Artikel Terbaru
Surat Yasin Dibaca Berapa Kali saat Malam Rabu Wekasan? Simak Penjelasannya di Sini!
Artikel kali ini akan bagikan kepada Anda terkait amalan sunnah yang dapat dilakukan saat malam rabu wekasan salah satunya yakni dengan membaca surat yasin.
Seperti kita ketahui, malam rebo wekasan merupakan rabu terakhir di bulan Safar yang dipercayai sebagai hari penurunan bala. Namun, hal tersebut tidak ada dasar dari dalil Islam, melainkan hanya tradisi yang melekat di lingkungan masyarakat.
Untuk itu, ada banyak amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut malam rabu terakhir di bulan safar seperti halnya membaca yasin.
Saat menyambut malam rebo wekasan membaca yasin dapat dilakukan satu kali bacaan, namun ketika masuk pada ayat "Salamun qaulam mir rabbir rahim" dianjurkan untuk dibaca sebanyak 313 kali yang kemudian dilanjutkan dengan bacaan doa.
Adapun doa yang dapat diamalkan adalah:
Bismillahir-rahmanir-rahim.
Wa sallall?hu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam. Allahumma ya syadidal-quwa wa ya syadidal-mihal, ya ‘azizu dzallat li‘izzatika jami‘u khalqika, ikfini min jami‘i khalqika. Ya muhsinu, ya mujammilu, ya mutafaddilu, ya mun‘imu, ya mukrimu, ya man la ilaha illa anta, irhamni birahmatika ya arhamar-rahimin.
Allahumma bisirril-hasani wa akhihi wa jaddihi wa abihi wa ummihi wa banihi, ikfini syarra hadzal-yaumi wa ma yanzilu fihi. Ya kafiyal-muhimmati, ya dafi‘al-baliyyati. Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami‘ul-‘alim.
Wa ?asbunallahu wa ni‘mal-wakil. Wa la haula wa la quwwata illa billahil-‘aliyyil-‘azim.
Wa sallallahu ta‘ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam.
Artinya, "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya. Ya Allah, yang Maha Perkasa, segala makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu. Lindungilah aku dari segala makhluk-Mu. Wahai dzat yang Maha Baik, yang Maha Indah, yang Maha Pemurah, yang Maha Pemberi, dan yang Maha Mulia, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Engkau. Berikanlah aku rahmat-Mu wahai dzat yang Maha Pemurah di antara yang pemurah. Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudara kandungnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, lindungilah aku dari segala kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini. Wahai yang Maha Cukup untuk mengatasi semua urusan, wahai yang Maha Menjauhkan bencana. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami dan Dia-lah sebaik-baiknya pelindung. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya."
Itulah beberapa amalan sunnah yang dapat Anda lakukan untuk menyambut malam rabu wekasan yang tiba pada 12 Agustus 2026 mendatang.***
ARTIKEL10/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan Sunnah Rabu Wekasan: Hari Terakhir bulan Safar Lengkap dengan Doanya
Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan kembali menjadi perhatian umat Islam, termasuk masyarakat di Kota Semarang. Rabu Wekasan dikenal sebagai Rabu terakhir pada bulan Safar dalam kalender Hijriah dan pada 2026 bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026.
Bagi sebagian masyarakat, Rabu Wekasan memiliki tradisi dan makna tersendiri. Namun, hari tersebut juga kerap dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu yang membawa kesialan atau turunnya berbagai musibah.
Pandangan tersebut perlu disikapi secara bijak. Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dasar yang kuat untuk meyakini bahwa bulan Safar atau hari Rabu tertentu merupakan waktu yang secara khusus membawa kesialan. Sejumlah ulama juga menjelaskan bahwa umat Islam tidak sepatutnya menggantungkan nasib pada anggapan tentang hari baik atau hari buruk.
NU Online, misalnya, menjelaskan bahwa tidak ada nash hadis khusus yang menjadikan Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari sial. Amalan khusus untuk Rabu Wekasan juga tidak memiliki dasar syariat yang disepakati. Namun, umat Islam tetap diperbolehkan memperbanyak ibadah umum seperti shalat sunnah, dzikir, doa, membaca Al-Qur'an dan bersedekah selama niatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan karena meyakini Rabu Wekasan sebagai hari sial.
Kapan Rabu Wekasan 2026?
Berdasarkan penetapan awal Safar 1448 H, bulan Safar dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026. Dengan demikian, Rabu terakhir bulan Safar 1448 H jatuh pada 12 Agustus 2026.
Momentum ini bisa menjadi kesempatan bagi warga Semarang untuk memperbanyak ibadah dan melakukan evaluasi diri. Bukan karena takut dengan kesialan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ada sejumlah amalan ibadah umum yang dapat dilakukan pada Rabu Wekasan maupun hari-hari lainnya.
1. Memperbanyak shalat sunnah
Warga Muslim dapat mengisi Rabu Wekasan dengan melaksanakan shalat sunnah mutlak. Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon ketenangan dan perlindungan.
Penting dicatat, shalat sunnah tersebut tidak perlu diyakini sebagai shalat khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Rabu Wekasan.
2. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Mengisi waktu dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir maupun dzikir lainnya juga dapat menjadi pilihan. Memperbanyak istighfar sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali kesalahan dan memperbaiki diri.
3. Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada Rabu Wekasan. Sebagian masyarakat memilih membaca Surah Yasin atau surat lainnya. Hal tersebut diperbolehkan selama tidak disertai keyakinan bahwa surat tertentu wajib dibaca khusus karena Rabu Wekasan.
4. Bersedekah
Sedekah juga dapat menjadi amalan yang dilakukan untuk berbagi kepada sesama. Warga Semarang bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu tetangga, anak yatim, fakir miskin maupun masyarakat yang membutuhkan.
5. Berdoa dan memohon perlindungan
Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Pada Rabu Wekasan, umat Islam dapat memanjatkan doa apa pun yang baik, termasuk memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki dan perlindungan dari berbagai musibah.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Bagi masyarakat Semarang, Rabu Wekasan 12 Agustus 2026 dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak amal baik. Yang terpenting bukan meyakini hari tersebut sebagai hari sial, melainkan menjadikannya kesempatan untuk memperkuat doa, ibadah, kepedulian sosial dan tawakal kepada Allah SWT.
Dengan begitu, tradisi yang berkembang di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijak tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip ajaran Islam.***
ARTIKEL10/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Tanggalnya, Lengkap dengan Doa dan Makna Amalannya
Banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai kapan Rebo Wekasan 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Rebo Wekasan tahun ini jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah.
Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia sebagai momentum memperbanyak doa dan ibadah. Tradisi ini dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar dengan tujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bala.
Meski demikian, dalam ajaran Islam tidak terdapat keyakinan bahwa bulan Safar atau hari tertentu membawa kesialan. Rebo Wekasan lebih dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah membaca doa memohon keselamatan dan perlindungan.
Doa tersebut telah dikenal luas di kalangan umat Islam dan juga disebutkan oleh para ulama dalam berbagai kitab.
Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, Syekh Abdul Hamid menganjurkan umat Islam memperbanyak doa pada hari pertama bulan Safar dan Rabu terakhir bulan tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa tersebut dengan penuh harap kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan perlindungan dari berbagai keburukan dan musibah.
Selain doa utama, terdapat pula doa lain yang berisi permohonan agar Allah SWT menjaga diri, keluarga, dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai keburukan, serta memberikan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Adapun doa yang dapat Anda amalkan, sebagai berikut:
Doa Rebo Wekasan Pertama
Doa ini diajarkan para ulama dan telah dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim.
Latin: Allahumma inni asaluka bi-asmaika al-husna, wa bi-kalimatika al-tammat, wa bi-hurmat nabiyyika Muhammad - sallallahu ?alayhi wa sallam - an tahfazani wa an tu?afiyani min balaika, ya dafi? al-balaya, ya mufarrig al-hamm, wa ya kashif al-ghamm, ikshif ?anni ma kutiba ?alayya fi hadhihi as-sanah min hamm aw ghamm; innaka ?ala kulli shayin qadir, wa sallallahu ?ala sayyidina Mu?ammad wa ?ala alihi wa sahbihi wa sallam tasliman.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah, dengan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna, dan dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar Engkau menjaga dan menyelamatkan-ku dari cobaan-Mu. Wahai Zat yang menolak bala, yang melapangkan kesusahan, dan yang mengangkat kesedihan, jauhkan-lah dariku segala hal yang telah ditetapkan atas diriku pada tahun ini berupa duka atau kesulitan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, serta para sahabatnya."
Doa Rebo Wekasan Kedua
Selain doa pertama, terdapat doa lain yang juga dianjurkan untuk dibaca pada Rebo Wekasan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Latin:
Bismillahir-rahmanir-rahim.
Wa sallallahu ta‘ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma‘in. A‘udzu billahi min sharri hadzaz-zamani wa ahlihi, wa a‘udzu bijalalika wa jalali wajhika, wa kamali jalali qudratika an tujirani wa walidayya wa auladi wa ahli wa ahibba’i, wa ma tuhituhu syafaqatu qalbi min sharri hadzihis-sanah, wa qini sharra ma qadaita fiha, wasrif ‘anni sharra syahri safar, ya kariman-nazar, wakhtim li fi hadzasy-syahri waddahri bis-salamati wal-‘afiyati was-sa‘adah li wa liwalidayya wa auladi wal-ahli wa ma tahutuhu syafaqatu qalbi wa jami‘il-muslimin wa sallallahu ta‘ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam.
Artinya "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan shalawat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan penduduknya. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, cahaya wajah-Mu, serta kesempurnaan kekuasaan-Mu agar Engkau menjaga diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan siapa pun yang dekat di hatiku dari keburukan tahun ini. Lindungilah aku dari segala kejelekan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya, dan jauhkan aku dari keburukan bulan Safar. Wahai Dzat yang pandangan-Nya penuh kasih, akhiri bulan ini serta umurku dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan, baik untuk diriku, orang tuaku, anak-anakku, keluarga, semua yang dekat di hatiku, dan seluruh kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau."
Pada dasarnya, makna Rebo Wekasan bukanlah mempercayai adanya hari yang membawa kesialan, melainkan menjadikannya sebagai momentum memperbanyak ibadah, doa, dan tawakal kepada Allah SWT. Dengan demikian, seluruh amalan yang dilakukan tetap berlandaskan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang memberikan perlindungan dan keselamatan bagi setiap hamba-Nya.***
ARTIKEL07/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sedekah Jumat, Amalan Istimewa yang Bisa Dipersiapkan Sejak Dini
Sedekah Jumat menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam karena diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Meski sedekah dapat dilakukan kapan saja, hari Jumat menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk berbagi kepada sesama.
Agar lebih ringan dan konsisten, masyarakat dapat mulai mempersiapkan sedekah Jumat sejak jauh hari. Salah satu caranya adalah dengan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin, baik setiap hari maupun saat menerima gaji. Dana yang telah dikumpulkan kemudian dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan ketika hari Jumat tiba.
Sedekah Jumat tidak harus dalam jumlah besar. Berapapun nominal yang disisihkan dengan niat ikhlas akan menjadi bentuk kepedulian kepada sesama. Kebiasaan sederhana ini juga dapat membantu membangun budaya berbagi secara berkelanjutan.
Tak hanya berupa harta, sedekah juga dapat diwujudkan dalam bentuk lain, seperti memberikan senyuman, bantuan tenaga, perhatian, maupun keikhlasan hati kepada orang lain.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Dengan mempersiapkan sedekah sejak dini, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk menjadikan hari Jumat sebagai momentum menebar manfaat dan meraih keberkahan.***
ARTIKEL06/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
7 Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan Mulai Kamis Sore Menjelang Hari Jumat, Jangan Lewatkan Keutamaannya
Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunnah mulai Kamis sore sebagai persiapan menyambut Hari Jumat, yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari. Malam Jumat dimulai sejak matahari terbenam pada Kamis petang dan menjadi waktu yang istimewa untuk meningkatkan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Hari Jumat menjadikan waktu sejak Kamis sore hingga Jumat sebagai momen yang baik untuk memperbanyak amal saleh. Berbagai amalan sunnah dapat dilakukan guna meraih pahala, ketenangan hati, dan keberkahan.
Berikut tujuh amalan sunnah yang dianjurkan mulai Kamis sore menjelang Hari Jumat:
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
- Membaca Surah Al-Kahfi, yang dapat dimulai sejak Kamis sore setelah matahari terbenam hingga Hari Jumat berakhir.
- Melaksanakan zikir petang dengan membaca doa-doa perlindungan dan zikir harian.
- Memperbanyak istighfar dan bertaubat untuk memohon ampun atas dosa serta membersihkan hati.
- Membaca Surah Yasin dan Al-Mulk, yang oleh banyak ulama dianjurkan sebagai amalan malam untuk menenangkan hati.
- Mempersiapkan diri menyambut Jumat, seperti memotong kuku, merapikan kumis, atau rambut sebagai bagian dari sunnah kebersihan.
- Memperbanyak doa, memohon kebaikan dunia dan akhirat pada waktu yang penuh keberkahan.
Dengan mengamalkan ibadah-ibadah sunnah tersebut, umat Islam diharapkan dapat menyambut Hari Jumat dengan hati yang lebih tenang, meningkatkan kualitas ibadah, serta memaksimalkan kesempatan meraih pahala pada hari yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.***
ARTIKEL06/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Masih Bingung Menyalurkan Zakat? BAZNAS Kota Semarang Sediakan Layanan Digital yang Mudah dan Transparan
Menunaikan zakat kini semakin mudah. BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan pembayaran zakat secara digital yang dapat diakses kapan saja melalui laman resminya. Layanan ini hadir untuk memudahkan masyarakat menyalurkan zakat secara aman, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui platform pembayaran online BAZNAS Kota Semarang, masyarakat dapat memilih berbagai jenis dana yang ingin ditunaikan, mulai dari zakat, infak, fidyah, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), hingga kurban sesuai kebutuhan. Setelah pembayaran berhasil dilakukan, muzaki juga akan memperoleh Bukti Setor Zakat (BSZ) sebagai bukti transaksi.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat, caranya cukup mudah. Pertama, kunjungi laman pembayaran zakat BAZNAS Kota Semarang di https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat. Selanjutnya, pilih menu atau jenis dana zakat yang akan dibayarkan. Setelah itu, ikuti petunjuk pengisian data dan pilih metode pembayaran hingga proses transaksi selesai.
Dengan layanan digital ini, BAZNAS Kota Semarang berharap semakin banyak masyarakat yang dapat menunaikan kewajiban zakat maupun berbagi melalui infak dan sedekah dengan lebih praktis. Sistem pembayaran yang mudah diakses juga menjadi bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan transparan kepada para muzaki.***
ARTIKEL05/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menyisihkan Gaji untuk Sedekah Setiap Bulan, Langkah Sederhana Menjemput Keberkahan
Menyisihkan sebagian gaji untuk sedekah setiap bulan tidak harus menunggu penghasilan besar. Dengan pengelolaan keuangan yang tepat, setiap orang dapat membiasakan diri berbagi sesuai kemampuan. Dalam Islam, sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dan dapat dilakukan dengan nominal berapa pun selama dilakukan dengan ikhlas.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah menjadikan sedekah sebagai pos keuangan utama. Saat menerima gaji, sisihkan terlebih dahulu dana khusus untuk sedekah sebelum mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lainnya. Kebiasaan ini membantu menjaga konsistensi sekaligus melatih disiplin dalam mengelola keuangan.
Besaran sedekah tidak harus besar. Mulailah dari nominal yang ringan, misalnya satu hingga lima persen dari penghasilan atau sesuai kemampuan. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin karena amalan yang terus-menerus lebih mudah menjadi kebiasaan baik daripada menunggu memiliki rezeki berlebih.
Agar tidak lupa, manfaatkan fitur transfer otomatis atau pengingat bulanan. Di era digital, masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah melalui lembaga amil zakat resmi sehingga prosesnya menjadi lebih praktis, aman, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun kemudian disalurkan untuk membantu fakir miskin, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga program kemanusiaan lainnya.
Bagi masyarakat Kota Semarang yang ingin menyalurkan sedekah secara amanah dan profesional, BAZNAS Kota Semarang menjadi salah satu pilihan untuk menebarkan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan.
Dengan membiasakan menyisihkan sebagian gaji setiap bulan, sedekah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup yang penuh kepedulian. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghadirkan manfaat besar bagi penerima sekaligus menjadi investasi amal bagi pemberinya.***
ARTIKEL04/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Program Semarang Makmur BAZNAS Kota Semarang: Dari Mustahik menjadi Muzakki
Artikel berikut akan bagikan kepada Anda terkait pembahasan mengenai Semarang Makmur yang merupakan salah satu program yang tersedia di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Namun, sebelum membahas mengenai program tersebut, mari kita mengenal lebih dekat BAZNAS Kota Semarang.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang merupakan salah satu lembaga pemerintah non struktural yang bertugas untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah. Hadirnya lembaga ini atas dasar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 yang dibentuk untuk mencapai daya guna, hasil guna serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Kota Semarang.
Dalam perkembangannya sebelum terbentuk menjadi BAZNAS Kota Semarang, dulu bernama Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Semarang sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 1999 mengenai pengelolaan zakat. Kemudian UU Nomor 23 tahun 2011 berlaku maka berganti nama menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang dipimpin oleh Ketua dengan dibantu 4 orang Wakil Ketua.
Sebagai upaya untuk pendistribusian zakat yang tepat sasaran dan transparan BAZNAS Kota Semarang merancang beberapa program kerja yang disebut dengan Panca Program. Salah satu panca program yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Semarang Makmur.
Program Semarang Makmur merupakan inisiatif BAZNAS Kota Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi warga. Program ini meliputi berbagai upaya seperti pemberdayaan UMKM, penyediaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dukungan terhadap industri kreatif serta peningkatan akses terhadap layanan keuangan.
Adapun tujuan utama dari program ini adlaah mencipkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup warga Semarang.
Dalam Semarang Makmur ini terdapat 4 bagian, diantaranya:
- Bantuan Ekonomi Produktif
Program tersebut dibagikan kepada para Mustahik dengan memberikan modal usaha serta wawasan seputar wirausaha dan dibina untuk mendapatkan lapangan pekerjaannya sendiri.
Adapun output dari bagian ini adlaah mustahik dapat sejahtera dengan kemandirian ekonominya.
- Sentra Ternak
Porgram ini diberikan kepada mustahik kelompok di bidang peternakan. Nantinya, BAZNAS akan mendampingi dan membina program tersebut hingga dapat dimanfaatkan oleh mustahik.
- Pelatihan keterampilan
Pada praktiknya, program ini akan memberikan pengetahuan serta skill kepada mustahik untuk berdaya secara mandiri dan berkelanjutan.
- Pemberdayaan UMKM
BAZNAS telah banyak menciptakan serta membantu memberdayakan UMKM di Kota Semarang, seperti Teh Kawa BAZNAS, Z Chicken, dan lain sebagainya.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi terkait penjelasan Semarang Makmur yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL04/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Manfaat Infak Harian: Alasan Kenapa Sedekah Kecil Tapi Rutin itu Luar Biasa Dampaknya
Infak sering kali dipahami sebagai ibadah yang dilakukan ketika seseorang memiliki rezeki lebih. Padahal, dalam praktiknya, infak dapat dilakukan kapan saja dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Kebiasaan berinfak setiap hari, meski hanya dalam jumlah kecil, menjadi salah satu amalan yang dapat memberikan manfaat bagi pemberi maupun penerima. Nilai utama dari infak bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi kepada sesama.
Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, membiasakan infak harian dapat menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat saling membantu di lingkungan masyarakat.
Infak Harian Membentuk Kebiasaan Berbagi
Melakukan infak secara rutin membantu seseorang membangun kebiasaan berbagi sejak dini. Nominal yang disisihkan setiap hari mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara istiqamah akan menjadi amalan yang terus dilakukan tanpa terasa berat.
Kebiasaan ini juga melatih seseorang agar tidak terlalu bergantung pada harta yang dimiliki. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain, tumbuh kesadaran bahwa setiap nikmat yang diperoleh juga memiliki dimensi sosial.
Membantu Program Kemanusiaan dan Sosial
Dana infak yang dihimpun oleh lembaga pengelola zakat maupun lembaga sosial dapat disalurkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pemanfaatannya antara lain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mendukung pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kebencanaan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam infak harian, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat dirasakan oleh penerima.
Melatih Disiplin Mengelola Keuangan
Selain menjadi bentuk ibadah, infak harian juga dapat membantu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih baik.
Menyisihkan sebagian kecil penghasilan secara rutin mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Kebiasaan ini mengajarkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan sosial tanpa harus menunggu memiliki penghasilan yang besar.
Dengan demikian, infak tidak hanya berdampak bagi orang lain, tetapi juga membantu membentuk pola hidup yang lebih terencana.
Menumbuhkan Empati dan Rasa Syukur
Salah satu manfaat yang sering dirasakan dari kebiasaan berinfak adalah meningkatnya rasa syukur atas nikmat yang dimiliki.
Melalui kegiatan berbagi, seseorang menjadi lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Empati terhadap mereka yang membutuhkan akan tumbuh seiring dengan kebiasaan membantu sesama.
Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang saling menguatkan.
Nominal Kecil Bisa Menjadi Manfaat Besar
Tidak sedikit orang yang menunda berinfak karena menganggap nominal yang dimiliki terlalu sedikit. Padahal, jika dilakukan secara bersama-sama, infak dengan nilai kecil dapat menghasilkan manfaat yang besar.
Sebagai ilustrasi, apabila seribu orang menyisihkan Rp2.000 setiap hari, dana yang terkumpul mencapai Rp2 juta dalam sehari. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan infak tidak hanya berasal dari besarnya nominal, tetapi juga dari partisipasi dan kepedulian banyak orang.
Menjadikan Infak sebagai Kebiasaan Baik
Membiasakan infak harian merupakan salah satu cara sederhana untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Selain membantu sesama, kebiasaan ini juga membentuk karakter yang lebih peduli, disiplin, dan bersyukur.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran oleh lembaga pengelola zakat, infak yang terkumpul dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, tidak perlu menunggu memiliki harta yang berlimpah untuk mulai berinfak. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kepedulian sosial dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.***
ARTIKEL03/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Apakah Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Diperbolehkan? Simak Penjelasannya di Sini
Dalam Islam sedekah menjadi salah satu amal mulia yang tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, namun juga dapat mendatangkan keberkahan serta ketenangan bagi orang yang menyalurkan niat bersedekah itu.
Seperti kita ketahui sedekah adalah pemberian sesuatu baik berupa harta maupun non harta di luar kewajiban zakat, yang dilakukan oleh seorang dengan ikhlas guna mengharapkan ridha dari Allah SWT. Biasanya, sedekah dilakukan atas dasar untuk menghapus dosa, membuka pintu rezeki, bagi mushaddiq. Lantas apabila sedekah untuk orang meninggal apakah masih bisa untuk dilakukan?
Untuk ketahui jawaban tersebut, Anda dapat simak penjelasan singkatnya pada artikel ini.
Sedekah memang memiliki banyak keutamaan bagi orang yang melaksanakannya. Apakah untuk orang yang sudah meninggal akan mendapatkan pahalanya juga? Bersedekah untuk orang yang telah wafat menjadi salah satu bentuk amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi si mayit. Hal tersebut dijelaskan dalam HR. Muslim yang artinya:
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Dari hadis ini, dapat disimpulkan bahwa sedekah jariyah yang dilakukan oleh ahli waris atau orang lain atas nama si mayit akan tetap menjadi pahala yang mengalir untuknya.
Selain itu, hal tersebut dijelaskan pula dalam HR. Bukhari dan Muslim, yang artinya:
Dari Siti ‘Aisyah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “ya ada pahala bagi ibumu. (HR Bukhari dan Muslim)
Sehingga tidak perlu khawatir, bahwa niat sedekah khusus orang yang sudah masih tetap bisa, sebab Rasulullah SAW telah menjawab sedemikian.
Bentuk sedekah bagi orang yang sudah meninggal bisa berupa menyumbangkan Al-Quran, membangun atau merenovasi Masjid, hingga menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Seperti pada umumnya, melakukan sedekah bagi orang yang sudah meninggal tetap diawali dengan membaca niat, seperti:
“Ya Allah, aku niat bersedekah ini atas nama (sebutkan nama almarhum/almarhumah). Semoga Engkau menerima amal ini dan menjadikannya sebagai pahala jariyah bagi beliau.”
Selain niat, membaca doa agar pahala sedekah sampai kepada orang yang telah meninggal juga sangat dianjurkan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
“Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu” (Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, dan hapuskan dosa-dosanya).
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi terkait penjelasan sedekah untuk orang yang sudah meninggal yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL03/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2026 Lengkap, Mulai Senin Kamis, Ayyamul Bidh hingga Puasa Daud
Bagi umat Islam yang ingin memperbanyak ibadah sunnah, terdapat beberapa jadwal puasa sunnah yang dapat diamalkan selama Agustus 2026. Mulai dari puasa Senin Kamis, Puasa Ayyamul Bidh, hingga Puasa Daud, seluruhnya memiliki keutamaan tersendiri sebagai amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Puasa sunnah tersebut dapat dilaksanakan sepanjang Agustus 2026 sesuai kalender Masehi dan Hijriah. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Jadwal Puasa Senin Kamis Agustus 2026
Puasa Senin Kamis merupakan amalan sunnah yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Berikut jadwalnya selama Agustus 2026:
- Senin, 3 Agustus 2026
- Kamis, 6 Agustus 2026
- Senin, 10 Agustus 2026
- Kamis, 13 Agustus 2026
- Senin, 17 Agustus 2026
- Kamis, 20 Agustus 2026
- Senin, 24 Agustus 2026
- Kamis, 27 Agustus 2026
- Senin, 31 Agustus 2026
Niat Puasa Senin (Latin): Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis (Latin): Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta'ala."
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2026
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pada Agustus 2026, puasa ini bertepatan dengan bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah, yakni:
- Senin, 24 Agustus 2026 (13 Rabiul Awal 1448 H)
- Selasa, 25 Agustus 2026 (14 Rabiul Awal 1448 H)
- Rabu, 26 Agustus 2026 (15 Rabiul Awal 1448 H)
Niat Puasa Ayyamul Bidh (Latin): Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
Puasa Daud Bisa Diamalkan Sepanjang Bulan
Selain dua puasa tersebut, umat Islam juga dapat menjalankan Puasa Daud, yaitu puasa yang dilakukan secara bergantian, satu hari berpuasa dan satu hari tidak. Puasa ini dapat diamalkan sepanjang bulan sesuai kemampuan dan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.
Niat Puasa Daud (Latin): Nawaitu shauma Dawuda sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Daud karena Allah Ta'ala."
Apabila lupa berniat pada malam hari dan belum makan maupun minum sejak terbit fajar, niat puasa sunnah masih dapat dilakukan pada siang hari.
Niat Puasa Daud Siang Hari (Latin): Nawaitu shauma hadzal yaumi sunnatan Dawuda lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Daud hari ini karena Allah Ta'ala."
Dengan mengetahui jadwal puasa sunnah Agustus 2026 beserta bacaan niatnya, umat Islam dapat lebih mudah merencanakan ibadah dan memperbanyak amalan sunnah selama bulan tersebut.***
ARTIKEL31/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menghitung Zakat Penghasilan Karyawan Swasta, Simak Rumus dan Cara Bayarnya
Zakat penghasilan menjadi salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memiliki pendapatan mencapai nisab. Bagi karyawan swasta, zakat ini dapat ditunaikan setiap kali menerima gaji bulanan sehingga penyalurannya lebih mudah, rutin, dan tepat waktu.
Zakat penghasilan atau zakat profesi dikenakan atas pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan yang halal, seperti gaji, honorarium, tunjangan, bonus, insentif, maupun penghasilan lainnya. Berdasarkan ketentuan BAZNAS, zakat penghasilan wajib ditunaikan apabila pendapatan telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas per tahun, sehingga nilai nisab dalam rupiah mengikuti harga emas yang berlaku.
Besaran zakat penghasilan yang wajib dibayarkan adalah 2,5 persen dari penghasilan yang telah memenuhi nisab. Rumus perhitungannya cukup sederhana, yakni:
Zakat Penghasilan = Penghasilan × 2,5 persen
Sebagai contoh, seorang karyawan dengan total penghasilan Rp9.000.000 per bulan wajib mengeluarkan zakat sebesar Rp225.000 apabila penghasilannya telah memenuhi nisab. Sementara itu, jika penghasilan mencapai Rp15.000.000 per bulan, maka zakat yang perlu ditunaikan sebesar Rp375.000. Nominal zakat dapat berubah mengikuti besaran penghasilan yang diterima setiap bulan.
Apabila penghasilan belum mencapai nisab, zakat penghasilan belum diwajibkan. Namun, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Untuk memastikan besaran zakat sesuai ketentuan, masyarakat juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat yang disediakan BAZNAS.
Setelah mengetahui jumlah zakat yang harus dibayarkan, masyarakat dapat menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Semarang. Pembayaran dapat dilakukan secara daring melalui laman digital BAZNAS dengan mengakses https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat, kemudian memilih jenis pembayaran zakat yang diinginkan dan mengikuti petunjuk hingga transaksi selesai.
Selain layanan zakat, platform digital BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan berbagai pilihan pembayaran lainnya, seperti infak, sedekah, fidyah, DSKL, hingga kurban sehingga masyarakat dapat menunaikan berbagai ibadah sosial secara praktis melalui satu layanan.***
ARTIKEL30/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh Digabung dengan Puasa Senin-Kamis? Ini Penjelasan Hukumnya
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Tak sedikit umat Islam yang bertanya apakah puasa ini boleh digabung dengan puasa sunnah Senin-Kamis ketika waktunya bertepatan.
Jawabannya, boleh. Para ulama membolehkan menggabungkan niat dua puasa sunnah dalam satu hari sehingga seorang Muslim dapat memperoleh pahala dari keduanya sekaligus. Penjelasan ini juga disampaikan oleh Ustaz Hanif Luthfi, Lc. dalam bukunya Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah, yang menyebutkan bahwa puasa Ayyamul Bidh dapat digabung dengan puasa sunnah lain, termasuk puasa Senin atau Kamis.
Niat gabungan dapat dibaca dengan lafaz:
Nawaitu shauma ayyamal-bidh wa yauma al-itsnaini/al-khamis sunnatan lillahi ta‘ala,
yang berarti, "Saya berniat melakukan puasa Ayyamul Bidh dan hari Senin/Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."
Untuk puasa sunnah, niat masih diperbolehkan dilakukan setelah terbit fajar selama seseorang belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak pagi.
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan besar karena merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW setiap bulan. Sementara itu, puasa Senin-Kamis juga menjadi kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA. Oleh karena itu, ketika kedua puasa tersebut bertepatan, menggabungkan niat menjadi amalan yang diperbolehkan dan bernilai pahala.
Meski demikian, kedua puasa tersebut berstatus sunnah, bukan wajib. Artinya, umat Islam tidak berdosa apabila tidak mengerjakannya, tetapi akan kehilangan kesempatan memperoleh keutamaan dan pahala. Yang terpenting, niat dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT agar ibadah yang dijalankan menjadi lebih sempurna.***
ARTIKEL29/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Konsumtif: Pengertian, Dasar Hukum, Manfaat, dan Perannya bagi Mustahik dalam Islam
Zakat konsumtif merupakan salah satu bentuk penyaluran zakat yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dasar mustahik, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Berbeda dengan zakat produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi, zakat konsumtif diberikan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak, seperti makanan, pakaian, biaya kesehatan, hingga tempat tinggal.
Dalam ajaran Islam, zakat konsumtif menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus sarana untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Penyaluran zakat ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga menjaga martabat penerima zakat agar tetap dapat menjalani kehidupan secara layak.
Apa Itu Zakat Konsumtif?
Zakat konsumtif adalah zakat yang disalurkan kepada mustahik untuk memenuhi kebutuhan pokok yang bersifat langsung dan habis digunakan. Bantuan tersebut dapat berupa uang tunai, sembako, pakaian, biaya pengobatan, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Penyaluran zakat konsumtif umumnya diberikan kepada kelompok yang belum memungkinkan untuk diberdayakan secara ekonomi, seperti fakir, miskin, lansia tanpa penghasilan, penyandang disabilitas, anak yatim, hingga keluarga yang kehilangan sumber nafkah.
Dalam kondisi tertentu, zakat konsumtif menjadi bentuk perlindungan sosial yang sangat dibutuhkan agar mustahik dapat bertahan hidup dan terhindar dari kemiskinan ekstrem.
Dasar Hukum Zakat Konsumtif
Landasan utama zakat konsumtif terdapat dalam Al-Qur'an, khususnya Surah At-Taubah ayat 60 yang menjelaskan delapan golongan penerima zakat (asnaf). Fakir dan miskin menjadi kelompok yang diprioritaskan karena mereka belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara layak.
Selain itu, berbagai hadis Rasulullah SAW juga menunjukkan pentingnya membantu kaum dhuafa melalui pemberian bantuan secara langsung. Para ulama pun sepakat bahwa zakat konsumtif diperbolehkan, bahkan dianjurkan ketika mustahik berada dalam kondisi darurat atau belum siap menerima program pemberdayaan ekonomi.
Bentuk Penyaluran Zakat Konsumtif
Dalam praktiknya, zakat konsumtif dapat disalurkan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan penerima, antara lain:
- Uang tunai.
- Paket sembako atau bahan makanan.
- Pakaian layak pakai.
- Bantuan biaya kesehatan.
- Bantuan pendidikan dasar.
- Bantuan bagi korban bencana atau keadaan darurat.
Penyaluran biasanya dilakukan oleh lembaga amil zakat yang telah melakukan pendataan mustahik sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan syariah.
Peran Penting bagi Mustahik
Zakat konsumtif memiliki manfaat besar dalam menjaga keberlangsungan hidup mustahik. Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan dasar sehingga mereka dapat bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.
Selain memberikan manfaat secara materi, zakat konsumtif juga memiliki dampak sosial yang positif. Mustahik merasa diperhatikan dan mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga dapat meningkatkan semangat hidup serta mengurangi tekanan akibat kondisi ekonomi yang sulit.
Di sisi lain, zakat konsumtif turut berperan menjaga stabilitas sosial dengan mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas antarumat.
Tantangan Pengelolaan Zakat Konsumtif
Meski memiliki manfaat besar, pengelolaan zakat konsumtif juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah potensi ketergantungan penerima apabila bantuan tidak diimbangi dengan program pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, jumlah mustahik yang terus bertambah sering kali tidak sebanding dengan dana zakat yang tersedia. Karena itu, lembaga pengelola zakat perlu melakukan pendataan yang akurat, menerapkan tata kelola yang profesional, serta menjaga transparansi agar kepercayaan muzaki tetap terpelihara.
Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas penyaluran zakat konsumtif, sehingga bantuan dapat disalurkan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
Zakat Konsumtif Tetap Relevan
Zakat konsumtif merupakan bagian penting dari sistem zakat dalam Islam yang berfungsi memenuhi kebutuhan dasar mustahik sekaligus menjaga keadilan sosial. Meskipun bersifat jangka pendek, penyaluran zakat konsumtif menjadi fondasi sebelum mustahik dapat diberdayakan melalui program zakat produktif.
Dengan pengelolaan yang amanah, profesional, dan sesuai syariat, zakat konsumtif mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong dalam kehidupan umat Islam.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.***
ARTIKEL28/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Produktif: Bukan Sekadar Bantuan, Ini Cara BAZNAS Dorong Warga Semarang Lebih Mandiri dan Sejahtera
Zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah yang menyucikan harta, tetapi juga memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang kini semakin banyak diterapkan adalah zakat produktif, yaitu penyaluran dana zakat yang bertujuan memberdayakan penerima manfaat agar mampu memiliki penghasilan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Kota Semarang, pemahaman mengenai zakat produktif penting untuk diketahui. Pasalnya, konsep ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi mustahik atau penerima zakat untuk bangkit secara ekonomi hingga mampu hidup lebih mandiri.
Dalam praktiknya, lembaga resmi seperti BAZNAS membedakan penyaluran zakat menjadi dua jenis, yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Jika zakat konsumtif diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima, maka zakat produktif diarahkan sebagai investasi sosial yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Apa Itu Zakat Produktif?
Zakat produktif adalah metode pendistribusian zakat dalam bentuk modal usaha, peralatan kerja, maupun pelatihan keterampilan yang bertujuan membantu mustahik memperoleh sumber penghasilan secara berkelanjutan.
Melalui program ini, zakat tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi. Harapannya, penerima zakat mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga suatu saat berubah status dari mustahik menjadi muzakki atau orang yang mampu menunaikan zakat.
Model penyaluran seperti ini menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif dalam mengurangi angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Bentuk-Bentuk Zakat Produktif
Zakat produktif dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan potensi penerima manfaat. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Modal usaha
Dana zakat diberikan sebagai tambahan modal bagi pelaku usaha mikro maupun calon wirausaha untuk memulai atau mengembangkan usahanya.
2. Bantuan alat kerja
Penerima manfaat memperoleh berbagai perlengkapan usaha, seperti mesin jahit, gerobak dagang, oven, alat pertukangan, hingga peralatan produksi lainnya yang dapat menunjang aktivitas ekonomi.
3. Pelatihan dan pendampingan usaha
Selain bantuan berupa modal maupun peralatan, mustahik juga memperoleh pelatihan keterampilan, pembinaan kewirausahaan, hingga pendampingan dalam mengelola usaha agar berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan menjadi bagian penting karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemampuan penerima zakat dalam mengelola keuangan, pemasaran, hingga meningkatkan kualitas produk.
Mengapa Zakat Produktif Menjadi Solusi Peningkatan Kesejahteraan?
Zakat produktif dinilai sebagai salah satu model distribusi zakat yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas dibandingkan bantuan yang bersifat konsumtif. Sebab, manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang selama usaha yang dijalankan berkembang.
Keberhasilan program zakat produktif umumnya dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti meningkatnya modal usaha, bertambahnya pendapatan, naiknya jumlah pelanggan, meningkatnya kapasitas produksi, bertambahnya jumlah produk yang dihasilkan, hingga terciptanya keberlanjutan usaha.
Tidak hanya itu, ketika usaha penerima zakat berkembang, manfaat ekonomi juga dapat dirasakan masyarakat sekitar melalui terciptanya lapangan pekerjaan baru maupun meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
Bagi Kota Semarang yang memiliki banyak pelaku UMKM dan usaha rumahan, konsep zakat produktif menjadi salah satu solusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Penyaluran Zakat dan Sedekah Kini Semakin Mudah
Selain memahami pentingnya zakat produktif, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam membantu sesama melalui penyaluran zakat maupun sedekah kepada lembaga resmi.
BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan digital yang memudahkan masyarakat untuk menyalurkan sedekah secara aman, mudah, cepat, dan tepat sasaran. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, bantuan yang diberikan dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk zakat produktif.
Melalui optimalisasi zakat produktif, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu bangkit dari keterbatasan ekonomi menuju kehidupan yang lebih mandiri. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat dan bersedekah melalui lembaga resmi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
Masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah secara digital dapat mengakses layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi mengenai zakat produktif yang dapat Anda simak.***
ARTIKEL27/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Sedekah Jumat di BAZNAS Kota Semarang, Praktis Lewat Layanan Digital
Masyarakat yang ingin menunaikan Sedekah Jumat kini dapat melakukannya secara mudah melalui layanan digital Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Platform ini memudahkan donatur menyalurkan sedekah kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor BAZNAS.
Berikut langkah-langkah sedekah Jumat di BAZNAS Kota Semarang:
1. Kunjungi laman resmi BAZNAS Kota Semarang melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/.
2. Pilih menu Sedekah atau langsung akses halaman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
3. Setelah masuk ke halaman sedekah, pilih jenis dana Sedekah, kemudian ikuti petunjuk yang tersedia hingga proses pembayaran selesai.
Melalui layanan digital tersebut, masyarakat juga dapat memilih berbagai jenis pembayaran lainnya, seperti zakat, infak, fidyah, DSKL, hingga kurban sesuai kebutuhan.
BAZNAS Kota Semarang berharap kemudahan layanan ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk berbagi kepada sesama, terutama pada momentum Hari Jumat yang dikenal sebagai salah satu waktu istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan.***
ARTIKEL24/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tidak Hanya Membaca Surat Al Kahfi dan Sholat Jumat, Ini 4 Amalan di Hari Jumat yang Penuh Berkah
Hari Jumat dikenal sebagai hari yang istimewa dalam Islam karena memiliki banyak keutamaan dan menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Selain menunaikan salat Jumat bagi laki-laki, umat Islam juga dianjurkan mengerjakan sejumlah amalan sunnah untuk meraih keberkahan dan pahala yang berlimpah.
Berikut empat amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Jumat.
1. Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca Surat Al-Kahfi menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, Allah akan memberikan cahaya baginya di antara dua Jumat." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasa'i).
Selain memperoleh cahaya keberkahan, membaca Surat Al-Kahfi juga diyakini menjadi salah satu amalan yang memberikan perlindungan dari fitnah Dajjal.
2. Memperbanyak Shalawat dan Doa
Hari Jumat juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Al-Baihaqi).
Selain itu, terdapat waktu mustajab pada hari Jumat yang diyakini sebagai waktu dikabulkannya doa. Banyak ulama berpendapat waktu tersebut berada antara salat Asar hingga Magrib sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar.
3. Memperbanyak Sedekah
Bersedekah pada hari Jumat juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena diyakini memiliki keutamaan yang besar. Sedekah tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta serta mengharap keberkahan dari Allah SWT.
Masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah dapat memanfaatkan layanan digital melalui BAZNAS Kota Semarang agar penyaluran bantuan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Adapun linknya sebagai berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
4. Menunaikan Sholat Jumat
Bagi laki-laki Muslim, menunaikan sholat Jumat merupakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 9 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk segera memenuhi panggilan sholat Jumat dan meninggalkan aktivitas jual beli.
Selain sebagai ibadah wajib, sholat Jumat menjadi momentum untuk mendengarkan khutbah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan mengamalkan berbagai sunnah di hari Jumat, umat Islam diharapkan dapat memperoleh keberkahan, ampunan, dan pahala yang berlimpah. Hari Jumat menjadi kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbanyak amal kebaikan.***
ARTIKEL24/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Emas dan Perhiasan Lengkap Beserta Besaran Zakat yang Wajib Dikeluarkan
Bacaan niat zakat emas dan perhiasan penting diketahui oleh setiap muslim yang memiliki simpanan emas yang telah memenuhi syarat wajib zakat. Selain memahami niatnya, pemilik emas juga perlu mengetahui ketentuan nisab, haul, serta besaran zakat yang harus ditunaikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena nilainya cenderung stabil dan berpotensi meningkat. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa emas yang dimiliki dapat dikenai kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat sesuai ketentuan syariat Islam.
Zakat emas wajib ditunaikan apabila jumlah emas yang dimiliki telah mencapai nisab 85 gram emas murni dan kepemilikannya telah berlangsung selama satu tahun hijriah (haul). Jika kedua syarat tersebut terpenuhi, maka pemilik wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari total nilai atau berat emas yang dimiliki.
Sementara itu, emas yang digunakan sebagai perhiasan sehari-hari dalam jumlah yang wajar umumnya tidak dikenai zakat. Namun, apabila perhiasan tersebut jumlahnya berlebihan atau lebih banyak disimpan sebagai aset investasi, sebagian ulama berpendapat tetap terdapat kewajiban zakat atas kepemilikan tersebut.
Berikut bacaan niat zakat emas dan perhiasan yang dapat dibaca saat menunaikan zakat:
Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Saya niat mengeluarkan zakat hartaku sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Sebagai ilustrasi, apabila seseorang memiliki emas yang telah memenuhi nisab dan haul dengan nilai Rp200 juta, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen, atau sebesar Rp5 juta.
Menunaikan zakat emas tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT, tetapi juga berfungsi membersihkan harta dan membantu masyarakat yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, setiap muslim yang memiliki simpanan emas sebaiknya menghitung kepemilikannya secara berkala agar dapat menunaikan kewajiban zakat tepat waktu.***
ARTIKEL22/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
4 Manfaat Sedekah di Bulan Safar Menurut Islam, Yuk Lakukan!
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan penuh kesialan. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyebut Safar sebagai bulan sial. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan bersedekah.
Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar. Amalan ini memiliki banyak keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, sedekah juga diyakini membawa keberkahan bagi kehidupan seorang muslim.
Berikut empat manfaat sedekah di Bulan Safar yang patut diketahui.
1. Menghapus Dosa dan Membersihkan Hati
Salah satu keutamaan sedekah adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Rasulullah SAW bersabda:
"Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi)
Selain itu, sedekah melatih seseorang untuk lebih ikhlas, tidak bergantung pada harta, serta menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain. Dalam hadis qudsi juga disebutkan:
"Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberikan infak untukmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membuka Pintu Rezeki yang Berkah
Bersedekah tidak akan mengurangi harta. Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang yang gemar berinfak di jalan-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasannya untuknya." (QS. Al-Baqarah: 245)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ikhtiar memperoleh rezeki yang halal dan penuh keberkahan.
3. Menjadi Ikhtiar Memohon Perlindungan dari Musibah
Masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkan Bulan Safar dengan datangnya musibah. Namun, Islam menolak keyakinan tentang adanya bulan yang membawa kesialan.
Sebagai bentuk ikhtiar, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk bersedekah. Rasulullah SAW bersabda:
"Bersegeralah bersedekah, karena bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah." (HR. Baihaqi)
Hadis tersebut dipahami para ulama sebagai motivasi untuk memperbanyak sedekah dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai kesulitan hidup.
4. Mendatangkan Ketenangan Hati
Selain memberikan manfaat bagi penerima, sedekah juga memberikan ketenangan batin bagi orang yang mengeluarkannya. Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 274)
Melalui sedekah, seseorang belajar bersyukur atas nikmat yang dimiliki sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Kebiasaan berbagi kepada sesama dapat menumbuhkan rasa bahagia, mempererat hubungan antarmanusia, dan menciptakan ketenteraman dalam kehidupan.
Pada akhirnya, Bulan Safar bukanlah bulan yang perlu ditakuti. Tidak ada ajaran dalam Islam yang menyebut Safar sebagai bulan pembawa kesialan. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah, sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS Kota Semarang dapat mengakses laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah untuk memperoleh informasi dan mengikuti tata cara penyaluran yang tersedia.***
ARTIKEL21/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Syarat Zakat Emas dan Perak yang Wajib Diketahui, Ini Ketentuan Nisab dan Haulnya
Emas dan perak menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat karena nilainya cenderung stabil. Namun, dalam ajaran Islam, kepemilikan emas dan perak juga memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat tertentu.
Kewajiban zakat atas emas dan perak telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat At-Taubah ayat 34. Dalam ayat tersebut Allah SWT memperingatkan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah.
"...Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS. At-Taubah: 34)
Dalam Islam, emas dan perak dipandang sebagai harta yang memiliki potensi berkembang sehingga dikenai kewajiban zakat ketika telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Lalu, apa saja syarat emas dan perak yang wajib dizakati?
Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi. Pertama, emas atau perak harus merupakan milik pribadi yang dimiliki secara sah, bukan barang pinjaman atau titipan orang lain.
Kedua, harta tersebut telah mencapai haul, yaitu dimiliki dan disimpan selama satu tahun hijriah secara penuh.
Ketiga, jumlah kepemilikannya telah mencapai nisab atau batas minimal wajib zakat. Untuk zakat emas, nisabnya setara dengan 85 gram emas murni. Jika ketiga syarat tersebut telah terpenuhi, maka pemiliknya wajib mengeluarkan zakat sesuai ketentuan syariat.
Memahami syarat zakat emas dan perak penting bagi setiap muslim agar dapat menunaikan kewajiban ibadah dengan benar serta tidak melewatkan hak yang harus dikeluarkan dari harta yang dimiliki.
Apabila Anda ingin melaksanakan zakat emas, BAZNAS Kota Semarang kini memiliki cara yang lebih mudah dan cepat. Cukup melalui link berikut ini Anda sudah bisa membayarkan zakat emas dengan cepat, akurat lengkap dengan kalkulator penghitungannya.
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Demikian informasi terkait syarat zakat emas lengkap dengan link yang dapat Anda lakukan melalui laman BAZNAS Kota Semarang.***
ARTIKEL21/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →