Artikel Terbaru
Dampak Besar Sedekah Seribu Per Hari
Bagi sebagian orang, seribu rupiah mungkin terasa sangat kecil. Bahkan sering kali dianggap tidak berarti. Namun bagi Sahabat BAZNAS, sedekah seribu rupiah yang dilakukan secara rutin justru menyimpan dampak besar, baik bagi penerima maupun bagi yang memberi.
Sedekah tidak selalu harus menunggu jumlah besar. Dalam ajaran Islam, yang dinilai bukan semata nominalnya, melainkan keikhlasan dan konsistensinya. Dari kebiasaan kecil inilah, kebaikan bertumbuh secara perlahan namun berkelanjutan.
Jika satu orang bersedekah seribu rupiah per hari, mungkin dampaknya belum terasa besar. Namun bayangkan jika ribuan Sahabat BAZNAS melakukan hal yang sama. Dalam sebulan, dana yang terkumpul dapat menjadi bantuan pendidikan, layanan kesehatan, modal usaha kecil, hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Sedekah kecil yang dilakukan bersama-sama berubah menjadi kekuatan besar.
Selain berdampak bagi penerima, sedekah harian juga memberi pengaruh positif bagi yang menunaikannya. Hati menjadi lebih tenang, rasa syukur semakin tumbuh, dan hidup terasa lebih bermakna. Banyak orang merasakan bahwa memberi secara rutin justru membuka pintu keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan.
Agar sedekah seribu per hari benar-benar berdampak luas dan tepat sasaran, diperlukan pengelolaan yang amanah dan terorganisir. Melalui BAZNAS, sedekah yang Sahabat BAZNAS titipkan dihimpun dan disalurkan ke dalam program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Karena itu, mari jadikan sedekah seribu per hari sebagai kebiasaan baik. Sedekah yang ringan di tangan, namun berat nilainya. Sedekah yang kecil jumlahnya, tetapi besar dampaknya. Dengan bersedekah melalui BAZNAS, Sahabat BAZNAS ikut menghadirkan harapan, menguatkan sesama, dan membangun masa depan yang lebih baik.
ARTIKEL25/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Besaran Nisab Zakat Penghasilan 2026 Lengkap dengan Tata Cara Menghitungnya
Memasuki bulan Ramadan, umat muslim tidak hanya diwajibkan menunaikan zakat fitrah, tetapi juga dianjurkan membayar zakat penghasilan apabila pendapatan mereka telah mencapai batas nisab. Zakat penghasilan sendiri merupakan bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan rutin maupun jasa yang diperoleh secara halal. Ketentuan ini telah dijelaskan dalam fatwa yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia, yang mencakup gaji, honorarium, upah, dan penghasilan halal lainnya.
Pada tahun 2026, nilai nisab zakat penghasilan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Perubahan ini disebabkan lonjakan harga emas global yang mencapai pertumbuhan 127,15% sepanjang tahun 2025. Dampaknya, Badan Amil Zakat Nasional menetapkan nisab zakat tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau setara Rp91.681.728 per tahun, berdasarkan pengumuman resmi pada Jumat, 20 Februari 2026. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 7% dari tahun sebelumnya.
Penetapan nisab ini menggunakan pendekatan moderat Mazhab Hanafi, yang merujuk pada nilai emas 14 karat. Pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga keadilan bagi para muzaki sekaligus melindungi sekitar 23,36 juta penduduk miskin di Indonesia, yang menjadi pihak penerima manfaat utama dari zakat.
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dibayarkan setiap bulan dengan mengacu pada nilai seperduabelas dari 85 gram emas. Dengan kadar zakat sebesar 2,5%, seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan apabila pendapatannya dalam sebulan telah melampaui nilai nisab Rp7.640.144.
Beragam profesi dengan pendapatan rutin maupun tidak tetap dapat menunaikan zakat penghasilan. Jika penghasilan bulanan tidak mencapai nisab, pendapatan tersebut dapat diakumulasikan selama setahun. Apabila total penghasilan bersih dalam satu tahun setara atau lebih dari Rp91.681.728, maka seseorang tetap wajib membayar zakat.
Rumus Zakat Penghasilan:
2,5% x Total penghasilan bulanan
Contoh Perhitungan
Seseorang dengan penghasilan Rp10.000.000 per bulan atau Rp120.000.000 per tahun telah melebihi nisab zakat 2026. Dengan demikian, ia wajib menunaikan zakat penghasilan sebesar 2,5%.
Bulanan:
2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000
Tahunan:
2,5% × Rp120.000.000 = Rp3.000.000
Dengan perhitungan tersebut, zakat penghasilan yang harus ditunaikan setiap bulan adalah Rp250.000.
Anda juga dapat salurkan zakat penghasilan melalui laman kantor digital Baznas Kota Semarang yang tersedia pada link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Demikian informasi yang dapat Anda simak mengenai nisab zakat penghasilan 2026.
ARTIKEL25/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Membayar Zakat Fitrah dengan Uang? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Anda Ketahui
Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat kembali ramai membahas hukum pembayaran zakat fitrah, salah satunya mengenai boleh atau tidaknya menunaikan zakat fitrah menggunakan uang. Seperti diketahui, zakat fitrah pada dasarnya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok dan didistribusikan kepada delapan golongan penerima (asnaf) yang telah ditetapkan. Namun, perkembangan zaman membuat sebagian orang memilih membayar menggunakan uang karena dianggap lebih praktis.
Para ulama memiliki pandangan berbeda terkait hal ini. Sebagian ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanbali menegaskan bahwa zakat fitrah wajib diberikan dalam bentuk makanan pokok yang lazim dikonsumsi di daerah setempat, seperti beras, gandum, atau kurma. Pendapat ini merujuk pada hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam takaran satu sha’ atau setara sekitar 2,5 kilogram bahan makanan pokok.
Di sisi lain, mazhab Hanafi memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang. Alasannya adalah kemudahan dan kemaslahatan bagi mustahik (penerima zakat). Dengan uang, mustahik bisa lebih bebas memenuhi kebutuhan mendesak, seperti membeli lauk, kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan lainnya yang tidak dapat dipenuhi hanya dengan menerima bahan pokok. Pendapat ini juga sejalan dengan pandangan sebagian ulama kontemporer yang menilai bahwa penggunaan uang lebih relevan dalam kondisi tertentu.
Di Indonesia, praktik pembayaran zakat fitrah menggunakan uang telah menjadi hal yang umum dan diterima secara luas oleh banyak lembaga zakat resmi. Selama nilai uang yang diberikan setara dengan harga makanan pokok yang ditetapkan, maka zakat fitrah tersebut dianggap sah. Hal ini memudahkan masyarakat yang ingin menunaikan zakat dengan cepat, terutama melalui sistem pembayaran digital.
Meskipun demikian, sejumlah ulama tetap menganjurkan agar zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok sebagai bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah.
Namun, pembayaran menggunakan uang tetap diperbolehkan, terutama dalam konteks kemaslahatan dan efektivitas distribusi kepada para penerima manfaat.
Masyarakat juga dapat menyalurkan zakat fitrah melalui lembaga terpercaya seperti BAZNAS Kota Semarang, yang menyediakan layanan pembayaran zakat secara langsung maupun digital. Pembayaran secara online dapat dilakukan melalui tautan resmi berikut:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Dengan memahami hukum dan kebolehan pembayaran zakat fitrah menggunakan uang, diharapkan masyarakat dapat menunaikan kewajiban ini dengan lebih tenang, tepat, dan bermanfaat bagi para penerimanya.
Apapun bentuknya—uang atau makanan pokok—yang terpenting adalah niat dan ketepatan takaran sesuai ketentuan syariat.
ARTIKEL24/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Doa Ramadhan Hari ke-5 2026, Lengkap dengan Terjemah Indonesia
Bulan Ramadhan 2026 akhirnya tiba, membawa suasana penuh keberkahan yang selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan bukan hanya tentang kewajiban berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperbaiki diri secara spiritual.
Di bulan yang agung ini, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun hati, agar mampu menjalani ibadah dengan maksimal.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal Ramadhan adalah membaca doa harian. Doa ini menjadi bentuk permohonan dan penyucian diri sebelum memasuki rangkaian ibadah puasa. Dengan membaca doa hari kelima Ramadhan, seorang Muslim menunjukkan komitmen untuk menjalani bulan suci ini dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, serta harapan akan turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Doa harian Ramadhan memiliki makna yang begitu mendalam. Di dalamnya terdapat permohonan agar Allah memberikan kekuatan dalam berpuasa, keteguhan untuk menjalankan shalat malam, serta penjagaan dari sifat lalai yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, doa tersebut juga mengandung permintaan agar dosa-dosa hamba dibersihkan sehingga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang suci dan niat yang lurus.
Berikut bacaan doa Ramadhan hari kelima lengkap dengan teks Arab latin, serta terjemahan bahasa Indonesia:
Allahummaj'alni fihi minal mustaghfirin, waj'alni fihi min 'ibadikash shalihinal qanitin, waj'alni fihi min awliyaikal muqarrabin, bira'fatika ya Arhamar rahimin.
Artinya:
Ya Allah, jadikan daku di dalamnya tergolong kepada orang-orang yang memohon pengampunan, jadikan daku di dalamnya tergolong kepada hamba-hamba-Mu yang saleh dan taat, dan jadikan daku di dalamnya tergolong kepada para kekasih-Mu yang didekatkan kepada-Mu dengan kasih sayang-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
Doa ini menjadi amalan yang banyak dibaca karena mengandung harapan besar: diberikannya keberkahan, kesehatan, kekuatan menjalani ibadah, serta perlindungan dari segala cobaan selama Ramadhan. Dengan membacanya, seorang Muslim berharap dapat memasuki bulan suci ini dengan penuh ketenangan dan semangat memperbanyak amal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih limpahan berkah dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
ARTIKEL23/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Makna Kafarat dalam Islam dan Cara Pembayarannya di Bulan Ramadan 2026
Memasuki bulan Ramadan 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Selama berpuasa, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk berhubungan suami istri hingga waktu magrib tiba. Namun, dalam praktiknya, ada sebagian orang yang tidak sengaja ataupun sengaja melakukan pelanggaran tersebut sehingga diwajibkan membayar kafarat dan fidyah sebagai bentuk tebusan dosa.
Kafarat sendiri merupakan istilah dalam fikih yang merujuk pada denda atau tebusan yang harus dibayarkan akibat melakukan pelanggaran tertentu. Tujuannya adalah untuk menghapus dosa dan sebagai bentuk tanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan, terutama ketika seseorang dengan sengaja berhubungan badan pada siang hari saat berpuasa Ramadan.
Dalam fikih Islam, terdapat tiga tahapan dalam membayar kafarat bagi pelanggaran puasa Ramadan:
- Memerdekakan budak, meski praktik ini sudah tidak lagi relevan pada masa sekarang.
- Berpuasa selama dua bulan berturut-turut jika seseorang tidak mampu memerdekakan budak.
- Memberi makan kepada 60 orang miskin apabila tidak mampu menjalankan puasa dua bulan penuh.
Untuk metode ketiga, jumlah makanan yang diberikan biasanya setara dengan 1 mud per orang, yaitu sekitar 600–750 gram makanan pokok. Di Indonesia, kafarat juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang yang disalurkan melalui lembaga resmi seperti Baznas. Besaran nominalnya disesuaikan dengan harga makanan pokok, yaitu sekitar Rp30.000 per orang, sehingga total kafarat mencapai Rp1.800.000 untuk satu kali pelanggaran.
Selain pelanggaran puasa, kafarat juga berlaku untuk pelanggaran sumpah. Ada beberapa metode yang bisa ditempuh:
- Memberi makan kepada 10 fakir miskin dengan lauk pauk lengkap.
- Memberikan pakaian layak kepada 10 fakir miskin.
- Membebaskan seorang budak Muslim, jika masih memungkinkan pada zaman dahulu.
- Berpuasa selama tiga hari jika tidak mampu melakukan opsi sebelumnya.
Dengan memahami ketentuan kafarat secara benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan penuh tanggung jawab. Pembayaran kafarat bukan semata-mata denda, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah SWT. agar umat Muslim dapat senantiasa menjaga kesucian ibadah puasanya.***
ARTIKEL23/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjadikan Ramadhan 2026 Titik Balik Kehidupan
Ramadhan selalu datang membawa harapan baru. Namun Ramadhan 2026 bisa menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci ini dapat menjadi titik balik kehidupan, terutama bagi Sahabat BAZNAS yang ingin menjadikan ibadah sebagai jalan perubahan diri.
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di tengah kesibukan dan tuntutan aktivitas, Ramadhan memberi ruang bagi setiap individu untuk berhenti sejenak, merenung, dan menata kembali tujuan hidup. Pertanyaan sederhana pun muncul, sejauh mana hidup ini telah memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Spirit Ramadhan sejatinya adalah perubahan. Perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Rasa lapar yang dirasakan selama berpuasa menghadirkan empati yang lebih dalam terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Dari empati inilah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi ruh utama ajaran Islam.
Ramadhan juga menguatkan kesadaran untuk berbagi. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Melalui peran BAZNAS, amanah dari para muzaki disalurkan kepada mereka yang membutuhkan secara tepat dan berkeadilan. Bagi Sahabat BAZNAS, inilah bukti bahwa ibadah personal mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Selain meningkatkan kepedulian sosial, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik. Disiplin dalam mengatur waktu, kesederhanaan dalam konsumsi, serta kejujuran dalam bekerja adalah nilai yang dilatih selama bulan puasa. Nilai-nilai ini seharusnya tidak berhenti ketika Ramadhan berakhir, tetapi terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik balik berarti menumbuhkan komitmen untuk berubah secara konsisten. Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari niat yang tulus dan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Dari sinilah lahir pribadi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama
ARTIKEL20/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Doa Ramadhan Hari ke-2 2026, Lengkap dengan Terjemah untuk Penuhi bulan Keberkahan
Bulan Ramadhan 2026 akhirnya tiba, membawa suasana penuh keberkahan yang selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan bukan hanya tentang kewajiban berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperbaiki diri secara spiritual.
Di bulan yang agung ini, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun hati, agar mampu menjalani ibadah dengan maksimal.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal Ramadhan adalah membaca doa harian. Doa ini menjadi bentuk permohonan dan penyucian diri sebelum memasuki rangkaian ibadah puasa. Dengan membaca doa hari pertama Ramadhan, seorang Muslim menunjukkan komitmen untuk menjalani bulan suci ini dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, serta harapan akan turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Doa harian Ramadhan memiliki makna yang begitu mendalam. Di dalamnya terdapat permohonan agar Allah memberikan kekuatan dalam berpuasa, keteguhan untuk menjalankan shalat malam, serta penjagaan dari sifat lalai yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, doa tersebut juga mengandung permintaan agar dosa-dosa hamba dibersihkan sehingga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang suci dan niat yang lurus.
Berikut bacaan doa Ramadhan hari pertama lengkap dengan teks Arab latin, serta terjemahan bahasa Indonesia:
Allahumma qarribni fihi ila mardhatika wa jannibni fihi min sakhatika wa naqimatika wa waffiqni fihi liqira-ati ayatika birahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya:
“Ya Allah, dekatkanlah aku pada keridaan-Mu, dan jauhkanlah aku dari kemurkaan dan azab-Mu. Berikanlah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”
Doa ini menjadi amalan yang banyak dibaca karena mengandung harapan besar: diberikannya keberkahan, kesehatan, kekuatan menjalani ibadah, serta perlindungan dari segala cobaan selama Ramadhan. Dengan membacanya, seorang Muslim berharap dapat memasuki bulan suci ini dengan penuh ketenangan dan semangat memperbanyak amal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih limpahan berkah dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
ARTIKEL20/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Doa Ramadhan Hari ke-1 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan Lengkap untuk Sambut Bulan Suci
Bulan Ramadhan 2026 akhirnya tiba, membawa suasana penuh keberkahan yang selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan bukan hanya tentang kewajiban berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperbaiki diri secara spiritual.
Di bulan yang agung ini, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun hati, agar mampu menjalani ibadah dengan maksimal.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal Ramadhan adalah membaca doa harian. Doa ini menjadi bentuk permohonan dan penyucian diri sebelum memasuki rangkaian ibadah puasa. Dengan membaca doa hari pertama Ramadhan, seorang Muslim menunjukkan komitmen untuk menjalani bulan suci ini dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, serta harapan akan turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
Doa harian Ramadhan memiliki makna yang begitu mendalam. Di dalamnya terdapat permohonan agar Allah memberikan kekuatan dalam berpuasa, keteguhan untuk menjalankan shalat malam, serta penjagaan dari sifat lalai yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, doa tersebut juga mengandung permintaan agar dosa-dosa hamba dibersihkan sehingga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang suci dan niat yang lurus.
Berikut bacaan doa Ramadhan hari pertama lengkap dengan teks Arab latin, serta terjemahan bahasa Indonesia:
Allahumma’j’al shiyami fihi shiyamash shaimin, wa qiyami fihi qiyamal qaimin, wa nabbihni fihi 'an nawmatil ghafilin, wa habli jurmi fihi ya Ilahal ‘alamin, wa’fu 'anni ya ‘afiyan ‘anil mujrimin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, jadikan shalat malamku seperti shalat malamnya orang-orang yang taat. Bangunkan aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam. Maafkanlah aku, wahai Zat Maha Pemaaf terhadap hamba-hamba yang berdosa.”
Doa ini menjadi amalan yang banyak dibaca karena mengandung harapan besar: diberikannya keberkahan, kesehatan, kekuatan menjalani ibadah, serta perlindungan dari segala cobaan selama Ramadhan. Dengan membacanya, seorang Muslim berharap dapat memasuki bulan suci ini dengan penuh ketenangan dan semangat memperbanyak amal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih limpahan berkah dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
ARTIKEL19/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Batasan Waktu Membayar Fidyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
Pembahasan mengenai fidyah baru-baru ini ramai diperbincangkan oleh seluruh umat muslim. Pasalnya, saat bulan puasa tiba seluruh umat Muslim dianjurkan sudah melunasi semua hutang-hutang puasa di tahun sebelumya. Lantas kapan batasan waktu untuk membayar fidyah? Untuk mengetahu penjelasannya simak selengkapnya pada artikel ini.
Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai batas waktu membayar fidyah, pastikan kita mengetahui fidyah itu apa? Fidyah merupakan kewajiban membayar tebusan berupa makanan pokok untuk menggantikan puasa yang ditinggalkan. Biasanya ada beberapa golongan yang wajib untuk membayar fidyah, seperti halnya orang sakit kronis, hamil, menyusui dan usia lanjut.
Pertanyaan mengenai kapan harus membayar fidyah dan batasannya kerap kali muncul sebab waktu pembayarannya terbilang fleksibilitas, namun harus sesuai dengan ketentuan syariatnya.
Secara Syariat fidyah dapat dibayarkan kapan saja setelah seorang mengeatahui bahwa ia tidak bisa menjalankan puasa atau qadha. Akan tetapi beberapa ulama membaginya menjadi 2 waktu yakni:
1. Membayar Fidyah Sebelum Ramadan
Mazhab Hanafi membolehkan fidyah dibayarkan sebelum bulan Ramadan. Ketentuan ini berlaku bagi orang yang sudah yakin tidak mampu berpuasa, seperti lansia atau penderita penyakit kronis yang tidak memiliki harapan untuk sembuh.
Contohnya, seorang lansia yang setiap tahun tidak mampu berpuasa diperbolehkan membayarkan fidyah jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Mazhab Hanafi juga memperbolehkan hal ini bagi ibu hamil, orang sakit, dan kondisi serupa.
2. Membayar Fidyah Setelah Ramadan atau Saat Ramadan
Berbeda dengan mazhab Hanafi, mazhab Syafi’i menyatakan bahwa fidyah sebaiknya dibayarkan ketika Ramadan tiba atau setelah seseorang meninggalkan kewajiban puasanya.
Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa fidyah tidak boleh dimajukan lebih dari satu hari sebelum waktu puasa yang ditinggalkan. Namun, fidyah boleh dibayarkan pada malam harinya atau saat hari tersebut dimulai.
Dalam Mughni Al-Muhtaj, Imam Al-Khatib Asy-Syirbini menjelaskan bahwa ibu hamil dan menyusui tidak boleh memajukan fidyah dua hari atau lebih. Namun, memajukan fidyah untuk satu hari masih diperbolehkan.
Bagi Anda umat muslim yang hingga memasuki bulan Ramadan belum melunasi hutang yang ditinggalkan pada tahun lalu, dapat membayar fidyah sesuai dengan waktu yang ditinggalkan. Selain fidyah dengan memberikan makanan pokok kepada fakir miskin, Anda juga dapat melakukan pembayaran fidyah melalui kantor digital Baznas Kota Semarang dengan link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian klik jenis data fidyah dan ikuti langkah-langkah yang ada dalam link tersebut.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.
ARTIKEL19/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keistimewaan Bulan Ramadhan: Memahami Tiga Fase Utama yang Sarat Berkah dan Ampunan
Bulan Ramadhan kembali hadir sebagai momen penuh berkah yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan yang istimewa, Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk berpuasa, tetapi juga saat terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam sejarahnya, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW pada tahun 610 M, yang menjadi awal dari turunnya Al-Qur’an selama kurang lebih 23 tahun hingga beliau wafat pada 632 M.
Selain dimuliakan sebagai bulan penuh ibadah, nilai-nilai Ramadhan kerap dibagi ke dalam tiga fase utama, masing-masing memiliki keutamaan dan pesan spiritual yang mendalam.
Fase Pertama: Rahmat (1–10 Ramadhan)
Pada fase awal ini, Allah SWT melimpahkan rahmat dan kasih sayang bagi siapa pun yang ingin meraihnya. Umat Islam dianjurkan untuk menundukkan hati, menjaga ukhuwah, memperbanyak sedekah, serta menebar kebaikan kepada sesama. Kesempatan besar untuk memperoleh pahala terbuka luas bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas diri dan hubungan sosial selama menjalankan puasa.
Fase Kedua: Maghfirah (11–20 Ramadhan)
Memasuki fase kedua, umat Islam diseru untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui taubat dan permohonan ampun. Di masa ini, dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, serta amalan-amalan yang mengundang maghfirah. Momentum ini juga mengajak setiap hamba untuk melakukan muhasabah diri—mengenali kekurangan pribadi, bukan sekadar menilai kesalahan orang lain.
Selain untuk diri sendiri, doa ampunan juga dianjurkan diberikan kepada orang tua, keluarga, saudara seiman, hingga mereka yang telah lebih dulu meninggal dunia.
Fase Ketiga: Pembebasan dari Api Neraka (21–Akhir Ramadhan)
Fase terakhir atau itqum minan nar dikenal sebagai waktu terbaik memohon perlindungan dari siksa api neraka. Di sepuluh malam terakhir ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak iktikaf di masjid, mendalami kedekatan spiritual dengan Allah SWT, serta memperbanyak doa. Allah menjanjikan kedekatan dan pengabulan doa bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Memasuki akhir Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk tidak menjadi golongan yang merugi. Mengisi setiap fase dengan ibadah dan amal terbaik akan membawa peningkatan iman, ketakwaan, serta pemahaman mendalam tentang esensi puasa.
