WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Baznas Kota Semarang Gandeng Dinas Pendidikan Bentuk UPZ SD–SMP untuk Kuatkan Budaya Berbagi Pelajar
Baznas Kota Semarang Gandeng Dinas Pendidikan Bentuk UPZ SD–SMP untuk Kuatkan Budaya Berbagi Pelajar
Semarang – Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang terus memperluas gerakan peduli sesama di lingkungan pendidikan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat SD dan SMP Negeri se-Kota Semarang. Langkah strategis ini dilakukan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kota Semarang guna menanamkan budaya berbagi sejak dini kepada siswa. Kegiatan Sosialisasi Pembentukan UPZ SD–SMP ini digelar di Rumah Dinas Kota Semarang (18/2/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara beserta wakil Ketua dan Pelaksana, Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Ahsan beserta jajarannya serta ratusan kepala sekolah, perwakilan guru Pendidikan Agama Islam dari berbagai SD dan SMP Negeri se-Kota Semarang. Dalam sambutannya, Ketua Baznas Kota Semarang menegaskan bahwa Pembentukan UPZ di lingkungan sekolah bukan sekadar program seremonial melainkan bentuk nyata edukasi karakter. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa berbagi melalui infak merupakan kebiasaan baik yang perlu dilatih sejak masa sekolah. Infak menjadi bentuk kepedulian sosial yang melibatkan hati, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang beserta jajaran kompak mendukung penuh langkah kolaboratif ini karena selaras dengan pendidikan karakter yang tengah digencarkan di satuan pendidikan. Melalui UPZ, siswa dapat belajar mempraktikkan nilai-nilai akhlak mulia, terutama saat memasuki bulan Ramadhan, ketika kegiatan berbagi menjadi lebih intens. Infak yang terkumpul melalui UPZ nantinya akan disalurkan kembali kepada pihak sekolah untuk program keagamaan, sosial dan pendidikan sesuai dengan panca program Baznas Kota Semarang, yakni Semarang Sehat, Semarang Makmur, Semarang Takwa, Semarang Cerdas, dan Semarang Peduli. Program-program tersebut merupakan wujud komitmen lembaga amil zakat dalam menguatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan di Kota Semarang. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter sosial. Pembentukan UPZ SD–SMP Negeri ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan yang memperkuat literasi zakat dan infak di kalangan siswa. Dengan demikian, kolaborasi antara Baznas Kota Semarang dan Dinas Pendidikan ini menjadi pondasi penting bagi terciptanya generasi yang peduli, berempati, dan terbiasa berbagi sejak dini—sebuah investasi sosial bagi masa depan Kota Semarang yang lebih peduli dan berdaya.
18/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kemenag Gandeng Baznas adakan Pembinaan dan Pengarahan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Semarang
Kemenag Gandeng Baznas adakan Pembinaan dan Pengarahan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Semarang
Semarang – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggandeng Baznas Kota Semarang dengan mengadakan Pembinaan dan Pengarahan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Semarang (Selasa, 10/2) bertempat di Kantor Kemenag Kota Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I H.Labib, Kasi PAIS Kemenag Kota Imam Sucahyo, Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar dan guru PAI negeri se-Kota Semarang. Pembinaan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM dan penguatan peran strategis guru PAI di lingkungan pendidikan. Para narasumber tersebut memberikan penguatan baik dari sisi kebijakan pendidikan keagamaan maupun aspek pengelolaan pendidikan serta mengajak guru-guru PAI yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari APBN melalui Kementerian Agama untuk dapat menunaikan Zakat sebesar 2,5% lewat UPZ Kemenag Kota Semarang untuk selanjutnya di serahkan melalui Baznas Kota Semarang. Dalam sambutannya, Imam Sucahyo menyampaikan pentingnya peran guru PAI tidak hanya dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun karakter religius dan kepedulian sosial peserta didik. Ia menekankan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Sementara itu, H. Labib dalam paparannya menjelaskan mengenai kolaborasi antara Kemenag dan BAZNAS Kota Semarang, khususnya dalam rangka optimalisasi pembayaran zakat. Ia menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mendukung program-program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara guru PAI, Kemenag, dan BAZNAS Kota Semarang dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi zakat di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di Kota Semarang.
10/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Dorong Pengembangan UMKM, Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Pemberdayaan Usaha
Dorong Pengembangan UMKM, Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Pemberdayaan Usaha
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis zakat. Sebanyak Rp 29.000.000 disalurkan kepada 14 pelaku usaha mikro dalam kegiatan pentasyarufan yang digelar di Kantor Baznas Kota Semarang. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, serta Kabid Pendayagunaan Bapak Ripai, yang turut mendampingi para penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari agenda “Semarang Makmur”, yaitu program pendayagunaan zakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Menurut Baznas Kota Semarang, penyerahan bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan tambahan modal, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha agar semakin produktif dan mampu bersaing. Sebanyak 14 penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai kelompok pedagang yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk penguatan modal usaha, pengadaan sarana pendukung perdagangan, serta pelatihan manajemen keuangan sederhana bagi para penerima manfaat. Dengan dukungan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan langsung manfaat zakat. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata. Tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga membangun kemampuan usaha para mustahik agar bisa mandiri,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Pendayagunaan Ripai menambahkan bahwa Baznas akan terus memperkuat pendampingan bagi para pelaku usaha yang menerima bantuan. Pendampingan tersebut meliputi monitoring perkembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi peningkatan omzet. Baznas Kota Semarang menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik produktif merupakan salah satu prioritas yang terus dikembangkan. Melalui strategi zakat berbasis pemberdayaan, Baznas berharap dapat melahirkan lebih banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi muzaki atau pemberi zakat. Dengan hadirnya program seperti ini, Baznas Kota Semarang optimistis dapat memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Program “Semarang Makmur” diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan yang membuat masyarakat lebih berdaya dan berkelanjutan.
05/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Berita Pendistribusian

BAZNAS KOTA SEMARANG SALURKAN BANTUAN SISWA MTs KHUSNUL KHATIMAH
BAZNAS KOTA SEMARANG SALURKAN BANTUAN SISWA MTs KHUSNUL KHATIMAH
SEMARANG, 03 Oktober 2025– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan. Kali ini, penyaluran bantuan diserahkan kepada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khusnul Khatimah di Rowosari, Tembalang, untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa-siswi yang membutuhkan. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Hj Afifah selaku Wakil Ketua 2 dan Wahyudi selaku Kepala Bidang Pendistribusian. Bantuan ini akan dialokasikan untuk meringankan beban 10 (sepuluh) siswa/i kurang mampu di MTs Khusnul Khatimah. Pendidikan adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program Semarang Cerdas ini, kami berharap dana zakat yang dihimpun dapat menjadi bekal bagi anak-anak kita meraih cita-cita setinggi mungkin. BAZNAS Kota Semarang percaya bahwa investasi di bidang pendidikan hari ini akan melahirkan generasi pemimpin masa depan Kota Semarang. Ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga motivasi besar bagi mereka untuk terus semangat belajar. Bantuan biaya pendidikan ini mencakup keperluan seperti pembayaran iuran sekolah, pembelian perlengkapan belajar, hingga kebutuhan pendukung akademik lainnya. BAZNAS Kota Semarang secara rutin menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terkumpul melalui berbagai program, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kemanusiaan. Penyaluran kepada MTs Khusnul Khatimah di Rowosari, Tembalang, ini menegaskan komitmen BAZNAS untuk memastikan dana ZIS tersalurkan secara tepat sasaran hingga ke wilayah pinggiran Kota Semarang.
03/10/2025 | humas
BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
Semarang,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan beras fitrah untuk masyarakat yang membutuhkan, yaitu asnaf para fakir miskin yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kamis, (20/03). Sebanyak 1000 kilogram beras fitrah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mustahik menjelang menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan penyaluran beras fitrah ini diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kota Semarang serta sekretaris Unit Pengumpul Zakat Dinas Pendidikan Kota Semarang. Program ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban zakat fitrah sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga di lingkungan dinas pendidikan yang masuk dalam kategori fakir miskin. Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang, Asyhar dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras fitrah ini merupakan upaya untuk memastikan distribusi zakat sampai kepada yang berhak, terutama kepada mereka yang kurang mampu di sektor pendidikan. “Dengan adanya bantuan beras fitrah ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pada bulan Ramadhan terlebih menjelang Idul Fitri yang penuh berkah,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengapresiasi langkah BAZNAS dalam membantu para tenaga pendidik, termasuk guru honorer dan staf lainnya yang berpendapatan rendah. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Semarang. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga dapat memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Riska, sekretaris UPZ Dinas Pendidikan Kota Semarang. Penyaluran 1000 kg beras fitrah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak, serta meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan di bulan yang penuh rahmat ini. #CahayaZakat #BayarZakat #BAZNAS #ZakatFitrah #BerbagiBerkah #Semarang Tunaikan Zakat Anda Sekarang ke: BAZNAS Kota Semarang Jl. Abdul Rahman Saleh No.02, Kalipancur, Ngaliyan, Semarang. Telp: (024) 7643 1420 REKENING UNTUK ZAKAT CIMB Niaga Syariah 86-0003-187-500BNI Syariah 999223340Bank Syariah Mandiri 05000-800-84BTN Syariah 714-1-00-989-6BCA Syariah 030-9000-008Bank Jateng Syariah 602-1000-316Muamalat 501-0115-191 REKENING UNTUK INFAQ DAN SEDEKAH BRI 0325-01-000999-30-2Bank Jateng 1-021-000767BNI 201-457-5855Mandiri 135-0000-5000-80Konfirmasi Donasi ke Whatsapp 082170221818 (Bidang Pengumpulan Baznas Kota Semarang)
20/03/2025 | humas
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS KOTA SEMARANG- Sebanyak 17 ton beras berhasil didistribusikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang. Total ada 3.700 mustahik yang terdiri atas fakir miskin, guru TPQ, santri pondok pesantren, dan panti asuhan. Beras tersebut juga dibagikan kepada para mustahik lain yang membutuhkan seperti tenaga kebersihan, tukang parkir, dan tukang becak, serta warga miskin, di sekitar Kantor Baznas Kota Semarang. ”Kami mulai distribusi beras kepada para mustahik dari 4 hingga 9 April,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Selasa (9/4). Arnaz menjelaskan, mustahik menerima 5 kg beras yang sebelumnya dihimpun dari pegawai ASN di lingkup Pemkot Semarang serta warga. Tahun ini, jumlah beras yang dikumpulkan sedikit menurun dibanding dengan Ramadhan, di mana berhasil terkumpul 17,1 ton. ”Meski demikian, untuk pengumpulan zakat justru naik drastis dari target Rp 1,7 miliar terealisasi hingga Rp 2 miliar,” jelas Arnaz Agung Andrarasmara. Kepala Pelaksana Baznas Kota Semarang Muhammad Asyhar mengungkapkan, mekanisme distribusi beras zakat fitrah dilaksanakan dengan melibatkan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). ”Kami juga menyalurkan secara langsung kepada mustahik fakir miskin yang membutuhkan,” tutur Muhammad Asyhar. Namun demikian, sebagian warga juga diminta untuk mengambil langsung beras di kantor Baznas sesuai jadwal yang ditentukan. ”Hal ini untuk menghindari kerumunan dan aksi berebut serta saling dorong antar warga saat mengambil zakat,” tutur Muhammad Asyhar.
09/04/2024 | Humas

Artikel Terbaru

Makna Kafarat dalam Islam dan Cara Pembayarannya di Bulan Ramadan 2026
Makna Kafarat dalam Islam dan Cara Pembayarannya di Bulan Ramadan 2026
Memasuki bulan Ramadan 2026, umat Islam di seluruh dunia kembali menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Selama berpuasa, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk berhubungan suami istri hingga waktu magrib tiba. Namun, dalam praktiknya, ada sebagian orang yang tidak sengaja ataupun sengaja melakukan pelanggaran tersebut sehingga diwajibkan membayar kafarat dan fidyah sebagai bentuk tebusan dosa. Kafarat sendiri merupakan istilah dalam fikih yang merujuk pada denda atau tebusan yang harus dibayarkan akibat melakukan pelanggaran tertentu. Tujuannya adalah untuk menghapus dosa dan sebagai bentuk tanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan, terutama ketika seseorang dengan sengaja berhubungan badan pada siang hari saat berpuasa Ramadan. Dalam fikih Islam, terdapat tiga tahapan dalam membayar kafarat bagi pelanggaran puasa Ramadan: - Memerdekakan budak, meski praktik ini sudah tidak lagi relevan pada masa sekarang. - Berpuasa selama dua bulan berturut-turut jika seseorang tidak mampu memerdekakan budak. - Memberi makan kepada 60 orang miskin apabila tidak mampu menjalankan puasa dua bulan penuh. Untuk metode ketiga, jumlah makanan yang diberikan biasanya setara dengan 1 mud per orang, yaitu sekitar 600–750 gram makanan pokok. Di Indonesia, kafarat juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang yang disalurkan melalui lembaga resmi seperti Baznas. Besaran nominalnya disesuaikan dengan harga makanan pokok, yaitu sekitar Rp30.000 per orang, sehingga total kafarat mencapai Rp1.800.000 untuk satu kali pelanggaran. Selain pelanggaran puasa, kafarat juga berlaku untuk pelanggaran sumpah. Ada beberapa metode yang bisa ditempuh: - Memberi makan kepada 10 fakir miskin dengan lauk pauk lengkap. - Memberikan pakaian layak kepada 10 fakir miskin. - Membebaskan seorang budak Muslim, jika masih memungkinkan pada zaman dahulu. - Berpuasa selama tiga hari jika tidak mampu melakukan opsi sebelumnya. Dengan memahami ketentuan kafarat secara benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan penuh tanggung jawab. Pembayaran kafarat bukan semata-mata denda, tetapi juga bentuk penghambaan kepada Allah SWT. agar umat Muslim dapat senantiasa menjaga kesucian ibadah puasanya.***
23/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjadikan Ramadhan 2026 Titik Balik Kehidupan
Menjadikan Ramadhan 2026 Titik Balik Kehidupan
Ramadhan selalu datang membawa harapan baru. Namun Ramadhan 2026 bisa menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Bulan suci ini dapat menjadi titik balik kehidupan, terutama bagi Sahabat BAZNAS yang ingin menjadikan ibadah sebagai jalan perubahan diri. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Di tengah kesibukan dan tuntutan aktivitas, Ramadhan memberi ruang bagi setiap individu untuk berhenti sejenak, merenung, dan menata kembali tujuan hidup. Pertanyaan sederhana pun muncul, sejauh mana hidup ini telah memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Spirit Ramadhan sejatinya adalah perubahan. Perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Rasa lapar yang dirasakan selama berpuasa menghadirkan empati yang lebih dalam terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan. Dari empati inilah tumbuh kepedulian sosial yang menjadi ruh utama ajaran Islam. Ramadhan juga menguatkan kesadaran untuk berbagi. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab sosial. Melalui peran BAZNAS, amanah dari para muzaki disalurkan kepada mereka yang membutuhkan secara tepat dan berkeadilan. Bagi Sahabat BAZNAS, inilah bukti bahwa ibadah personal mampu menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Selain meningkatkan kepedulian sosial, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik. Disiplin dalam mengatur waktu, kesederhanaan dalam konsumsi, serta kejujuran dalam bekerja adalah nilai yang dilatih selama bulan puasa. Nilai-nilai ini seharusnya tidak berhenti ketika Ramadhan berakhir, tetapi terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik balik berarti menumbuhkan komitmen untuk berubah secara konsisten. Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari niat yang tulus dan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Dari sinilah lahir pribadi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama
20/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Doa Ramadhan Hari ke-2 2026, Lengkap dengan Terjemah untuk Penuhi bulan Keberkahan
Doa Ramadhan Hari ke-2 2026, Lengkap dengan Terjemah untuk Penuhi bulan Keberkahan
Bulan Ramadhan 2026 akhirnya tiba, membawa suasana penuh keberkahan yang selalu dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Ramadhan bukan hanya tentang kewajiban berpuasa, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal saleh, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperbaiki diri secara spiritual. Di bulan yang agung ini, setiap Muslim dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun hati, agar mampu menjalani ibadah dengan maksimal. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada awal Ramadhan adalah membaca doa harian. Doa ini menjadi bentuk permohonan dan penyucian diri sebelum memasuki rangkaian ibadah puasa. Dengan membaca doa hari pertama Ramadhan, seorang Muslim menunjukkan komitmen untuk menjalani bulan suci ini dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, serta harapan akan turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT. Doa harian Ramadhan memiliki makna yang begitu mendalam. Di dalamnya terdapat permohonan agar Allah memberikan kekuatan dalam berpuasa, keteguhan untuk menjalankan shalat malam, serta penjagaan dari sifat lalai yang dapat mengurangi nilai ibadah. Selain itu, doa tersebut juga mengandung permintaan agar dosa-dosa hamba dibersihkan sehingga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang suci dan niat yang lurus. Berikut bacaan doa Ramadhan hari pertama lengkap dengan teks Arab latin, serta terjemahan bahasa Indonesia: Allahumma qarribni fihi ila mardhatika wa jannibni fihi min sakhatika wa naqimatika wa waffiqni fihi liqira-ati ayatika birahmatika ya arhamar rahimin. Artinya: “Ya Allah, dekatkanlah aku pada keridaan-Mu, dan jauhkanlah aku dari kemurkaan dan azab-Mu. Berikanlah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.” Doa ini menjadi amalan yang banyak dibaca karena mengandung harapan besar: diberikannya keberkahan, kesehatan, kekuatan menjalani ibadah, serta perlindungan dari segala cobaan selama Ramadhan. Dengan membacanya, seorang Muslim berharap dapat memasuki bulan suci ini dengan penuh ketenangan dan semangat memperbanyak amal. Semoga Ramadhan 2026 menjadi kesempatan terbaik bagi kita untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih limpahan berkah dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
20/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV