WhatsApp Icon

Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Prakiraan 1 Ramadan dari Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

10/02/2026  |  Penulis: Admin Bidang Penghimpunan

Bagikan:URL telah tercopy
Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Prakiraan 1 Ramadan dari Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Ilustrasi penentuan Ramadhan (Dok.Freepik)

Penetapan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian besar umat Islam di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa lembaga resmi maupun organisasi keagamaan telah menyampaikan prakiraan masing-masing. Perbedaan metode penentuan—antara hisab dan rukyat—membuat masyarakat menantikan kepastian kapan puasa dimulai. Berikut rangkuman prakiraan awal Ramadan dari Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prakiraan 1 Ramadan Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Berdasarkan informasi resmi Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.

Sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Setelah itu, pemerintah akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah yang melakukan observasi. Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan kepada masyarakat pada malam harinya.

Prakiraan 1 Ramadan Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada informasi yang dipublikasikan NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor penting dalam menentukan awal puasa.

NU akan menggelar rukyatul hilal di berbagai lokasi rukyat yang telah ditetapkan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan akan jatuh pada keesokan harinya. Keputusan final akan diumumkan setelah seluruh laporan rukyat dikumpulkan dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.

Prakiraan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah dijadwalkan memulai ibadah puasa pada tanggal tersebut. Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Prakiraan 1 Ramadan Versi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadan tahun 2026. Para peneliti memprediksi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, hasil rukyat pada 18 Februari 2026 akan menjadi faktor penentu, terutama bagi pihak yang mendahulukan pengamatan hilal dalam penetapan awal bulan.

Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode dan kriteria menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender hijriah yang sudah berlangsung lama.

Masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari lembaga masing-masing dan saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat