Artikel Terbaru
Kenapa Syawal Menjadi Waktu Terbaik untuk Menikah? Ini Penjelasannya
Bulan Syawal selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, Syawal hadir sebagai bulan penuh harapan dan pembaruan. Selain dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah, menikah di bulan Syawal juga menjadi salah satu amalan yang memiliki nilai kesunnahan. Tradisi ini bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam dan sunnah Rasulullah SAW.
Menurut penjelasan dari Baznas.go.id, menikah di bulan Syawal merupakan sunnah Rasulullah SAW. Hal ini merujuk pada peristiwa ketika Rasulullah menikahi Aisyah binti Abu Bakar di bulan Syawal dan membangun rumah tangga bersama beliau pada bulan yang sama. Peristiwa tersebut menjadi landasan utama mengapa pernikahan di bulan Syawal dianjurkan, karena merupakan bentuk nyata meneladani Rasulullah SAW.
Anjuran ini semakin diperkuat oleh hadits riwayat Muslim No. 1423. Dalam hadits tersebut, Aisyah RA berkata: “Rasulullah menikahiku di bulan Syawal dan menggauliku di bulan Syawal. Maka siapakah di antara istri-istri Nabi yang lebih beruntung di sisinya daripada aku?” Ucapan tersebut menunjukkan kebanggaan Aisyah terhadap pernikahannya yang berlangsung pada bulan Syawal, sekaligus menjadi bukti bahwa menikah di bulan ini merupakan sesuatu yang bernilai ibadah.
Selain sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi, pernikahan di bulan Syawal juga menjadi pelurusan terhadap kepercayaan jahiliyah.
Dahulu, masyarakat Arab menganggap bulan Syawal sebagai bulan sial untuk menikah. Rasulullah SAW dengan tegas menepis keyakinan tersebut melalui tindakan nyata, yaitu melaksanakan pernikahannya di bulan ini. Langkah beliau mengajarkan bahwa tidak ada waktu buruk dalam Islam, dan keberkahan datang dari niat serta ketakwaan, bukan dari mitos yang tidak berdasarkan syariat.
Dari sisi spiritual, menikah di bulan Syawal memiliki makna yang sangat mendalam. Setelah melalui Ramadan sebagai bulan pembentukan jiwa, Syawal menjadi simbol lahirnya harapan dan dimulainya lembaran baru. Pasangan yang menikah di bulan ini melangkah ke jenjang pernikahan dalam kondisi spiritual yang lebih matang, sehingga diharapkan mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Momentum Idul Fitri pada awal Syawal juga menjadikan suasana pernikahan lebih hangat. Silaturahmi dengan keluarga besar semakin erat, dan keberkahan doa-doa pun lebih melimpah. Tidak heran, banyak pasangan Muslim yang memilih bulan ini sebagai waktu mengikat janji suci.
Dengan semakin meningkatnya pemahaman umat mengenai keutamaan bulan Syawal, diharapkan mitos-mitos lama yang tidak sesuai ajaran Islam dapat terkikis. Menikah di bulan Syawal bukan sekadar pilihan waktu, melainkan langkah spiritual penuh hikmah yang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
Bagi pasangan yang sedang merencanakan pernikahan, Syawal bisa menjadi momen terbaik untuk memulai perjalanan rumah tangga yang penuh keberkahan.
ARTIKEL31/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa Syawal 2026 Lengkap Arab Latin dan Terjemahan, Panduan Ibadah Sunnah Setelah Idul Fitri
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim setelah menunaikan Hari Raya Idul Fitri. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, di antaranya seperti mendapatkan pahala layaknya berpuasa setahun penuh apabila digabungkan dengan puasa Ramadan.
Menjelang pelaksanaannya di tahun 2026, banyak umat muslim mulai mencari bacaan niat puasa Syawal yang benar dan sesuai tuntunan.
Pada artikel ini, pembaca akan mendapatkan bacaan niat puasa Syawal 2026 secara lengkap, mulai dari teks Arab, Arab Latin, hingga terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya agar umat muslim dapat lebih memahami makna niat yang dibaca dan melaksanakan ibadah dengan penuh kesadaran serta keikhlasan.
Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal 1447 H atau sehari setelah Idul Fitri. Pada tanggal 1 Syawal, umat muslim dilarang berpuasa karena hari tersebut merupakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, di mana umat Islam diwajibkan untuk bergembira dan merayakan hari kemenangan.
Oleh karena itu, pelaksanaan puasa sunnah ini baru dapat dimulai di hari berikutnya.
Sebagaimana ibadah lainnya, niat menjadi hal utama yang harus diucapkan sebelum memulai puasa Syawal. Niat bukan hanya ucapan semata, tetapi merupakan bentuk kesungguhan hati untuk menjalankan ibadah dengan tujuan semata-mata karena Allah SWT.
Dengan melafalkan niat, seorang muslim mengokohkan keikhlasan dan fokus dalam ibadahnya.
Berikut bacaan niat puasa Syawal yang dapat diamalkan pada tahun 2026:
Arab Latin: Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta'aalaa
Terjemahan Bahasa Indonesia: “Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami lafaz niat ini, diharapkan umat muslim dapat menjalankan puasa Syawal dengan lebih khusyuk. Ibadah sunnah ini tidak hanya memberikan pahala, tetapi juga melatih kesabaran dan memperkuat keimanan setelah sebulan penuh melaksanakan puasa Ramadan.
Demikian bacaan niat puasa Syawal 2026 lengkap dengan teks Arab, Arab Latin, serta terjemahan dalam Bahasa Indonesia. Semoga menjadi panduan bermanfaat bagi umat muslim yang ingin menyempurnakan ibadahnya di bulan Syawal.
ARTIKEL30/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui, Ini Amalan Bulan Syawal 2026 Lengkap dengan Batas Waktu Pelaksanannya
Setelah umat Islam merayakan Idul Fitri, kini tibalah saat memasuki bulan Syawal 2026. Dalam kalender Hijriah, Syawal merupakan bulan ke-10 yang hadir setelah selesainya bulan suci Ramadan. Meski Ramadan dikenal sebagai bulan penuh keutamaan, Syawal juga memiliki keistimewaan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.
Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah sebagai bentuk penyempurna ibadah yang telah dilakukan sebelumnya.
Salah satu keutamaan paling dikenal dari bulan Syawal adalah anjuran untuk melaksanakan puasa sunah enam hari. Karena itu, banyak umat Islam yang ingin mengetahui sampai kapan bulan Syawal 2026 berlangsung agar bisa memaksimalkan berbagai amalan tersebut.
Selain itu, penting pula memahami ibadah apa saja yang dianjurkan selama Syawal agar dapat meraih pahala berlipat ganda.
Menurut keterangan yang dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut beberapa amalan yang dianjurkan dan dapat dikerjakan sepanjang bulan Syawal:
1. Puasa Sunah Enam Hari
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang artinya:
“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Keutamaan ini membuat banyak umat Islam berusaha menyempurnakan ibadah mereka dengan melaksanakan puasa sunah tersebut.
2. Itikaf di Bulan Syawal
Bagi umat Islam yang belum sempat melakukan itikaf di bulan Ramadan, Syawal menjadi kesempatan untuk menggantinya. Sebuah hadis riwayat Bukhari, artinya:
“Kemudian Nabi tidak beri’tikaf pada bulan Ramadan tersebut dan beri’tikaf sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR Bukhari)
Hal ini menunjukkan bahwa itikaf tetap menjadi amalan mulia yang bisa dilakukan setelah Ramadan.
3. Menikah di Bulan Syawal
Bulan Syawal juga dianjurkan sebagai waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Terdapat riwayat bahwa Rasulullah SAW menikahi Sayyidah Aisyah pada bulan Syawal, sehingga bulan ini dianggap memiliki keberkahan tersendiri untuk membangun rumah tangga.
Sampai Kapan Bulan Syawal 2026 Berlangsung?
Terdapat perbedaan penetapan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah, sehingga akhir bulan Syawal 2026 pun berbeda.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) dan hasil sidang Isbat, bulan Syawal berlangsung hingga Sabtu, 18 April 2026.
Sementara menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 versi Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir pada Jumat, 17 April 2026.
Perbedaan ini merupakan hal lumrah dalam penetapan kalender Hijriah dan tidak mengurangi semangat umat Islam untuk terus memperbanyak amalan.
Dengan mengetahui jadwal Syawal 2026 serta amalan-amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat memaksimalkan kesempatan untuk meraih pahala dan keberkahan di bulan penuh kebaikan ini. Semoga bermanfaat.
ARTIKEL30/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Apakah Zakat Fitrah Harus dengan Beras? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selama ini, masyarakat di Indonesia identik menunaikan zakat fitrah dengan beras. Namun, ternyata zakat fitrah tidak harus selalu menggunakan beras, melainkan dapat disesuaikan dengan makanan pokok yang dikonsumsi di daerah masing-masing.
Di Kota Semarang, besaran zakat fitrah yang umum digunakan adalah setara 2,7 kilogram bahan makanan pokok per orang. Beras memang menjadi pilihan utama karena merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Meski demikian, zakat fitrah juga dapat diganti dengan bahan makanan lain seperti jagung, gandum, atau sagu, selama itu merupakan konsumsi sehari-hari masyarakat setempat.
Selain dalam bentuk bahan makanan, zakat fitrah juga diperbolehkan dibayarkan menggunakan uang tunai. Hal ini merujuk pada pendapat sebagian ulama, khususnya dari Mazhab Hanafi, yang memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk nilai uang yang setara dengan harga bahan pokok. Di Indonesia, praktik ini juga sudah lazim dilakukan, terutama melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Adapun kisaran nominal zakat fitrah dalam bentuk uang di Baznas Kota Semarang berada di angka Rp50.000 per orang.
Dalam pelaksanaannya, kualitas bahan makanan yang digunakan untuk zakat fitrah juga perlu diperhatikan. Dianjurkan untuk menggunakan beras atau bahan pokok dengan kualitas yang sama seperti yang dikonsumsi sehari-hari. Tidak harus menggunakan kualitas terbaik, tetapi juga tidak diperbolehkan menggunakan kualitas yang terlalu rendah atau tidak layak konsumsi.
Waktu pembayaran zakat fitrah juga menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Zakat fitrah wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Jika dibayarkan setelah salat Id, maka hukumnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan beras sebagai zakat fitrah di Indonesia memang lebih utama atau afdhal. Namun, pembayaran dalam bentuk uang tetap sah dan diperbolehkan, selama mengikuti ketentuan yang berlaku. Kemudahan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dengan lebih praktis dan tepat waktu.
ARTIKEL18/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Infaq di Bulan Ramadhan: Pahala Berlipat, Hapus Dosa, dan Buka Pintu Rezeki
Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa yang selalu dinanti umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya adalah infaq.
Keutamaan infaq di bulan Ramadhan tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih ampunan-Nya.
Salah satu keutamaan infaq di bulan Ramadhan adalah pahala yang dilipatgandakan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melakukan kebaikan pada bulan Ramadhan, maka ia seperti orang yang melakukan kewajiban di luar Ramadhan” (HR. Ibnu Khuzaimah).
Hal ini menunjukkan bahwa setiap amal baik, termasuk infaq, akan mendapatkan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi ladang amal yang sangat berharga bagi setiap Muslim.
Selain pahala yang berlipat, keutamaan infaq di bulan Ramadhan juga terletak pada kemampuannya dalam menghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi). Infaq yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dapat menjadi jalan taubat bagi seseorang.
Dengan hati yang lembut dan penuh kepedulian, seseorang akan lebih mudah menjauhi perbuatan maksiat serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Tak hanya itu, infaq juga berperan dalam menjaga keberkahan hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 bahwa orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah diibaratkan seperti benih yang menumbuhkan tujuh bulir, di mana setiap bulir terdapat seratus biji. Ini menjadi bukti bahwa harta yang diinfaqkan tidak akan berkurang, melainkan justru bertambah dalam bentuk keberkahan dan rezeki yang tidak terduga.
Keutamaan infaq di bulan Ramadhan juga mampu menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terlebih di bulan Ramadhan. Keteladanan beliau menjadi motivasi bagi umat Islam untuk saling berbagi dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
Ketika seseorang berinfaq, secara tidak langsung ia mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, infaq di bulan Ramadhan menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat, menghapus dosa, serta membuka pintu rezeki.
Jangan tunda kebaikan, karena sekecil apapun infaq yang diberikan, Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Jadikan Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.
ARTIKEL18/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Apakah Anak Dalam Kandungan Wajib Zakat Fitrah? Ini Penjelasannya
Menjelang malam Idulfitri, umat Islam di seluruh dunia bersiap menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah Ramadan. Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, mulai dari diri sendiri, pasangan, hingga anak-anak yang menjadi tanggungannya. Namun, muncul satu pertanyaan yang cukup sering dibahas: apakah anak yang masih dalam kandungan juga wajib dizakati?
Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu merujuk pada pandangan para ulama dan sumber hukum fikih yang telah menjadi rujukan selama berabad-abad.
Dalam tulisan di laman nu.or.id yang berjudul “Proses Salinan Janin Lewati Ramadhan dan Masuki Syawal, Apakah Wajib Zakat Fitrah”, dijelaskan bahwa menurut ulama madzhab Syafi’i, janin atau bayi dalam kandungan tidak wajib dizakati.
Pandangan ini dipegang kuat oleh para ulama besar, salah satunya Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, yang menukil pendapat Ibnu Mundzir. Ibnu Mundzir memaparkan adanya ijma’ (kesepakatan para ulama) yang menyatakan bahwa zakat fitrah tidak diwajibkan atas janin, juga tidak atas ayahnya, dan tidak pula pada harta janin tersebut. Hal ini dijelaskan dalam karya monumental An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab Juz VI halaman 105.
Meskipun demikian, ketidakwajiban tersebut bukan berarti orang tua dilarang menzakati janin. Beberapa ulama memiliki pendapat berbeda dalam memandang hal ini. Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Mundzir, mengatakan bahwa menunaikan zakat fitrah untuk janin adalah sunnah, bukan kewajiban.
Artinya, jika orang tua ingin memberikan zakat fitrah atas nama janin sebagai bentuk kehati-hatian atau tambahan amal, maka hal tersebut dibolehkan dan termasuk perbuatan baik.
Namun, ada kondisi khusus yang juga dibahas ulama. Jika seorang bayi lahir di dua waktu, yakni sebagian tubuhnya lahir sebelum matahari terbenam pada akhir Ramadan dan sebagian lainnya lahir setelah terbenam matahari pada malam Idulfitri, maka para ulama sepakat bahwa bayi tersebut tidak dikenai kewajiban zakat fitrah.
Alasannya, bayi masih dianggap sebagai janin selama belum lahir sempurna atau terpisah sepenuhnya dari tubuh ibunya.
Kesimpulannya, janin tidak termasuk wajib zakat fitrah menurut madzhab Syafi’i, berdasarkan kesepakatan para ulama klasik. Namun, orang tua boleh memilih untuk membayarkan zakat fitrah atas nama janin sebagai bentuk kesunahan sesuai pendapat Imam Ahmad bin Hanbal.
Dengan memahami penjelasan para ulama ini, umat Islam dapat menunaikan zakat fitrah dengan lebih tenang, tepat, dan sesuai tuntunan syariat.
Jika terdapat kondisi khusus terkait kelahiran bayi, ada baiknya berkonsultasi dengan tokoh agama setempat untuk memastikan keputusan yang paling sesuai. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadan.
ARTIKEL17/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Lengkap dan Hukumnya
Banyak umat Islam yang masih bertanya-tanya, bolehkah membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Pertanyaan ini sering muncul terutama di akhir Ramadan, saat sebagian orang memiliki uzur syar’i yang membuat mereka tidak berpuasa, seperti sakit, hamil, menyusui, lanjut usia, atau menstruasi. Bagi mereka yang meninggalkan puasa dan tidak mampu menggantinya, membayar fidyah menjadi kewajiban yang harus ditunaikan.
Secara umum, fidyah memang sering dibayarkan menjelang atau selama bulan Ramadan. Namun, bagaimana jika fidyah baru bisa dibayarkan setelah Ramadan berakhir? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan lengkap para ulama dan pandangan fikih berikut ini.
Menurut berbagai ulama, tidak ada dalil yang mewajibkan fidyah harus dibayarkan khusus pada bulan Ramadan. Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim menjelaskan bahwa waktu pembayaran fidyah bersifat fleksibel. Artinya, fidyah boleh dibayarkan kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Selama fidyah diberikan kepada mereka yang berhak dan diniatkan dengan ikhlas, maka ibadah tersebut tetap sah.
Mazhab Syafi’i yang paling banyak dianut di Indonesia juga memperbolehkan pembayaran fidyah di luar bulan Ramadan tanpa batasan waktu khusus. Kendati begitu, sebagian ulama seperti Imam Ghazali menganjurkan agar fidyah tidak ditunda terlalu lama.
Hal ini bertujuan agar kewajiban segera terselesaikan dan tidak menumpuk hingga bertahun-tahun.
Mazhab Hanafi dan Maliki pun memiliki pandangan serupa. Mereka menegaskan bahwa fidyah adalah kewajiban yang tidak berkaitan langsung dengan waktu Ramadan. Fidyah dapat dibayarkan kapan saja, selama masih berhubungan dengan puasa yang ditinggalkan karena uzur. Fleksibilitas ini menjadi wujud kemudahan dalam syariat Islam bagi umat yang mengalami kendala.
Walaupun membayar fidyah setelah Ramadan dibolehkan, sebagian ulama tetap menyarankan agar fidyah ditunaikan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Ini bukan tuntutan wajib, namun lebih kepada bentuk kesungguhan seorang muslim dalam memenuhi tanggung jawab ibadahnya.
Yang terpenting dalam pembayaran fidyah adalah ketepatan sasaran dan ketulusan niat. Fidyah harus diberikan kepada fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ketaatan kepada Allah SWT.
Pembayaran fidyah di luar Ramadan tetap memiliki nilai ibadah yang sama selama dilaksanakan dengan penuh kesadaran.
Kesimpulannya, bolehkah membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Jawabannya: boleh. Bahkan Islam memberikan kelonggaran waktu sebagai bentuk rahmat bagi umat-Nya.
Dengan memahami aturan dan hikmahnya, umat Islam dapat menunaikan fidyah dengan tenang, baik di bulan Ramadan maupun setelahnya. Semoga ibadah kita selalu diterima Allah SWT.
ARTIKEL16/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Lengkap dengan Doa
Artikel berikut ini akan bagikan informasi mengenai bacaan niat zakat fitrah untuk anak perempuan lengkap dengan bacaan doa setelah menunaikan zakat fitrah.
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya.
Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg atau setara dengan Rp 50.000 per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut.
Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya:
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut:
“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”
Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang.
Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya.
Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar.
Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL16/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tabel Nishab Zakat 2026: Ini Ketentuan Lengkap Zakat Fitrah, Fidyah, dan Zakat Mal
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang bersama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang resmi merilis Tabel Nishab Zakat 2026 sebagai pedoman bagi masyarakat Muslim dalam menunaikan zakat fitrah, fidyah, maupun zakat mal. Pedoman ini disusun berdasarkan Tausiyah MUI Kota Semarang Nomor: 210/DP.MUI-SMG/II/2026.
Dokumen resmi tersebut mencakup ketentuan zakat fitrah, kewajiban fidyah bagi yang tidak mampu berpuasa, serta aturan zakat harta seperti emas, perak, usaha, pertanian, hingga zakat profesi. Dengan adanya pedoman ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami kewajiban zakat sekaligus menunaikannya sesuai syariat.
Ketentuan zakat fitrah tahun 2026 menetapkan bahwa setiap Muslim yang mampu wajib membayar zakat fitrah sebesar 1 sha’ atau 2,7 kg beras. Nilai zakat fitrah mengikuti penjelasan Kitab Fathul Qadir dan Fatwa MUI Pusat Nomor 65 Tahun 2022.
Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri. Untuk wilayah Semarang, nilai zakat fitrah yang direkomendasikan adalah Rp 50.000 per jiwa.
Fidyah diwajibkan bagi beberapa golongan, seperti:
- Orang tua renta
- Orang sakit yang tidak diharapkan sembuh
- Ibu hamil atau menyusui dengan kekhawatiran keselamatan bayi
- Orang yang menunda qadha puasa secara sengaja
- Orang meninggal yang memiliki utang puasa
Besaran fidyah ditetapkan ½ sha’ atau 1,5 kg beras, yang dalam praktiknya dapat diganti dengan memberi makan fakir miskin. Nilai fidyah disarankan sebesar Rp 30.000 per jiwa per hari.
MUI Kota Semarang juga merilis ketentuan nishab zakat emas dan logam mulia, yaitu senilai 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5% setiap tahun menyesuaikan harga emas. Untuk perak, nishabnya senilai 595 gram.
Koleksi barang berharga seperti batu mulia dan logam lain juga mengikuti nilai emas 85 gram sebagai nishabnya.
Untuk zakat hasil pertanian seperti beras dan gabah, batas nishabnya adalah:
- 653 kg beras
- 1 ton gabah basah
Dengan kadar zakat 5% untuk hasil yang menggunakan biaya irigasi dan 10% jika tanpa biaya.
Usaha modern seperti perdagangan, investasi, deposito, hingga profesi ASN, pegawai swasta, maupun dokter dikenakan zakat 2,5% jika pendapatan telah mencapai nishab senilai emas 85 gram atau sepanjang mencapai Rp 91.681.728 per tahun (setara harga emas Februari 2026). Zakat profesi dapat dikeluarkan setiap bulan sebesar 2,5% dari penghasilan.
Dengan dirilisnya Tabel Nishab Zakat 2026 ini, umat Islam di Kota Semarang diharapkan dapat menunaikan zakat secara tepat, teratur, dan sesuai syariat. Pedoman ini juga bertujuan memperkuat semangat berbagi serta meningkatkan kesejahteraan umat selama Ramadan.
ARTIKEL13/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang? Penjelasan Lengkap Ulama dan Ketentuannya di Era Modern
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan wajib ditunaikan sebelum Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki hikmah besar, yaitu menyucikan jiwa setelah satu bulan penuh berpuasa di bulan Ramadan serta membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Namun, seiring perkembangan zaman, muncul pertanyaan yang cukup populer: apakah zakat fitrah boleh dibayar menggunakan uang?
Pada masa Rasulullah SAW, zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan satu sha’ kurma atau gandum sebagai zakat fitrah bagi setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak.
Hadis ini menjadi dasar bahwa zakat fitrah pada masa Nabi diberikan dalam bentuk makanan yang umum dikonsumsi masyarakat setempat.
Ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan berbeda terkait pembayaran zakat fitrah menggunakan uang. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa zakat fitrah seyogianya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok, sebagaimana sesuai dengan praktik Rasulullah SAW.
Namun, mazhab Hanafi memberikan kelonggaran dengan membolehkan zakat fitrah dibayar menggunakan uang selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan. Pendapat ini berangkat dari tujuan utama zakat fitrah, yaitu membantu meringankan beban fakir miskin.
Dalam kondisi tertentu, uang bahkan dinilai lebih bermanfaat karena bisa langsung digunakan penerima untuk memenuhi kebutuhan mendesak, baik membeli makanan maupun kebutuhan lain selama Idulfitri.
Di masa modern seperti saat ini, banyak lembaga zakat resmi juga menerima pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan tertib administrasi.
Pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang memberikan kemudahan, khususnya bagi masyarakat perkotaan yang kesulitan menyediakan makanan pokok secara langsung. Selain itu, lembaga amil zakat dapat mengelola dana tersebut untuk disalurkan sesuai kebutuhan mustahik, sehingga manfaatnya lebih optimal.
Yang terpenting adalah memastikan zakat fitrah ditunaikan tepat waktu, diniatkan dengan ikhlas, dan diberikan melalui lembaga yang terpercaya.
Di Kota Semarang, BAZNAS Kota Semarang telah menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per orang atau setara 2,7 kilogram beras. Ketentuan ini didasarkan pada harga rata-rata beras yang layak konsumsi. Pembayaran dapat dilakukan langsung melalui kantor BAZNAS Kota Semarang yang beralamat di Ruko Kalipancur No. 2, Jl. Abdul Rahman Saleh Raya, Semarang, atau dapat melakukan pembayaran online melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat.
Dengan adanya pedoman tersebut, masyarakat dapat memilih menunaikan zakat fitrah dalam bentuk beras atau uang senilai setara. Penyaluran melalui lembaga resmi juga memastikan zakat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Membayar zakat fitrah dengan uang diperbolehkan menurut sebagian ulama, terutama dalam konteks kemaslahatan dan efektivitas penyaluran. Yang terpenting adalah zakat ditunaikan dengan ikhlas, tepat waktu, dan melalui pihak yang amanah.
Dengan begitu, zakat fitrah bukan hanya menjadi sarana penyucian diri, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama.
ARTIKEL13/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
5 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan dan Ampunan yang Dinanti Umat Islam
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan 5 keistimewaan di malam lailatul qadar yang dapat Anda ketahui.
Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa dalam Islam, yang disebut lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini hadir pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, dan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Tidak hanya karena pahala yang berlipat ganda, tetapi juga karena banyaknya keistimewaan dan rahmat yang Allah SWT curahkan di dalamnya.
Berikut ulasan lengkap mengenai lima keistimewaan Lailatul Qadar beserta dalilnya.
1. Ampunan atas Dosa-dosa yang Telah Lalu
Salah satu keutamaan terbesar dari malam Lailatul Qadar adalah kesempatan memperoleh ampunan dari Allah SWT atas dosa yang telah lalu. Hal ini ditegaskan oleh Abu Hurairah RA yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
"Barang siapa beribadah di malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah.
2. Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam turunnya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Allah SWT menegaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 1:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.”
Ayat ini mengingatkan bahwa malam tersebut adalah momentum sakral yang menandai awal turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW.
3. Malam yang Penuh Keberkahan
Dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.”
Ayat ini menekankan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan, di mana setiap ibadah yang dilakukan memiliki nilai kebaikan berlipat-lipat.
4. Turunnya Para Malaikat ke Bumi
Keistimewaan lain yang menambah kemuliaan malam ini adalah turunnya para malaikat, termasuk malaikat Jibril AS, untuk menyampaikan salam, doa, dan ketentraman kepada hamba-hamba Allah. Dalam QS Al-Qadr ayat 4 disebutkan:
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Rasulullah SAW bersabda bahwa malaikat turun sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar untuk mendoakan orang-orang yang berzikir dan beribadah. (HR Al-Baihaqi dan As-Suyuthi)
5. Menghadirkan Ketenangan dan Kedamaian Hati
Bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan doa, zikir, dan ibadah lainnya, Allah akan memberikan ketenangan jiwa. Hati menjadi lebih tenteram, penuh kedamaian, serta dipenuhi harapan akan rahmat dan ampunan-Nya. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan begitu banyak keistimewaan yang dimiliki Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendapatkan keberkahan malam mulia ini.
Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT pada Lailatul Qadar.
ARTIKEL12/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Anak Laki-laki dan Perempuan Lengkap Doa
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat zakat fitrah untuk istri, anak laki-laki dan perempuan lengkap dengan doa setelah menunaikan zakat fitrah.
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya.
Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg beras atau makanan pokok per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut.
Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya:
1. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
2. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut:
“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”
Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang.
Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya.
Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar.
Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL12/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Paruh Kedua Ramadhan, Saatnya Mengevaluasi Keistiqomahan
Tidak terasa, Ramadhan sudah memasuki paruh kedua. Waktu terasa berjalan cepat. Hari-hari yang di awal bulan terasa penuh semangat, kini perlahan berubah menjadi rutinitas. Di titik inilah sebenarnya momen penting untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: bagaimana istiqomah kita selama Ramadhan?
Di awal Ramadhan, banyak dari kita memulai dengan niat besar. Masjid penuh, tilawah terasa ringan, dan semangat berbagi begitu terasa. Namun seiring waktu berjalan, tidak jarang konsistensi mulai diuji. Di sinilah makna istiqomah benar-benar terlihat. Istiqomah bukan tentang memulai dengan luar biasa, tetapi tentang menjaga agar kebaikan tetap berjalan hingga akhir.
Paruh kedua Ramadhan juga menjadi pengingat bahwa kesempatan masih terbuka. Jika di awal bulan kita merasa belum maksimal, masih ada waktu untuk memperbaiki. Masih ada hari-hari untuk memperbanyak ibadah, memperdalam refleksi, dan memperluas kepedulian terhadap sesama.
Salah satu bentuk istiqomah yang sering kali terlupakan adalah konsistensi dalam berbagi. Ramadhan tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Allah, tetapi juga kepedulian kepada orang lain. Zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian dari ibadah sosial yang menguatkan nilai Ramadhan itu sendiri.
Melalui BAZNAS, Sahabat BAZNAS dapat menyalurkan zakat dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran. Kontribusi ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga istiqomah dalam berbuat kebaikan hingga akhir Ramadhan.
Karena pada akhirnya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari bagaimana kita memulainya, tetapi bagaimana kita menutupnya. Paruh kedua Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki, memperkuat, dan memastikan bahwa semangat kebaikan tetap terjaga sampai hari kemenangan tiba.
ARTIKEL11/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Panduan Lengkap Waktu Terbaik Menunaikan Zakat Fitrah 2026: Jangan Sampai Terlewat!
Ramadan 2026 kini hanya tersisa sembilan hari. Di tengah suasana penuh keberkahan ini, umat muslim kembali diingatkan untuk menunaikan salah satu ibadah penting sebelum memasuki Hari Raya Idulfitri, yaitu zakat fitrah. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mensucikan diri dari kekurangan serta penyempurna amalan puasa sepanjang Ramadan.
Zakat fitrah hendaknya ditunaikan pada waktu yang tepat. Penentuan waktu ini bukan tanpa alasan, sebab para ulama telah membaginya menjadi beberapa kategori sehingga menjadi panduan bagi umat Islam dalam menunaikannya dengan benar. Artikel ini membahas secara lengkap waktu terbaik membayar zakat fitrah 2026 agar Anda tidak salah langkah.
Para ulama dari mazhab Syafi’i membagi waktu pembayaran zakat fitrah menjadi lima macam: mubah, wajib, sunnah, makruh, dan haram. Berikut penjelasannya:
1. Waktu Mubah
Dimulai sejak awal Ramadan hingga akhir Ramadan. Artinya, zakat fitrah baru boleh dikeluarkan setelah memasuki bulan Ramadan. Mengeluarkan zakat sebelum Ramadan tidak diperbolehkan.
2. Waktu Wajib
Terjadi pada akhir Ramadan hingga awal Syawal. Siapa pun yang mendapati diri hidup meski sebentar di sebagian waktu Ramadan dan sebagian waktu Syawal, maka wajib baginya membayar zakat fitrah.
3. Waktu Sunnah
Waktu paling dianjurkan yaitu sebelum pelaksanaan shalat Idulfitri. Dimulai dari malam takbiran hingga pagi hari sebelum shalat Id berlangsung. Inilah waktu terbaik untuk memastikan zakat fitrah sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.
4. Waktu Makruh
Dimulai setelah shalat Id hingga terbenamnya matahari pada 1 Syawal. Meski sah, pembayaran di waktu ini kurang dianjurkan karena terlambat dari waktu utama.
5. Waktu Haram
Terjadi setelah berakhirnya tanggal 1 Syawal. Menunda zakat fitrah hingga melewati waktu ini hukumnya haram.
Pembagian waktu tersebut didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dalam hadits itu disebutkan bahwa zakat fitrah berfungsi sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan perkataan keji, sekaligus sebagai makanan bagi orang miskin.
Nabi menegaskan bahwa zakat yang dibayarkan sebelum shalat Id akan diterima, sementara yang dibayarkan setelahnya hanya dihitung sebagai sedekah biasa.
Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam menjelaskan bahwa zakat fitrah merupakan amalan kebaikan yang menghapus dosa, sebagaimana firman Allah dalam Surat Hud ayat 114: "Sungguh, kebaikan itu dapat menghilangkan keburukan."
Pembayaran zakat fitrah sebelum shalat Id dianjurkan agar kaum fakir dapat menyambut hari raya tanpa harus mengemis demi mencukupi kebutuhan mereka. Dengan begitu, mereka pun dapat turut merasakan kebahagiaan Idulfitri.
Sementara itu, Syekh M. Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menegaskan bahwa menunda pembayaran zakat fitrah hingga lewat Hari Raya Idulfitri hukumnya haram. Jika seseorang menunda tanpa uzur, maka zakat yang dibayarkan menjadi qadha. Namun, jika ada uzur, penundaan tersebut diperbolehkan.
Anda juga dapat melakukan penunaian zakat fitrah melalui lembaga zakat terdekat seperti halnya Baznas Kota Semarang yang kini juga menyediakan laman online untuk memudahkan para muzakki zakat dengan mudah, simpel dan terpercaya. Adapun link pembayaran zakat online sebagai berikut:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Dengan memahami pembagian waktu ini, umat muslim dapat menunaikan zakat fitrah 2026 secara tepat dan sesuai tuntunan. Jangan menunda hingga terlewat segera tunaikan zakat fitrah Anda pada waktu terbaik sebagai penyempurna ibadah Ramadan.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Zakat Penghasilan Lengkap dengan Bacaan Niat dan Besarannya
Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim tidak hanya diwajibkan menunaikan zakat fitrah, tetapi juga dianjurkan untuk melaksanakan zakat penghasilan apabila pendapatan yang diterima telah mencapai batas nisab. Zakat penghasilan, atau sering disebut zakat pendapatan, adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang diperoleh dari pekerjaan halal dengan pendapatan rutin maupun tidak rutin.
Zakat penghasilan termasuk dalam kategori zakat mal, sehingga kewajiban ini berlaku apabila total pendapatan sudah memenuhi nisab yang telah ditetapkan. Pada tahun 2026, nisab zakat penghasilan ditentukan sebesar 85 gram emas per tahun dengan kadar zakat 2,5% dari jumlah pendapatan bersih.
Penetapan ini dikuatkan melalui SK Ketua Baznas Nomor 15 Tahun 2026 tentang nilai nisab zakat pendapatan dan jasa. Dalam keputusan tersebut, nisab zakat penghasilan tahun 2026 setara dengan 85 gram emas, yaitu senilai Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan apabila zakat ditunaikan setiap bulan. Angka ini diambil berdasarkan rata-rata harga emas 14 karat sepanjang tahun 2025.
Pemilihan emas 14 karat sebagai standar perhitungan nisab dianggap selaras dengan regulasi yang berlaku. Meski dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak dijelaskan jenis karat emas yang digunakan, BAZNAS memiliki kewenangan menetapkan standar untuk memastikan nilai nisab tetap sesuai prinsip kemaslahatan bagi para mustahik.
Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dibayarkan secara bulanan maupun tahunan. Jika dibayarkan setiap bulan, maka nilai nisab dihitung sebagai seperduabelas dari total nisab tahunan, yaitu Rp7.640.144.
Dengan demikian, setiap muslim yang pendapatannya melebihi angka tersebut wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% dari total penghasilan bulanan.
Namun, bagi individu dengan penghasilan tidak tetap, perhitungan dapat dilakukan secara tahunan. Apabila total pendapatan bersih selama satu tahun mencapai atau melebihi nisab, maka zakat wajib dikeluarkan.
Dalam menunaikan zakat penghasilan, terdapat bacaan niat yang perlu diucapkan, berbeda dari zakat fitrah. Berikut lafaz niat zakat penghasilan:
“Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta'ala.”
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat hartaku fardhu karena Allah Ta’ala.
Sedangkan doa saat mengeluarkan zakat adalah:
“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”
Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.
Anda dapat pula menunaikan zakat penghasilan melalui laman online yang disediakan Baznas Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat
Demikian penjelasan lengkap mengenai zakat penghasilan beserta niatnya. Semoga menjadi panduan bermanfaat dalam menyempurnakan ibadah selama Ramadan.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Dinanti Umat Muslim
Menjelang akhir bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia semakin meningkatkan ibadah untuk mengejar malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen paling istimewa karena kemuliaannya tidak tertandingi oleh malam mana pun.
Meski tidak diketahui secara pasti kapan datangnya, berbagai ajaran menyebutkan bahwa malam penuh keberkahan itu berada pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Umat Muslim dianjurkan menyiapkan diri dengan amalan-amalan yang dapat mendekatkan mereka pada kesempatan besar mendapatkan Lailatul Qadar. Para ulama menekankan bahwa siapa pun yang ingin meraih malam istimewa ini harus memperbanyak ibadah, memperkuat doa, serta menjaga hati agar tetap ikhlas.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar adalah memperbanyak salat malam atau qiyamul lail. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memperbanyak ibadah dibanding malam-malam sebelumnya.
Karena itu, salat sunnah, witir, dan tahajud menjadi ibadah utama yang tidak boleh dilewatkan.
Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga memperbanyak tilawah dan tadabbur di akhir Ramadan merupakan upaya untuk mendapatkan rahmat dan pahala berlipat.
Banyak umat Islam mengkhatamkan Al-Qur’an pada periode ini untuk lebih dekat dengan turunnya keberkahan malam tersebut.
Tak kalah penting, amalan berdoa dengan sungguh-sungguh menjadi salah satu cara untuk meraih Lailatul Qadar. Doa yang paling dianjurkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah, yakni memohon pengampunan dan kasih sayang Allah. Semakin sering seorang Muslim memanjatkan doa ini, semakin besar pula peluang mendapatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Selain ibadah individual, bersedekah dan membantu sesama juga menjadi amalan yang bernilai tinggi. Semangat berbagi dan keikhlasan dalam membantu orang lain merupakan wujud kebaikan yang dapat mengantarkan seseorang pada keberkahan Lailatul Qadar. Banyak umat Muslim memilih menyalurkan sedekah, makanan, atau bantuan lainnya pada fase akhir Ramadan.
Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hati tetap ikhlas, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama, umat Islam berharap dapat meraih malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan.
Meski waktu kedatangannya dirahasiakan, usaha sungguh-sungguh dan ibadah yang konsisten menjadi kunci agar tidak melewatkan malam yang lebih baik daripada seribu bulan tersebut.
ARTIKEL10/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan Lengkap dengan Doa
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan lengkap dengan bacaan doa setelah menunaikan zakat fitrah.
Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya.
Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg beras atau makanan pokok per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut.
Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya:
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an (….) fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut:
“Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.”
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.”
Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang.
Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya.
Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar.
Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL09/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Ciri-Cirinya di 10 Hari Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa yang selalu dinantikan oleh umat Islam saat bulan suci Ramadan. Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan kepada Nabi Muhammad SAW dan memiliki keutamaan yang luar biasa.
Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama lebih dari 83 tahun.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5 yang artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Meski memiliki keutamaan besar, Rasulullah SAW tidak pernah menyebutkan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.”
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama yang menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:
- Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 202
- Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026
Pada malam-malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa.
Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan beberapa tanda atau ciri datangnya malam Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa salah satu tanda yang dapat dilihat adalah kondisi matahari pada pagi harinya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan, seolah-olah seperti bejana hingga matahari tersebut meninggi.
Selain itu, sejumlah ulama juga menyebut beberapa tanda lain yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, di antaranya:
Suasana malam terasa tenang dan jarang terdengar suara gonggongan anjing atau keledai.
- Air laut terasa lebih tawar dari biasanya.
- Malam terasa terang dan bercahaya.
- Sebagian orang merasakan ketenangan spiritual yang mendalam.
- Alam terasa lebih damai dan sejuk.
- Matahari terbit pada pagi hari dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu bisa dirasakan semua orang.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
ARTIKEL09/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan, Amalan Penuh Keberkahan bagi Umat Muslim
Malam Nuzulul Quran yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada malam ini diperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa agar mendapatkan keberkahan dari malam yang mulia ini.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca doa-doa khusus pada malam Nuzulul Quran. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk, ampunan, serta keberkahan hidup melalui Al-Qur’an.
Berikut kumpulan doa yang dapat diamalkan pada malam Nuzulul Qur'an 17 Ramadan.
1. Doa Memohon Cahaya Al-Qur’an
Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur'an, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur'an, wa hassin a'maalanaa bi dzikril qur'an, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur'an, wa adkhilnal jannata bi syafaa'til qur'an.
Artinya: “Ya Allah, sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an. Hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an. Baguskan amalan kami dengan dzikir melalui Al-Qur’an. Selamatkan kami dari api neraka dengan kemuliaan Al-Qur’an dan masukkan kami ke dalam surga dengan syafaat Al-Qur’an.”
2. Doa Memohon Ampunan untuk Diri dan Orang Tua
Allahummagfir lii wa liwaalidayya arhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil.”
3. Doa Memohon Ampunan kepada Allah SWT
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku.”
4. Doa Khatam Al-Qur’an pada Malam Nuzulul Quran
Allahumarhamni bil qur'an, waj'alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimni minhu maa jahiltu, warzuqnii tilaawatahu aanaa allaili wa athraafannahaar, waj'alhu lii hujjatan ya rabbal 'aalamiin.
Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ingatkanlah aku terhadap ayat-ayat yang terlupakan dan ajarkan aku apa yang belum aku ketahui. Berikan aku kemampuan untuk membacanya sepanjang malam dan siang hari, serta jadikanlah ia sebagai pembelaku di hadapan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.”
Malam Nuzulul Quran menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai amalan kebaikan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih pahala serta keberkahan yang berlipat ganda di bulan suci Ramadan.
ARTIKEL06/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menguatkan Ekonomi Umat lewat Zakat Produktif
Bagi Sahabat BAZNAS, zakat tidak sekadar kewajiban yang ditunaikan lalu selesai. Zakat adalah amanah besar untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, pengelolaan zakat perlu diarahkan tidak hanya untuk membantu, tetapi juga untuk memberdayakan.
Selama ini, zakat sering dipahami sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat. Padahal, zakat juga memiliki potensi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. Zakat produktif hadir sebagai ikhtiar agar mustahik tidak berhenti pada tahap menerima, tetapi mampu melangkah menuju kemandirian. Melalui modal usaha, alat kerja, serta pendampingan yang berkelanjutan, zakat menjadi jalan bagi lahirnya usaha-usaha kecil yang tumbuh dari bawah.
Banyak Sahabat BAZNAS mungkin belum menyadari bahwa di sekitar kita terdapat potensi besar yang hanya menunggu kesempatan. Pedagang kecil yang ingin mengembangkan usahanya, ibu rumah tangga dengan keterampilan usaha, hingga pekerja informal yang ingin naik kelas. Zakat produktif membuka ruang bagi mereka untuk bangkit dan berkembang.
Dampak zakat produktif pun meluas. Usaha yang tumbuh menciptakan perputaran ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan jangka pendek. Inilah bentuk kontribusi nyata zakat dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan.
Karena itu, bagi Sahabat BAZNAS yang ingin berkontribusi secara riil dalam menguatkan ekonomi umat, menunaikan zakat melalui BAZNAS adalah langkah nyata yang bisa dilakukan hari ini. Dengan berzakat di BAZNAS, Sahabat tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga ikut menghadirkan perubahan dan harapan bagi banyak kehidupan.
ARTIKEL06/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →