WhatsApp Icon
Bingung Mau Zakat Emas di Mana? Salurkan ke BAZNAS Kota Semarang, Ini Cara Menghitungnya

Emas kini tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyimpan aset dan investasi jangka panjang. Namun, bagi umat Islam, kepemilikan emas juga memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Zakat emas wajib dikeluarkan apabila jumlah emas yang dimiliki telah mencapai nisab 85 gram emas murni dan telah tersimpan atau dimiliki selama satu tahun (haul). Besaran zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari nilai emas.

Sebagai contoh, jika harga emas Rp1,6 juta per gram, maka nilai nisab 85 gram mencapai Rp136 juta. Sementara pemilik emas sebanyak 100 gram memiliki nilai sekitar Rp160 juta.

Dengan demikian, zakat emas yang perlu ditunaikan sebesar 2,5 persen dari Rp160 juta, yakni Rp4 juta.

Bagaimana jika emas yang dimiliki terdiri dari beberapa bentuk? Jumlahnya dapat diperhitungkan secara keseluruhan. Misalnya, seseorang memiliki emas batangan 60 gram dan perhiasan emas 30 gram. Total kepemilikannya menjadi 90 gram sehingga telah melewati nisab.

Jika menggunakan harga emas Rp1,6 juta per gram, nilai 90 gram tersebut mencapai Rp144 juta. Zakat yang harus dikeluarkan sebesar Rp3,6 juta.

Perlu diketahui, angka harga emas tersebut hanya merupakan ilustrasi. Nilai rupiah dari nisab dapat berubah mengikuti harga emas yang berlaku. Karena itu, masyarakat perlu menggunakan harga emas terkini saat melakukan perhitungan zakat.

Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan zakat emas secara praktis, BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan pembayaran zakat secara online melalui situs resminya. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut untuk menunaikan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor.

Pembayaran zakat secara daring dapat dilakukan melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang di:

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

Dengan memahami nisab dan besaran zakat, masyarakat dapat memastikan kewajiban zakat emas ditunaikan sesuai ketentuan sekaligus menyalurkannya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kota Semarang.***

14/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
6 Amalan Hari Jumat untuk Meraih Pahala Berlimpah, Jangan Lewatkan!

SEMARANG – Hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari karena memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

Keistimewaan hari Jumat menjadi alasan bagi umat Islam untuk lebih memperhatikan berbagai amalan yang dapat dilakukan. Rasulullah SAW menjelaskan sejumlah keutamaan hari Jumat, termasuk berbagai peristiwa penting dalam perjalanan kehidupan manusia.

Meski demikian, meningkatkan ibadah pada hari Jumat bukan berarti amal hanya dilakukan pada hari tersebut. Momentum Jumat dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah yang telah dilakukan sehari-hari.

Berikut sejumlah amalan hari Jumat yang dapat dilakukan untuk mengisi hari yang mulia tersebut:

1. Mempersiapkan Diri untuk Salat Jumat

Bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat, salat Jumat merupakan ibadah penting. Persiapan dapat dilakukan dengan mandi, membersihkan diri, mengenakan pakaian yang bersih dan baik, serta menggunakan wewangian jika tersedia.

Persiapan tersebut sebaiknya dilakukan dengan tenang sehingga dapat mengikuti rangkaian salat Jumat dengan lebih khusyuk.

2. Datang ke Masjid Lebih Awal

Berangkat ke masjid lebih awal sebelum salat Jumat dimulai menjadi salah satu kebiasaan baik yang dapat dilakukan. Waktu sebelum salat dapat dimanfaatkan untuk menjalankan ibadah lain, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, atau salat sunnah.

3. Mendengarkan Khutbah dengan Khusyuk

Saat khatib menyampaikan khutbah, jamaah dianjurkan menjaga perhatian dan ketenangan. Hindari berbicara, bercanda, bermain ponsel, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyukan dan jamaah di sekitar.

4. Memperbanyak Shalawat

Hari Jumat juga dapat diisi dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca shalawat menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW dan termasuk amalan yang dianjurkan untuk mengisi keutamaan hari Jumat.

5. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi juga dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan pada hari Jumat. Waktu membacanya dapat disiapkan sejak malam Jumat hingga hari Jumat.

Bagi yang memiliki kesibukan, membaca Al-Kahfi dapat dijadwalkan pada waktu yang memungkinkan agar tetap dapat dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.

6. Bersedekah Sesuai Kemampuan

Sedekah menjadi amalan lain yang dapat dilakukan untuk mengisi hari Jumat. Tidak harus dalam jumlah besar, umat Muslim dapat bersedekah sesuai kemampuan dan keikhlasan.

Sedekah dapat diberikan kepada fakir miskin, orang yang membutuhkan, tetangga yang mengalami kesulitan, maupun digunakan untuk mendukung pendidikan dan fasilitas ibadah.

Pada akhirnya, nominal bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam bersedekah. Kepedulian, keikhlasan, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain menjadi bagian penting dari amal tersebut.

Dengan memanfaatkan hari Jumat untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan, umat Muslim dapat menjadikan sayyidul ayyam sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.***

10/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Cara Menggunakan Kalkulator Zakat Mal BAZNAS dengan Mudah

Menghitung zakat mal kini dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan kalkulator zakat yang disediakan BAZNAS. Fitur ini membantu masyarakat memperkirakan kewajiban zakat berdasarkan jenis dan jumlah harta yang dimiliki.

Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas harta seorang Muslim apabila telah memenuhi ketentuan syariat, termasuk nisab dan, untuk jenis harta tertentu, haul. Karena setiap jenis harta memiliki ketentuan yang dapat berbeda, pengguna perlu mengetahui terlebih dahulu harta yang masuk dalam objek zakat.

Cara menggunakan kalkulator zakat mal BAZNAS cukup sederhana:

Pertama, identifikasi seluruh harta yang dimiliki. Selanjutnya, tentukan harta yang termasuk objek zakat dan periksa apakah nilainya telah mencapai nisab serta memenuhi ketentuan haul apabila berlaku.

Setelah itu, masukkan nominal harta pada kolom sesuai kategori yang tersedia dalam kalkulator. Pastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar sebelum melihat hasil perhitungan zakat.

Sebagai contoh, seseorang memiliki tabungan yang telah memenuhi ketentuan nisab dan haul. Nilai tabungan tersebut dapat dimasukkan ke dalam kategori yang sesuai sehingga kalkulator dapat membantu menghitung perkiraan zakat yang harus ditunaikan.

Penggunaan kalkulator zakat mal dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengetahui kewajiban zakat atas harta yang dimiliki. Namun, apabila kondisi harta cukup kompleks atau terdapat jenis harta dengan ketentuan khusus, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan amil zakat atau pihak yang memahami fikih zakat.

Dengan memahami jenis harta, nisab, dan haul serta memasukkan data secara tepat, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui perkiraan kewajiban zakat mal dan menunaikannya sesuai ketentuan.***

10/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Tanggal Kembar Jangan Cuman Chekout, Yuk Berzakat, Infak, Sedekah, Ini Caranya!

Tanggal kembar di tiap bulannya selalu menjadi incaran waktu yang tepat untuk membeli beragam keperluan melalui marketplace yang sekarang banyak digunakan, seperti halnya shopee, TikTok Shop, ataupun Tokopedia. 

Biasanya di momen tanggal kembar tersebut terdapat beragam promo spesial hingga potongan harga yang membuat netizen tergiur untuk checkout di beberapa marketplace yang tersedia. Untuk itu, agar momen tanggal kembarmu tidak untuk checkout barang-barang saja, yuk berzakat, infak dan sedekah melalui lembaga amil terpercaya dan transparan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjadi salah satu lembaga amil yang bisa Anda pilih untuk melakukan pembayaran ZIS yang transparan dan terpercaya. Lembaga tersebut memiliki lima pilar utama untuk melakukan penyaluran ZIS yang dirangkum dalam panca program. 

Panca program BAZNAS Kota Semarang terdiri dari Semarang Makmur, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Peduli dan Semarang Taqwa. Melalui lima panca tersebut BAZNAS Kota Semarang selalu berkomitmen untuk membantu sesama dengan dana yang terkumpul dari muzakki, maupun munfik. 

Untuk itu, bagi Anda yang ingin membantu sesama melalui BAZNAS Kota Semarang, dapat salurkan melalui link berikut ini dengan cara yang mudah dan cepat. 

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah

Anda dapat pilih salah satu link guna melakukan pembayaran ZIS, kemudian pilih jenis dana, dan lengkapi data nama, nomor handphone dan email yang tersedia dalam kolom tersebut. Setelah itu, Anda dapat melakukan konfirmasi melalui nomor +62 821-7022-1818 a.n Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang. 

Dalam link tersebut Anda juga dapat melakukan penghitungan zakat dengan kalkulator zakat yang tersedia di kantor digital BAZNAS Kota Semarang. 

Demikian informasi mengenai cara melakukan pembayaran ZIS di tanggal kembar yang dapat Anda ketahui.***

09/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Begini Cara Menghitung Zakat Tabungan, Lengkap dengan Syarat Wajibnya

SEMARANG – Zakat tabungan menjadi bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan umat Islam apabila harta yang dimiliki telah memenuhi ketentuan syariat. Tabungan yang tersimpan di rekening bank maupun dalam bentuk simpanan lainnya dapat dikenai zakat apabila telah mencapai nisab dan haul.

Zakat sendiri merupakan rukun Islam ketiga dan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban finansial. Zakat juga menjadi ibadah untuk membersihkan harta sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Mengacu pada informasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), salah satu syarat utama zakat tabungan adalah harta tersebut dimiliki oleh seorang Muslim secara penuh dan berasal dari sumber yang halal.

Selain itu, tabungan harus mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas. Karena harga emas dapat berubah, nilai nisab dalam rupiah juga ikut mengalami perubahan.

Cara mengetahui nilai nisab cukup sederhana, yakni:

Nisab = 85 gram × harga emas per gram

Sebagai contoh, apabila harga emas yang digunakan sebagai acuan sebesar Rp1,6 juta per gram, maka nisabnya adalah:

85 × Rp1.600.000 = Rp136 juta.

Artinya, dalam ilustrasi tersebut, tabungan yang mencapai Rp136 juta atau lebih dan memenuhi ketentuan lainnya dapat masuk dalam perhitungan zakat.

Selain nisab, tabungan juga harus memenuhi haul, yakni telah dimiliki selama satu tahun hijriah. Besaran zakat tabungan yang harus dikeluarkan adalah 2,5 persen dari harta yang memenuhi ketentuan zakat.

Sebagai contoh, seseorang memiliki tabungan Rp200 juta yang telah mencapai nisab dan haul. Maka perhitungan zakatnya:

Rp200.000.000 × 2,5 persen = Rp5.000.000.

Dengan demikian, zakat tabungan yang perlu ditunaikan sebesar Rp5 juta.

Untuk tabungan dengan saldo yang naik turun, penghitungan haul dapat menjadi lebih kompleks. Karena itu, apabila kondisi tabungan sering berubah atau terdapat perbedaan dalam penerapan ketentuan zakat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan amil zakat atau ahli fikih agar perhitungannya sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat tabungan di Kota Semarang, pembayaran dapat dilakukan melalui layanan zakat resmi BAZNAS Kota Semarang secara daring.

https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat

Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor.***

08/09/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Ketahui! Ini Keutamaan Sedekah di Bulan Dzulhijjah: Dilipatgandakan Pahala Amal Ibadah
Ketahui! Ini Keutamaan Sedekah di Bulan Dzulhijjah: Dilipatgandakan Pahala Amal Ibadah
Bulan Dzulhijjah selalu menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain dikenal sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji dan kurban, bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh, termasuk bersedekah. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa amalan kebaikan yang dilakukan pada hari-hari pertama Dzulhijjah memiliki nilai pahala yang sangat besar dan lebih dicintai oleh Allah SWT. Tidak mengherankan bila banyak umat Islam memanfaatkan bulan penuh kemuliaan ini untuk berlomba-lomba menebar kebaikan. Sedekah sendiri merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, karena memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Ketika dilakukan pada bulan Dzulhijjah, sedekah menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan hari-hari yang diberkahi, termasuk sepuluh hari pertamanya yang disebut sebagai waktu paling utama untuk memperbanyak ibadah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menegaskan keutamaan luar biasa dari amalan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Beliau bersabda, “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah, sebagai bagian dari amal saleh, akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar jika dilakukan di waktu tersebut. Allah SWT juga menggambarkan betapa besarnya ganjaran bagi orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan kebaikan. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 disebutkan bahwa sedekah dapat dilipatgandakan hingga ratusan kali, seperti benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir dengan seratus biji pada setiap bulirnya. Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap sedekah yang kita keluarkan tidak akan sia-sia, bahkan akan mendatangkan pahala berlipat yang hanya Allah yang menentukan kadarnya. Bagi mereka yang belum mampu berkurban, sedekah juga menjadi alternatif ibadah bernilai tinggi pada bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak mampu berkurban, maka hendaklah ia memperbanyak sedekah.” Hal ini menegaskan bahwa setiap Muslim tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pahala besar di bulan mulia ini. Selain sebagai ibadah, sedekah juga menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan menambah keberkahan. Sedekah juga dapat menghapus dosa, sebagaimana air memadamkan api, serta memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi pelakunya. Untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sedekah, BAZNAS Kota Semarang kini menyediakan layanan sedekah online yang cepat, mudah, dan transparan. Anda dapat langsung menunaikan sedekah melalui laman resmi berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Demikian ulasan mengenai keutamaan sedekah di bulan Dzulhijjah 2026. Semoga menjadi pengingat untuk terus menebar kebaikan di bulan penuh berkah ini.***
ARTIKEL20/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Arab Latin dan Terjemahannya
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap dengan Arab Latin dan Terjemahannya
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan informasi terkait bacaan niat puasa dzulhijjah yang sudah berlangsung sejak tanggal 18 Mei 2026 kemarin. Dzulhijjah adalah bulan ke 12 dan terakhir dalam kalender Hijriah yang sering dikenal dengan bulan ibadah haji serta kurban. Sepuluh hari pertama di bulan ini menjadi salah satu hari-hari yang dimuliakan, sehingga dianjurkan untuk melaksanakan kesunnahannya seperti halnya melaksanakan puasa. Puasa di bulan Dzulhijjah dilaksanakan selama 10 hari lamanya, yakni mulai tanggal 1-10 Dzulhijjah yang mana 2 harinya termasuk Tarwiyah dan Arafah, sehingga untuk melaksanakan puasa terdapat pebedaan niat yang perlu Anda ketahui. Agar tidak terjadi kesalahan dalam melafalkan niat puasa dzulhijjah, Anda dapat simak selengkapnya pada artikel ini. Dilansir dari laman NU Online, berikut bacaan niat puasa 1-7 Dzulhijjah, lengkap dengan puasa 8 Dzulhijjah (tarwiyah) dan puasa 9 Dzulhijjah yakni arafah: 1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ." 2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta'âlâ." 3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an ada'i arafata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ." Demikian informasi mengenai niat puasa Dzulhijjah 1447 H yang dapat Anda lafalkan ketika hendak melaksanakan kesunnah di bulan penuh berkah ini.***
ARTIKEL20/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
3 Hikmah Idul Adha 2026: Makna Mendalam di Balik Pengorbanan dan Kepedulian Sosial
3 Hikmah Idul Adha 2026: Makna Mendalam di Balik Pengorbanan dan Kepedulian Sosial
Menjelang datangnya Idul Adha 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali diingatkan pada rangkaian ibadah yang sarat makna dan penuh nilai spiritual. Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, melainkan momen besar untuk meneguhkan kembali makna keikhlasan, ketaatan, serta kepedulian sosial. Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga hikmah Idul Adha yang perlu direnungkan agar ibadah kurban membawa manfaat lahir dan batin. Sebelum memasuki inti pembahasan, penting untuk memahami bahwa nilai utama Idul Adha tidak hanya terletak pada ritualnya. Di balik prosesi kurban, terkandung pelajaran hidup yang mampu membentuk karakter seorang Muslim agar semakin dekat dengan Allah SWT dan semakin peka terhadap sesama. Oleh karena itu, memahami hikmah Idul Adha menjadi bagian penting dalam menyempurnakan makna ibadah. 1. Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Hikmah Idul Adha yang paling utama adalah kisah monumental tentang ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi simbol kepasrahan dan kepatuhan total terhadap perintah Allah SWT, bahkan saat perintah tersebut terasa sangat berat dan sulit diterima secara logika manusia. Perintah penyembelihan seorang anak oleh ayahnya sendiri bukanlah perkara mudah, tetapi keduanya menunjukkan keteguhan iman yang sempurna. Dalam keseharian, hikmah ini mengajarkan bahwa keimanan harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Ujian hidup yang kita hadapi sering kali membutuhkan “pengorbanan” dalam bentuk kesabaran, kejujuran, dan kemampuan menahan hawa nafsu. Idul Adha mengingatkan bahwa ketaatan kepada Allah adalah prioritas utama di atas kepentingan duniawi. Selain itu, kisah Nabi Ibrahim juga menjadi teladan tentang keikhlasan. Beliau tidak memperdebatkan perintah Allah, tetapi melaksanakan dengan hati yang berserah penuh. Inilah makna mendalam yang menjadi fondasi ibadah kurban: penyembelihan ego, kesombongan, dan keinginan duniawi agar hati kembali bersih. 2. Menghadirkan Keikhlasan dalam Setiap Ibadah Keikhlasan merupakan hikmah penting dari perayaan Idul Adha. Dalam proses berkurban, Allah SWT menekankan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging maupun darah hewan, melainkan ketakwaan dan niat tulus pelakunya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Hajj ayat 37, yang menegaskan bahwa nilai spiritual kurban terletak pada niat. Hikmah ini mengingatkan bahwa setiap amal ibadah harus dilandasi oleh keikhlasan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkannya dengan berbuat baik tanpa berharap pujian. Sikap ikhlas akan melahirkan ketenangan hati dan menjauhkan kita dari sifat riya. Idul Adha menjadi momentum pelatihan spiritual untuk menjaga kemurnian niat dalam setiap tindakan. 3. Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian Sosial Salah satu nilai paling terasa dari Idul Adha adalah tumbuhnya semangat berbagi. Daging kurban yang dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar menjadi simbol bahwa Islam mengajarkan keadilan sosial. Dalam momen ini, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin karena semua merasakan nikmat yang sama. Hikmah Idul Adha juga menegaskan bahwa sebagian harta yang kita miliki merupakan hak orang lain. Dengan berbagi, umat Islam mempererat tali persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial. Momentum Idul Adha pun menjadi ajang untuk menghadirkan empati dan memperkuat kebersamaan dalam masyarakat. Lebih dari sekadar ritual, aktivitas berbagi daging kurban menunjukkan bahwa Idul Adha adalah waktu untuk memperkokoh hubungan antar manusia. Ibadah ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga membangun harmoni sosial yang saling menguatkan. Idul Adha 2026 menjadi kesempatan bagi kita untuk memperdalam makna pengorbanan, memperkuat keikhlasan, dan meningkatkan kepedulian. Dengan memahami hikmah-hikmah ini, diharapkan umat Islam dapat memaknai ibadah kurban tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai pedoman hidup yang membawa keberkahan. Bagi Anda yang ingin melaksanakan qurban dengan mudah, cepat dan pendistribusian transparan dapat salurkan juga melalui BAZNAS Kota Semarang. Cukup dengan klik link berikut ini yang tersedia di laman kantor digital BAZNAS Kota Semarang. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Caranya dengan pilih jenis dana qurban dan ikuti beberapa langkah yang tersedia. Demikian informasi mengenai 3 hikmah Idul Adha 2026 yang dapat Anda ketahui.***
ARTIKEL19/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap dengan Niatnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap dengan Niatnya
Bulan Dzulhijjah sudah tiba, mulai tanggal 18 Mei 2026 seluruh umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah untuk menyambut datangnya bulan penuh keberkahan ini. Seperti kita ketahui, saat bulan dzulhijjah datang, kita dianjurkan melaksanakan puasa sunnah 10 hari hingga menjelang datangnya tarwiyah dan arafah. Akan tetapi, terkadang ada pula yang ingin melaksanakan puasa sunnah tersebut namun belum menyelesaikan qadha puasa Ramadhan di tahun ini. Lantas, apakah boleh menggabungkan keduanya? Untuk mengetahui jawabannya, Anda dapat simak penjelasannya pada artikel ini lengkap dengan niat. Apakah boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Dzulhijjah? Mengutip penjelasan MUI Digital, seseorang dibolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari-hari sunnah di bulan Dzulhijjah. Artinya, ketika ia berpuasa untuk mengganti kewajiban Ramadhan, ia tetap mendapatkan keutamaan puasa sunnah Dzulhijjah. Pandangan ini juga selaras dengan fatwa Imam Al-Barizi yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi. Dalam penjelasannya, beliau menyebut bahwa puasa di hari-hari yang memiliki keutamaan khusus secara otomatis menghadirkan pahala puasa sunnah, meskipun seseorang hanya berniat mengerjakan puasa wajib seperti qadha Ramadhan. Namun, laman NU Online menyarankan bahwa bagi seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, lebih baik mendahulukan puasa wajib. Tetapi jika teringat mendekati hari-hari dianjurkannya puasa Dzulhijjah, maka qadha Ramadhan bisa dilakukan pada saat itu agar mendapatkan dua pahala sekaligus. Buya Yahya juga menegaskan hal serupa dalam kajiannya di Al-Bahjah TV. Menurut beliau, puasa wajib harus didahulukan dan tidak boleh digabungkan niatnya. Niat puasa qadha harus berdiri sendiri, sementara pahala puasa sunnah akan otomatis mengikuti karena dilakukan di hari-hari yang utama. Puasa Dzulhijjah dianjurkan dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Berikut niatnya: 1. Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah: “Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala.” Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.” 2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala.” Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah karena Allah Ta’ala.” 3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): “Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aala.” Artinya: “Aku berniat puasa Arafah karena Allah Ta’ala.” Dengan memahami hukum dan tata caranya, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah dengan penuh kesadaran dan keutamaan. Semoga ibadah kita diterima dan diberkahi Allah SWT.***
ARTIKEL18/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kurban sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Modern
Kurban sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Modern
Di tengah dunia yang diwarnai ketimpangan dan ketidakadilan distribusi kekayaan yang mendorong manusia untuk terus memiliki, menumpuk, dan mengakumulasi kekayaan, ibadah kurban hadir dengan logika yang berlawanan. Ia tidak mengajarkan bagaimana memperoleh, tetapi bagaimana mengikhlaskan. Dalam sistem kapitalisme, orang bebas mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Itu tidak salah. Justru dianggap wajar, bahkan didorong. Distribusi? Ya, diserahkan ke pasar. Siapa punya akses, dia dapat. Tapi kurban tidak berjalan dengan logika itu. Di momen kurban, harta yang kita punya tidak lagi dipertahankan, tapi dilepas. Dan pelepasannya juga tidak acak, sudah jelas arahnya kepada orang yang membutuhkan. Ada satu ayat cukup menampar cara berpikir kita, yaitu Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 37. Intinya sederhana: bukan daging atau darah yang sampai kepada Allah, tapi ketakwaan. Artinya adalah yang dilihat bukan output fisiknya, tapi proses batinnya. Ini menarik, karena berarti kurban itu sebenarnya lebih banyak bekerja di dalam diri manusia, bukan di luar. Yang membuat kurban unik adalah posisinya yang tidak wajib, namun juga tidak bisa dianggap enteng. Kalau pajak, jelas diwajibkan setiap individu. Kalau sedekah, adalah kesukarelaan. Tapi kurban? Sunnah, tapi ada dorongan moral yang cukup kuat, apalagi kalau kita mampu. Dan anehnya, justru dari situ muncul distribusi yang nyata. Tidak ada negara yang memaksa. Tidak juga sepenuhnya diatur pasar. Tapi setiap tahun, dalam waktu yang sangat singkat, daging bisa tersebar ke banyak orang. Kurban memang tidak menyelesaikan masalah itu secara total. Tapi setidaknya, ia memberikan kehangatan di setiap rumah kaum muslimin, walaupun sederhana. Orang yang punya kemampuan membeli hewan kurban. Lalu dagingnya dibagikan. Ini merupakan proses yang tidak rumit, namun memiliki dampak yang nyata Di dunia yang terus mendorong kita untuk mengambil sebanyak-banyaknya. Kurban berfungsi sebagai ”rem” manusia selalu mengikhlaskan apa yang diperoleh. Kurban adalah ritual tahunan, untuk selalu mengingat di sekeliling kita.
ARTIKEL18/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Kurban sebagai Instrumen Peningkatan Gizi Indonesia
Kurban sebagai Instrumen Peningkatan Gizi Indonesia
Kalau kita bicara soal gizi di Indonesia, sering kali yang dibahas itu angka stunting, malnutrisi, atau kekurangan protein. Tapi kalau ditarik ke level yang lebih sederhana, masalahnya sebenarnya cukup konkret, tidak semua orang bisa makan makanan bergizi secara rutin, terutama protein hewani. Daging, misalnya. Secara teori, semua orang tahu itu penting. Tapi dalam praktiknya, tidak semua keluarga bisa mengaksesnya dengan mudah. Harganya relatif mahal, dan dalam banyak kasus, bukan jadi prioritas utama. Masalah gizi sering kali bukan soal tidak ada makanan, tapi soal kualitas. Karbohidrat mungkin cukup, tapi protein? Belum tentu. Padahal, protein hewani punya peran penting dalam: pertumbuhan perbaikan jaringan tubuh perkembangan otak Sayangnya, akses terhadap sumber protein seperti daging masih terbatas bagi sebagian masyarakat. Akhirnya, konsumsi protein jadi tidak optimal. Dalam beberapa hari, distribusi daging terjadi dalam skala besar. Orang-orang yang mungkin jarang, bahkan hampir tidak pernah makan daging, tiba-tiba mendapatkannya. Kalau dipikir-pikir, ini menarik. Karena dalam sistem normal, distribusi pangan sangat bergantung pada daya beli. Tapi dalam kurban, logika itu berubah. Akses tidak lagi ditentukan oleh kemampuan ekonomi, tapi oleh mekanisme sosial dan keagamaan. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 36, ada anjuran untuk makan sebagian daging kurban dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Artinya, sejak awal kurban memang tidak dimaksudkan berhenti pada individu, namun kepada orang yang membutuhkan. Pada akhirnya, kurban memang bukan jawaban atas semua masalah gizi. Tapi dalam ibadah, ada potensi yang sering kali belum sepenuhnya dimanfaatkan. Ia mengingatkan bahwa akses terhadap makanan bergizi bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal kepedulian.
ARTIKEL13/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Ketahui! Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Penyembelihan Kurban sesuai Syariat Islam
Ketahui! Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Penyembelihan Kurban sesuai Syariat Islam
Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap melaksanakan dua amalan utama: salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan disempurnakan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, memahami waktu penyembelihan kurban menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar-benar sah sesuai syariat. Dalam Islam, kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Keabsahan kurban tidak hanya ditentukan oleh jenis hewan atau niat, tetapi juga waktu penyembelihan. Jika penyembelihan dilakukan di luar waktu yang telah ditetapkan, maka hewan tersebut tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sembelihan biasa. Inilah sebabnya pengetahuan tentang batas waktu penyembelihan kurban menjadi hal yang wajib dipahami setiap Muslim. Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, waktu penyembelihan kurban dimulai setelah salat Idul Adha selesai pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Al-Barra' bin Azib, bahwa siapa pun yang menyembelih sebelum salat Id, maka sembelihannya tidak sah sebagai kurban. Mayoritas ulama sepakat bahwa penyembelihan baru bisa dilakukan setelah matahari terbit dan salat Id selesai dilaksanakan, kira-kira 15 menit setelah terbit matahari. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menegaskan bahwa penyembelihan yang dilakukan sebelum waktu tersebut harus diulang. Bahkan, jika seseorang menyembelih satu menit lebih awal sebelum salat Id dimulai, ibadah itu tidak sah sebagai kurban. Untuk lebih berhati-hati, para ulama menganjurkan agar penyembelihan dilakukan setelah rangkaian khutbah Idul Adha selesai. Selain mengetahui kapan dimulai, batas akhir waktu penyembelihan juga tidak boleh diabaikan. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menetapkan bahwa waktu penyembelihan berlangsung selama empat hari, yaitu 10 hingga 13 Dzulhijjah. Artinya, penyembelihan dapat dilakukan pada hari raya dan tiga hari tasyrik. Meski begitu, ada pendapat Imam Malik yang membatasi sampai tanggal 12 Dzulhijjah. Namun, pandangan yang membolehkan hingga tanggal 13 lebih banyak diamalkan karena dianggap memberi kelonggaran bagi umat. Yang penting, penyembelihan harus dilakukan sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Walaupun hari tasyrik adalah waktu yang sah, beberapa ulama menyebut menyembelih pada malam hari sebagai makruh. Alasannya, minimnya pencahayaan dapat menyebabkan proses penyembelihan kurang optimal dan berisiko terhadap kebersihan. Namun, secara hukum, kurban yang disembelih pada malam hari tetap sah selama masih dalam tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Waktu terbaik adalah pagi hari setelah salat Id, karena memungkinkan distribusi daging dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Memahami waktu penyembelihan kurban adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah Idul Adha. Dengan memastikan waktu dimulai setelah salat Id dan berakhir sebelum 13 Dzulhijjah terbenam, Muslim dapat melaksanakan kurban dengan benar, sah, dan maksimal pahalanya. Semakin tepat waktu pelaksanaannya, semakin sempurna pula nilai ibadah yang dikerjakan.***
ARTIKEL13/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Emas untuk Meraih Pahala Berlipat
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Emas untuk Meraih Pahala Berlipat
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai bulan kedua belas dalam penanggalan Islam, Dzulhijjah menjadi waktu penting pelaksanaan ibadah haji dan hari raya Iduladha. Dua ibadah agung ini menjadikan Dzulhijjah sebagai bulan penuh keberkahan, peluang amal, serta kesempatan besar untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Dalam artikel ini, kita akan membahas keutamaan Dzulhijjah, amalan yang dianjurkan, serta makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan suci (asyhurul hurum) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36. Kemuliaan bulan ini semakin jelas dengan adanya ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT, menjadikan Dzulhijjah sebagai simbol persatuan dan ketakwaan. Salah satu keutamaan terbesar bulan ini terletak pada sepuluh hari pertamanya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, dzikir, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya. Tanggal 9 Dzulhijjah menjadi puncak pelaksanaan haji, yaitu wukuf di Arafah. Bagi yang tidak berhaji, puasa Arafah adalah amalan utama dengan keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang. Sementara itu, tanggal 10 Dzulhijjah ditandai dengan hari raya Iduladha dan ibadah kurban sebagai wujud keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Tidak hanya ibadah haji dan kurban, bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah, dzikir, takbir, hingga mempererat silaturahmi. Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai pahala yang tinggi, sehingga umat Islam sangat dianjurkan memanfaatkan setiap harinya. Secara spiritual, Dzulhijjah mengajarkan makna mendalam tentang keikhlasan dan pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan bagaimana ketaatan sejati membawa keberkahan besar. Di bulan ini pula, umat Islam diajak memperkuat rasa syukur, kepedulian, serta kebersamaan dengan berbagi kepada yang membutuhkan. Dengan memahami keutamaan dan amalan utama di bulan Dzulhijjah, umat Islam dapat memanfaatkan waktu istimewa ini dengan maksimal. Setiap ibadah yang dilakukan menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba-Nya. Bulan Dzulhijjah adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.***
ARTIKEL12/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan Utama 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Berlipat
Amalan Utama 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Berlipat
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Dalam berbagai riwayat, periode ini disebut sebagai hari-hari terbaik dalam setahun untuk memperbanyak amal kebaikan. Tidak heran, banyak ulama menekankan pentingnya memanfaatkan momen ini untuk beribadah sebanyak mungkin, karena setiap amalan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Berikut rangkaian amalan utama di 10 hari pertama Dzulhijjah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah puasa sunnah mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa pada hari-hari ini termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah. Selain sebagai bentuk ketaatan, puasa ini juga melatih diri untuk tetap taat dan bersabar dalam menjalani aktivitas harian. Dari semua hari tersebut, ada satu hari yang memiliki kedudukan paling istimewa, yakni Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW menerangkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan besar inilah yang membuat umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan amalan tersebut. Amalan lain yang sangat dianjurkan selama 10 hari pertama ini adalah memperbanyak dzikir. Ucapan takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sangat dianjurkan untuk dilafalkan baik secara individu maupun berjamaah. Takbir khususnya diperbanyak dari tanggal 1 hingga 13 Dzulhijjah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Tradisi mengumandangkan takbir juga menjadi penyemangat bagi umat Muslim untuk menambah keimanan dan ketakwaan. Tak kalah penting, bagi yang memiliki kemampuan dianjurkan untuk menunaikan ibadah qurban pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Menyembelih hewan qurban merupakan bentuk syukur dan pendekatan diri kepada Allah. Ibadah ini juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, qurban menjadi salah satu amalan paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk meningkatkan amal shaleh lainnya seperti memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak perbuatan baik dalam keseharian. Semua amal kebaikan pada 10 hari ini memiliki nilai pahala yang besar. Tidak kalah pentingnya adalah bertaubat dan memperbanyak istighfar, agar hati dibersihkan dari dosa dan kembali kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Bagi umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah, 10 hari pertama Dzulhijjah tentu menjadi momen yang sangat bermakna. Seluruh rangkaian ibadah tersebut merupakan bentuk penyempurnaan dalam menggapai ridha Allah SWT. Dengan penuh keutamaan di dalamnya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala berlipat. Semoga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.***
ARTIKEL11/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sedekah Subuh Online: Cara Mudah Raih Keberkahan di Era Digital
Sedekah Subuh Online: Cara Mudah Raih Keberkahan di Era Digital
Sedekah merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Umat Muslim diajarkan untuk memberi dengan tulus, baik melalui harta, waktu, maupun tenaga. Salah satu waktu terbaik untuk bersedekah adalah waktu subuh, saat pintu keberkahan dibuka lebih luas. Kini, seiring berkembangnya teknologi, sedekah subuh online menjadi pilihan yang praktis bagi siapa saja yang ingin meraih pahala tanpa harus keluar rumah. Artikel ini membahas pengertian sedekah subuh online, keutamaan, manfaat, hingga cara mudah melakukannya. Sedekah subuh online adalah aktivitas memberi sedekah pada waktu subuh melalui platform digital seperti transfer bank, aplikasi donasi, atau situs sedekah online. Dengan metode ini, setiap orang dapat tetap bersedekah tanpa dibatasi jarak maupun lokasi. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki kesibukan atau tinggal jauh dari tempat ibadah. Waktu subuh sendiri memiliki keutamaan besar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa setiap pagi terdapat sedekah pada setiap sendi tubuh manusia (HR. Muslim). Karena itu, sedekah subuh secara online tetap memberikan pahala serupa dengan sedekah langsung. Sedekah di waktu subuh termasuk amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Pahalanya yang berlipat menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk memulai pagi dengan kebaikan. Melalui sedekah subuh online, seseorang bisa menjaga rutinitas bersedekah meski tengah sibuk. Dengan hanya beberapa klik, amalan subuh dapat dilakukan secara konsisten setiap hari. Sedekah juga memperkuat hubungan sosial, karena setiap bantuan yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi penerimanya. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah tidak mengurangi harta, justru menambah rezeki (HR. Muslim). Sedekah subuh online membuka pintu keberkahan dalam hidup, membersihkan hati dari sifat tamak, serta menjadi penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api (HR. Tirmidzi). Selain itu, memberi sedekah dapat menumbuhkan perasaan tenang, bahagia, dan mengurangi stres. Manfaat lainnya adalah mempererat tali persaudaraan meski pemberi dan penerima tidak saling bertemu. Untuk melaksanakan sedekah subuh online, langkah-langkahnya sangat mudah: - Pilih platform sedekah online yang terpercaya. - Tentukan jumlah sedekah sesuai kemampuan. - Pilih tujuan sedekah, seperti untuk yatim, pembangunan masjid, atau bantuan bencana. - Lakukan pembayaran melalui transfer bank atau metode online lainnya. - Akhiri dengan doa agar sedekah diterima dan membawa keberkahan. Anda dapat menyalurkan sedekah subuh melalui BAZNAS Kota Semarang. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Cukup memilih jenis dana, memasukkan nominal, dan donasi langsung tersalurkan. Kini, siapa pun dapat berbagi dengan mudah dan meraih keberkahan setiap subuh. Semoga amalan kita diterima Allah SWT.***
ARTIKEL11/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Panduan Lengkap Syarat Kurban Sapi Menurut Syariat Islam: Usia, Kesehatan, dan Tata Cara Penyembelihan
Panduan Lengkap Syarat Kurban Sapi Menurut Syariat Islam: Usia, Kesehatan, dan Tata Cara Penyembelihan
Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan hewan kurban terbaik, termasuk sapi. Agar ibadah semakin sempurna, penting memahami syarat kurban sapi menurut syariat Islam. Pengetahuan ini memastikan bahwa pelaksanaan kurban bukan sekadar tradisi, tetapi benar-benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW dan ketentuan fiqih. Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah bahwa sapi yang akan dijadikan kurban wajib berasal dari jenis hewan ternak yang halal dan umum digunakan untuk kurban. Sapi lokal maupun jenis lain yang sejenis termasuk kategori hewan ternak yang sah, bukan hewan liar atau hewan yang tidak memenuhi standar syariat. Selanjutnya, usia sapi menjadi salah satu faktor paling penting dalam syarat kurban sapi. Para ulama sepakat bahwa sapi harus berusia minimal dua tahun penuh dan memasuki tahun ketiga. Jika belum mencapai usia tersebut, meskipun tubuhnya besar dan terlihat sehat, hewan tersebut tidak sah dijadikan kurban. Ketentuan ini merujuk pada hadis dan pendapat mayoritas ulama dari berbagai mazhab. Kondisi fisik sapi juga menentukan sah tidaknya kurban. Sapi harus dalam keadaan sehat, tidak cacat, tidak pincang, tidak buta, dan tidak kurus hingga kehilangan sumsum tulang. Empat jenis cacat yang disebutkan dalam hadis secara tegas membuat hewan tidak sah untuk dikurbankan. Ini menjadi alasan mengapa pemeriksaan fisik secara teliti sangat dianjurkan sebelum membeli hewan kurban. Keistimewaan kurban sapi adalah dapat diniatkan untuk tujuh orang dalam satu ekor sapi. Namun, syaratnya semua orang yang bergabung harus memiliki niat yang sama, yaitu berkurban. Tidak boleh dicampur dengan niat lain seperti aqiqah atau nazar. Selain jenis dan kondisi hewan, aspek kepemilikan juga termasuk syarat kurban sapi. Hewan harus merupakan milik pekurban sendiri atau dibeli dengan cara yang halal. Kurban tidak sah jika hewan tersebut hasil curian, rampasan, atau dibeli dari harta yang tidak jelas kehalalannya. Dalam sisi teknis, penyembelihan hanya sah dilakukan setelah salat Idul Adha, yakni antara tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Orang yang menyembelih harus Muslim, baligh, dan memahami tata cara penyembelihan yang benar. Ucapan “Bismillahi Allahu Akbar” wajib dibacakan saat proses pemotongan berlangsung, sesuai tuntunan sunnah. Setelah penyembelihan, daging kurban idealnya dibagi menjadi tiga bagian: untuk pekurban, keluarga, dan fakir miskin. Pembagian ini mencerminkan nilai sosial dan kepedulian yang menjadi inti dari ibadah kurban. Saat ini BAZNAS Kota Semarang memberikan kemudahan kepada masyarakan untuk melakukan qurban, hanya dengan klik link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih jenis dana qurban dan ikuti petunjuk yang ada. Dengan memahami seluruh syarat kurban sapi ini, diharapkan umat Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.***
ARTIKEL08/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puncak Haji Armuzna 2026 Lengkap: Wukuf Arafah, Lempar Jumrah hingga Pemulangan Jemaah
Jadwal Puncak Haji Armuzna 2026 Lengkap: Wukuf Arafah, Lempar Jumrah hingga Pemulangan Jemaah
Musim ibadah haji 2026 kini mulai menjadi perhatian umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satu fase paling penting dalam rangkaian ibadah haji adalah puncak haji Armuzna, yakni prosesi ibadah yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tahapan ini menjadi inti pelaksanaan haji sekaligus penentu kesempurnaan ibadah para jemaah. Puncak haji Armuzna dilaksanakan mulai 8 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau diperkirakan berlangsung pada 25 Mei hingga 30 Mei 2026. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di lokasi yang sama untuk menjalankan rangkaian ibadah wajib dan sunnah haji. Armuzna sendiri merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ketiga tempat tersebut menjadi lokasi utama pelaksanaan ibadah haji. Ketika di Arafah, jemaah menjalani wukuf yang menjadi rukun haji paling utama. Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah dan mabit selama hari tasyrik. Rangkaian Armuzna dikenal sebagai fase yang cukup berat karena jemaah harus menghadapi cuaca panas ekstrem dan kepadatan jutaan orang. Oleh sebab itu, kesiapan fisik dan mental sangat diperlukan agar ibadah berjalan lancar. Berikut tahapan puncak haji Armuzna 2026: 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah): Jemaah bergerak dari Makkah menuju Mina. 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah): Pelaksanaan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah): Hari Raya Idul Adha, lempar jumrah aqabah, penyembelihan kurban, tahalul, dan tawaf ifadah. 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah): Hari Tasyrik pertama dan lempar tiga jumrah. 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah): Hari Tasyrik kedua dan pilihan nafar awal. 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah): Hari Tasyrik ketiga atau nafar tsani. Selain jadwal puncak Armuzna, pemerintah juga telah menyusun jadwal lengkap perjalanan haji 2026. Jemaah mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, sementara keberangkatan gelombang pertama dimulai 22 April 2026 menuju Madinah. Adapun pemulangan jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan mulai 1 Juni 2026 melalui Bandara Jeddah. Sementara seluruh rangkaian pemulangan jemaah Indonesia diperkirakan selesai pada 1 Juli 2026. Dengan mengetahui jadwal puncak haji Armuzna 2026 secara lengkap, diharapkan para calon jemaah dapat mempersiapkan diri lebih matang, baik secara fisik, mental, maupun spiritual agar ibadah haji berjalan lancar dan khusyuk.***
ARTIKEL07/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Panduan Resmi Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain Menjelang Idul Adha 2026
Panduan Resmi Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain Menjelang Idul Adha 2026
Menjelang Idul Adha 2026, masyarakat muslim di berbagai daerah mulai mempersiapkan ibadah kurban, termasuk memahami tata cara dan bacaan doa ketika menyembelih hewan kurban. Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah urutan bacaan doa ketika menyembelih hewan kurban milik orang lain, agar ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan penuh keberkahan. Panduan ini menjadi rujukan bagi panitia kurban, relawan, maupun masyarakat umum yang mendapat amanah menyembelih hewan kurban atas nama orang lain. Dengan mengikuti urutan yang benar, ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan tertib, sah, serta sesuai tuntunan Rasulullah SAW. 1. Membaca Basmalah Langkah pertama saat hendak menyembelih adalah membaca Basmalah: "Bismillah" Bacaan ini menjadi niat dasar bahwa proses penyembelihan dilakukan atas nama Allah SWT. Tanpa membaca basmalah, penyembelihan dianggap tidak sah menurut sebagian besar ulama. 2. Membaca Shalawat Nabi Setelah basmalah, dianjurkan membaca shalawat untuk memuliakan Rasulullah SAW: Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad. Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad." Membaca shalawat menjadi bentuk penghormatan sekaligus mengikuti sunnah Rasul dalam ibadah. 3. Membaca Takbir Tiga Kali dan Tahmid Satu Kali Berikutnya, penyembelih membaca takbir sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan tahmid: Allahu akbar, All?hu akbar, All?hu akbar, walill?hil-?amd. Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah." Takbir dan tahmid ini mengingatkan bahwa seluruh ibadah kurban adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT. 4. Membaca Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain Inilah doa khusus saat menyembelih hewan kurban atas nama orang lain: "Allahumma hadzihi minka wa laka, fataqabbal min... ya karim" Artinya: “Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu. Terimalah kurban dari (sebut nama pemilik hewan kurban), wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” Penyebutan nama pemilik hewan kurban sangat penting agar ibadah kurban sah dan jelas siapa yang menjadi pihak yang diwakili. Panduan ini ditujukan agar masyarakat dapat menjalankan rangkaian ibadah kurban dengan benar. Menyembelih hewan kurban bukan sekadar prosesi fisik, namun juga ibadah yang memiliki tata cara dan bacaan yang wajib diperhatikan. Dengan memahami urutan bacaan doa yang tepat, panitia dan masyarakat dapat menunaikan ibadah Idul Adha dengan khusyuk, tertib, dan sesuai sunnah. Semoga panduan ini dapat membantu kelancaran pelaksanaan kurban di tahun 2026 dan memberikan berkah bagi seluruh umat muslim.***
ARTIKEL06/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Panduan Lengkap  Doa dan Niat Sedekah Subuh yang Membawa Keberkahan
Panduan Lengkap Doa dan Niat Sedekah Subuh yang Membawa Keberkahan
Sedekah Subuh merupakan salah satu amalan yang semakin banyak dikerjakan kaum Muslimin karena diyakini memiliki keutamaan luar biasa. Sedekah yang dilakukan pada waktu Subuh dipercaya membuka pintu rezeki, memudahkan urusan, serta mengundang keberkahan yang melimpah dalam kehidupan. Tidak hanya soal memberi, Sedekah Subuh juga dilakukan dengan niat yang benar serta doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang niat dan doa Sedekah Subuh yang bisa Anda amalkan setiap hari. Niat Sedekah Subuh Setiap amalan dalam Islam bergantung pada niatnya. Begitu pula dengan Sedekah Subuh. Berikut bacaan niat yang dapat diamalkan: “Nawaitut taqarruba ilallahi ta'ala wa-ittiqa'a ghadhabir rabbi jalla jalaluhu wa-ittiqa'a nari jahannama wat tarahhuma 'alal ikhwani wa shilatur rahimi wa mu'awanatadh dhu'afa'i wa mutaba'atan nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallam wa-idkhalis sururi 'alal ikhwan wa daf'il bala'i 'an waddunya wal akhirah.” Niat tersebut mengandung makna yang sangat luas. Di dalamnya terdapat permohonan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghindari murka-Nya, menjauh dari api neraka, hingga memohon agar amalan tersebut membawa kemudahan dalam hubungan sesama manusia. Niat ini juga merupakan bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW serta harapan agar sedekah mampu menolak bala di dunia maupun akhirat. Selain niat, terdapat pula doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan setelah melakukan Sedekah Subuh. Doa ini berisi permohonan agar sedekah yang diberikan menjadi sumber keberkahan dalam hidup, khususnya dalam hal rezeki. “Allahumma-j'al shadaqati fi hadzas subhi barakatan fi rizqi, wa wassi' 'alayya fi mali, warzuqni min haitsu la ahtasib.” Artinya: “Ya Allah, jadikanlah sedekahku di pagi ini sebagai keberkahan dalam rezekiku, luaskanlah hartaku, dan karuniakan rezeki dari arah yang tidak aku sangka-sangka.” Doa ini sangat sesuai diamalkan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan rezeki yang halal, berkah, dan mencukupi kebutuhan hidup. Dengan penuh keyakinan, doa tersebut dapat menjadi wasilah datangnya pertolongan Allah SWT dari arah yang tidak disangka-sangka. Sedekah Subuh dikenal sebagai amalan ringan namun berdampak besar. Banyak ulama menjelaskan bahwa waktu Subuh memiliki keistimewaan karena merupakan awal hari ketika malaikat mendoakan kebaikan bagi setiap hamba yang bersedekah. Mengamalkannya secara rutin dapat membuka pintu rezeki, menenangkan hati, serta menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan doa yang benar, Sedekah Subuh dapat menjadi amalan harian yang membawa perubahan positif dalam hidup. Semoga amalan yang Anda lakukan senantiasa diterima Allah SWT dan menjadi jalan keberkahan di dunia serta keselamatan di akhirat.***
ARTIKEL30/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Syarat Domba untuk Kurban: Cara Memilih Hewan Terbaik Sesuai Syariat Islam
Ketahui! Ini Syarat Domba untuk Kurban: Cara Memilih Hewan Terbaik Sesuai Syariat Islam
Memilih domba kurban yang tepat sesuai tuntunan syariat Islam merupakan langkah penting yang perlu diperhatikan setiap Muslim. Ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi wujud ketaatan dan ketulusan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, Islam telah menetapkan sejumlah syarat agar domba yang dipilih benar-benar sah dan layak untuk dikurbankan. Ketentuan ini bersumber dari berbagai hadits Rasulullah SAW, termasuk riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, yang menegaskan bahwa hewan kurban harus sehat dan tidak cacat. Syarat pertama yang harus diperhatikan adalah usia domba. Para ulama sepakat bahwa domba kurban minimal berusia satu tahun atau telah berganti gigi. Usia tersebut menandakan bahwa hewan sudah cukup matang, kuat, dan memiliki kualitas daging yang baik. Memilih domba yang cukup umur juga merupakan bentuk kehati-hatian agar ibadah berjalan sesuai syariat. Syarat berikutnya adalah kondisi fisik hewan. Domba yang akan dijadikan kurban harus sehat, tidak memiliki penyakit, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Hewan tidak boleh buta, pincang, sangat kurus, ataupun menderita penyakit parah yang terlihat jelas. Ketentuan kesehatan ini menjadi penegasan bahwa kurban harus dilakukan dengan menghadirkan hewan terbaik, sebagai simbol kesungguhan seorang hamba dalam beribadah. Selain itu, syarat yang tidak kalah penting adalah bahwa domba kurban harus dimiliki secara sah. Hewan curian atau diperoleh dengan cara yang tidak halal tidak sah digunakan untuk kurban. Islam menekankan pentingnya kejujuran dan menjauhi kezaliman dalam setiap ibadah, termasuk dalam hal kepemilikan hewan kurban. Syarat keempat berkaitan dengan cacat pada hewan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beberapa cacat tertentu dapat menggugurkan keabsahan kurban, seperti telinga yang terpotong besar, ekor putus, buta sebelah, atau hewan yang tidak mampu berjalan dengan baik. Cacat-cacat tersebut dianggap dapat mengurangi kualitas hewan secara signifikan. Terakhir, proses penyembelihan harus dilakukan pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu setelah salat Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah. Jika hewan disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka penyembelihannya tidak dianggap sebagai kurban. Saat ini BAZNAS Kota Semarang memberikan kemudahan kepada masyarakan untuk melakukan qurban, hanya dengan klik link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih jenis dana qurban dan ikuti petunjuk yang ada. Dengan memahami syarat-syarat ini, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih benar, sempurna, dan penuh keberkahan. Memilih domba terbaik bukan hanya soal kualitas fisik, tetapi juga wujud ketakwaan dalam mengikuti tuntunan syariat. Semoga ibadah kurban kita diterima oleh Allah SWT.***
ARTIKEL30/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Artinya
Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dengan Artinya
Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu momen ibadah terbesar dalam Islam, yaitu pelaksanaan kurban. Ibadah ini bukan hanya sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga wujud ketakwaan serta bentuk pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam proses penyembelihan hewan kurban, salah satu amalan penting yang tidak boleh ditinggalkan adalah membaca doa sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW. Membaca doa saat menyembelih hewan kurban memiliki makna mendalam. Doa tersebut menjadi pengingat bahwa hewan yang dikurbankan merupakan amanah dari Allah SWT, dan kini dipersembahkan kembali kepada-Nya. Dengan mengucapkan doa, seorang muslim menegaskan bahwa ibadah ini dilakukan semata-mata atas nama Allah, bukan untuk tujuan lainnya. Nilai spiritual inilah yang meneguhkan bahwa kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi ibadah penuh ketulusan dan keyakinan. Lebih dari itu, doa penyembelihan memberi pesan bahwa segala yang dimiliki manusia pada hakikatnya adalah milik Allah SWT. Ketika seorang muslim mengorbankan sebagian hartanya untuk berkurban, ia menunjukkan kepasrahan dan komitmen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Memahami makna ini diharapkan mampu menjadikan pelaksanaan kurban lebih bermakna dan jauh dari sekadar menjalankan kebiasaan. Salah satu hal penting dalam ibadah kurban adalah membaca doa sesuai dengan sunnah. Berikut adalah doa yang umum dibacakan saat menyembelih hewan kurban: “Bismillahi, Allahu Akbar. Allahumma hadza minka wa laka. Allahumma taqabbal minni.” Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku. Doa ini dianjurkan untuk dibacakan oleh orang yang menyembelih hewan kurbannya sendiri. Namun, apabila orang yang berkurban tidak mampu melakukannya dan mewakilkan kepada orang lain, disunnahkan untuk tetap hadir menyaksikan prosesi penyembelihan. Dalam beberapa pendapat ulama, diperbolehkan pula menyebut nama orang yang berkurban, seperti: “Allahumma taqabbal min (nama orang yang berkurban).” Artinya: Ya Allah, terimalah (kurban) dari (nama orang yang berkurban). Tujuannya adalah menegaskan bahwa kurban tersebut dilakukan atas nama pemberi kurban dan menjadi amal ibadahnya. Penting pula memastikan bahwa doa dibacakan sebelum atau saat pisau mulai menyentuh leher hewan. Jika lupa membaca basmalah, mayoritas ulama tetap menyatakan kurban sah, namun membaca doa tetap menjadi bagian dari sunnah yang sebaiknya diamalkan. Saat ini BAZNAS Kota Semarang memberikan kemudahan kepada masyarakan untuk melakukan qurban, hanya dengan klik link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih jenis dana qurban dan ikuti petunjuk yang ada. Dengan melafalkan doa menyembelih hewan kurban secara benar, umat Islam tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga memaksimalkan nilai ibadah di setiap tetesan taat yang dipersembahkan kepada Allah SWT. Semoga Idul Adha 2026 menjadi momentum peningkatan iman dan ketakwaan bagi seluruh umat Muslim.***
ARTIKEL29/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Cara Mudah Bayar DAM Haji via BAZNAS Kota Semarang: Praktis, Aman, dan Terpercaya
Cara Mudah Bayar DAM Haji via BAZNAS Kota Semarang: Praktis, Aman, dan Terpercaya
Membayar DAM Haji kini semakin mudah berkat layanan modern yang disediakan oleh BAZNAS Kota Semarang. Jemaah tidak perlu lagi melalui proses yang rumit, karena seluruh mekanisme telah dirancang praktis dan dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, pembayaran DAM bisa dilakukan dengan cepat, aman, dan transparan. Proses pembayaran DAM Haji melalui BAZNAS Kota Semarang cukup sederhana. Jemaah hanya perlu melakukan transaksi menggunakan sistem QRIS yang telah disediakan. Setelah pembayaran berhasil, langkah berikutnya adalah mengisi Google Form (G-Form) resmi dari BAZNAS melalui tautan https://bit.ly/DAMHajiBAZNASKotaSemarang. Pengisian data ini penting untuk memastikan identitas jemaah tercatat dengan baik serta memudahkan proses administrasi. Tidak hanya praktis, layanan ini juga menawarkan berbagai keunggulan yang menjadi alasan banyak jemaah memilih BAZNAS Kota Semarang. Pertama, setiap pembayaran akan tercatat secara resmi dan jemaah akan memperoleh bukti tanda terima yang sah. Hal ini memberikan rasa aman karena transaksi dilakukan melalui lembaga terpercaya. Kedua, jemaah akan mendapatkan dokumentasi lengkap berupa foto atau video proses penyembelihan hewan DAM. Transparansi ini menjadi nilai tambah, karena jemaah dapat memastikan bahwa ibadah yang dilakukan benar-benar terlaksana sesuai syariat. Ketiga, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan sertifikat resmi sebagai bukti bahwa kewajiban DAM telah ditunaikan. Sertifikat ini bisa menjadi arsip penting bagi jemaah sebagai dokumentasi ibadah. Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas dalam penyaluran DAM. Jemaah dapat mengusulkan agar distribusi hasil DAM dilakukan di wilayah Kota Semarang. Dengan demikian, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan. Dari segi biaya, layanan ini juga tergolong terjangkau. Jemaah hanya perlu membayar sebesar Rp2.650.000, yang dinilai kompetitif dibandingkan dengan penyedia layanan lainnya. Harga tersebut sudah mencakup seluruh proses, mulai dari penyembelihan hingga distribusi. Dengan berbagai kemudahan dan keunggulan tersebut, pembayaran DAM Haji melalui BAZNAS Kota Semarang menjadi solusi modern yang efisien. Jemaah tidak hanya dimudahkan secara teknis, tetapi juga mendapatkan jaminan keamanan dan transparansi dalam menjalankan ibadah. Bagi Anda yang ingin menunaikan kewajiban DAM dengan cara praktis dan terpercaya, layanan ini bisa menjadi pilihan terbaik. Pastikan ibadah Anda terlaksana dengan baik melalui lembaga resmi yang profesional dan amanah.***
ARTIKEL27/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Pengertian, Perbedaan, dan Penjelasan Lengkap
3 Macam Pelaksanaan Ibadah Haji: Pengertian, Perbedaan, dan Penjelasan Lengkap
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat fisik, mental, dan finansial. Sebagai ibadah puncak dalam Islam, pelaksanaannya memiliki ketentuan yang sangat teratur dan terperinci. Salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh calon jemaah adalah macam-macam pelaksanaan haji, karena setiap jenisnya memiliki niat, rangkaian ibadah, serta aturan yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, jemaah dapat menentukan pilihan yang paling sesuai sehingga ibadah yang dijalankan menjadi lebih khusyuk dan insyaAllah mabrur. Pembagian jenis haji didasarkan pada riwayat peristiwa Haji Wada’ yang disampaikan oleh Aisyah r.a. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa para sahabat yang berangkat bersama Rasulullah memiliki niat ihram yang berbeda-beda: ada yang berihram untuk umroh, ada yang niat haji saja, dan ada pula yang menggabungkan keduanya. Dari riwayat inilah kemudian disimpulkan bahwa pelaksanaan ibadah haji terbagi menjadi tiga macam utama, yaitu Haji Ifrad, Haji Qiran, dan Haji Tamattu’. 1. Haji Ifrad: Pelaksanaan Haji yang Paling Sederhana Haji Ifrad adalah jenis haji yang hanya memfokuskan niat dan pelaksanaan pada ibadah haji tanpa digabungkan dengan umroh. Jemaah langsung mengambil ihram untuk haji dari miqat, kemudian menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga selesai. Keunggulan haji Ifrad adalah jemaah tidak diwajibkan membayar dam, karena hanya melaksanakan satu ibadah. Pilihan ini biasanya dipilih oleh jemaah yang ingin menjalankan haji secara lebih sederhana dan minim kewajiban tambahan. 2. Haji Qiran: Menggabungkan Haji dan Umroh Sekaligus Haji Qiran adalah pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan dengan menggabungkan haji dan umroh dalam satu niat dan satu rangkaian pelaksanaan. Sejak berihram di miqat, jemaah sudah berniat untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut tanpa tahalul hingga tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah melaksanakan tawaf qudum, salat dua rakaat, lalu melakukan sa’i yang diperuntukkan untuk haji dan umroh sekaligus. Karena melaksanakan dua ibadah dalam satu waktu dan tetap dalam keadaan ihram, jemaah yang memilih Haji Qiran wajib membayar dam berupa hewan sembelihan. 3. Haji Tamattu’: Umroh Terlebih Dahulu Baru Haji Haji Tamattu’ adalah jenis pelaksanaan haji yang diawali dengan melakukan umroh terlebih dahulu, kemudian bertahalul dan menunggu waktu pelaksanaan haji. Saat memasuki tanggal pelaksanaan haji, jemaah kembali berihram khusus untuk haji. Jenis haji ini diperuntukkan bagi jemaah non-penduduk Mekkah yang melaksanakan umroh pada bulan-bulan haji. Karena melakukan dua ibadah secara terpisah, jemaah wajib membayar dam sebagai bentuk kompensasi. Dengan memahami perbedaan Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu’, setiap Muslim dapat memilih jenis haji yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Pemahaman yang baik akan membantu memastikan setiap rangkaian ibadah dilakukan dengan benar, sehingga harapan untuk mendapatkan haji yang mabrur dapat tercapai.***
ARTIKEL24/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Panduan Lengkap Zakat Penghasilan: Syarat, Nishab, dan Cara Menghitungnya
Panduan Lengkap Zakat Penghasilan: Syarat, Nishab, dan Cara Menghitungnya
Zakat penghasilan sering disebut juga zakat profesi atau zakat pendapatan merupakan bagian dari zakat mal yang wajib ditunaikan atas harta yang diperoleh dari pekerjaan atau profesi yang halal. Zakat ini menjadi bentuk penyucian harta dan kepedulian sosial bagi setiap muslim yang telah mencapai batas tertentu (nishab). Seiring berkembangnya jenis profesi dan sumber pendapatan, zakat penghasilan semakin relevan dan penting dipahami oleh masyarakat modern. Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang dimaksud penghasilan adalah seluruh pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan bentuk pemasukan lainnya yang diperoleh secara halal. Penghasilan tersebut bisa berasal dari pekerjaan yang bersifat rutin, misalnya pegawai negeri, karyawan swasta, atau pejabat negara. Selain itu, pendapatan tidak rutin seperti milik dokter, konsultan, pengacara, freelancer, atau pekerja lepas lainnya juga termasuk kategori penghasilan yang wajib dizakati apabila telah memenuhi nishab. Dasar penetapan zakat profesi dianalogikan pada zakat hasil pertanian, yaitu ditunaikan pada saat memperoleh hasilnya. Oleh karena itu, nishab zakat penghasilan ditetapkan senilai 85 gram emas per tahun. Sementara itu, tarif zakatnya mengikuti zakat emas dan perak, yakni sebesar 2,5%. Penetapan ini merujuk pada kaidah Qiyas Asy-Syabah, yaitu metode analogi berdasarkan kemiripan sifat. Seseorang diwajibkan membayar zakat penghasilan apabila total pendapatannya baik bulanan maupun tahunan telah mencapai nishab sebesar 85 gram emas per tahun. Dalam praktiknya, zakat penghasilan umumnya dibayarkan setiap bulan agar lebih mudah dan teratur. Nishab bulanan didapat dengan membagi nilai 85 gram emas menjadi 12 bulan. Jika pendapatan bulanan melebihi nishab tersebut, maka wajib ditunaikan zakat sebesar 2,5% dari total penghasilan kotor. Namun, jika dalam satu bulan pendapatan belum mencapai nishab, maka penghasilan dikumpulkan selama satu tahun penuh. Jika totalnya telah mencapai nishab tahunan, barulah zakatnya wajib ditunaikan. Rumus perhitungan zakat penghasilan adalah: 2,5% × Jumlah penghasilan bulanan Anda dapat menunaikan zakat penghasilan melalui BAZNAS Kota Semarang dengan mudah. Cukup klik link berikut: Bayar zakat: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Hitung zakat profesi: https://kotasemarang.baznas.go.id/kalkulator-zakat Demikian informasi lengkap tentang zakat profesi. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat untuk selalu menyucikan harta dengan menunaikan zakat. ***
ARTIKEL24/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Inilah Golongan yang Paling Berhak Menerima Daging Kurban Saat Idul Adha
Inilah Golongan yang Paling Berhak Menerima Daging Kurban Saat Idul Adha
Idul Adha sebentar lagi tiba, dan umat Islam di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri menyambut hari raya penuh makna ini. Ibadah kurban menjadi salah satu amalan sunnah muakkad yang dianjurkan bagi umat Islam yang mampu, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga mengandung nilai ibadah sekaligus kepedulian sosial. Karena itu, penting memahami siapa saja yang berhak menerima daging kurban agar pelaksanaannya sesuai syariat. Secara syariat, kurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak yang telah memenuhi syarat. Namun, lebih dari itu, kurban menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. Dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 36 dijelaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya. Ini menegaskan bahwa ibadah kurban harus dilandasi keikhlasan serta perhatian terhadap distribusi yang tepat sasaran. Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan terkait pembagian daging kurban. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau menganjurkan agar daging kurban dibagi menjadi tiga bagian: untuk diri sendiri, untuk keluarga atau kerabat, dan untuk fakir miskin. Artinya, Islam telah menetapkan dengan jelas golongan yang boleh menerima daging kurban agar manfaatnya terasa luas dan merata. Memahami ketentuan ini sangat penting agar pelaksanaan kurban tidak salah sasaran serta memberikan nilai spiritual dan sosial yang optimal. Ada beberapa kelompok yang secara syariat berhak menerima daging kurban, yaitu: 1. Fakir dan miskin Ini adalah golongan utama yang harus diprioritaskan. Mereka adalah orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Memberikan daging kurban kepada mereka merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial. 2. Kerabat dan tetangga Apalagi jika mereka termasuk orang yang berkekurangan. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperhatikan lingkungan sekitar. 3. Musafir yang kehabisan bekal Meski mungkin bukan orang miskin di tempat asalnya, musafir yang sedang mengalami kesulitan tetap termasuk golongan mustahiq yang berhak memperoleh daging kurban. 4. Amil atau panitia kurban Mereka yang bekerja mengurus proses kurban tanpa menerima upah, menurut sebagian ulama, boleh mendapatkan bagian daging sebagai bentuk penghargaan atas usaha mereka. 5. Diri sendiri dan keluarga Pekurban boleh memakan sebagian daging kurban. Namun, tetap dianjurkan memprioritaskan distribusi kepada yang membutuhkan. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban secara mudah dan aman, Anda bisa melakukannya melalui BAZNAS Kota Semarang. Cukup klik tautan berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Setelah membuka link tersebut, ubah jenis dana menjadi DSKL, lalu masukkan nominal yang ingin ditunaikan. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda memahami siapa saja yang berhak menerima daging kurban sesuai ajaran Islam. Selamat menyambut Idul Adha dengan penuh keberkahan!***
ARTIKEL23/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →