Berita Terkini
Kemenag Gandeng Baznas adakan Pembinaan dan Pengarahan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Semarang
Semarang – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggandeng Baznas Kota Semarang dengan mengadakan Pembinaan dan Pengarahan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Semarang (Selasa, 10/2) bertempat di Kantor Kemenag Kota Semarang.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I H.Labib, Kasi PAIS Kemenag Kota Imam Sucahyo, Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar dan guru PAI negeri se-Kota Semarang. Pembinaan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM dan penguatan peran strategis guru PAI di lingkungan pendidikan.
Para narasumber tersebut memberikan penguatan baik dari sisi kebijakan pendidikan keagamaan maupun aspek pengelolaan pendidikan serta mengajak guru-guru PAI yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari APBN melalui Kementerian Agama untuk dapat menunaikan Zakat sebesar 2,5% lewat UPZ Kemenag Kota Semarang untuk selanjutnya di serahkan melalui Baznas Kota Semarang.
Dalam sambutannya, Imam Sucahyo menyampaikan pentingnya peran guru PAI tidak hanya dalam proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun karakter religius dan kepedulian sosial peserta didik. Ia menekankan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Sementara itu, H. Labib dalam paparannya menjelaskan mengenai kolaborasi antara Kemenag dan BAZNAS Kota Semarang, khususnya dalam rangka optimalisasi pembayaran zakat. Ia menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk mendukung program-program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat apabila dikelola secara profesional dan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara guru PAI, Kemenag, dan BAZNAS Kota Semarang dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi zakat di lingkungan pendidikan. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan nilai-nilai kepedulian sosial di Kota Semarang.
10/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Dorong Pengembangan UMKM, Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Pemberdayaan Usaha
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis zakat. Sebanyak Rp 29.000.000 disalurkan kepada 14 pelaku usaha mikro dalam kegiatan pentasyarufan yang digelar di Kantor Baznas Kota Semarang.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, serta Kabid Pendayagunaan Bapak Ripai, yang turut mendampingi para penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari agenda “Semarang Makmur”, yaitu program pendayagunaan zakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut Baznas Kota Semarang, penyerahan bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan tambahan modal, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha agar semakin produktif dan mampu bersaing. Sebanyak 14 penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai kelompok pedagang yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan.
Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk penguatan modal usaha, pengadaan sarana pendukung perdagangan, serta pelatihan manajemen keuangan sederhana bagi para penerima manfaat. Dengan dukungan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan langsung manfaat zakat.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata. Tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga membangun kemampuan usaha para mustahik agar bisa mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pendayagunaan Ripai menambahkan bahwa Baznas akan terus memperkuat pendampingan bagi para pelaku usaha yang menerima bantuan. Pendampingan tersebut meliputi monitoring perkembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi peningkatan omzet.
Baznas Kota Semarang menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik produktif merupakan salah satu prioritas yang terus dikembangkan.
Melalui strategi zakat berbasis pemberdayaan, Baznas berharap dapat melahirkan lebih banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi muzaki atau pemberi zakat.
Dengan hadirnya program seperti ini, Baznas Kota Semarang optimistis dapat memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program “Semarang Makmur” diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan yang membuat masyarakat lebih berdaya dan berkelanjutan.
05/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Dorong Wirausaha Muda Berbasis Ekonomi Syariah, BAZNAS RI gandeng UNWAHAS Resmikan ZCorner
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk menghadirkan ZCorner, pusat pemberdayaan UMKM mahasiswa yang diresmikan pada Rabu, 4 Februari 2025. Bertempat di Kampus 2 Unwahas, Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang, program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem wirausaha muda berbasis ekonomi syariah.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Noor Achmad, Ketua BAZNAS RI, yang menyebut ZCorner Unwahas sebagai salah satu foodcurt terbesar dan paling variatif dibandingkan ZCorner lain di Indonesia. Program ini menjadi ZCorner ke-13 yang dikembangkan BAZNAS RI melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat.
“ZCorner merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dengan menyediakan media pemasaran bagi UMKM. ZCorner Unwahas ini yang terluas, dibangun dengan bantuan anggaran sebesar Rp423 juta,” ujar Prof. Noor dalam sambutannya.
Beragam produk kuliner hasil kreasi mahasiswa dipasarkan di ZCorner, mulai dari makanan hingga minuman kekinian. Prof. Noor juga menilai kualitas produk mahasiswa sangat baik dan berpotensi diterima pasar yang lebih luas. Beberapa produk yang mencuri perhatian antara lain Zuba Lope, Sego Obong, Vedanatura dengan teh kombucha, Wahid Milk, Seblak Cinta, Z Coffee, serta Ngayam. Saat ini terdapat 10 tenant mahasiswa yang mengisi area ZCorner.
“Tempatnya sejuk dan asri, sangat cocok untuk mahasiswa belajar, berdiskusi, atau mengerjakan tugas sambil menikmati kuliner. Ke depan, ZCorner perlu dilengkapi wifi agar semakin nyaman,” tambah Prof. Noor.
Sementara itu, Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kota Semarang dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa ZCorner menjadi wahana penting untuk mendorong hilirisasi produk riset kampus yang telah dipatenkan.
“Produk yang dijual di sini merupakan hasil inovasi dan penelitian mahasiswa serta dosen, kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Prof. Helmy berharap keberadaan ZCorner tak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga menarik UMKM dan masyarakat sekitar untuk berkolaborasi. ZCorner dijadikan ruang usaha, tempat berkumpul, sekaligus ruang akademik terbuka untuk berbagai kegiatan ilmiah dan kreatif.
Ketua BAZNAS Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menambahkan bahwa ZCorner Unwahas memiliki konsep unik karena menggabungkan pusat kuliner, ruang kreativitas mahasiswa, dan edukasi zakat dalam satu lokasi.
“ZCorner ini menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis zakat yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat," ujar Ketua BAZNAS Kota Semarang.
Dengan peresmian ini, ZCorner Unwahas diharapkan menjadi pusat penguatan UMKM kampus sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kota Semarang.
04/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Berita Pendistribusian

BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
Semarang,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan beras fitrah untuk masyarakat yang membutuhkan, yaitu asnaf para fakir miskin yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kamis, (20/03).
Sebanyak 1000 kilogram beras fitrah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mustahik menjelang menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan penyaluran beras fitrah ini diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kota Semarang serta sekretaris Unit Pengumpul Zakat Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Program ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban zakat fitrah sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga di lingkungan dinas pendidikan yang masuk dalam kategori fakir miskin.
Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang, Asyhar dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras fitrah ini merupakan upaya untuk memastikan distribusi zakat sampai kepada yang berhak, terutama kepada mereka yang kurang mampu di sektor pendidikan.
“Dengan adanya bantuan beras fitrah ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pada bulan Ramadhan terlebih menjelang Idul Fitri yang penuh berkah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengapresiasi langkah BAZNAS dalam membantu para tenaga pendidik, termasuk guru honorer dan staf lainnya yang berpendapatan rendah.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Semarang. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga dapat memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Riska, sekretaris UPZ Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Penyaluran 1000 kg beras fitrah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak, serta meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan di bulan yang penuh rahmat ini.
#CahayaZakat #BayarZakat #BAZNAS #ZakatFitrah #BerbagiBerkah #Semarang
Tunaikan Zakat Anda Sekarang ke:
BAZNAS Kota Semarang
Jl. Abdul Rahman Saleh No.02, Kalipancur, Ngaliyan, Semarang.
Telp: (024) 7643 1420
REKENING UNTUK ZAKAT
CIMB Niaga Syariah 86-0003-187-500BNI Syariah 999223340Bank Syariah Mandiri 05000-800-84BTN Syariah 714-1-00-989-6BCA Syariah 030-9000-008Bank Jateng Syariah 602-1000-316Muamalat 501-0115-191
REKENING UNTUK INFAQ DAN SEDEKAH
BRI 0325-01-000999-30-2Bank Jateng 1-021-000767BNI 201-457-5855Mandiri 135-0000-5000-80Konfirmasi Donasi ke Whatsapp 082170221818 (Bidang Pengumpulan Baznas Kota Semarang)
20/03/2025 | humas

BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS KOTA SEMARANG- Sebanyak 17 ton beras berhasil didistribusikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang. Total ada 3.700 mustahik yang terdiri atas fakir miskin, guru TPQ, santri pondok pesantren, dan panti asuhan.
Beras tersebut juga dibagikan kepada para mustahik lain yang membutuhkan seperti tenaga kebersihan, tukang parkir, dan tukang becak, serta warga miskin, di sekitar Kantor Baznas Kota Semarang.
”Kami mulai distribusi beras kepada para mustahik dari 4 hingga 9 April,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Selasa (9/4).
Arnaz menjelaskan, mustahik menerima 5 kg beras yang sebelumnya dihimpun dari pegawai ASN di lingkup Pemkot Semarang serta warga. Tahun ini, jumlah beras yang dikumpulkan sedikit menurun dibanding dengan Ramadhan, di mana berhasil terkumpul 17,1 ton.
”Meski demikian, untuk pengumpulan zakat justru naik drastis dari target Rp 1,7 miliar terealisasi hingga Rp 2 miliar,” jelas Arnaz Agung Andrarasmara.
Kepala Pelaksana Baznas Kota Semarang Muhammad Asyhar mengungkapkan, mekanisme distribusi beras zakat fitrah dilaksanakan dengan melibatkan UPZ (Unit Pengumpul Zakat).
”Kami juga menyalurkan secara langsung kepada mustahik fakir miskin yang membutuhkan,” tutur Muhammad Asyhar.
Namun demikian, sebagian warga juga diminta untuk mengambil langsung beras di kantor Baznas sesuai jadwal yang ditentukan.
”Hal ini untuk menghindari kerumunan dan aksi berebut serta saling dorong antar warga saat mengambil zakat,” tutur Muhammad Asyhar.
09/04/2024 | Humas

Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.
Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.000 lansia dhuafa.
Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang.Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang.
Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh.
''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu.
Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang.
Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang. Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh. ''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu.
"Sengaja kami memberikan santunan kepada ibu-ibu dalam peringatan Maulid Nabi dan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Karena pada ibu-ibulah terletak simbol kehormatan dan perjuangan,” lanjut Arnaz.
Sementara Plt Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos berpesan pada ibu-ibu untuk tetap menjadi perempuan hebat dan terus bisa berkontribusi agar Kota Semarang semakin hebat.
“Mari kita jaga program-program yang sudah dijalankan Pak Hendi sehingga Kota Semarang yang sekarang ini hebat, menjadi lebih hebat lagi,''
Acara pemberian santunan ini diakhiri dengan mauidhoh hasanah hikmah Maulid Nabi Muhammad Saw oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Dr KH Mohamad Arja Imroni.
15/10/2022 | humas
Artikel Terbaru
Persiapan Ramadhan yang Kian Mendekat
Ramadhan adalah bulan yang dinanti, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ketika waktunya semakin dekat, hati seakan diajak untuk berhenti sejenak dan menata kembali niat serta kebiasaan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang kesiapan jiwa untuk mendekat kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk persiapan terbaik adalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Interaksi dengan Kalamullah sebelum Ramadhan akan menumbuhkan kedekatan batin, sehingga saat bulan suci tiba, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an terasa lebih ringan dan penuh makna. Tidak perlu menunggu sempurna cukup mulai dengan istiqamah, walau sedikit.
Selain itu, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi amalan yang menenangkan hati. Shalawat adalah bentuk cinta kepada Rasulullah sekaligus wasilah untuk meraih syafaat. Di tengah kesibukan harian, melafalkan shalawat menjadi pengingat untuk menjaga akhlak dan meneladani keteladanan beliau, terlebih menjelang Ramadhan.
Persiapan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan membiasakan shalat sunnah, seperti shalat rawatib, shalat dhuha, dan qiyamul lail. Amalan-amalan ini melatih kedisiplinan ibadah serta melembutkan hati, agar kelak kita mampu menjalani Ramadhan dengan semangat dan kekhusyukan yang lebih baik.
Ramadhan yang baik tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi disambut dengan persiapan yang sungguh-sungguh. Dengan membangun kebiasaan dan amalan yang baik sejak sekarang, kita berharap dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang siap, jiwa yang tenang, dan iman yang semakin kuat.
17/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat, Umat Islam Diimbau Rutinkan Amalan Sunnah Ini
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat menjadi salah satu amalan sunnah yang terus dianjurkan banyak ulama. Tradisi ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi juga telah menjadi kebiasaan umat Muslim di berbagai negara. Keutamaan membaca Surah Al-Kahfi bahkan disebutkan dalam sejumlah hadis yang dinilai sahih sehingga dianggap sebagai amalan utama setiap pekan.
Surah Al-Kahfi terdiri dari 110 ayat dan berada pada urutan ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini mengisahkan beberapa cerita penuh hikmah, seperti kisah Ashabul Kahfi, Nabi Musa dengan Khidir, hingga kisah Dzulqarnain.
Pesan moral yang terkandung di dalamnya diyakini dapat memperkuat keteguhan iman serta meneguhkan seseorang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam salah satu riwayat hadis, disebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang memancar di antara dua Jumat. Para ulama menafsirkan “cahaya” tersebut sebagai petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT yang terus menyertai hamba-Nya selama sepekan ke depan.
Selain itu, pembacaan Surah Al-Kahfi juga diyakini mampu menjadi pelindung dari fitnah dan godaan besar, termasuk fitnah Dajjal. Beberapa hadis menyebutkan bahwa siapa pun yang menghafal atau membaca 10 ayat awal maupun 10 ayat terakhir surah ini akan dijaga dari fitnah tersebut. Karena itulah, banyak ustaz dan pendakwah mengajak umat Islam untuk senantiasa membiasakan diri membaca Surah Al-Kahfi secara rutin.
Di berbagai masjid dan majelis taklim, bacaan Surah Al-Kahfi sering dijadikan rangkaian kegiatan ibadah pada malam Jumat atau pagi hari Jumat.
Masyarakat juga semakin mudah mengakses panduan dan pelajaran tafsir surah ini melalui platform digital, baik aplikasi Al-Qur’an, siaran televisi religi, maupun kanal dakwah di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap amalan sunnah tersebut terus meningkat.
Para ahli agama menegaskan bahwa membaca Surah Al-Kahfi bukanlah ibadah yang memberatkan. Waktu membacanya pun cukup fleksibel, bisa dilakukan mulai Kamis malam hingga matahari terbenam pada hari Jumat. Yang terpenting, amalan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan harapan mendapatkan rahmat Allah SWT.
Dengan berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya, Surah Al-Kahfi menjadi salah satu bacaan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap Jumat.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan momen akhir pekan ini sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca surah yang sarat makna tersebut.
13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Begini Tata Cara Pembayaran Fidyah dengan Uang
Ramadhan menjadi salah satu bulan yang banyak dinanti umat Islam. Pada bulan penuh keberkahan ini seluruh umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama 30 hari lamanya. Namun ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan seperti halnya orang hamil.
Akan tetapi, ketika golongan orang hamil meninggalkan puasa di tahun sebelumnya diwajibkan untuk membayar fidyah serta mengqodo sesuai waktu puasa yang ditinggalkan. Untuk melakukan pembayaran fidyah dapat berupa uang maupun makanan yang nanti dibagikan kepada fakir miskin.
Lantas bagaimana cara melakukan pembayaran fidyah menggunakan uang? Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, simak selengkapnya pada Artikel ini.
Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim ketika tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.
Kewajiban ini dibayarkan dalam bentuk denda yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, sebagai pengganti atas hari-hari puasa yang ditinggalkan.
Di Semarang, aturan mengenai fidyah telah ditetapkan oleh Baznas Kota Semarang, termasuk besaran nilai pembayaran jika dilakukan menggunakan uang.
Tahun ini, Baznas Kota Semarang menetapkan tarif fidyah sebesar Rp30.000 per hari per jiwa. Selain berupa uang, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok sesuai ketentuan syariah.
Untuk masyarakat yang hendak menunaikan fidyah, berikut tata cara pembayaran yang disampaikan oleh Baznas Kota Semarang:
1. Menghitung Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan
Langkah pertama adalah menentukan berapa hari puasa Ramadhan yang tidak ditunaikan. Jumlah hari tersebut menjadi dasar perhitungan besaran fidyah yang harus dibayar. Misalnya, jika seseorang meninggalkan puasa selama lima hari, maka fidyah yang dibayarkan adalah lima kali tarif harian.
2. Meneguhkan Niat Membayar Fidyah
Setelah menghitung hari, seseorang dianjurkan untuk berniat secara tulus karena Allah SWT. Niat ini penting sebagai bentuk kesungguhan dalam mengganti kewajiban yang ditinggalkan, tanpa motif lain seperti ingin dipuji atau sekadar memenuhi tuntutan.
3. Membayarkan Fidyah Melalui Pengelola Zakat
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan mendatangi pengelola zakat di masjid-masjid atau kantor Baznas terdekat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui kantor digital Baznas Kota Semarang dengan mengakses laman resmi mereka di bagian pembayaran fidyah.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah dengan memilih jenis dana Fidyah, Anda dapat melakukan pembayaran melalui laman resmi Baznas Kota Semarang.
4. Menyampaikan Jumlah Hari dan Besaran Fidyah
Sebelum transaksi dilakukan, warga dianjurkan berkonsultasi dengan petugas untuk memastikan jumlah fidyah yang benar. Penyampaian jumlah hari dan besaran pembayaran akan membantu proses administrasi dan pendistribusian yang tepat sasaran.
5. Membaca Doa dan Menerima Bukti Pembayaran
Usai membayar fidyah, petugas akan memberikan bukti pembayaran yang ditandatangani. Biasanya, petugas juga akan membacakan doa agar fidyah yang dibayarkan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi yang memberi maupun yang menerima.
Dengan mengikuti prosedur tersebut, umat muslim dapat menunaikan kewajiban fidyah dengan benar dan sesuai syariat. Baznas menegaskan bahwa pembayaran fidyah merupakan bentuk tanggung jawab bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, agar tetap mendapatkan ganjaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS TV
WISUDA BEASISWA PRODUKTIF BAZNAS KOTA SEMARANG
Penulis: HUMAS





