WhatsApp Icon
Bingung Mau Zakat Emas di Mana? Salurkan ke BAZNAS Kota Semarang, Ini Cara Menghitungnya

Emas kini tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyimpan aset dan investasi jangka panjang. Namun, bagi umat Islam, kepemilikan emas juga memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Zakat emas wajib dikeluarkan apabila jumlah emas yang dimiliki telah mencapai nisab 85 gram emas murni dan telah tersimpan atau dimiliki selama satu tahun (haul). Besaran zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari nilai emas.

Sebagai contoh, jika harga emas Rp1,6 juta per gram, maka nilai nisab 85 gram mencapai Rp136 juta. Sementara pemilik emas sebanyak 100 gram memiliki nilai sekitar Rp160 juta.

Dengan demikian, zakat emas yang perlu ditunaikan sebesar 2,5 persen dari Rp160 juta, yakni Rp4 juta.

Bagaimana jika emas yang dimiliki terdiri dari beberapa bentuk? Jumlahnya dapat diperhitungkan secara keseluruhan. Misalnya, seseorang memiliki emas batangan 60 gram dan perhiasan emas 30 gram. Total kepemilikannya menjadi 90 gram sehingga telah melewati nisab.

Jika menggunakan harga emas Rp1,6 juta per gram, nilai 90 gram tersebut mencapai Rp144 juta. Zakat yang harus dikeluarkan sebesar Rp3,6 juta.

Perlu diketahui, angka harga emas tersebut hanya merupakan ilustrasi. Nilai rupiah dari nisab dapat berubah mengikuti harga emas yang berlaku. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan harga emas terkini saat melakukan perhitungan zakat.

Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan zakat emas secara praktis, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan pembayaran zakat secara online melalui situs resminya. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut untuk menunaikan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor.

Pembayaran zakat secara daring dapat dilakukan melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang di:

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

Dengan memahami nisab dan besaran zakat, masyarakat dapat memastikan kewajiban zakat emas ditunaikan sesuai ketentuan sekaligus menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Semarang.***

14/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
6 Amalan Hari Jumat untuk Meraih Pahala Berlimpah, Jangan Lewatkan!

SEMARANG – Hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari karena memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

Keistimewaan hari Jumat menjadi alasan bagi umat Islam untuk lebih memperhatikan berbagai amalan yang dapat dilakukan. Rasulullah SAW menjelaskan sejumlah keutamaan hari Jumat, termasuk berbagai peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan manusia.

Meski demikian, meningkatkan ibadah pada hari Jumat bukan berarti amal hanya dilakukan pada hari tersebut. Momentum Jumat dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah yang telah dilakukan sehari-hari.

Berikut sejumlah amalan hari Jumat yang dapat dilakukan untuk mengisi hari yang mulia tersebut:

1. Mempersiapkan Diri untuk Salat Jumat

Bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, salat Jumat merupakan ibadah penting. Persiapan dapat dilakukan dengan mandi, membersihkan diri, mengenakan pakaian yang bersih dan baik, serta menggunakan wewangian jika tersedia.

Persiapan tersebut sebaiknya dilakukan dengan tenang sehingga dapat mengikuti rangkaian salat Jumat dengan lebih khusyuk.

2. Datang ke Masjid Lebih Awal

Berangkat ke masjid lebih awal sebelum salat Jumat dimulai menjadi salah satu kebiasaan baik yang dapat dilakukan. Waktu sebelum salat dapat dimanfaatkan untuk menjalankan ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, atau salat sunnah.

3. Mendengarkan Khutbah dengan Khusyuk

Saat khatib menyampaikan khutbah, jamaah dianjurkan menjaga perhatian dan ketenangan. Hindari berbicara, bercanda, bermain ponsel, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyukan dan jamaah di sekitar.

4. Memperbanyak Shalawat

Hari Jumat juga dapat diisi dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca shalawat menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW dan termasuk amalan yang dianjurkan untuk mengisi keutamaan hari Jumat.

5. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi juga dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Waktu membacanya dapat disiapkan sejak malam Jumat hingga hari Jumat.

Bagi yang memiliki kesibukan, membaca Al-Kahfi dapat dijadwalkan pada waktu yang memungkinkan agar tetap dapat dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.

6. Bersedekah Sesuai Kemampuan

Sedekah menjadi amalan lain yang dapat dilakukan untuk mengisi hari Jumat. Tidak harus dalam jumlah besar, umat Muslim dapat bersedekah sesuai kemampuan dan keikhlasan.

Sedekah dapat diberikan kepada fakir miskin, orang yang membutuhkan, tetangga yang mengalami kesulitan, maupun digunakan untuk mendukung pendidikan dan fasilitas ibadah.

Pada akhirnya, nominal bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam bersedekah. Kepedulian, keikhlasan, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain menjadi bagian penting dari amal tersebut.

Dengan memanfaatkan hari Jumat untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan, umat Muslim dapat menjadikan sayyidul ayyam sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.***

10/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Mal BAZNAS dengan Mudah

Menghitung zakat mal kini dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan kalkulator zakat yang disediakan BAZNAS. Fitur ini membantu masyarakat memperkirakan kewajiban zakat berdasarkan jenis dan jumlah harta yang dimiliki.

Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas harta seorang Muslim apabila telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk nisab dan, untuk jenis harta tertentu, haul. Karena setiap jenis harta memiliki ketentuan yang dapat berbeda, pengguna perlu mengetahui terlebih dahulu harta yang masuk dalam objek zakat.

Cara menggunakan kalkulator zakat mal BAZNAS cukup sederhana:

Pertama, identifikasi seluruh harta yang dimiliki. Selanjutnya, tentukan harta yang termasuk objek zakat dan periksa apakah nilainya telah mencapai nisab serta memenuhi ketentuan haul apabila berlaku.

Setelah itu, masukkan nominal harta pada kolom sesuai kategori yang tersedia dalam kalkulator. Pastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar sebelum melihat hasil perhitungan zakat.

Sebagai contoh, seseorang memiliki tabungan yang telah memenuhi ketentuan nisab dan haul. Nilai tabungan tersebut dapat dimasukkan ke dalam kategori yang sesuai sehingga kalkulator dapat membantu menghitung perkiraan zakat yang harus ditunaikan.

Penggunaan kalkulator zakat mal dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengetahui kewajiban zakat atas harta yang dimiliki. Namun, apabila kondisi harta cukup kompleks atau terdapat jenis harta dengan ketentuan khusus, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami fikih zakat.

Dengan memahami jenis harta, nisab, dan haul serta memasukkan data secara tepat, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui perkiraan kewajiban zakat mal dan menunaikannya sesuai ketentuan.***

10/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tanggal Kembar Jangan Cuman Chekout, Yuk Berzakat, Infak, Sedekah, Ini Caranya!

Tanggal kembar di tiap bulannya selalu menjadi incaran waktu yang tepat untuk membeli beragam keperluan melalui marketplace yang sekarang banyak digunakan, seperti halnya shopee, TikTok Shop, ataupun Tokopedia. 

Biasanya di momen tanggal kembar tersebut terdapat beragam promo spesial hingga potongan harga yang membuat netizen tergiur untuk checkout di beberapa marketplace yang tersedia. Untuk itu, agar momen tanggal kembarmu tidak untuk checkout barang-barang saja, yuk berzakat, infak dan sedekah melalui lembaga amil terpercaya dan transparan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjadi salah satu lembaga amil yang bisa Anda pilih untuk melakukan pembayaran ZIS yang transparan dan terpercaya. Lembaga tersebut memiliki lima pilar utama untuk melakukan penyaluran ZIS yang dirangkum dalam panca program. 

Panca program BAZNAS Kota Semarang terdiri dari Semarang Makmur, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Peduli dan Semarang Taqwa. Melalui lima panca tersebut BAZNAS Kota Semarang selalu berkomitmen untuk membantu sesama dengan dana yang terkumpul dari muzakki, maupun munfik. 

Untuk itu, bagi Anda yang ingin membantu sesama melalui BAZNAS Kota Semarang, dapat salurkan melalui link berikut ini dengan cara yang mudah dan cepat. 

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah

Anda dapat pilih salah satu link guna melakukan pembayaran ZIS, kemudian pilih jenis dana, dan lengkapi data nama, nomor handphone dan email yang tersedia dalam kolom tersebut. Setelah itu, Anda dapat melakukan konfirmasi melalui nomor +62 821-7022-1818 a.n Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang. 

Dalam link tersebut Anda juga dapat melakukan penghitungan zakat dengan kalkulator zakat yang tersedia di kantor digital BAZNAS Kota Semarang. 

Demikian informasi mengenai cara melakukan pembayaran ZIS di tanggal kembar yang dapat Anda ketahui.***

09/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Begini Cara Menghitung Zakat Tabungan, Lengkap dengan Syarat Wajibnya

SEMARANG – Zakat tabungan menjadi bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan umat Islam apabila harta yang dimiliki telah memenuhi ketentuan syariat. Tabungan yang tersimpan di rekening bank maupun dalam bentuk simpanan lainnya dapat dikenai zakat apabila telah mencapai nisab dan haul.

Zakat sendiri merupakan rukun Islam ketiga dan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban finansial. Zakat juga menjadi ibadah untuk membersihkan harta sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Mengacu pada informasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), salah satu syarat utama zakat tabungan adalah harta tersebut dimiliki oleh seorang Muslim secara penuh dan berasal dari sumber yang halal.

Selain itu, tabungan harus mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga ikut mengalami perubahan.

Cara mengetahui nilai nisab cukup sederhana, yakni:

Nisab = 85 gram × harga emas per gram

Sebagai contoh, apabila harga emas yang digunakan sebagai acuan sebesar Rp1,6 juta per gram, maka nisabnya adalah:

85 × Rp1.600.000 = Rp136 juta.

Artinya, dalam ilustrasi tersebut, tabungan yang mencapai Rp136 juta atau lebih dan memenuhi ketentuan lainnya dapat masuk dalam perhitungan zakat.

Selain nisab, tabungan juga harus memenuhi haul, yakni telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Besaran zakat tabungan yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari harta yang memenuhi ketentuan zakat.

Sebagai contoh, seseorang memiliki tabungan Rp200 juta yang telah mencapai nisab dan haul. Maka perhitungan zakatnya:

Rp200.000.000 × 2,5 persen = Rp5.000.000.

Dengan demikian, zakat tabungan yang perlu ditunaikan sebesar Rp5 juta.

Untuk tabungan dengan saldo yang naik turun, penghitungan haul dapat menjadi lebih kompleks. Karena itu, apabila kondisi tabungan sering berubah atau terdapat perbedaan dalam penerapan ketentuan zakat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih agar perhitungannya sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat tabungan di Kota Semarang, pembayaran dapat dilakukan melalui layanan zakat resmi BAZNAS Kota Semarang secara daring.

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor.***

08/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Siapa yang Berhak Menerima Sedekah dan Infak? Simak Penjelasan Lengkap Menurut Islam
Siapa yang Berhak Menerima Sedekah dan Infak? Simak Penjelasan Lengkap Menurut Islam
Sedekah dan infak merupakan dua amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi sarana berbagi rezeki sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Meski sering dianggap sama, sedekah dan infak memiliki pengertian yang berbeda sehingga penting bagi setiap Muslim memahami siapa saja yang berhak menerima keduanya. Sedekah adalah pemberian yang dilakukan secara sukarela, baik berupa harta maupun nonmateri, kepada siapa saja sebagai bentuk kepedulian dan ibadah. Sementara itu, infak merupakan pengeluaran sebagian harta yang diberikan kepada pihak yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Dalam ajaran Islam, golongan yang berhak menerima bantuan telah dijelaskan dalam Al-Qur'an. Kelompok tersebut meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri, orang yang terlilit utang, mereka yang berjuang di jalan Allah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Selain termasuk dalam golongan tersebut, penerima sedekah dan infak juga harus benar-benar berada dalam kondisi membutuhkan. Mereka yang masih mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak dan memiliki penghasilan yang cukup tidak termasuk golongan yang diprioritaskan sebagai penerima bantuan. Islam juga mengajarkan agar bantuan disalurkan secara tepat sasaran. Karena itu, sedekah dan infak sebaiknya diberikan kepada orang-orang yang memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan yang baik dan tidak digunakan untuk perbuatan yang bertentangan dengan syariat. Golongan yang Tidak Berhak Menerima Sedekah dan Infak Selain menetapkan penerima yang berhak, Islam juga memberikan batasan mengenai golongan yang tidak berhak menerima sedekah dan infak, di antaranya: - Orang yang mampu secara ekonomi, yakni mereka yang memiliki harta atau penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup sehingga tidak memerlukan bantuan. - Keturunan Rasulullah SAW (Ahlul Bait). Dalam sejumlah hadis dijelaskan bahwa keluarga Nabi Muhammad SAW tidak menerima zakat karena memiliki ketentuan khusus dalam syariat. - Orang yang menggunakan bantuan untuk kemaksiatan atau perbuatan yang dilarang, sehingga bantuan yang diberikan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Memahami ketentuan ini menjadi penting agar sedekah dan infak benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya sekaligus mendatangkan keberkahan bagi pemberi. Agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, masyarakat dapat mempercayakannya kepada lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Semarang. Melalui pengelolaan yang profesional dan sesuai syariat, dana sedekah dan infak akan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima. Dengan menyalurkan sedekah dan infak melalui lembaga terpercaya, setiap Muslim dapat ikut membantu meningkatkan kesejahteraan sesama sekaligus menjalankan ibadah dengan lebih optimal. Informasi mengenai program dan layanan penyaluran sedekah dapat diperoleh melalui situs resmi BAZNAS Kota Semarang.***
ARTIKEL07/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Pengertian Zakat Emas, Lengkap dengan Hukum dan Cara Membayarnya
Mengenal Pengertian Zakat Emas, Lengkap dengan Hukum dan Cara Membayarnya
Harga emas yang terus menunjukkan tren tinggi membuat banyak masyarakat, termasuk warga Semarang, menjadikan logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang. Namun, di balik nilai investasinya yang terus meningkat, terdapat kewajiban yang perlu dipahami oleh setiap Muslim, yakni zakat emas. Zakat emas merupakan bagian dari zakat mal atau zakat harta yang wajib ditunaikan apabila kepemilikan emas telah memenuhi syarat tertentu sesuai syariat Islam. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kapan zakat emas harus dibayarkan, berapa besarannya, hingga bagaimana cara menghitungnya. Mengutip informasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), zakat emas dikenakan atas kepemilikan emas, baik berupa emas batangan, logam mulia, maupun emas yang disimpan sebagai investasi. Dalam kondisi tertentu, emas berbentuk perhiasan juga dapat dikenakan zakat, tergantung pada tujuan kepemilikannya serta pendapat ulama yang dijadikan acuan. Besaran zakat emas yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 persen dari total kepemilikan emas yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Apa Itu Nisab Zakat Emas? Nisab merupakan batas minimal kepemilikan harta yang menyebabkan seseorang wajib mengeluarkan zakat. Untuk zakat emas, nisab yang berlaku adalah 85 gram emas murni. Artinya, apabila seorang Muslim memiliki emas dengan jumlah mencapai atau melebihi 85 gram dan kepemilikan tersebut telah berlangsung selama satu tahun atau haul, maka ia berkewajiban mengeluarkan zakat. Sebagai contoh, seseorang memiliki emas batangan sebanyak 100 gram yang disimpan selama lebih dari satu tahun. Karena jumlahnya telah melampaui nisab dan memenuhi syarat haul, maka zakat yang wajib dibayarkan sebesar 2,5 persen dari total nilai emas tersebut berdasarkan harga emas saat zakat ditunaikan. Siapa yang Wajib Membayar Zakat Emas? Zakat emas diwajibkan kepada setiap Muslim yang memiliki emas secara sah atau kepemilikan penuh, diperoleh melalui cara yang halal, telah mencapai nisab, serta dimiliki selama satu tahun hijriah. Kewajiban ini umumnya berlaku bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai aset investasi atau tabungan. Sementara itu, untuk emas yang digunakan sebagai perhiasan sehari-hari dalam batas kewajaran, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai kewajiban zakatnya. Karena itu, masyarakat disarankan memahami ketentuan zakat sesuai kondisi kepemilikan emas yang dimiliki. Bila masih ragu, dapat berkonsultasi dengan lembaga zakat resmi atau ulama agar pelaksanaan ibadah tetap sesuai syariat. Kapan Zakat Emas Harus Dibayarkan? Waktu pembayaran zakat emas dilakukan setelah dua syarat utama terpenuhi, yakni jumlah emas telah mencapai nisab sebesar 85 gram dan kepemilikannya telah berlangsung selama satu tahun hijriah. Besaran zakat yang harus dibayarkan adalah 2,5 persen dari total nilai emas yang dimiliki. Karena harga emas selalu berubah mengikuti kondisi pasar, perhitungan zakat sebaiknya menggunakan harga emas yang berlaku pada hari pembayaran zakat agar hasilnya lebih akurat. Bagi warga Semarang yang memiliki investasi emas dalam bentuk logam mulia maupun tabungan emas, memahami waktu pembayaran zakat menjadi langkah penting agar kewajiban ibadah tidak terlewat. Cara Menghitung Zakat Emas Perhitungan zakat emas sebenarnya cukup sederhana. Rumus yang digunakan adalah: Zakat = Total nilai emas × 2,5 persen Misalnya, seseorang memiliki emas 90 gram dengan harga emas saat ini Rp2 juta per gram. Maka total nilai emas mencapai Rp180 juta. Jika telah memenuhi syarat haul, zakat yang harus dibayarkan sebesar 2,5 persen dari Rp180 juta, yaitu Rp4,5 juta. Perhitungan tersebut dilakukan berdasarkan nilai emas saat zakat akan ditunaikan, bukan harga saat emas pertama kali dibeli. Pentingnya Menunaikan Zakat Emas Selain menjadi kewajiban agama, zakat emas juga memiliki nilai sosial yang besar. Dana zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga bantuan kemanusiaan. Bagi masyarakat yang masih kesulitan menghitung besaran zakat, BAZNAS menyediakan layanan informasi serta kalkulator zakat yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh hasil perhitungan secara lebih mudah dan akurat. Dengan memahami pengertian, syarat, waktu pembayaran, hingga cara menghitung zakat emas, masyarakat diharapkan dapat menunaikan kewajiban tersebut dengan benar sekaligus ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sesama.***
ARTIKEL06/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Sedekah Yatim di Bulan Muharram, Amalan Mulia yang Dianjurkan dalam Islam
Keutamaan Sedekah Yatim di Bulan Muharram, Amalan Mulia yang Dianjurkan dalam Islam
Bulan Muharram menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan, termasuk bersedekah kepada anak yatim. Muharram bahkan kerap dikenal sebagai "Lebaran Yatim" karena masyarakat dianjurkan untuk menyantuni dan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim. Dalam ajaran Islam, sedekah kepada anak yatim merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar. Selain membantu mereka yang membutuhkan, amalan ini juga diyakini mendatangkan pahala, keberkahan rezeki, serta menjadi salah satu jalan meraih ridha Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang memelihara anak yatim di antara kaum Muslimin hingga ia dewasa, maka ia akan bersamaku di surga seperti ini." (HR. Bukhari). Selain itu, Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 215 juga memerintahkan umat Islam untuk menginfakkan sebagian hartanya kepada orang tua, kerabat, anak yatim, fakir miskin, dan musafir. Sedekah kepada anak yatim dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memberikan bantuan berupa uang, makanan, pakaian, hingga membiayai pendidikan mereka. Masyarakat juga dapat menyalurkan bantuan melalui panti asuhan maupun lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Selain memberikan manfaat bagi penerima, sedekah yatim juga diyakini membawa banyak kebaikan bagi pemberinya, seperti menenangkan hati, mendatangkan doa dari anak yatim, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Melalui momentum Muharram, umat Islam diharapkan semakin peduli terhadap anak-anak yatim dan menjadikan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan hidup. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah yatim melalui BAZNAS Kota Semarang, dapat mengakses laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah dan mengikuti petunjuk yang tersedia.***
ARTIKEL06/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Pengertian Zakat, Jenis, Syarat, dan 8 Golongan Penerima yang Wajib Diketahui Umat Islam
Pengertian Zakat, Jenis, Syarat, dan 8 Golongan Penerima yang Wajib Diketahui Umat Islam
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, zakat juga berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dan mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Secara bahasa, zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dalam syariat Islam, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha milik muslim untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya atau mustahik. Ketentuan tersebut juga tercantum dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019. Sementara itu, Al-Qur'an dalam Surah At-Taubah ayat 103 menjelaskan bahwa zakat berfungsi membersihkan dan menyucikan harta maupun jiwa orang yang menunaikannya. Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah wajib ditunaikan setiap muslim pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan Salat Idulfitri. Adapun zakat mal dikenakan atas harta yang telah memenuhi ketentuan nisab dan haul, seperti emas, perak, uang, hasil perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan, industri, pendapatan atau profesi, hingga harta temuan (rikaz). Tidak semua harta wajib dizakati. Harta yang dikenai zakat harus diperoleh secara halal, dimiliki secara penuh, dapat berkembang, telah mencapai nisab, memenuhi ketentuan haul untuk jenis harta tertentu, serta pemiliknya tidak memiliki utang jangka pendek yang mengurangi kewajiban zakat. Sementara itu, syarat zakat fitrah meliputi beragama Islam, masih hidup hingga akhir Ramadan, serta memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idulfitri. Dalam Islam, zakat hanya dapat disalurkan kepada delapan golongan atau asnaf, yaitu fakir, miskin, amil zakat, mualaf, hamba sahaya yang hendak memerdekakan diri, gharim atau orang yang terlilit utang, fi sabilillah, dan ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Dengan memahami pengertian, jenis, syarat, dan penerima zakat, diharapkan umat Islam dapat menunaikan kewajiban tersebut sesuai ketentuan syariat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.***
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kenapa Jumat Sering Disebut Jumat Berkah? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Keutamaannya
Kenapa Jumat Sering Disebut Jumat Berkah? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Keutamaannya
Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Tak heran jika banyak umat Muslim menyebutnya sebagai Jumat Berkah, karena diyakini sebagai hari penuh kemuliaan dan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. Dipertemukan dengan hari Jumat dianggap sebagai nikmat tersendiri. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan berbagai amalan seperti salat Jumat bagi laki-laki, membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak selawat, bersedekah, serta memanjatkan doa. Hari Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu segala hari. Allah SWT memberikan kemuliaan khusus pada hari ini kepada umat Nabi Muhammad SAW, yang tidak diberikan kepada umat-umat terdahulu. Salah satu alasan Jumat disebut penuh berkah adalah karena setiap amal kebaikan yang dilakukan pada hari tersebut diyakini memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar. Bersedekah pada hari Jumat, misalnya, menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Selain itu, terdapat waktu mustajab pada hari Jumat, yaitu waktu di mana doa-doa seorang hamba berpeluang besar dikabulkan. Banyak ulama berpendapat waktu tersebut berada pada sore hari menjelang masuk waktu Magrib, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak doa. Keistimewaan hari Jumat juga berkaitan dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke surga pada hari Jumat, dan hari kiamat juga akan terjadi pada hari Jumat. Tak hanya itu, melaksanakan salat Jumat dengan khusyuk serta memperbanyak amalan sunnah seperti membaca Surat Al-Kahfi, berzikir, dan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW diyakini menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil di antara dua Jumat. Karena berbagai keutamaan tersebut, hari Jumat menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, menjaga silaturahmi, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Inilah yang membuat hari Jumat dikenal luas sebagai Jumat Berkah.***
ARTIKEL03/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
4 Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Muharram, Rutin Diamalkan untuk Menambah Pahala
4 Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Muharram, Rutin Diamalkan untuk Menambah Pahala
Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah, Muharram menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memohon keberkahan dan kelapangan rezeki dari Allah SWT. Ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin selama Muharram. Selain bernilai ibadah, amalan-amalan ini diyakini dapat menjadi ikhtiar dalam meraih keberkahan hidup dan membuka pintu rezeki. Berikut empat amalan pembuka rezeki yang dapat diamalkan setiap hari selama bulan Muharram: 1. Memperbanyak Istighfar Memohon ampun kepada Allah SWT melalui istighfar menjadi amalan sederhana dengan keutamaan besar. Istighfar dapat dilakukan setelah salat maupun di sela aktivitas sehari-hari sebagai bentuk taubat dan upaya membersihkan diri dari dosa. 2. Menjaga Salat Lima Waktu Salat wajib yang dikerjakan tepat waktu menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Menjaga salat juga merupakan bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam berbagai urusan. 3. Bersedekah Secara Rutin Sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena dapat mendatangkan keberkahan rezeki. Tidak harus dalam jumlah besar, berbagi makanan, membantu sesama, atau mendukung kegiatan sosial juga termasuk sedekah yang bernilai pahala. 4. Menjalankan Puasa Sunnah Muharram Puasa sunnah, terutama Puasa Asyura pada 10 Muharram, memiliki keutamaan yang besar. Selain memperoleh pahala, puasa juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, dan menjadi salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan mengamalkan ibadah tersebut secara konsisten selama Muharram, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan sekaligus meraih keberkahan dalam kehidupan. Bagi masyarakat yang ingin melengkapi amalan dengan menunaikan zakat, infak, atau sedekah, penyaluran dapat dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Selain zakat dan sedekah, tersedia pula layanan pembayaran fidyah, DSKL, serta kurban sesuai kebutuhan. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
ARTIKEL02/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Manfaat Puasa Ayyamul Bidh bagi Kesehatan, dari Detoksifikasi hingga Menjaga Jantung
Manfaat Puasa Ayyamul Bidh bagi Kesehatan, dari Detoksifikasi hingga Menjaga Jantung
Puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Puasa sunnah ini dipercaya mampu membantu proses detoksifikasi alami, menjaga kesehatan organ pencernaan, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Secara kesehatan, puasa Ayyamul Bidh memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membuang racun yang menumpuk di berbagai organ. Selain itu, saluran pencernaan dapat beristirahat karena tidak terus-menerus bekerja mengolah makanan, sehingga membantu proses perbaikan sel-sel tubuh. Tak hanya itu, jeda waktu tanpa asupan makanan juga membantu menstabilkan kadar gula darah dan mendorong tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi. Kondisi ini dapat mendukung pengendalian berat badan sekaligus mengurangi risiko gangguan metabolisme. Rutin menjalankan puasa Ayyamul Bidh juga diyakini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui regenerasi sel-sel imun yang lebih sehat. Di sisi lain, puasa berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung dengan mengontrol tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Dari sisi mental, puasa Ayyamul Bidh melatih kesabaran dan pengendalian diri. Kebiasaan menahan lapar serta menjaga emosi dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan ketenangan batin, dan menjaga kesehatan emosional. Meski memiliki banyak manfaat, puasa tetap perlu dijalankan dengan pola makan bergizi saat sahur dan berbuka serta asupan cairan yang cukup agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah.***
ARTIKEL01/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niat
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niat
Umat Islam dapat mulai mencatat jadwal pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026. Ibadah sunnah ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada kalender Hijriah, bertepatan dengan fase bulan purnama. Pada bulan Juli 2026, Puasa Ayyamul Bidh jatuh pada pertengahan Shafar 1448 Hijriah, yakni selama tiga hari berturut-turut mulai Selasa, 28 Juli 2026 hingga Kamis, 30 Juli 2026. Berikut jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026: 13 Shafar 1448 H: Selasa, 28 Juli 2026 14 Shafar 1448 H: Rabu, 29 Juli 2026 15 Shafar 1448 H: Kamis, 30 Juli 2026 Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, puasa sunnah ini juga menjadi salah satu amalan yang rutin dikerjakan Nabi Muhammad SAW. Sebelum melaksanakan puasa, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai berikut: Arab Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillâhi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta'ala." Dengan mengetahui jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 sejak dini, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk mengamalkan salah satu ibadah sunnah yang penuh keutamaan tersebut.***
ARTIKEL01/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Muharram Termasuk Bulan Haram, Ternyata Menyimpan Banyak Keistimewaan bagi Umat Islam
Muharram Termasuk Bulan Haram, Ternyata Menyimpan Banyak Keistimewaan bagi Umat Islam
Bulan Muharram menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam Islam. Meski disebut sebagai bulan haram, istilah tersebut bukan berarti umat Islam dilarang beraktivitas, melainkan menandakan bahwa Muharram merupakan bulan yang dimuliakan Allah dengan berbagai keutamaan dan pahala berlimpah. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan haram, bersama Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Penetapan empat bulan mulia tersebut dijelaskan Allah dalam Surah At-Taubah ayat 36 sebagai waktu yang memiliki kedudukan istimewa di sisi-Nya. Pada bulan-bulan haram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh karena pahala akan dilipatgandakan. Sebaliknya, perbuatan maksiat juga memiliki konsekuensi yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Salah satu keistimewaan Muharram adalah disebut sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah dalam hadis sahih Rasulullah SAW. Penyebutan tersebut menunjukkan betapa mulianya Muharram dibandingkan bulan lainnya. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa puasa sunnah paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan ibadah melalui puasa sunnah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, hingga menjaga silaturahmi. Muharram juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Pergantian tahun Hijriah mengingatkan umat Islam bahwa waktu terus berjalan sehingga setiap amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dengan memahami makna Muharram sebagai bulan haram, umat Islam diharapkan tidak hanya mengetahui statusnya sebagai bulan yang dimuliakan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbanyak amal kebajikan, menjaga akhlak, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan demi meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.***
ARTIKEL29/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kenali 3 Jenis Sedekah dalam Islam, dari Sedekah Wajib hingga Sedekah Jariyah
Kenali 3 Jenis Sedekah dalam Islam, dari Sedekah Wajib hingga Sedekah Jariyah
Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam karena tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa. Selain sedekah sunnah yang sering dilakukan masyarakat, ternyata ada tiga jenis sedekah yang penting dipahami setiap muslim. Mengacu pada informasi dari BAZNAS, tiga jenis sedekah tersebut meliputi sedekah wajib, sedekah berkelanjutan (sedekah jariyah), dan sedekah sunnah. Masing-masing memiliki hukum, bentuk, dan keutamaan yang berbeda. Jenis pertama adalah sedekah wajib, yakni amalan yang harus ditunaikan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat. Contohnya adalah zakat fitrah yang dibayarkan sebelum Salat Idulfitri serta zakat mal bagi harta yang telah mencapai nisab dan haul. Selain itu, kaffarah dan fidyah juga termasuk dalam kategori sedekah wajib sesuai ketentuan syariat. Sementara itu, sedekah berkelanjutan atau sedekah jariyah merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah meninggal dunia. Bentuknya dapat berupa membantu pembangunan masjid, mendirikan sekolah atau pesantren, hingga menyediakan sarana air bersih yang terus dimanfaatkan masyarakat. Adapun sedekah sunnah merupakan amalan yang sangat dianjurkan meski tidak bersifat wajib. Bentuknya beragam, mulai dari memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, membantu sesama, menyumbangkan sebagian harta, hingga tersenyum kepada orang lain sebagai bentuk kebaikan. Selain itu, membantu dengan tenaga, seperti mengajarkan ilmu, bergotong royong, atau menolong orang yang mengalami kesulitan juga termasuk sedekah sunnah yang bernilai pahala. Memahami ketiga jenis sedekah tersebut diharapkan dapat mendorong umat Islam untuk mengamalkannya sesuai kemampuan. Sedekah wajib menjadi kewajiban yang harus ditunaikan, sedekah jariyah menjadi investasi amal yang manfaatnya terus berlanjut, sedangkan sedekah sunnah menjadi peluang memperbanyak pahala sekaligus mempererat kepedulian sosial. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan digital yang juga mencakup pembayaran fidyah, DSKL, dan kurban sesuai kebutuhan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
ARTIKEL29/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menuju Hari Jumat, Yuk Sedekah di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya!
Menuju Hari Jumat, Yuk Sedekah di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya!
Hari Jumat menjadi salah satu hari istimewa dalam Islam. Hari yang kerap disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari ini memiliki banyak keutamaan, termasuk menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya bersedekah. Sedekah sejatinya dapat dilakukan kapan saja. Namun, bersedekah pada hari Jumat diyakini memiliki nilai keutamaan tersendiri. Selain menjadi amalan yang mulia, sedekah Jumat juga disebut dapat mendatangkan pahala berlipat, membuka pintu rezeki, serta menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan sedekah Jumat, ada beberapa waktu yang dinilai baik untuk melakukannya, yakni setelah salat Subuh, sebelum pelaksanaan salat Jumat, maupun setelah salat Jumat. Kini, menunaikan sedekah Jumat juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui lembaga amil zakat terpercaya. Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang menerima penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah dengan proses yang praktis dan aman. Masyarakat dapat menitipkan sedekah Jumat secara daring melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang. Caranya pun cukup mudah, cukup mengikuti langkah-langkah yang tersedia pada halaman donasi, lalu sedekah dapat ditunaikan kapan saja tanpa harus datang langsung. Bagi yang ingin menyalurkan sedekah Jumat melalui BAZNAS Kota Semarang, kini tersedia laman online bersedekah yang bisa Anda klik melalui link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Dengan kemudahan layanan digital ini, masyarakat diharapkan dapat lebih rutin bersedekah setiap pekan, khususnya di hari Jumat yang penuh keberkahan***
ARTIKEL24/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Arab Latin dan Terjemah Indonesia
Bacaan Niat Puasa Asyura Lengkap dengan Arab Latin dan Terjemah Indonesia
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan informasi perihal bacaan niat puasa Asyura lengkap dengan arab latin dan terjemah Indonesia yang dapat Anda amalkan. Tidak lama lagi puasa Tasua Asyura akan segera tiba, kabarnya di tahun 2026 ini ada perbedaan waktu dari sebelumnya. Apabila mengikuti rukyatul hilal, Tasua Asyura jatuh pada Kamis dan Jumat, 25 - 26 Juni 2026. Namun jika mengikuti hisab, maka Tasua Asyura dilaksanakan hari ini, 24 - 25 Juni 2026. Sebelum Anda melaksanakan puasa sunnah Asyura, berikut bacaan niat yang dapat Anda amalkan: Nawaitu shauma ‘?sy?r?’a sunnatan lill?hi ta‘?l?. Artinya: "Saya niat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'?l?." Adapun waktu membaca niat tersebut, sebagai berikut: Malam Hari: Paling utama dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Siang Hari: Untuk puasa sunnah, niat boleh diucapkan pada pagi atau siang hari (sebelum masuk waktu zawal atau matahari tergelincir), asalkan Anda belum makan, minum, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Itulah bacaan niat puasa Asyura yang dapat Anda amalakan di bulan Muharram ini.***
ARTIKEL24/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasua dan Asyura dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasua dan Asyura dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Umat Islam sebentar lagi akan menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura di bulan Muharram 1448 Hijriah. Berdasarkan penanggalan yang berlaku tahun ini, puasa Tasua diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026. Menjelang pelaksanaannya, muncul pertanyaan yang banyak dicari umat Muslim, yakni bolehkah menggabungkan niat puasa Tasua dan Asyura dengan qadha Ramadhan? Merujuk penjelasan NU Online, hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Asyura atau Tasua memang menjadi pembahasan di kalangan ulama mazhab Syafi’i. Ada ulama yang membolehkan dan menilai seseorang tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah, meski niat utamanya adalah qadha Ramadhan. Pendapat ini dijelaskan oleh Imam Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj. Ia menerangkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari Asyura tetap berpeluang memperoleh pahala puasa sunnah Asyura. Pandangan serupa juga dijelaskan oleh Sayyid Abdurrahman Ba’alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. Ia menyebut ada pendapat ulama yang menilai pahala puasa sunnah tetap bisa diperoleh ketika seseorang menggabungkan niat puasa wajib dengan puasa sunnah tertentu, seperti Arafah, Asyura, maupun puasa sunnah lainnya. Namun, tidak semua ulama sepakat. Dalam penjelasan yang sama, terdapat pendapat lain yang lebih ketat. Imam Abu Makhramah, mengikuti pendapat Imam as-Samhudi, berpendapat bahwa penggabungan dua niat puasa wajib dan sunnah dalam satu pelaksanaan tidak menghasilkan salah satu dari keduanya. Bahkan, ada pula pandangan yang menyebut puasa sunnah tidak sah jika seseorang masih memiliki tanggungan qadha Ramadhan. Dari perbedaan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua dan Asyura memang diperselisihkan ulama. - Pendapat pertama: penggabungan niat diperbolehkan, dan pelakunya tetap berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah Tasua atau Asyura sekaligus menunaikan qadha Ramadhan. - Pendapat kedua: penggabungan niat tidak sah, sehingga puasa wajib dan puasa sunnah sebaiknya dipisahkan. Karena itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan namun ingin menjalankan puasa Tasua dan Asyura, sebaiknya memahami lebih dulu pendapat ulama yang diikuti agar ibadah dijalankan dengan lebih tenang dan mantap.***
ARTIKEL23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Hari Asyura atau 10 Muharram menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam. Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk ibadah sunnah yang penuh keutamaan. Lantas, apa saja sejarah dan peristiwa penting di balik 10 Muharram atau Hari Asyura? Asyura berasal dari kata ‘asyarah yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal ke-10 bulan Muharram. Dalam berbagai literatur, termasuk NU Online, hari ini disebut sebagai hari yang dimuliakan karena banyaknya peristiwa besar dalam sejarah para nabi. 1. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada hari Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS setelah beliau dan Hawa diturunkan ke bumi akibat tergoda bujuk rayu iblis. Peristiwa ini menjadi simbol ampunan dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertaubat. 2. Keselamatan Nabi Ibrahim AS dari Api Pada masa Raja Namrud, Nabi Ibrahim AS dihukum dengan cara dibakar karena menghancurkan berhala. Namun atas kehendak Allah, api justru menjadi dingin dan tidak membahayakan beliau sebagaimana disebut dalam QS Al-Anbiya ayat 69. 3. Bebasnya Nabi Yusuf AS dari Penjara Nabi Yusuf AS juga dikisahkan dibebaskan dari penjara pada hari Asyura setelah sebelumnya difitnah. Setelah itu, beliau diangkat menjadi pejabat penting di Mesir. 4. Kesembuhan Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub AS yang diuji dengan penyakit berat dan kehilangan harta serta keluarga, akhirnya disembuhkan oleh Allah SWT setelah kesabaran panjangnya. 5. Keselamatan Nabi Musa AS dari Fir’aun Peristiwa besar lainnya adalah selamatnya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Laut terbelah dan menjadi jalan keselamatan, sementara Fir’aun dan pasukannya tenggelam. Selain itu, beberapa riwayat juga menyebutkan peristiwa penting lain seperti berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan, hingga berbagai kejadian besar lain dalam sejarah para nabi. Hari Asyura bukan hanya momen sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dalam menolong para nabi dan hamba-Nya yang beriman. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 9 dan 10 Muharram sebagai bentuk ibadah dan penghapusan dosa. Selain itu dianjurkan pula untuk berbagi atau menyantuni anak yatim di bulan penuh keberkahan ini. Apabila Anda ingin menyalurkan santunan melalui lembaga ZIS, BAZNAS Kota Semarang menyediakan Anda untuk sedekah yatim di bulan Muharram 1448, caranya cukup transfer melalui Bank Danamon, masyarakat dapat mengirimkan donasi ke nomor rekening 8880077709. Sementara untuk transfer melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), donasi dapat dikirim ke rekening 0500080084 atas nama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang. Setelah melakukan transfer, donatur dapat melakukan konfirmasi pembayaran melalui nomor WhatsApp 0821-7022-1818 agar proses pencatatan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik. Selain melalui transfer bank, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan masyarakat. Sedekah yatim dapat dilakukan secara online melalui laman resmi kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Demikian informasi yang dapat Anda simak terkait sejarah hari Asyura.***
ARTIKEL22/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Puasa Tasyua dan Asyura? Ini Jadwal Lengkap dengan Bacaan Niat
Kapan Puasa Tasyua dan Asyura? Ini Jadwal Lengkap dengan Bacaan Niat
Umat Islam saat ini telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah. Pada bulan yang dimuliakan ini, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura. Puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram. Kedua puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar, salah satunya sebagai sarana menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa Tasua dan Asyura tahun ini adalah: - Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026 - Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026 Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Sementara puasa Tasua dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura sekaligus untuk membedakan amalan umat Islam dari tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan hari Asyura. Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan umat Islam menambah puasa pada 11 Muharram, yang pada tahun 2026 bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026. Adapun bacaan niat puasa Tasua dan Asyura sebagai berikut: Niat Puasa Tasua: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT." Terdapat pula lafal niat yang umum digunakan: Nawaitu shauma taasu'aa sunnatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Saya niat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta'ala." Niat Puasa Asyura: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT." Lafal lain yang juga umum dibaca adalah: Nawaitu shauma 'aasyuuraa sunnatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala." Karena itu, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura guna meraih keutamaan serta keberkahan di bulan Muharram. Demikian informasi terkait waktu pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura lengkap dengan niatnya.***
ARTIKEL19/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan 10 Muharram 1448 H? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Jadwal Puasa Sunnahnya
Kapan 10 Muharram 1448 H? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Jadwal Puasa Sunnahnya
Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam di Indonesia kembali menyambut salah satu bulan yang dimuliakan dalam ajaran Islam. Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk dalam empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, bulan Muharram juga identik dengan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Namun pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan tersebut membuat jadwal pelaksanaan Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura juga berbeda. Karena itu, warga Semarang yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan Muharram perlu mengetahui jadwal sesuai dengan pedoman yang dianut masing-masing. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia serta Maklumat Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan dasar tersebut, maka jadwal puasa sunnah Muharram adalah sebagai berikut: - Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026 - Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026 Jadwal ini menjadi acuan bagi mayoritas umat Islam yang mengikuti ketetapan pemerintah maupun Muhammadiyah. Sementara itu, Nahdlatul Ulama melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan bahwa hilal tidak terlihat pada 15 Juni 2026. Oleh sebab itu, bulan Zulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari atau istikmal. Berdasarkan hasil tersebut, NU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa sunnah versi NU adalah: - Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026 - Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026 Perbedaan penetapan ini merupakan hal yang lazim terjadi dalam kalender Hijriah karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan, baik melalui hisab maupun rukyat. Keutamaan Puasa Asyura yang Sayang Dilewatkan Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa pada hari tersebut. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa salah satu keutamaan Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya. Selain itu, Puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram juga dianjurkan sebagai bentuk pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang pada masa Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari Asyura. Bagi masyarakat Semarang yang ingin memperbanyak ibadah di bulan Muharram, puasa sunnah ini dapat menjadi salah satu amalan yang mudah dilakukan namun memiliki pahala yang besar. Dengan mengetahui jadwal yang tepat sesuai pedoman masing-masing, umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak melewatkan momentum ibadah yang hanya datang sekali dalam setahun tersebut. Karena itu, pastikan untuk mencatat tanggal Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura 2026 sesuai versi yang Anda ikuti agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengapa Muharram Disebut dengan Hari Penting? Kenali Makna dan Sejarahnya
Mengapa Muharram Disebut dengan Hari Penting? Kenali Makna dan Sejarahnya
Memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, bersiap menyambut Tahun Baru Hijriah yang menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam. Tidak sekadar pergantian tahun, Muharram menyimpan sejarah panjang serta berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai salah satu bulan paling mulia dalam ajaran Islam. Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah atau kalender Qamariyah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kehadiran bulan ini menandai dimulainya tahun baru Islam yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 1 Muharram. Bagi masyarakat Muslim di Semarang, momentum Muharram kerap diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, hingga refleksi diri untuk menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih baik. Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dikenal sebagai Al Asyhur Al Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai kebaikan. Keistimewaan Muharram juga disebutkan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut memiliki keutamaan besar, termasuk menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang telah lalu atas izin Allah SWT. Karena itu, Muharram sering dianggap sebagai momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik. Di balik peringatan Tahun Baru Islam, terdapat sejarah penting mengenai lahirnya kalender Hijriah yang digunakan umat Islam hingga saat ini. Dikutip dari berbagai riwayat yang juga dijelaskan dalam literatur Islam, penetapan kalender Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun ke-17 Hijriah. Kala itu, Umar bin Khattab menerima surat dari Abu Musa Al-Asy'ari RA. Namun surat tersebut tidak mencantumkan tanggal maupun waktu pengiriman sehingga menimbulkan kesulitan dalam administrasi pemerintahan. Situasi tersebut mendorong Umar bin Khattab untuk mengumpulkan para sahabat dan tokoh penting Islam guna membahas perlunya sistem penanggalan resmi bagi umat Islam. Dalam musyawarah tersebut muncul beberapa usulan untuk dijadikan titik awal kalender Islam, mulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya beliau menjadi Rasul, tahun wafatnya Nabi, hingga peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah. Setelah melalui berbagai pertimbangan, para sahabat akhirnya sepakat memilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan Islam. Usulan tersebut disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib RA dan diterima oleh para sahabat lainnya. Sejak saat itu, kalender Islam dikenal sebagai kalender Hijriah, yang berasal dari kata "Hijrah" sebagai simbol perubahan, perjuangan, dan awal kehidupan baru bagi umat Islam. Bagi warga Semarang dan umat Islam pada umumnya, datangnya bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun. Lebih dari itu, bulan ini merupakan kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah. Semangat hijrah yang menjadi dasar penetapan kalender Islam dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan memahami sejarah dan makna Muharram, umat Islam diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan penuh rasa syukur, optimisme, dan semangat memperbanyak amal kebaikan.***
ARTIKEL18/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
4 Amalan Sunnah di Bulan Muharram 1448 H, Lakukan untuk Menambah Keberkahan
4 Amalan Sunnah di Bulan Muharram 1448 H, Lakukan untuk Menambah Keberkahan
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah segera tiba dan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memulai lembaran baru yang lebih baik. Bulan Muharram yang menandai awal kalender Hijriah dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam Islam, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, datangnya bulan Muharram tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Karena keistimewaan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menghindari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram 1448 Hijriah. 1. Memperbanyak Puasa Sunnah Muharram Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah menjalankan puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar setelah puasa Ramadan. Puasa Tasu'a yang dilaksanakan pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram menjadi amalan yang banyak dilakukan umat Islam. Selain mendapatkan pahala, puasa juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Bagi warga Semarang yang memiliki aktivitas padat, puasa sunnah tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kesehatan dan pekerjaan masing-masing. 2. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi kepada Sesama Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan makanan, membantu tetangga yang kesulitan, hingga menyantuni anak yatim. Di Kota Semarang sendiri, banyak kegiatan sosial yang biasanya digelar oleh masjid, komunitas, maupun lembaga kemanusiaan selama bulan Muharram. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat solidaritas sekaligus menebar manfaat bagi sesama. Selain membantu orang lain, sedekah juga diyakini menjadi jalan untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. 3. Memperbanyak Dzikir dan Doa Memasuki tahun baru Hijriah menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan doa. Umat Islam dapat mengisi waktu dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dzikir dan doa tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membantu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Banyak umat Muslim memanfaatkan awal tahun Hijriah untuk memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan selama satu tahun ke depan. 4. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memulai kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Tidak hanya membaca, umat Islam dianjurkan memahami makna ayat-ayat yang dibaca dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dapat menjadi langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik sepanjang tahun. 5. Menjaga Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, bulan Muharram juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan menghindari perselisihan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Di tengah kesibukan masyarakat perkotaan seperti Semarang, menjaga komunikasi dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga menjadi hal yang penting. Hubungan yang harmonis dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan penuh keberkahan. Muharram 1448 Hijriah menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas diri, tahun baru Islam dapat menjadi awal yang penuh keberkahan dan harapan baru.***
ARTIKEL17/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa 1 hingga 10 Muharram 1448 H Lengkap dengan Artinya
Bacaan Niat Puasa 1 hingga 10 Muharram 1448 H Lengkap dengan Artinya
Umat Islam kini telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang memiliki banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan selama bulan ini adalah puasa sunnah Muharram, termasuk Puasa Tasua dan Puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar. Bagi warga Semarang dan sekitarnya yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah Muharram, penting untuk mengetahui bacaan niat yang benar agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai tuntunan syariat. Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala. Niat Puasa Muharram Tanggal 1-8 Muharram 1448 H Puasa Muharram dapat dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga seterusnya di bulan Muharram. Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak dianjurkan berpuasa satu bulan penuh karena hal tersebut tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut bacaan niat puasa sunnah Muharram: Latin: Nawaitu shauma asy-syahri al-muharrami sunnatan lill?hi ta'?l?. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah di bulan Muharam karena Allah Ta'ala." Niat Puasa Tasua 9 Muharram Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini memiliki nilai istimewa karena menjadi pembeda antara umat Islam dan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Berikut bacaan niat Puasa Tasua: Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatit Tasu'a lillâhi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah Ta'ala." Niat Puasa Asyura 10 Muharram Sementara itu, Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu keutamaannya adalah dihapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah riwayat sahih. Berikut bacaan niat Puasa Asyura: Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala." Kapan Waktu Membaca Niat Puasa Muharram? Secara umum, niat puasa sunnah sebaiknya dibaca pada malam hari, yakni sejak setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Namun karena termasuk puasa sunnah, terdapat keringanan bagi seseorang yang belum sempat berniat pada malam hari. Seseorang masih diperbolehkan berniat setelah terbit fajar hingga sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, maupun aktivitas lain yang membatalkan puasa. Berikut bacaan niat puasa Muharram yang dapat dibaca pada siang hari: Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ada'i sunnati syahri Muharrami lillahi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa pada hari ini untuk menunaikan puasa sunnah bulan Muharam karena Allah Ta'ala." Sedangkan untuk Puasa Tasua maupun Asyura yang diniatkan pada siang hari, bacaannya adalah: Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an ada'i sunnatit Tasu'a awil asyura lillâhi ta'ala. Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah Ta'ala." Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa niat yang dilakukan pada siang hari untuk Puasa Tasua dan Asyura tidak menjadikannya sebagai puasa satu hari penuh. Dalam pandangan tersebut, puasa tetap sah namun dihitung sebagai puasa sunnah mutlak. Memasuki bulan Muharram 1448 H, umat Islam di Semarang diharapkan dapat memanfaatkan bulan yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Muharram, Tasua, dan Asyura sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.***
ARTIKEL17/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sambut Bulan Muharram, Ini Tata Cara Sedekah untuk Anak Yatim di BAZNAS Kota Semarang
Sambut Bulan Muharram, Ini Tata Cara Sedekah untuk Anak Yatim di BAZNAS Kota Semarang
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah segera tiba. Menjelang pergantian tahun dalam kalender Islam tersebut, umat Muslim di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, mulai mempersiapkan berbagai amalan untuk menyambut datangnya bulan Muharram. Selain membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun yang biasa diamalkan menjelang pergantian tahun Hijriah, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak ibadah sosial, salah satunya dengan menyantuni anak yatim. Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini terdapat Hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharram. Momen tersebut kerap dikaitkan dengan tradisi berbagi kepada anak yatim sehingga Muharram sering disebut masyarakat sebagai “Lebaran Anak Yatim”. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar. Bagi warga Semarang yang ingin menyalurkan santunan kepada anak yatim, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui lembaga amil zakat resmi dan terpercaya. Dengan menyalurkan bantuan melalui lembaga yang kredibel, dana yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat. Salah satu lembaga yang dapat menjadi pilihan adalah BAZNAS Kota Semarang. Melalui program sosial yang dijalankan, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam membantu anak-anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah Kota Semarang. Santunan yang diberikan tidak harus dalam jumlah besar. Berapapun nominal yang disalurkan dapat menjadi bentuk kepedulian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, perlengkapan sekolah, kebutuhan sehari-hari, maupun dukungan sosial lainnya. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat, semangat berbagi menjadi salah satu nilai penting yang terus dijaga. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi secara daring sehingga masyarakat dapat menyalurkan santunan dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. Prosesnya dapat dilakukan melalui perangkat ponsel maupun komputer yang terhubung dengan internet. Warga yang ingin berpartisipasi dalam program santunan anak yatim dapat mengakses laman resmi donasi BAZNAS Kota Semarang melalui tautan berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Semarang diharapkan tidak hanya memperbanyak ibadah secara personal, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Menyantuni anak yatim menjadi salah satu amalan yang dapat membawa manfaat luas, baik bagi penerima maupun pemberi, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Momentum Muharram pun dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, melainkan juga dibagikan kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang dari sesama.***
ARTIKEL15/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →