WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Catat! Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat
Catat! Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat
Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan berbagai ibadah sunnah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebelum Iduladha adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan dan dikerjakan pada awal bulan Dzulhijjah. Lalu, kapan jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 dilaksanakan? Berikut informasi lengkap beserta bacaan niat dan keutamaannya. Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H dan kalender nasional, berikut jadwal lengkapnya: Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026 Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026 Hari Raya Iduladha: Rabu, 27 Mei 2026 Tanggal tersebut juga telah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Meski demikian, pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan tanggal resmi Iduladha 1447 Hijriah. Puasa Tarwiyah menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar. Dalam tradisi ibadah haji, hari Tarwiyah merupakan momen persiapan para jemaah sebelum melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Mengutip dari laman Baznas RI dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari Tarwiyah akan memperoleh pahala seperti kesabaran Nabi Ayub AS. Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.” Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan bersamaan dengan wukuf para jemaah haji di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Berikut niat puasa Arafah: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.” Dengan mengetahui jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap beserta niat dan keutamaannya, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk meraih pahala dan keberkahan menjelang Iduladha. Selamat menjalankan ibadah puasa sunnah dan semoga amal ibadah diterima Allah SWT.***
07/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jelang Idul Adha 2026, BAZNAS Kota Semarang Ajak Warga Ikut Program Sedekah Daging Kurban
Jelang Idul Adha 2026, BAZNAS Kota Semarang Ajak Warga Ikut Program Sedekah Daging Kurban
Menjelang perayaan Idul Adha 2026, BAZNAS Kota Semarang kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Sedekah Daging Kurban. Program ini menjadi solusi bagi warga yang ingin beramal, namun belum memiliki kemampuan finansial untuk melaksanakan kurban secara penuh. Dengan kontribusi mulai dari Rp 300.000, masyarakat sudah dapat membantu menyediakan daging kurban bagi mereka yang membutuhkan. Program Sedekah Kurban ini digagas sebagai upaya memperluas jangkauan penerima manfaat kurban, sekaligus memfasilitasi para donatur yang ingin berpartisipasi dalam amal jariyah pada momen Idul Adha. Melalui program ini, dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengadaan hewan kurban, pengelolaan, hingga distribusi daging kepada mustahik di berbagai wilayah Kota Semarang. BAZNAS Kota Semarang menekankan bahwa Sedekah Daging Kurban bukan hanya bentuk sedekah biasa, tetapi juga kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Mereka yang selama ini tidak mampu menyembelih hewan kurban akan tetap bisa merasakan nikmatnya berbagi daging segar pada hari raya. Cara Ikut Sedekah Daging Kurban BAZNAS memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Donatur dapat melakukan sedekah melalui beberapa pilihan metode pembayaran: - Scan QRIS yang telah disediakan pada BAZNAS Kota Semarang. - Melalui tautan resmi: kotasemarang.baznas.go.id/sedekah (kemudian pilih jenis dana Qurban) - Transfer melalui rekening Bank Danamon Syariah 8880077709 atas nama BAZNAS Kota Semarang. - Menghubungi layanan konfirmasi sedekah melalui WhatsApp di 0858-7668-0941 (Rifai). Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui media sosial @baznaskotasemarang atau situs resmi mereka. Program ini juga bertujuan memperkuat semangat gotong royong serta memperluas literasi masyarakat mengenai manfaat berzakat, bersedekah, dan berkurban. BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak, sehingga distribusi daging kurban dapat menjangkau lebih banyak keluarga pra-sejahtera. Selain itu, Sedekah Daging Kurban juga mendukung peningkatan kualitas konsumsi protein hewani di kalangan masyarakat kurang mampu. BAZNAS Kota Semarang menilai bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang memastikan semua lapisan masyarakat bisa merasakan keberkahannya. Dengan adanya program ini, BAZNAS Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat. Menjelang Idul Adha 2026, masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini dan menjadi bagian dari penyebar keberkahan kurban.***
06/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Lengkap dengan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Lengkap dengan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, bulan ini juga dipenuhi amalan sunnah yang sangat dianjurkan, salah satunya adalah puasa Dzulhijjah. Memasuki tahun 2026, banyak umat Muslim sudah mulai mencari jadwal lengkap puasa 1–9 Dzulhijjah. Berikut ini adalah rangkuman jadwal puasa Dzulhijjah 2026 lengkap dengan keutamaannya. Pada tahun 2026, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Umat Muslim dapat mulai melaksanakan puasa sunnah sejak hari pertama. Berikut urutan lengkapnya: 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026 Puasa sunnah ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai ibadah yang besar. Di antara hari-hari tersebut, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah adalah yang paling menonjol. Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah memiliki makna spiritual mendalam, sebagai bentuk persiapan dan penyucian diri menjelang hari Arafah. Meskipun hukumnya sunnah, banyak umat Islam berlomba-lomba mengamalkannya demi meraih pahala tambahan di bulan penuh kebaikan ini. Puncak keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah terjadi pada Puasa Arafah, yaitu pada 9 Dzulhijjah. Puasa ini hanya berlangsung satu hari, namun memiliki pahala yang luar biasa. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dengan ganjaran sebesar ini, tidak heran jika puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Melaksanakan puasa Dzulhijjah bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan. Bulan ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, mempertebal keimanan, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT. Bagi yang tidak sedang melaksanakan haji, menjalankan puasa sunnah dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Dengan mengetahui jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2026 dan keutamaannya, diharapkan umat Muslim dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menyambut amalan-amalan sunnah di bulan yang penuh keberkahan ini. Demikian informasi yang dapat Anda simak mengenai jadwal puasa Dzulhijjah 2026.***
04/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Agenda Pimpinan

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Bantu Salurkan BTB Rumah Roboh Akibat Banjir Sungai Kaligarang
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Bantu Salurkan BTB Rumah Roboh Akibat Banjir Sungai Kaligarang
Menjelang momen Lebaran, musibah menimpa salah satu warga di sekitar aliran Sungai Kaligarang. Sebuah rumah milik Ibu Isti Mulyana di Jalan Dewi Sartika Timur, Kota Semarang, roboh setelah pondasinya tak mampu menahan derasnya arus sungai yang tiba-tiba meningkat. Kejadian ini sontak menggugah kepedulian banyak pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang segera bergerak memberikan bantuan. Peristiwa itu bermula ketika hujan intens mengguyur wilayah Semarang sehingga menyebabkan debit air Sungai Kaligarang naik secara drastis. Arus yang biasanya tenang berubah menjadi sangat deras dan menghantam dinding serta pondasi rumah Ibu Isti yang sebelumnya sudah terlihat rapuh. Dalam hitungan menit, bagian bangunan rumah tersebut roboh dan tidak lagi layak ditinggali. Ibu Isti beserta keluarganya terpaksa mengungsi demi keselamatan. Menanggapi laporan warga, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, turun ke lokasi untuk melakukan survei lapangan. Dalam kunjungan tersebut, beliau mendapati kondisi rumah yang sudah tidak aman dan berpotensi membahayakan jika tetap ditempati. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga Ibu Isti juga mengalami kerugian material karena banyak barang yang rusak akibat terendam air. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Semarang memutuskan untuk menyalurkan Bantuan Tanggap Bencana (BTB) kepada keluarga Ibu Isti. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen lembaga dalam memberikan perlindungan dan dukungan nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana. Menurut H. Nur Fuad, kehadiran BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan kekuatan moral agar para korban tetap semangat menghadapi masa sulit. Saat ini, keluarga Ibu Isti terpaksa tinggal di tempat kontrakan sementara sambil menunggu proses perbaikan dan penanganan lanjutan dari pihak berwenang. BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan. BAZNAS Kota Semarang juga menegaskan bahwa bantuan seperti ini adalah wujud nyata keberkahan zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat. Ketika terjadi musibah, sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan warga menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan sosial. Melalui aksi cepat dan tepat sasaran, diharapkan setiap korban dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi membantu sesama, kini dapat menyalurkan infaq dan sedekah dengan mudah melalui tautan resmi BAZNAS Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Cukup klik linknya, pilih jenis dana, dan masukkan nominal yang ingin disalurkan. Setiap kepedulian Anda sangat berarti bagi mereka yang sedang diuji dengan musibah. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi semua pihak.***

05-05-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III wakili Ketua hadiri tarling MUI Kota Semarang dan Santunan Yatim Piatu
Wakil Ketua III wakili Ketua hadiri tarling MUI Kota Semarang dan Santunan Yatim Piatu
*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:e5cb9b17-16b6-4f4b-8a1c-ccd356c67f34-1" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant"> Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang mewakili Ketua BAZNAS Kota Semarang menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang diselenggarakan oleh MUI Kota Semarang sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan dihadiri oleh berbagai unsur tokoh masyarakat, ulama, serta jajaran pemerintah daerah. Kegiatan Tarling ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama bulan suci Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Selain melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama,” ujarnya. Acara yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh masyarakat Kota Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

11-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang Wakili Ketua Hadiri Penyerahan Zakat dan Santunan Yatim Piatu Bersama UPZ Balai Pendidikan dan Keagamaan
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang Wakili Ketua Hadiri Penyerahan Zakat dan Santunan Yatim Piatu Bersama UPZ Balai Pendidikan dan Keagamaan
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, H. Labib, mewakili Ketua BAZNAS Kota Semarang menghadiri kegiatan penyerahan zakat serta santunan kepada anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh UPZ Balai Pendidikan dan Keagamaan Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus UPZ, pegawai, serta para penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, UPZ Balai Pendidikan dan Keagamaan Semarang menyalurkan dana zakat kepada para mustahik serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi dari pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, H. Labib, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UPZ Balai Pendidikan dan Keagamaan Semarang yang telah berperan aktif dalam mengoptimalkan pengumpulan serta penyaluran zakat melalui BAZNAS. “Kami sangat mengapresiasi peran UPZ yang terus berkomitmen dalam menggerakkan pembayaran zakat di lingkungan instansi. Semoga apa yang disalurkan hari ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima, khususnya anak-anak yatim piatu,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS dan UPZ di berbagai instansi menjadi salah satu kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung program pengentasan kemiskinan. Kegiatan penyerahan zakat dan santunan yatim piatu tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan Balai Pendidikan dan Keagamaan Semarang, sekaligus menjadi motivasi bagi para muzaki untuk terus menunaikan kewajiban zakat melalui BAZNAS. Acara ditutup dengan doa bersama agar zakat yang telah disalurkan membawa keberkahan bagi para muzaki maupun para penerima manfaat.

11-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Wujudkan Mimpi Mustahik Lewat Program Perbaikan RTLH
BAZNAS Kota Semarang Wujudkan Mimpi Mustahik Lewat Program Perbaikan RTLH
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan hunian layak. Melalui program unggulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lembaga ini kembali berhasil mewujudkan mimpi keluarga kurang mampu untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman. Program RTLH sendiri merupakan bagian dari panca program yang dicanangkan sebagai upaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Kota Semarang yang hidup dalam kondisi rumah tak memadai. Pada tahun ini, salah satu realisasi program tersebut berada di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Dua rumah yang telah selesai direnovasi menjadi bukti nyata dari 25 rumah yang berhasil dilakukan perbaikan RTLH oleh BAZNAS Kota Semarang. Kunjungan langsung dilakukan pada Kamis, 07 Mei 2026 oleh Kepala Bidang Pendistribusian, Bapak Wahyudi, beserta tim. Dalam kesempatan tersebut, para mustahik penerima manfaat menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang mendalam. Ibu Pasiem sebagai salah satu penerima manfaat menyampaikan banyak terima kasihnya kepada para Munfiq, dan Muzakki yang telah membantu merenovasi rumah miliknya. "Terima kasih BAZNAS, alhamdulillah, sekarang jadi lebih nyaman, semoga makin berkah rezekinya". Mereka mengaku terbantu dengan hadirnya rumah yang kini jauh lebih layak dihuni, dan sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Menurut Bapak Wahyudi, program ini bukan hanya soal memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan baru bagi keluarga penerima. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan, agar semakin banyak masyarakat bisa merasakan manfaat dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang disalurkan para muzakki. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program sosial ini. Melalui dukungan ZIS, BAZNAS dapat terus bergerak membantu meringankan beban mereka yang sedang menghadapi ujian hidup. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk berkontribusi melalui kanal resmi yang telah disediakan. Untuk mempermudah penyaluran donasi, BAZNAS menyediakan layanan digital yang dapat diakses melalui tautan resmi berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Cukup dengan mengklik tautan tersebut, memilih jenis dana yang ingin disalurkan, kemudian memasukkan nominal donasi, siapa pun kini bisa berbagi kebaikan dengan mudah. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya menjadi amal jariyah, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan besar bagi saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan. Semoga kepedulian yang diberikan dapat membawa keberkahan bagi para donatur dan memberi harapan baru bagi para mustahik yang menerimanya.***
11/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan BTB untuk Warga Korban Rumah Roboh Akibat Banjir
BAZNAS Kota Semarang Salurkan BTB untuk Warga Korban Rumah Roboh Akibat Banjir
Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terkena musibah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya melalui program Bantuan Tanggap Bencana (BTB). Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang warga bernama Ibu Isti Mulyana, pemilik rumah yang roboh setelah tersapu banjir di kawasan tempat tinggalnya. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi di Jalan Dewi Sartika Timur, wilayah yang berdekatan langsung dengan Sungai Kaligarang, salah satu aliran sungai besar di Kota Semarang. Kejadian bermula ketika debit air Sungai Kaligarang meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Arus sungai yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi sangat deras hingga menghantam pondasi rumah milik Ibu Isti. Tak mampu menahan kuatnya tekanan air, bagian penting bangunan itu pun roboh seketika. Musibah ini membuat Ibu Isti dan keluarganya tidak dapat lagi menempati rumah mereka seperti biasa dan harus mengungsi demi keselamatan. Mengetahui adanya laporan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, melakukan survei langsung ke lokasi kejadian. Sebelumnya, kepala bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Bapak Wahyudi sudah melakukan peninjauan pertama. Kemudian dalam peninjauan kedua yang dilakukan oleh Waka III BAZNAS Kota Semarang, beliau melihat kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni dan sangat membahayakan jika ditempati kembali. Selain itu, keluarga korban juga mengalami kerugian material yang cukup besar karena sebagian besar barang-barang di dalam rumah ikut rusak terkena genangan air. Melalui hasil survei tersebut, BAZNAS Kota Semarang memutuskan untuk memberikan Bantuan Tanggap Bencana (BTB) sebagai bentuk dukungan moral dan material kepada Ibu Isti Mulyana beserta keluarganya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan. Saat ini, Ibu Isti dan keluarganya terpaksa tinggal sementara di kontrakan terdekat sembari menunggu proses perbaikan dan penanganan lanjutan dari pihak terkait. BAZNAS Kota Semarang menegaskan bahwa penyaluran BTB tidak hanya sebatas memberikan bantuan, tetapi juga merupakan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat ketika musibah terjadi. Melalui aksi ini, BAZNAS kembali mengajak masyarakat untuk saling peduli dan memperkuat solidaritas sosial. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan warga, diharapkan setiap bencana dapat dihadapi bersama dengan lebih siap dan sigap. Bantuan yang diberikan kepada keluarga Ibu Isti Mulyana menjadi bukti nyata bahwa keberkahan zakat dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan, terutama pada saat-saat paling sulit dalam hidup mereka. Bagi Anda yang ingin menyalurkan bantuan infaq kepada mereka yang membutuhkan dapat melalui link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Cukup dengan klik linknya, pilih jenis dana dan masukkan nominal yang ingin Anda salurkan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
04/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Dorong Penguatan Fungsi Sosial: BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Stimulan
Dorong Penguatan Fungsi Sosial: BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Stimulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan umat melalui penyaluran bantuan stimulan kepada sejumlah penerima manfaat di wilayah setempat. Bantuan yang diberikan meliputi dukungan untuk masjid, lembaga keagamaan, hingga perlengkapan sound system yang dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan ibadah dan sosial. Program ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Semarang untuk memastikan pemberdayaan umat dapat berjalan lebih optimal dan merata. Penyaluran bantuan stimulan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil asesmen dan permohonan masyarakat yang membutuhkan sarana pendukung kegiatan keagamaan. Beberapa masjid yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Semarang menerima bantuan perbaikan fasilitas maupun pengadaan perlengkapan yang dapat meningkatkan kenyamanan jamaah. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat. Selain masjid, BAZNAS Kota Semarang juga menyalurkan bantuan untuk berbagai lembaga keagamaan dan sosial yang berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. Lembaga-lembaga tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, dan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Dengan adanya bantuan stimulan ini, lembaga yang bersangkutan dapat lebih maksimal dalam menjalankan program-programnya. Tidak hanya itu, perlengkapan sound system juga menjadi salah satu jenis bantuan yang diberikan. Kebutuhan sound system dianggap sangat penting, terutama bagi masjid dan lembaga yang rutin mengadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, pelatihan, maupun acara sosial kemasyarakatan. Dengan kualitas suara yang lebih baik, kegiatan dapat berjalan lebih tertib, jelas, dan kondusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Semarang Hj. Afifah, menegaskan bahwa bantuan stimulan ini merupakan bentuk tanggung jawab lembaga dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersalurkan secara tepat sasaran. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memperluas jangkauan penerima manfaat melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Semarang mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan zakat sebagai instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan kolaborasi antara BAZNAS, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan berbagai program kemaslahatan dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif bagi umat. Penyaluran bantuan stimulan ini menjadi bukti nyata bahwa dana umat dapat dikelola secara amanah dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Melalui program ini, BAZNAS Kota Semarang berharap fasilitas ibadah semakin layak, lembaga keagamaan semakin kuat, dan kegiatan dakwah maupun sosial keagamaan dapat berjalan lebih maksimal. Ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan Semarang sebagai kota yang religius, sejahtera, dan harmonis.***
28/04/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Ketahui! Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Penyembelihan Kurban sesuai Syariat Islam
Ketahui! Ini Waktu Terbaik untuk Melakukan Penyembelihan Kurban sesuai Syariat Islam
Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap melaksanakan dua amalan utama: salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan disempurnakan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, memahami waktu penyembelihan kurban menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar-benar sah sesuai syariat. Dalam Islam, kurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Keabsahan kurban tidak hanya ditentukan oleh jenis hewan atau niat, tetapi juga waktu penyembelihan. Jika penyembelihan dilakukan di luar waktu yang telah ditetapkan, maka hewan tersebut tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sembelihan biasa. Inilah sebabnya pengetahuan tentang batas waktu penyembelihan kurban menjadi hal yang wajib dipahami setiap Muslim. Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, waktu penyembelihan kurban dimulai setelah salat Idul Adha selesai pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini ditegaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Al-Barra' bin Azib, bahwa siapa pun yang menyembelih sebelum salat Id, maka sembelihannya tidak sah sebagai kurban. Mayoritas ulama sepakat bahwa penyembelihan baru bisa dilakukan setelah matahari terbit dan salat Id selesai dilaksanakan, kira-kira 15 menit setelah terbit matahari. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menegaskan bahwa penyembelihan yang dilakukan sebelum waktu tersebut harus diulang. Bahkan, jika seseorang menyembelih satu menit lebih awal sebelum salat Id dimulai, ibadah itu tidak sah sebagai kurban. Untuk lebih berhati-hati, para ulama menganjurkan agar penyembelihan dilakukan setelah rangkaian khutbah Idul Adha selesai. Selain mengetahui kapan dimulai, batas akhir waktu penyembelihan juga tidak boleh diabaikan. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menetapkan bahwa waktu penyembelihan berlangsung selama empat hari, yaitu 10 hingga 13 Dzulhijjah. Artinya, penyembelihan dapat dilakukan pada hari raya dan tiga hari tasyrik. Meski begitu, ada pendapat Imam Malik yang membatasi sampai tanggal 12 Dzulhijjah. Namun, pandangan yang membolehkan hingga tanggal 13 lebih banyak diamalkan karena dianggap memberi kelonggaran bagi umat. Yang penting, penyembelihan harus dilakukan sebelum matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Walaupun hari tasyrik adalah waktu yang sah, beberapa ulama menyebut menyembelih pada malam hari sebagai makruh. Alasannya, minimnya pencahayaan dapat menyebabkan proses penyembelihan kurang optimal dan berisiko terhadap kebersihan. Namun, secara hukum, kurban yang disembelih pada malam hari tetap sah selama masih dalam tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Waktu terbaik adalah pagi hari setelah salat Id, karena memungkinkan distribusi daging dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Memahami waktu penyembelihan kurban adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah Idul Adha. Dengan memastikan waktu dimulai setelah salat Id dan berakhir sebelum 13 Dzulhijjah terbenam, Muslim dapat melaksanakan kurban dengan benar, sah, dan maksimal pahalanya. Semakin tepat waktu pelaksanaannya, semakin sempurna pula nilai ibadah yang dikerjakan.***
13/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Emas untuk Meraih Pahala Berlipat
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah: Momentum Emas untuk Meraih Pahala Berlipat
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai bulan kedua belas dalam penanggalan Islam, Dzulhijjah menjadi waktu penting pelaksanaan ibadah haji dan hari raya Iduladha. Dua ibadah agung ini menjadikan Dzulhijjah sebagai bulan penuh keberkahan, peluang amal, serta kesempatan besar untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Dalam artikel ini, kita akan membahas keutamaan Dzulhijjah, amalan yang dianjurkan, serta makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Dzulhijjah termasuk dalam empat bulan suci (asyhurul hurum) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36. Kemuliaan bulan ini semakin jelas dengan adanya ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT, menjadikan Dzulhijjah sebagai simbol persatuan dan ketakwaan. Salah satu keutamaan terbesar bulan ini terletak pada sepuluh hari pertamanya. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, dzikir, sedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya. Tanggal 9 Dzulhijjah menjadi puncak pelaksanaan haji, yaitu wukuf di Arafah. Bagi yang tidak berhaji, puasa Arafah adalah amalan utama dengan keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang. Sementara itu, tanggal 10 Dzulhijjah ditandai dengan hari raya Iduladha dan ibadah kurban sebagai wujud keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Tidak hanya ibadah haji dan kurban, bulan ini juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah, dzikir, takbir, hingga mempererat silaturahmi. Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai pahala yang tinggi, sehingga umat Islam sangat dianjurkan memanfaatkan setiap harinya. Secara spiritual, Dzulhijjah mengajarkan makna mendalam tentang keikhlasan dan pengorbanan. Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan bagaimana ketaatan sejati membawa keberkahan besar. Di bulan ini pula, umat Islam diajak memperkuat rasa syukur, kepedulian, serta kebersamaan dengan berbagi kepada yang membutuhkan. Dengan memahami keutamaan dan amalan utama di bulan Dzulhijjah, umat Islam dapat memanfaatkan waktu istimewa ini dengan maksimal. Setiap ibadah yang dilakukan menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas diri sebagai hamba-Nya. Bulan Dzulhijjah adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.***
12/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan Utama 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Berlipat
Amalan Utama 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Emas Meraih Pahala Berlipat
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa bagi umat Muslim. Dalam berbagai riwayat, periode ini disebut sebagai hari-hari terbaik dalam setahun untuk memperbanyak amal kebaikan. Tidak heran, banyak ulama menekankan pentingnya memanfaatkan momen ini untuk beribadah sebanyak mungkin, karena setiap amalan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Berikut rangkaian amalan utama di 10 hari pertama Dzulhijjah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan pada awal Dzulhijjah adalah puasa sunnah mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Puasa pada hari-hari ini termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah. Selain sebagai bentuk ketaatan, puasa ini juga melatih diri untuk tetap taat dan bersabar dalam menjalani aktivitas harian. Dari semua hari tersebut, ada satu hari yang memiliki kedudukan paling istimewa, yakni Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW menerangkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan besar inilah yang membuat umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menjalankan amalan tersebut. Amalan lain yang sangat dianjurkan selama 10 hari pertama ini adalah memperbanyak dzikir. Ucapan takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sangat dianjurkan untuk dilafalkan baik secara individu maupun berjamaah. Takbir khususnya diperbanyak dari tanggal 1 hingga 13 Dzulhijjah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Tradisi mengumandangkan takbir juga menjadi penyemangat bagi umat Muslim untuk menambah keimanan dan ketakwaan. Tak kalah penting, bagi yang memiliki kemampuan dianjurkan untuk menunaikan ibadah qurban pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah. Menyembelih hewan qurban merupakan bentuk syukur dan pendekatan diri kepada Allah. Ibadah ini juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, qurban menjadi salah satu amalan paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk meningkatkan amal shaleh lainnya seperti memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak perbuatan baik dalam keseharian. Semua amal kebaikan pada 10 hari ini memiliki nilai pahala yang besar. Tidak kalah pentingnya adalah bertaubat dan memperbanyak istighfar, agar hati dibersihkan dari dosa dan kembali kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Bagi umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji atau umrah, 10 hari pertama Dzulhijjah tentu menjadi momen yang sangat bermakna. Seluruh rangkaian ibadah tersebut merupakan bentuk penyempurnaan dalam menggapai ridha Allah SWT. Dengan penuh keutamaan di dalamnya, sepuluh hari pertama Dzulhijjah menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala berlipat. Semoga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.***
11/05/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV