Berita Terkini
Kolaborasi BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Rumuskan Langkah Strategis guna Perkuat Pendidikan Al-Quran
SEMARANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, pada 09 April 2026 kemarin telah menggelar Forum Grup Discussion (FGD) guna membahas lebih lanjut terkait penyusunan program kegiatan bagi penerima manfaat zakat atau infak Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua Kemenag Kota Semarang Bapak H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd. serta Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Semarang Drs. H. Labib, M.M.
Tidak hanya itu saja, kegiatan FGD yang dilaksanakan di aula Kemenag Kota Semarang ini turut mengundang 60 guru PAI dari beragam sekolah yang ada di Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut membahas lebih lanjut terkait temuan Kemenag yang ada di lapangan yakni terkait masalah baca tulis Al Quran anak didik di Kota Semarang yang masih rendah.
Selain itu, pertemuan ini sebagai wadah untuk menghimpun masukan, menyelerasahkan kebutuhan, serta mendiskusikan program yang tepat sasaran untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru PAI di Kota Semarang.
Sebelumnya, BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag telah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menggandeng guru Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mencari solusi permasalahan yang ada di lapangan itu.
Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis guna menuntaskan masalah baca tulis al-quran sekaligus pengoptimalan alokasi dana zakat dan infaq guru untuk kemajuan pendidikan Islam di Kota Semarang.***
10/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kemenag Kota Semarang dan Guru PAI Gelar FGD, Perkuat Program Penerima Manfaat Zakat dan Infak BAZNAS
SEMARANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memperkuat dan mematangkan program penerima manfaat zakat serta infak yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Juni 2026, dan menjadi langkah strategis dalam memastikan penyaluran dana zakat serta infak dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
FGD tersebut dihadiri oleh sekitar 60 guru agama Islam dari berbagai sekolah di Kota Semarang. Hadir pula Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, Drs. H. Labib, M.M.
Dalam forum tersebut, para peserta berdiskusi mengenai rencana pengembangan program penerima manfaat zakat dan infak. Pembahasan difokuskan pada upaya meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Kepala Kemenag Kota Semarang, H. Muhtasit, menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan para guru PAI sangat penting dalam mendukung keberhasilan program sosial keagamaan khususnya guna menuntaskan sebagian baca tulis al-quran yang masih tergolong rendah. Menurutnya, guru agama memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan para murid dan lingkungan pendidikan sehingga dapat membantu mengidentifikasi calon penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan.
Selain membahas mekanisme penyaluran zakat dan infak, forum ini juga menjadi wadah untuk menyerap berbagai masukan dari para guru terkait kebutuhan di lapangan. Dengan adanya komunikasi dua arah tersebut, diharapkan program-program BAZNAS Kota Semarang dapat semakin relevan dengan kondisi sosial yang ada.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, Drs. H. Labib, M.M., menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat dan infak harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, masukan dari para guru PAI dinilai sangat berharga untuk mendukung penyempurnaan program yang akan dijalankan ke depan.
Melalui kegiatan FGD ini, Kemenag Kota Semarang dan BAZNAS Kota Semarang berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adanya forum tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat di lingkup Kementerian Agama Kota Semarang.***
09/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sedekah Jumat BAZNAS Kota Semarang: Yuk Ikuti Cara Mudah untuk Berbagi!
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali mengajak masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan melalui program Sedekah Jumat. Program ini menjadi salah satu upaya menggerakkan kepedulian sosial masyarakat sekaligus mendukung berbagai program kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan yang dijalankan di Kota Semarang.
Melalui kampanye bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS Kota Semarang mengajak warga untuk menyisihkan sebagian rezekinya setiap hari Jumat. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sedekah Jumat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain memberikan manfaat bagi penerima, sedekah juga diyakini mampu mendatangkan keberkahan dan melipatgandakan pahala bagi orang yang menunaikannya.
Dalam materi sosialisasinya, BAZNAS Kota Semarang mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Hadid ayat 18 yang berbunyi:
"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahala) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak."
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan memperoleh balasan berlipat ganda dari Allah SWT.
BAZNAS Kota Semarang menjelaskan bahwa dana yang dihimpun melalui program Sedekah Jumat akan dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu di Kota Semarang.
Program-program tersebut meliputi bantuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa kurang mampu, bantuan kesehatan, bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan berpartisipasi dalam Sedekah Jumat, masyarakat tidak hanya membantu sesama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Semarang.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan sedekah melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang, yaitu:
Bank Mandiri
Nomor Rekening: 135.0000.5000.80
Kode Bank: 008
Bank BNI
Nomor Rekening: 201.457.5855
Kode Bank: 009
Kedua rekening tersebut atas nama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang.
Selain melalui transfer bank, masyarakat juga dapat melakukan pembayaran secara digital dengan klik link yang ada di bawah ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah, lalu ikuti beberapa langkah yang terdapat dalam link tersebut.
Setelah melakukan transaksi, donatur dapat mengirimkan bukti pembayaran kepada layanan BAZNAS Kota Semarang untuk proses konfirmasi.
Melalui program Sedekah Jumat ini, BAZNAS Kota Semarang berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sedekah yang terkumpul diharapkan mampu memberikan manfaat luas serta membantu mewujudkan Kota Semarang yang lebih sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh warganya.***
05/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Agenda Pimpinan

Waka I dan III BAZNAS Kota Semarang Terima Kunjungan Kemenag untuk Optimalisasi ZIS Guru PAI
Dalam upaya meningkatkan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 3 BAZNAS Kota Semarang menerima kunjungan resmi dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang. Pertemuan strategis ini berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara kedua lembaga.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Semarang, Kasubbag TU, Plt Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta Plt Kasi PAIS Kota Semarang. Mereka disambut langsung oleh Waka 1, Waka 3, serta jajaran kepala bagian BAZNAS Kota Semarang. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi penguatan pengumpulan ZIS khususnya di tingkat guru PAI yang jumlahnya cukup besar dan memiliki potensi signifikan dalam mendukung program kesejahteraan umat.
Dalam diskusi yang berlangsung, beberapa poin penting menjadi fokus pembahasan. Pertama, perlunya menetapkan skala prioritas dalam pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Hal ini diharapkan dapat membantu proses pengumpulan ZIS lebih terarah sehingga hasil pengumpulan nantinya bisa dikembalikan kepada program-program pemberdayaan yang bermanfaat untuk guru PAI maupun masyarakat luas.
Kedua, BAZNAS dan Kemenag sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi dan peningkatan kompetensi guru PAI. Sosialisasi ini mencakup pemahaman tentang pentingnya ZIS, mekanisme penyaluran, serta dampaknya terhadap pemberdayaan umat. Waktu dan tempat kegiatan akan menyesuaikan koordinasi dengan Kemenag agar pelaksanaannya efektif dan menjangkau seluruh guru PAI di Kota Semarang.
Poin ketiga yang tak kalah penting adalah solusi strategis dengan mendorong pembentukan UPZ GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam) di setiap kecamatan. UPZ ini akan menjadi wadah khusus bagi guru PAI dalam menghimpun zakat profesi, infak, maupun kontribusi sosial lainnya. Meski demikian, apabila Kemenag memilih untuk menggabungkan dalam satu wadah besar, opsi tersebut tetap diperbolehkan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para guru PAI terhadap pentingnya ZIS serta memperkuat ekosistem zakat di Kota Semarang.
Dengan adanya UPZ GPAI, pengelolaan dana ZIS dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan guru PAI maupun program kemasyarakatan lainnya. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan literasi ZIS serta memperkuat peran guru PAI sebagai teladan dalam beramal dan menebar kebermanfaatan.***
05-05-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Bantu Salurkan BTB Rumah Roboh Akibat Banjir Sungai Kaligarang
Menjelang momen Lebaran, musibah menimpa salah satu warga di sekitar aliran Sungai Kaligarang. Sebuah rumah milik Ibu Isti Mulyana di Jalan Dewi Sartika Timur, Kota Semarang, roboh setelah pondasinya tak mampu menahan derasnya arus sungai yang tiba-tiba meningkat. Kejadian ini sontak menggugah kepedulian banyak pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang segera bergerak memberikan bantuan.
Peristiwa itu bermula ketika hujan intens mengguyur wilayah Semarang sehingga menyebabkan debit air Sungai Kaligarang naik secara drastis. Arus yang biasanya tenang berubah menjadi sangat deras dan menghantam dinding serta pondasi rumah Ibu Isti yang sebelumnya sudah terlihat rapuh. Dalam hitungan menit, bagian bangunan rumah tersebut roboh dan tidak lagi layak ditinggali. Ibu Isti beserta keluarganya terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Menanggapi laporan warga, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, turun ke lokasi untuk melakukan survei lapangan. Dalam kunjungan tersebut, beliau mendapati kondisi rumah yang sudah tidak aman dan berpotensi membahayakan jika tetap ditempati. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga Ibu Isti juga mengalami kerugian material karena banyak barang yang rusak akibat terendam air.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Semarang memutuskan untuk menyalurkan Bantuan Tanggap Bencana (BTB) kepada keluarga Ibu Isti. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen lembaga dalam memberikan perlindungan dan dukungan nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut H. Nur Fuad, kehadiran BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan kekuatan moral agar para korban tetap semangat menghadapi masa sulit.
Saat ini, keluarga Ibu Isti terpaksa tinggal di tempat kontrakan sementara sambil menunggu proses perbaikan dan penanganan lanjutan dari pihak berwenang. BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan.
BAZNAS Kota Semarang juga menegaskan bahwa bantuan seperti ini adalah wujud nyata keberkahan zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat. Ketika terjadi musibah, sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan warga menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan sosial.
Melalui aksi cepat dan tepat sasaran, diharapkan setiap korban dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi membantu sesama, kini dapat menyalurkan infaq dan sedekah dengan mudah melalui tautan resmi BAZNAS Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Cukup klik linknya, pilih jenis dana, dan masukkan nominal yang ingin disalurkan.
Setiap kepedulian Anda sangat berarti bagi mereka yang sedang diuji dengan musibah. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi semua pihak.***
05-05-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III wakili Ketua hadiri tarling MUI Kota Semarang dan Santunan Yatim Piatu
*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:e5cb9b17-16b6-4f4b-8a1c-ccd356c67f34-1" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang mewakili Ketua BAZNAS Kota Semarang menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang diselenggarakan oleh MUI Kota Semarang sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan dihadiri oleh berbagai unsur tokoh masyarakat, ulama, serta jajaran pemerintah daerah.
Kegiatan Tarling ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama bulan suci Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Selain melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama,” ujarnya.
Acara yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh masyarakat Kota Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
11-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Serahkan 50 Santunan Anak Yatim di Bulan Muharram
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Semarang Peduli. Kali ini, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim dalam kegiatan Pengajian Kuningan Bersholawat di bulan Muharram.
Kegiatan santunan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bagian Pendistribusian Wahyudi.
Dalam kesempatan itu, Hj. Afifah menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS Kota Semarang di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di momentum bulan Muharram yang identik dengan semangat berbagi.
“Melalui santunan ini, kami ingin memberikan kebahagiaan kepada anak-anak serta menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang peduli dan ingin berbagi dengan sesama,” ujarnya.
Sebanyak 50 anak yatim yang menerima santunan tampak bahagia dan antusias mengikuti rangkaian acara. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi para penerima.
BAZNAS Kota Semarang berharap kehadirannya melalui berbagai program sosial dapat terus membawa manfaat, keberkahan, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi yang dapat panjenengan simak.***
22/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Kembali Tunjukkan Komitmennya, BAZNAS Kota Semarang Rampungkan 10 RTLH
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni. Terbaru, BAZNAS Kota Semarang berhasil menyelesaikan renovasi 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati para mustahik.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzakki dan munfiq.
Melalui pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran, dana yang dipercayakan masyarakat tersebut mampu menghadirkan perubahan besar bagi keluarga penerima manfaat.
Pembangunan dan renovasi RTLH kali ini dilakukan di kawasan Wates. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Semarang menggandeng program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) guna mempercepat proses pembangunan serta memastikan kualitas rumah yang dibangun sesuai dengan standar kelayakan hunian.
Kolaborasi antara BAZNAS Kota Semarang dan TMMD menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, program ini juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima bantuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Salah satu penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan.
Ia mengaku kini dapat tinggal bersama keluarga di rumah yang lebih nyaman dan aman dibandingkan sebelumnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang dan TMMD yang telah membantu kami. Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami karena sekarang lebih nyaman dan aman untuk ditempati setiap hari,” ungkapnya.
Keberhasilan program Rumah Layak Huni ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Semarang.
Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai program sosial yang bertujuan membantu warga kurang mampu.
Melalui dana ZIS yang terkumpul, BAZNAS Kota Semarang dapat terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perbaikan tempat tinggal.
BAZNAS Kota Semarang pun mengajak masyarakat untuk terus berbagi kebaikan melalui kanal donasi resmi yang telah disediakan.
Kini, proses berdonasi semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan dukungan dan kepedulian bersama, semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat dari program sosial, termasuk memperoleh rumah layak huni yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang lebih sejahtera.***
08/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Alat Kesehatan ke 9 Mustahik
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan sosial berbasis kesehatan melalui program unggulan Semarang Sehat. Program ini menjadi bagian dari panca program utama yang digencarkan lembaga tersebut untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan alat kesehatan.
Pada penyaluran kali ini, bantuan disalurkan kepada 9 mustahik yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Semarang Utara, Tugu, Gayamsari, dan Semarang Barat. Bantuan berupa kursi roda dan hospital bed, dua jenis alat kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh warga dengan keterbatasan fisik maupun pasien yang tengah menjalani perawatan mandiri di rumah.
Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Komandan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Bapak Suwarto, yang didampingi oleh staf pengumpulan, Nada Nedia. Keduanya memastikan proses distribusi berlangsung tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi mustahik yang membutuhkan. Kehadiran tim BTB juga menjadi simbol hadirnya layanan cepat dan responsif yang terus dijaga oleh BAZNAS Kota Semarang dalam berbagai kondisi.
Para penerima manfaat tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Salah seorang mustahik mengungkapkan rasa terima kasihnya karena bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang sakit.
Baginya, alat kesehatan seperti kursi roda dan hospital bed bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral yang memberi harapan baru.
Dalam upaya memperluas jangkauan dan memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi kebaikan, BAZNAS Kota Semarang kini menyediakan layanan donasi digital. Masyarakat dapat berdonasi dengan mudah melalui tautan resmi berikut:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Melalui layanan ini, siapa pun dapat menyalurkan sedekah hanya dengan beberapa langkah: klik tautan, pilih jenis dana yang ingin disalurkan, dan masukkan nominal donasi. Sistem digital ini memungkinkan proses donasi berlangsung cepat, aman, dan transparan.
Setiap rupiah yang disumbangkan bukan hanya menjadi amalan jariyah, tetapi juga membawa dampak besar bagi warga yang hidup dalam keterbatasan. Lewat program-program seperti Semarang Sehat, BAZNAS Kota Semarang berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses kesehatan layak serta mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Dengan dukungan masyarakat dan transparansi penyaluran dana, BAZNAS Kota Semarang terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi mereka yang membutuhkan—membangun kota yang lebih peduli, sehat, dan berkeadilan sosial.***
21/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Artikel Terbaru
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Hari Asyura atau 10 Muharram menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam. Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk ibadah sunnah yang penuh keutamaan.
Lantas, apa saja sejarah dan peristiwa penting di balik 10 Muharram atau Hari Asyura?
Asyura berasal dari kata ‘asyarah yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal ke-10 bulan Muharram. Dalam berbagai literatur, termasuk NU Online, hari ini disebut sebagai hari yang dimuliakan karena banyaknya peristiwa besar dalam sejarah para nabi.
1. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS
Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada hari Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS setelah beliau dan Hawa diturunkan ke bumi akibat tergoda bujuk rayu iblis. Peristiwa ini menjadi simbol ampunan dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertaubat.
2. Keselamatan Nabi Ibrahim AS dari Api
Pada masa Raja Namrud, Nabi Ibrahim AS dihukum dengan cara dibakar karena menghancurkan berhala. Namun atas kehendak Allah, api justru menjadi dingin dan tidak membahayakan beliau sebagaimana disebut dalam QS Al-Anbiya ayat 69.
3. Bebasnya Nabi Yusuf AS dari Penjara
Nabi Yusuf AS juga dikisahkan dibebaskan dari penjara pada hari Asyura setelah sebelumnya difitnah. Setelah itu, beliau diangkat menjadi pejabat penting di Mesir.
4. Kesembuhan Nabi Ayyub AS
Nabi Ayyub AS yang diuji dengan penyakit berat dan kehilangan harta serta keluarga, akhirnya disembuhkan oleh Allah SWT setelah kesabaran panjangnya.
5. Keselamatan Nabi Musa AS dari Fir’aun
Peristiwa besar lainnya adalah selamatnya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Laut terbelah dan menjadi jalan keselamatan, sementara Fir’aun dan pasukannya tenggelam.
Selain itu, beberapa riwayat juga menyebutkan peristiwa penting lain seperti berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan, hingga berbagai kejadian besar lain dalam sejarah para nabi.
Hari Asyura bukan hanya momen sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dalam menolong para nabi dan hamba-Nya yang beriman. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 9 dan 10 Muharram sebagai bentuk ibadah dan penghapusan dosa.
Selain itu dianjurkan pula untuk berbagi atau menyantuni anak yatim di bulan penuh keberkahan ini. Apabila Anda ingin menyalurkan santunan melalui lembaga ZIS, BAZNAS Kota Semarang menyediakan Anda untuk sedekah yatim di bulan Muharram 1448, caranya cukup transfer melalui Bank Danamon, masyarakat dapat mengirimkan donasi ke nomor rekening 8880077709.
Sementara untuk transfer melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), donasi dapat dikirim ke rekening 0500080084 atas nama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang.
Setelah melakukan transfer, donatur dapat melakukan konfirmasi pembayaran melalui nomor WhatsApp 0821-7022-1818 agar proses pencatatan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik.
Selain melalui transfer bank, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan masyarakat. Sedekah yatim dapat dilakukan secara online melalui laman resmi kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi yang dapat Anda simak terkait sejarah hari Asyura.***
22/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Puasa Tasyua dan Asyura? Ini Jadwal Lengkap dengan Bacaan Niat
Umat Islam saat ini telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah. Pada bulan yang dimuliakan ini, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni puasa Tasua dan Asyura.
Puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram. Kedua puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar, salah satunya sebagai sarana menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa Tasua dan Asyura tahun ini adalah:
- Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Sementara puasa Tasua dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura sekaligus untuk membedakan amalan umat Islam dari tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan hari Asyura.
Selain itu, sebagian ulama juga menganjurkan umat Islam menambah puasa pada 11 Muharram, yang pada tahun 2026 bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026.
Adapun bacaan niat puasa Tasua dan Asyura sebagai berikut:
Niat Puasa Tasua:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."
Terdapat pula lafal niat yang umum digunakan:
Nawaitu shauma taasu'aa sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Saya niat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."
Lafal lain yang juga umum dibaca adalah:
Nawaitu shauma 'aasyuuraa sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."
Karena itu, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa Tasua dan Asyura guna meraih keutamaan serta keberkahan di bulan Muharram.
Demikian informasi terkait waktu pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura lengkap dengan niatnya.***
19/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengapa Muharram Disebut dengan Hari Penting? Kenali Makna dan Sejarahnya
Memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, bersiap menyambut Tahun Baru Hijriah yang menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam. Tidak sekadar pergantian tahun, Muharram menyimpan sejarah panjang serta berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai salah satu bulan paling mulia dalam ajaran Islam.
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah atau kalender Qamariyah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kehadiran bulan ini menandai dimulainya tahun baru Islam yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 1 Muharram.
Bagi masyarakat Muslim di Semarang, momentum Muharram kerap diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, hingga refleksi diri untuk menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih baik.
Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dikenal sebagai Al Asyhur Al Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai kebaikan.
Keistimewaan Muharram juga disebutkan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram.
Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut memiliki keutamaan besar, termasuk menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang telah lalu atas izin Allah SWT. Karena itu, Muharram sering dianggap sebagai momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik.
Di balik peringatan Tahun Baru Islam, terdapat sejarah penting mengenai lahirnya kalender Hijriah yang digunakan umat Islam hingga saat ini.
Dikutip dari berbagai riwayat yang juga dijelaskan dalam literatur Islam, penetapan kalender Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun ke-17 Hijriah.
Kala itu, Umar bin Khattab menerima surat dari Abu Musa Al-Asy'ari RA. Namun surat tersebut tidak mencantumkan tanggal maupun waktu pengiriman sehingga menimbulkan kesulitan dalam administrasi pemerintahan.
Situasi tersebut mendorong Umar bin Khattab untuk mengumpulkan para sahabat dan tokoh penting Islam guna membahas perlunya sistem penanggalan resmi bagi umat Islam.
Dalam musyawarah tersebut muncul beberapa usulan untuk dijadikan titik awal kalender Islam, mulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya beliau menjadi Rasul, tahun wafatnya Nabi, hingga peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, para sahabat akhirnya sepakat memilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan Islam. Usulan tersebut disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib RA dan diterima oleh para sahabat lainnya.
Sejak saat itu, kalender Islam dikenal sebagai kalender Hijriah, yang berasal dari kata "Hijrah" sebagai simbol perubahan, perjuangan, dan awal kehidupan baru bagi umat Islam.
Bagi warga Semarang dan umat Islam pada umumnya, datangnya bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun. Lebih dari itu, bulan ini merupakan kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah.
Semangat hijrah yang menjadi dasar penetapan kalender Islam dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan memahami sejarah dan makna Muharram, umat Islam diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan penuh rasa syukur, optimisme, dan semangat memperbanyak amal kebaikan.***
18/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS TV
WISUDA BEASISWA PRODUKTIF BAZNAS KOTA SEMARANG
Penulis: HUMAS