Dengan memanfaatkan setiap detik Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat meraih keberkahan, hidayah, dan rasa syukur yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.
ARTIKEL19/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Awal Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Menyambut Bulan Suci 2026
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut salah satu momen ibadah paling istimewa dalam setahun. Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan haus dan lapar, tetapi juga kesempatan memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta membersihkan hati dari segala dosa. Karena itu, berbagai persiapan dilakukan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan menjelang datangnya bulan suci adalah membaca doa awal Ramadhan, terutama ketika pemerintah atau otoritas terkait menetapkan awal 1 Ramadhan melalui pengumuman resmi. Membaca doa ini menjadi simbol kesiapan seorang Muslim dalam memasuki bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Doa awal Ramadhan memiliki makna mendalam karena menjadi pengingat agar setiap Muslim menyambut bulan ini dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Doa tersebut mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, serta kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sempurna. Selain itu, doa ini juga menjadi bentuk harapan agar dijauhkan dari segala hal yang dapat mengurangi pahala atau menghalangi ibadah di bulan Ramadhan.
Para ulama menganjurkan doa ini dibaca tepat saat hilal Ramadhan telah ditetapkan atau ketika memasuki pergantian bulan Syaban ke Ramadhan. Hal ini bertujuan agar seorang hamba benar-benar mempersiapkan diri secara spiritual untuk memasuki bulan suci dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Berikut bacaan doa awal Ramadhan lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia:
All?humma sallimn? li Ramadh?na, wa sallim Ramadh?na l?, wa sallimhu minn?.
Artinya:
"Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan halangan lainnya) demi ibadah di bulan Ramadhan. Selamatkanlah penampakan hilal Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari maksiat di bulan Ramadhan."
Doa ini menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan karena mengandung harapan besar akan diberikannya keberkahan, kelancaran ibadah, serta perlindungan dari berbagai cobaan selama menjalani puasa. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim berharap dapat memasuki Ramadhan dengan penuh ketenangan, kesehatan, dan kesiapan untuk memperbanyak amal saleh.
Menjelang bulan Ramadhan, mempersiapkan diri secara spiritual sangatlah penting. Membaca doa awal Ramadhan dapat menjadi langkah awal untuk membuka pintu keberkahan serta menumbuhkan semangat ibadah di sepanjang bulan suci.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih keberkahan dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
ARTIKEL18/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Persiapan Ramadhan yang Kian Mendekat
Ramadhan adalah bulan yang dinanti, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ketika waktunya semakin dekat, hati seakan diajak untuk berhenti sejenak dan menata kembali niat serta kebiasaan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang kesiapan jiwa untuk mendekat kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk persiapan terbaik adalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Interaksi dengan Kalamullah sebelum Ramadhan akan menumbuhkan kedekatan batin, sehingga saat bulan suci tiba, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an terasa lebih ringan dan penuh makna. Tidak perlu menunggu sempurna cukup mulai dengan istiqamah, walau sedikit.
Selain itu, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi amalan yang menenangkan hati. Shalawat adalah bentuk cinta kepada Rasulullah sekaligus wasilah untuk meraih syafaat. Di tengah kesibukan harian, melafalkan shalawat menjadi pengingat untuk menjaga akhlak dan meneladani keteladanan beliau, terlebih menjelang Ramadhan.
Persiapan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan membiasakan shalat sunnah, seperti shalat rawatib, shalat dhuha, dan qiyamul lail. Amalan-amalan ini melatih kedisiplinan ibadah serta melembutkan hati, agar kelak kita mampu menjalani Ramadhan dengan semangat dan kekhusyukan yang lebih baik.
Ramadhan yang baik tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi disambut dengan persiapan yang sungguh-sungguh. Dengan membangun kebiasaan dan amalan yang baik sejak sekarang, kita berharap dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang siap, jiwa yang tenang, dan iman yang semakin kuat.
ARTIKEL17/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat, Umat Islam Diimbau Rutinkan Amalan Sunnah Ini
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat menjadi salah satu amalan sunnah yang terus dianjurkan banyak ulama. Tradisi ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi juga telah menjadi kebiasaan umat Muslim di berbagai negara. Keutamaan membaca Surah Al-Kahfi bahkan disebutkan dalam sejumlah hadis yang dinilai sahih sehingga dianggap sebagai amalan utama setiap pekan.
Surah Al-Kahfi terdiri dari 110 ayat dan berada pada urutan ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini mengisahkan beberapa cerita penuh hikmah, seperti kisah Ashabul Kahfi, Nabi Musa dengan Khidir, hingga kisah Dzulqarnain.
Pesan moral yang terkandung di dalamnya diyakini dapat memperkuat keteguhan iman serta meneguhkan seseorang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam salah satu riwayat hadis, disebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang memancar di antara dua Jumat. Para ulama menafsirkan “cahaya” tersebut sebagai petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT yang terus menyertai hamba-Nya selama sepekan ke depan.
Selain itu, pembacaan Surah Al-Kahfi juga diyakini mampu menjadi pelindung dari fitnah dan godaan besar, termasuk fitnah Dajjal. Beberapa hadis menyebutkan bahwa siapa pun yang menghafal atau membaca 10 ayat awal maupun 10 ayat terakhir surah ini akan dijaga dari fitnah tersebut. Karena itulah, banyak ustaz dan pendakwah mengajak umat Islam untuk senantiasa membiasakan diri membaca Surah Al-Kahfi secara rutin.
Di berbagai masjid dan majelis taklim, bacaan Surah Al-Kahfi sering dijadikan rangkaian kegiatan ibadah pada malam Jumat atau pagi hari Jumat.
Masyarakat juga semakin mudah mengakses panduan dan pelajaran tafsir surah ini melalui platform digital, baik aplikasi Al-Qur’an, siaran televisi religi, maupun kanal dakwah di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap amalan sunnah tersebut terus meningkat.
Para ahli agama menegaskan bahwa membaca Surah Al-Kahfi bukanlah ibadah yang memberatkan. Waktu membacanya pun cukup fleksibel, bisa dilakukan mulai Kamis malam hingga matahari terbenam pada hari Jumat. Yang terpenting, amalan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan harapan mendapatkan rahmat Allah SWT.
Dengan berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya, Surah Al-Kahfi menjadi salah satu bacaan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap Jumat.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan momen akhir pekan ini sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca surah yang sarat makna tersebut.
ARTIKEL13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Begini Tata Cara Pembayaran Fidyah dengan Uang
Ramadhan menjadi salah satu bulan yang banyak dinanti umat Islam. Pada bulan penuh keberkahan ini seluruh umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama 30 hari lamanya. Namun ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan seperti halnya orang hamil.
Akan tetapi, ketika golongan orang hamil meninggalkan puasa di tahun sebelumnya diwajibkan untuk membayar fidyah serta mengqodo sesuai waktu puasa yang ditinggalkan. Untuk melakukan pembayaran fidyah dapat berupa uang maupun makanan yang nanti dibagikan kepada fakir miskin.
Lantas bagaimana cara melakukan pembayaran fidyah menggunakan uang? Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, simak selengkapnya pada Artikel ini.
Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim ketika tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.
Kewajiban ini dibayarkan dalam bentuk denda yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, sebagai pengganti atas hari-hari puasa yang ditinggalkan.
Di Semarang, aturan mengenai fidyah telah ditetapkan oleh Baznas Kota Semarang, termasuk besaran nilai pembayaran jika dilakukan menggunakan uang.
Tahun ini, Baznas Kota Semarang menetapkan tarif fidyah sebesar Rp30.000 per hari per jiwa. Selain berupa uang, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok sesuai ketentuan syariah.
Untuk masyarakat yang hendak menunaikan fidyah, berikut tata cara pembayaran yang disampaikan oleh Baznas Kota Semarang:
1. Menghitung Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan
Langkah pertama adalah menentukan berapa hari puasa Ramadhan yang tidak ditunaikan. Jumlah hari tersebut menjadi dasar perhitungan besaran fidyah yang harus dibayar. Misalnya, jika seseorang meninggalkan puasa selama lima hari, maka fidyah yang dibayarkan adalah lima kali tarif harian.
2. Meneguhkan Niat Membayar Fidyah
Setelah menghitung hari, seseorang dianjurkan untuk berniat secara tulus karena Allah SWT. Niat ini penting sebagai bentuk kesungguhan dalam mengganti kewajiban yang ditinggalkan, tanpa motif lain seperti ingin dipuji atau sekadar memenuhi tuntutan.
3. Membayarkan Fidyah Melalui Pengelola Zakat
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan mendatangi pengelola zakat di masjid-masjid atau kantor Baznas terdekat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui kantor digital Baznas Kota Semarang dengan mengakses laman resmi mereka di bagian pembayaran fidyah.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah dengan memilih jenis dana Fidyah, Anda dapat melakukan pembayaran melalui laman resmi Baznas Kota Semarang.
4. Menyampaikan Jumlah Hari dan Besaran Fidyah
Sebelum transaksi dilakukan, warga dianjurkan berkonsultasi dengan petugas untuk memastikan jumlah fidyah yang benar. Penyampaian jumlah hari dan besaran pembayaran akan membantu proses administrasi dan pendistribusian yang tepat sasaran.
5. Membaca Doa dan Menerima Bukti Pembayaran
Usai membayar fidyah, petugas akan memberikan bukti pembayaran yang ditandatangani. Biasanya, petugas juga akan membacakan doa agar fidyah yang dibayarkan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi yang memberi maupun yang menerima.
Dengan mengikuti prosedur tersebut, umat muslim dapat menunaikan kewajiban fidyah dengan benar dan sesuai syariat. Baznas menegaskan bahwa pembayaran fidyah merupakan bentuk tanggung jawab bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, agar tetap mendapatkan ganjaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Sedekah Subuh di Hari Jumat, Amalan Pembuka Rezeki dan Pintu Kebaikan
Sedekah subuh semakin menjadi perhatian banyak umat Muslim karena diyakini membawa limpahan keberkahan, terutama jika dilakukan pada hari Jumat. Dalam tradisi Islam, Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari, sehingga setiap amalan baik yang dilakukan di hari ini dipercaya memiliki nilai pahala yang berlipat. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah sedekah subuh, yaitu sedekah yang dilakukan pada waktu setelah subuh hingga matahari terbit.
Keutamaan sedekah subuh di hari Jumat tidak hanya terkait dengan pahala spiritual, tetapi juga manfaat sosial yang sangat besar. Sedekah subuh dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya membersihkan hati dari sifat kikir. Banyak ulama menyebut bahwa sedekah di awal hari menjadi pembuka pintu rezeki, karena seseorang memulai harinya dengan kebaikan dan doa yang tulus.
Secara spiritual, sedekah subuh di hari Jumat dipercaya dapat mengundang malaikat untuk mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah. Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa setiap pagi dua malaikat turun, satu mendoakan keberkahan bagi orang yang bersedekah, dan satu lagi mendoakan kebinasaan bagi orang yang enggan memberi. Ketika sedekah ini dilakukan di hari Jumat, momentum tersebut dianggap semakin istimewa karena bersamaan dengan waktu yang penuh doa mustajab.
Dari sisi sosial, sedekah subuh memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Banyak yang memanfaatkannya untuk memberikan makanan, berbagi kebutuhan pokok, atau membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menghadirkan suasana harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, sedekah subuh di hari Jumat juga membawa dampak psikologis positif. Para pelaku sedekah mengaku merasa lebih tenang, bahagia, dan optimis dalam menjalani hari-hari mereka. Tindakan berbagi ini menjadi bentuk terapi spiritual yang menumbuhkan rasa syukur dan empati.
Di era digital seperti sekarang, sedekah subuh semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform online. Banyak lembaga dan komunitas kebaikan memfasilitasi masyarakat untuk menyalurkan sedekah secara cepat dan transparan. Hal ini membuat amalan yang dahulu dilakukan secara konvensional kini dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.
Seperti Baznas Kota Semarang, juga menyediakan laman online yang dapat Anda gunakan untuk tunaikan sedekah subuh di hari Jumat. Hanya dengan klik link berikut ini Anda dapat salurkan sedikit rezeki melalui lembaga terpercaya yang akurat dan transparan.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan berbagai keutamaannya, sedekah subuh di hari Jumat menjadi amalan sederhana namun berdampak besar. Tidak hanya membuka pintu rezeki, tetapi juga menguatkan nilai kemanusiaan dan kepedulian. Momentum ini patut dijadikan kebiasaan mingguan bagi setiap Muslim yang ingin memperbaiki diri dan menebar manfaat.
ARTIKEL12/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Hari Jumat: Hari Istimewa yang Penuh Berkah bagi Umat Muslim
Hari Jumat merupakan salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Tidak hanya dikenal sebagai hari penguatan keimanan melalui pelaksanaan Salat Jumat, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai hari penuh berkah. Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Jumat adalah hari terbaik yang terbit matahari di atasnya, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk mengisinya dengan amalan-amalan kebaikan.
Salah satu keutamaan utama hari Jumat adalah momentum untuk memperbanyak doa. Banyak ulama menyebut adanya satu waktu mustajab pada hari Jumat, di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu tepatnya, mayoritas menyebutkan bahwa momen tersebut berada di antara waktu asar hingga magrib. Hal ini membuat banyak umat Islam memanfaatkan Jumat sebagai hari untuk memohon ampunan, rezeki, serta kemudahan kehidupan.
Selain itu, hari Jumat juga menjadi hari lahirnya sejumlah peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Menurut hadis, Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke dalam surga pada hari yang sama, dan diturunkan ke bumi juga pada hari Jumat. Keistimewaan ini semakin menegaskan bahwa Jumat memiliki kedudukan spesial dalam rangkaian ciptaan Allah SWT.
Umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk penghormatan terhadap hari mulia ini. Beberapa amalan tersebut antara lain membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak salawat kepada Rasulullah SAW, serta mandi dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat ke masjid. Selain bernilai ibadah, amalan ini juga mencerminkan bentuk persiapan spiritual seorang Muslim dalam menyambut momen ibadah mingguan.
Tidak hanya itu, pelaksanaan Salat Jumat menjadi penanda penting dalam syiar Islam. Khotbah Jumat yang disampaikan sebelum pelaksanaan salat menjadi media penyampaian nasihat, motivasi, dan pembinaan umat.
Dengan demikian, Jumat tidak hanya menjadi hari ibadah ritual, tetapi juga hari untuk memperkuat wawasan keislaman dan meningkatkan kualitas diri.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, hari Jumat menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta meningkatkan kualitas spiritual.
Kehadiran Jumat setiap pekan seakan menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk kembali kepada kebaikan dan meraih keberkahan hidup.
ARTIKEL12/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Fidyah: Pengertian, Ketentuan, dan Lafal Niat yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Fidyah menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi bagi umat Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan dan tidak mampu menggantinya hingga masuk Ramadhan berikutnya. Sebagai bentuk denda sekaligus keringanan dari syariat, fidyah dibayarkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan diberikan kepada fakir miskin. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami cara membayar hingga lafal niat fidyah dengan benar.
Secara ketentuan, fidyah dibayarkan sebesar satu mud atau sekitar 700 gram makanan pokok untuk setiap hari puasa yang tidak ditunaikan. Syariat menganjurkan agar satu mud tersebut diberikan kepada satu fakir miskin, bukan dibagi dua kepada orang yang berbeda, agar pelaksanaan fidyah dianggap sah dan sempurna.
Lafal Niat Fidyah Sesuai Kondisi Pembayarnya
Membaca niat menjadi bagian penting ketika seseorang hendak menunaikan fidyah. Niat boleh diucapkan ketika menyerahkan makanan pokok atau uang pengganti kepada fakir miskin maupun melalui perantara lembaga amil. Berikut beberapa lafal niat fidyah sesuai kondisi seseorang:
1. Niat Fidyah untuk Orang Tua dan Penderita Sakit Keras
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah li iftar shaumi Ramadhana fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardu karena Allah.”
2. Niat Fidyah untuk Wanita Hamil atau Menyusui
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an iftar shaumi Ramadhana lil khawfi ‘ala waladiyya fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa Ramadhan demi keselamatan anakku, fardu karena Allah.”
3. Niat Fidyah untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an shaumi Ramadhana fulan bin fulan fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan, fardu karena Allah.”
4. Niat Fidyah karena Terlambat Mengganti Puasa
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an takhiri qadhaa’i shaumi Ramadhana fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena keterlambatan mengganti puasa Ramadhan, fardu karena Allah.”
Meski demikian, ulama menjelaskan bahwa membaca lafal niat secara lisan hukumnya sunnah. Yang diwajibkan adalah niat dalam hati.
Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional, BAZNAS menjadi salah satu tempat paling aman dan terpercaya untuk menunaikan Zakat, Infak, Sedekah, hingga fidyah. BAZNAS Kota Semarang merupakan lembaga resmi yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana umat secara transparan dan akuntabel.
Masyarakat dapat menyalurkan fidyah maupun sedekah secara online melalui laman resmi Sedekah BAZNAS untuk memudahkan ibadah sekaligus membantu sesama.
ARTIKEL11/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjelang Ramadan, Umat Islam Diimbau Perbanyak Infak dan Sedekah: Ini Keutamaannya
Menjelang bulan suci Ramadan, seruan untuk memperbanyak infak dan sedekah kembali menggema di tengah masyarakat. Dua amalan mulia ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi sesama, terutama di masa persiapan menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Infak dan sedekah menjadi amalan yang dianjurkan bagi setiap Muslim karena keduanya mengandung nilai kepedulian, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Menurut para ulama, menjelang Ramadan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan, sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual.
Keutamaan pertama dari memperbanyak infak dan sedekah adalah mendapatkan pahala berlipat ganda. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa Allah melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang memberi dengan hati tulus. Semakin dekat dengan Ramadan, peluang untuk mendapatkan pahala tersebut semakin terbuka lebar karena atmosfer ibadah mulai meningkat di tengah umat Muslim.
Selain itu, infak dan sedekah menjelang Ramadan juga dapat mensucikan harta dan jiwa. Dalam ajaran Islam, harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru membawa keberkahan bagi pemiliknya. Sedekah yang diberikan sebelum Ramadan juga membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan mampu menumbuhkan empati kepada sesama.
Keutamaan lainnya adalah membantu masyarakat kurang mampu dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Banyak keluarga yang membutuhkan dukungan, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, hingga persiapan ibadah. Dengan memperbanyak infak dan sedekah, umat Muslim dapat memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan layak dan penuh suka cita.
Di sisi lain, amalan ini juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Semakin banyak orang yang berbagi, semakin kuat pula rasa persatuan dan kepedulian antarwarga. Hal ini sangat relevan mengingat Ramadan merupakan bulan yang identik dengan kebersamaan dan gotong royong.
Para tokoh agama juga mengingatkan bahwa sedekah tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi juga bisa berupa tenaga dan perhatian. Setiap bentuk kebaikan yang ditujukan untuk membantu orang lain tercatat sebagai amal sedekah.
Menjelang datangnya bulan suci, masyarakat diharapkan semakin menghidupkan semangat berbagi. Infak dan sedekah bukan sekadar rutinitas, tetapi cerminan keimanan dan kepedulian terhadap sesama.
Anda dapat juga menyalurkan infaq maupun sedekah melalui link laman Kantor Digital Baznas Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan memperbanyak amalan mulia ini, umat Islam dapat memasuki Ramadan dengan hati yang lebih bersih, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
ARTIKEL11/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Prakiraan 1 Ramadan dari Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN
Penetapan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian besar umat Islam di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa lembaga resmi maupun organisasi keagamaan telah menyampaikan prakiraan masing-masing. Perbedaan metode penentuan—antara hisab dan rukyat—membuat masyarakat menantikan kepastian kapan puasa dimulai. Berikut rangkuman prakiraan awal Ramadan dari Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prakiraan 1 Ramadan Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Berdasarkan informasi resmi Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.
Sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Setelah itu, pemerintah akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah yang melakukan observasi. Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan kepada masyarakat pada malam harinya.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada informasi yang dipublikasikan NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor penting dalam menentukan awal puasa.
NU akan menggelar rukyatul hilal di berbagai lokasi rukyat yang telah ditetapkan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan akan jatuh pada keesokan harinya. Keputusan final akan diumumkan setelah seluruh laporan rukyat dikumpulkan dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, warga Muhammadiyah dijadwalkan memulai ibadah puasa pada tanggal tersebut. Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Prakiraan 1 Ramadan Versi BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadan tahun 2026. Para peneliti memprediksi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, hasil rukyat pada 18 Februari 2026 akan menjadi faktor penentu, terutama bagi pihak yang mendahulukan pengamatan hilal dalam penetapan awal bulan.
Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode dan kriteria menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender hijriah yang sudah berlangsung lama.
Masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari lembaga masing-masing dan saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.
ARTIKEL10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjelang Ramadhan 2026: Ini Tiga Doa yang Dianjurkan Rasulullah saat Menyambut Bulan Suci
Bulan Ramadhan 2026 semakin dekat. Umat muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh ampunan dan keberkahan ini. Di Indonesia, Ramadhan menjadi momen istimewa yang selalu dinanti karena menghadirkan suasana religius, kebersamaan, serta berbagai tradisi ibadah yang menenangkan jiwa.
Berdasarkan informasi sementara, awal Ramadhan 2026 diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026 menurut Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan satu hari lebih awal, yakni 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Meski demikian, kepastian secara nasional tetap menunggu hasil sidang isbat yang rencananya digelar Kementerian Agama pada 17 Februari 2026.
Menjelang masuknya bulan suci ini, umat muslim dianjurkan memperbanyak doa. Beberapa doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW dapat dibaca untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut tiga doa yang diriwayatkan sejumlah ulama dan dianjurkan untuk dibaca saat menyongsong Ramadhan.
1. Doa Keselamatan Menyambut Ramadhan (Riwayat Imam At-Thabarani & Imam Ad-Dailami)
Allahumma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa sallimhu minni.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku demi ibadah Bulan Ramadhan, selamatkanlah penampakan hilal Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari maksiat di Bulan Ramadhan.”
2. Doa Melihat Hilal (Riwayat Abu Dawud)
Hilalu rusydin wa khairin (2 kali), amantu bil ladzi khalaqaka (3 kali).
Artinya: “(Ini adalah) bulan petunjuk dan kebaikan. Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan itu dan mendatangkan bulan ini.”
3. Doa Rasulullah SAW Setelah Melihat Hilal (Riwayat Imam Ahmad)
All?hu akbaru, la haula wa l? quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azh?mi. Allahumma inni as’aluka khaira hadzas syahri, wa a‘udzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya: “Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Aku memohon kebaikan bulan ini dan berlindung dari keburukan takdir serta keburukan hari kebangkitan.”
Ketiga doa ini dapat diamalkan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna. Seperti dikutip dari NU Online, mengawali Ramadhan dengan doa diyakini membawa ketenangan hati dan kekuatan untuk menjalani ibadah dengan optimal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi bulan penuh keberkahan, keimanan, dan ketakwaan bagi seluruh umat muslim.
ARTIKEL10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →