan transaksi, melainkan bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian kepada sesama. Pada akhirnya, perkembangan QRIS dan fintech memberikan pilihan baru bagi generasi muda untuk berbagi. Teknologinya boleh semakin cepat, tetapi niat dan tanggung jawab dalam menunaikan zakat tetap menjadi hal yang utama.***
ARTIKEL05/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tips Mudah Membaca Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat, Bisa Dibagi 4 Waktu
Tips Mudah Membaca Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat, Bisa Dibagi 4 Waktu
Membaca Surah Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam. Bagi sebagian orang, membaca 110 ayat sekaligus terkadang terasa cukup berat, terutama ketika memiliki kesibukan. Agar lebih ringan, bacaan Surah Al-Kahfi dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Cara ini bisa menjadi pilihan bagi yang ingin tetap membaca Al-Kahfi secara bertahap tanpa harus menyelesaikannya dalam satu waktu. Berikut pembagian sederhana yang bisa dicoba. 1. Setelah Magrib Malam Jumat: Ayat 1-31 Setelah salat Magrib pada malam Jumat, bacaan dapat dimulai dari ayat 1 hingga ayat 31. Bagian awal Surah Al-Kahfi mengisahkan Ashabul Kahfi, sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan mereka hingga memilih berlindung di dalam gua. Kisah ini menjadi salah satu bagian penting dalam Surah Al-Kahfi dan mengandung banyak pelajaran tentang keimanan dan keteguhan hati. 2. Setelah Isya Malam Jumat: Ayat 32-59 Setelah salat Isya, bacaan dapat dilanjutkan dari ayat 32 sampai ayat 59. Pada bagian ini terdapat kisah dua pemilik kebun yang menggambarkan perbedaan sikap seseorang dalam memandang harta, kekayaan, dan kehidupan dunia. Kisah tersebut mengingatkan bahwa segala kenikmatan yang dimiliki manusia pada akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT. 3. Setelah Subuh Hari Jumat: Ayat 60-83 Memasuki Jumat pagi, bacaan dapat diteruskan dari ayat 60 hingga ayat 83. Bagian ini memuat kisah perjalanan Nabi Musa AS bersama Khidir. Kisah tersebut mengajarkan tentang kesabaran, keterbatasan pengetahuan manusia, serta pentingnya memahami bahwa di balik suatu peristiwa terkadang terdapat hikmah yang belum kita ketahui. 4. Setelah Zuhur Hari Jumat: Ayat 84-110 Setelah salat Zuhur, bacaan dapat dilanjutkan hingga akhir Surah Al-Kahfi, yakni ayat 84 sampai 110. Bagian ini memuat kisah Dzulqarnain serta perjalanan menghadapi Ya'juj dan Ma'juj. Di dalamnya terdapat pelajaran mengenai kepemimpinan, kekuasaan, keadilan, serta pentingnya menyandarkan keberhasilan kepada pertolongan Allah SWT. Dengan pembagian tersebut, 110 ayat Surah Al-Kahfi dapat dibaca secara bertahap mulai setelah Magrib malam Jumat hingga setelah Zuhur hari Jumat. Cara ini bukan merupakan pembagian waktu yang diwajibkan dalam agama, melainkan salah satu tips praktis agar bacaan terasa lebih ringan dan mudah dilakukan secara konsisten. Terpenting bukan sekadar menyelesaikan bacaan, tetapi juga berusaha membaca dengan baik, memahami maknanya, dan mengambil pelajaran dari setiap kisah yang terdapat di dalamnya. Jika selama ini merasa sulit menyelesaikan Surah Al-Kahfi dalam sekali duduk, membaginya menjadi beberapa waktu bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mulai membiasakannya.***
ARTIKEL02/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan informasi terkait manfaat sedekah di hari jumat yang dapat Anda ketahui. Jumat sering disebut dengan Sayyidul Ayyam atau hari terbaik untuk melaksanakan segala hal kebaikan sepert contohnya sedekah. Sedekah seperti kita ketahui, dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja. Namun jumat menjadi hari terbaik untuk melaksanakan sedekah sebab ada beragam manfaat yang jarang kita ketahui. Untuk itu, artikel berikut ini akan bagikan informasi terkait manfaat sedekah di hari Jumat yang dapat Anda lakukan. Adapun manfaat sedekah di hari Jumat yang dilansir dari baznas.go.id, sebagai berikut: 1. Hari Penuh Keberkahan Jumat merupakan hari yang penuh berkah dan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat..." (HR. Muslim). Pada hari ini, segala kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya lebih luas bagi hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan beramal sholeh. 2. Sedekah Jumat Mendapat Pahala Berlipat Ganda Sedekah di hari apa pun sangat dianjurkan, tetapi bersedekah pada hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri. Keberkahan hari Jumat membuat pahala sedekah menjadi lebih besar. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersedekah pada hari Jumat, maka pahalanya akan dilipatgandakan." Dalam kehidupan sehari-hari, memberikan sedekah pada hari Jumat akan menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. 3. Sedekah Sebagai Bentuk Syukur atas Nikmat Allah Hari Jumat adalah saat yang tepat untuk merenungi nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sedekah menjadi salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut. Dengan memberikan sebagian dari rezeki yang kita miliki kepada orang lain, kita menunjukkan kepedulian dan syukur kepada Allah. "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki." (QS. Saba: 39) Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, tidak akan mengurangi rezeki kita. Justru, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. 4. Menghapus Dosa dan Kesalahan Sedekah di hari Jumat juga menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi) Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita mendapatkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan yang kita lakukan. 5. Menambah Keberkahan Rezeki Sedekah adalah salah satu kunci untuk membuka pintu rezeki yang lebih luas. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta." (HR. Muslim) Justru dengan bersedekah, terutama pada hari yang penuh berkah seperti Jumat, kita membuka jalan untuk mendapatkan keberkahan rezeki yang lebih besar. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang ikhlas berbagi dengan sesama. 6. Sedekah pada Hari Jumat sebagai Pengingat Kematian Hari Jumat juga merupakan hari yang istimewa karena berkaitan dengan kematian. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Jumat adalah hari terbaik untuk meninggal. Dengan bersedekah pada hari ini, kita dapat mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk hari akhir. Amal kebaikan yang kita lakukan, termasuk sedekah, akan menjadi bekal yang bermanfaat setelah kematian. "Setiap amal anak Adam akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Sedekah yang kita lakukan di hari Jumat akan terus mengalir pahalanya, terutama jika kita berpartisipasi dalam amal jariyah yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. 7. Meningkatkan Kepedulian Sosial Sedekah bukan hanya mendatangkan keberkahan bagi yang bersedekah, tetapi juga membantu mengatasi masalah sosial. Dengan memperbanyak sedekah di hari Jumat, kita ikut berperan dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan. BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan pembayaran digital untuk bersedekah. Anda cukup klik link berikut ini, https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian isi nominal yang ingin Anda salurkan. Setelah itu pembayaran bisa melakukan QR atau e-wallet yang tersedia di laman tersebut. Kemudian konfirmasi melalui nomor berikut ini: 0821-7022-1818. Demikian informasi terkait manfaat sedekah Jumat yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL02/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →