WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Peduli Bencana NTT, PHRI Jawa Tengah Salurkan Donasi Rp35 Juta melalui BAZNAS Kota Semarang
Peduli Bencana NTT, PHRI Jawa Tengah Salurkan Donasi Rp35 Juta melalui BAZNAS Kota Semarang
SEMARANG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah menyalurkan donasi sebesar Rp35 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Donasi tersebut diserahkan kepada BAZNAS Kota Semarang pada Kamis, 28 Agustus 2026. Penyerahan donasi berlangsung di ruang rapat BAZNAS Kota Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, SE, MM, Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H. Moh. Asyhar, S.Sos, Kepala Bidang Pengumpulan Muhtadin, S.Hi, Kepala Bidang Pelaporan dan Perencanaan Tri Mursito, S.Ak, Kepala Bidang Administrasi Drs. H. Mudzakir, serta Pj Ketua PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya dan Sekretaris PHRI Jawa Tengah Yantie Yulianti. Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PHRI Jawa Tengah dalam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS. Ia menjelaskan, dana yang terkumpul akan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), bantuan juga dapat digunakan untuk mendukung perbaikan fasilitas penting, termasuk tempat ibadah yang terdampak bencana. Sementara itu, Pj Ketua PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya mengatakan pihaknya memilih menggandeng BAZNAS dalam proses penyaluran bantuan agar donasi yang terkumpul dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekretaris PHRI Jawa Tengah Yantie Yulianti menambahkan, pihaknya sebelumnya sempat mempertimbangkan lokasi penyaluran donasi. Setelah berdiskusi, PHRI memilih BAZNAS Kota Semarang karena dinilai memiliki jaringan dan mekanisme penyaluran bantuan. Yantie juga menyampaikan bahwa PHRI Jawa Tengah akan kembali menggandeng BAZNAS apabila ke depan terdapat donasi lain yang perlu disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H. Moh. Asyhar turut menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya merespons aspirasi mahasiswa asal NTT yang sebelumnya menyampaikan permohonan agar masyarakat NTT yang terdampak bencana mendapatkan bantuan. Melalui kolaborasi tersebut, donasi PHRI Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT sekaligus membantu pemulihan fasilitas yang terdampak bencana. Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menyalurkan bantuan melalui rekening berikut: bsn: 714-1-00-989-6 Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang CIMB Niaga Syariah: 86-0003-187-500 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang Sedekah Online: kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Konfirmasi donasi: WhatsApp 0821-7022-1818 BAZNAS Kota Semarang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dan membantu memenuhi kebutuhan saudara-saudara yang terdampak gempa di NTT.***
28/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kisah Warga Rowosari yang Kekeringan di Musim Kemarau: BAZNAS Kota Semarang Hadir Salurkan Bantuan Air Bersih
Kisah Warga Rowosari yang Kekeringan di Musim Kemarau: BAZNAS Kota Semarang Hadir Salurkan Bantuan Air Bersih
Musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Kota Semarang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut turut dirasakan warga Kelurahan Rowosari yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga. Kondisi itu menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Bantuan air bersih disalurkan untuk membantu warga Rowosari yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau. Di tengah keterbatasan tersebut, warga juga menghadapi persoalan lain, yakni tidak tersedianya penampungan air bersih yang layak. Penampungan yang sebelumnya digunakan warga diketahui mengalami kerusakan. Namun, keterbatasan biaya membuat penampungan tersebut belum dapat diperbaiki. Akibatnya, ketika bantuan air bersih datang, warga terpaksa menggunakan wadah seadanya, seperti ember dan botol yang dikumpulkan untuk menampung air. Sebagian warga juga membuat penampungan sederhana menggunakan terpal agar air bantuan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga Rowosari pun masih berharap adanya bantuan penampungan air yang lebih layak dan memadai. Penampungan tersebut dinilai penting agar bantuan air bersih yang diterima dapat disimpan dengan lebih baik dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau. Melalui penyaluran air bersih ini, BAZNAS Kota Semarang berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus meringankan kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Mari bersama-sama meringankan beban saudara kita dengan salurkan donasi terbaik anda melalui : - BSI: 05000-800-84 (a.n Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang) - Danamon Syariah: 8880077709 (a.n Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang) - Sedekah Online: kotasemarang.baznas.go.id/sedekah, setelah itu dapat melakukan konfirmasi melalui: wa.me/6282170221818 Yuk, salurkan kepedulianmu sekarang!***
27/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jabungan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jabungan
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program Semarang Peduli. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di sekitar Kelurahan Jabungan, Kota Semarang. Bantuan tersebut berupa 5.000 liter air bersih yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan akses air. Penyerahan bantuan dilakukan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Jabungan, sekaligus untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar. Kegiatan penyaluran air bersih tersebut turut dihadiri Komandan BTB BAZNAS Kota Semarang,Bapak Suwarto. Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, sejumlah warga di wilayah tersebut masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi meski wilayah Jabungan berada di kawasan yang relatif rendah. Salah satu kendala yang ditemukan adalah belum tersedianya akses layanan air perpipaan (PDAM) ke sejumlah wilayah sehingga kebutuhan air warga belum sepenuhnya terpenuhi. Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang terdampak keterbatasan air. BAZNAS Kota Semarang juga berencana melanjutkan penyaluran pada Rabu untuk memperluas pemerataan bantuan air bersih di wilayah sekitar Jabungan. Melalui program Semarang Peduli, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.***
24/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Agenda Pimpinan

Ketua dan Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang Sambut Studi Tiru BAZNAS Purworejo, Perkuat Sinergi Tata Kelola ZIS
Ketua dan Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang Sambut Studi Tiru BAZNAS Purworejo, Perkuat Sinergi Tata Kelola ZIS
SEMARANG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, SE., MM., bersama jajaran pimpinan menyambut langsung kunjungan studi tiru dari BAZNAS Kabupaten Purworejo di Kantor BAZNAS Kota Semarang. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang akuntabel dan profesional. Selain Ketua BAZNAS Kota Semarang, kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua I Drs. H. Labib, M.M, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., para kepala bagian, serta staf BAZNAS Kota Semarang. Kehadiran seluruh jajaran pimpinan menunjukkan komitmen lembaga dalam membuka ruang pembelajaran dan kerja sama dengan BAZNAS dari berbagai daerah. Kunjungan BAZNAS Kabupaten Purworejo bertujuan mempelajari sistem pelaporan serta pengadministrasian dana ZIS di luar neraca yang selama ini diterapkan BAZNAS Kota Semarang. Dalam sesi pemaparan, jajaran pimpinan menjelaskan berbagai mekanisme administrasi, mulai dari proses pencatatan, pengelolaan dokumen, hingga sistem pelaporan yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru seperti ini menjadi sarana untuk saling bertukar pengetahuan sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga zakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu langkah penting agar setiap BAZNAS mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang bersama rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo berdialog mengenai berbagai tantangan dalam penghimpunan, pengelolaan administrasi, pendistribusian, hingga penyusunan laporan dana zakat. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan solusi dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing daerah. Bagi BAZNAS Kota Semarang, kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperoleh masukan dari daerah lain. Dengan demikian, sistem yang telah berjalan dapat terus disempurnakan agar pelayanan kepada muzaki maupun mustahik semakin optimal. Kehadiran Wakil Ketua I Drs. H. Labib, M.M, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., dan Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., bersama seluruh kepala bagian turut memperkuat pembahasan teknis selama kegiatan berlangsung. Masing-masing bidang memaparkan peran dan mekanisme kerja sesuai tugasnya, sehingga peserta studi tiru memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tata kelola administrasi dan pelaporan di BAZNAS Kota Semarang. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kolaboratif bagi BAZNAS di berbagai daerah. Keterbukaan dalam berbagi praktik baik diharapkan dapat memperkuat tata kelola zakat secara nasional sehingga manfaat dana Zakat, Infak, dan Sedekah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ke depan, jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang berharap hubungan baik dengan BAZNAS Kabupaten Purworejo terus terjalin melalui berbagai program kolaboratif lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, dan terpercaya, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat di Indonesia.***

28-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatanganan MoU Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatanganan MoU Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
SEMARANG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kolaborasi Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif Mustahik Berbasis Kantor Urusan Agama (KUA) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Rabu (15/7/2026). Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Kota Semarang dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi mustahik atau penerima manfaat zakat. Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan upaya memperluas manfaat zakat melalui program-program yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi sehingga tidak hanya bersifat konsumtif. "Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat melalui program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif," ujarnya. Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Kemenag Kota Semarang juga berupaya memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi umat. Program yang dijalankan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik agar lebih mandiri dan berdaya saing. Ke depan, sinergi kedua lembaga diharapkan dapat mendorong transformasi mustahik menjadi munfik, yakni masyarakat yang telah mandiri secara ekonomi sehingga mampu ikut berbagi kepada sesama secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.***

15-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang, Hadiri Santunan Anak Yatim Piatu dan Pengajian Muharram 1448 H
Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang, Hadiri Santunan Anak Yatim Piatu dan Pengajian Muharram 1448 H
SEMARANG - Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menghadiri kegiatan santunan anak yatim piatu dan Pengajian Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum peringati Tahun Baru Islam 1448 H sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Kota Semarang. Sebanyak 104 anak yatim piatu menerima santunan dalam acara yang berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Acara dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Pd., M.Ag., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang, yaitu Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., dan Wakil Ketua IV Hj. Aminah. Selain penyaluran santunan, kegiatan juga diisi dengan pengajian Muharram serta tausiyah yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag. Dalam pesannya, ia memberikan motivasi kepada para penerima santunan agar tetap memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik meski menghadapi keterbatasan hidup. "Menjadi yatim itu sebuah takdir yang diberikan Allah, namun menjadi sukses adalah sebuah pilihan." Menurutnya, kondisi sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Justru semangat belajar, berusaha, dan berdoa menjadi bekal penting agar mampu meraih kesuksesan di masa depan. Melalui kegiatan santunan dan pengajian Muharram 1448 H ini, BAZNAS Kota Semarang bersama Kementerian Agama Kota Semarang berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas agar terus optimistis dalam menjalani kehidupan.***

13-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan konsumtif melalui Program Semarang Takwa kepada 10 penerima manfaat pada Kamis (23/7/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp66.600.000 untuk mendukung sarana dakwah, stimulan musala, masjid, serta lembaga sosial di Kota Semarang. Penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, bersama Kepala Bagian Pendistribusian, Bapak Wahyudi. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam membantu masyarakat dan memperkuat kegiatan keagamaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Hj. Afifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran. "Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan para penerima, sekaligus mendukung kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di Kota Semarang," ujarnya. Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan dari BAZNAS Kota Semarang sangat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan. BAZNAS Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih aman, transparan, dan tepat sasaran. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui program Semarang Takwa kepada 18 penerima manfaat sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang. Penyaluran bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan untuk masjid dan musholla, bantuan bagi lembaga sosial dan yayasan, serta sarana prasarana dakwah berupa sound system. Kegiatan pentasyarufan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bidang Pendistribusian, Wahyudi. Hj. Afifah menyampaikan bahwa program Semarang Takwa merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mendukung penguatan kegiatan keagamaan, dakwah, dan pelayanan umat di berbagai wilayah Kota Semarang. “Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Dalam penyaluran kali ini, bantuan Semarang Takwa dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, bantuan stimulan untuk masjid dan musholla yang diberikan kepada 9 penerima manfaat. Kedua, bantuan stimulan untuk lembaga sosial dan yayasan yang disalurkan kepada 3 penerima manfaat. Ketiga, bantuan sarana prasarana dakwah atau sound system yang diberikan kepada 7 penerima manfaat. Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp63.200.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperkuat fasilitas penunjang kegiatan ibadah dan dakwah, sekaligus mendorong pemberdayaan lembaga keagamaan di Kota Semarang. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di lingkungan masyarakat. Melalui program Semarang Takwa, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah, aktivitas dakwah, dan penguatan lembaga keagamaan di ibu kota Jawa Tengah. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
25/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Semarang Makmur. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada 8 penerima manfaat sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi warga. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di ruang rapat BAZNAS Kota Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan pentasyarufan dibuka oleh Kepala Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kota Semarang, Rifa’i, yang didampingi staf pendayagunaan, Ana Falihah. Dalam kesempatan itu, Rifa’i menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mengembangkan usaha yang dijalankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Melalui bantuan modal usaha ini, kami berharap para penerima manfaat bisa lebih mandiri secara ekonomi, mengembangkan usahanya, dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Salah satu penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Semarang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk menambah modal dan mendukung keberlangsungan usaha mereka. Program bantuan modal usaha ini diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong lahirnya para munfiq dan muzaki baru dari hasil usaha yang berkembang. Melalui program Semarang Makmur, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi, agar zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Ini 3 Sedekah Paling Utama untuk Menabung Pahala, Bisa Diamalkan Kapan Saja
Ini 3 Sedekah Paling Utama untuk Menabung Pahala, Bisa Diamalkan Kapan Saja
Sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan kapan saja. Selain menjadi bentuk kepedulian kepada sesama, sedekah juga dapat menjadi sarana melatih keikhlasan serta menjauhkan diri dari sifat kikir. Ada berbagai bentuk sedekah yang bisa dilakukan seorang muslim. Namun, terdapat beberapa jenis sedekah yang memiliki keutamaan tersendiri, terutama ketika dilakukan dengan ikhlas dan memberikan manfaat bagi orang lain. Dilansir dari berbagai sumber, berikut 3 sedekah paling utama yang dapat menjadi pilihan untuk menambah dan menabung pahala. 1. Sedekah Jariyah Sedekah jariyah merupakan amalan yang manfaatnya dapat terus dirasakan oleh orang lain, sehingga pahalanya diharapkan terus mengalir selama manfaat tersebut masih ada. Contohnya antara lain membangun masjid, menyediakan sumber air untuk masyarakat yang membutuhkan, hingga mewakafkan tanah untuk kepentingan umat. Karena manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang, sedekah jariyah menjadi salah satu amalan yang memiliki nilai besar. 2. Sedekah Secara Sembunyi-sembunyi Sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi juga memiliki keutamaan. Cara ini dapat membantu seseorang menjaga keikhlasan karena pemberian dilakukan tanpa mengharapkan pujian atau perhatian dari orang lain. Selain itu, sedekah secara diam-diam dapat menjaga kehormatan penerima. Terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi merasa kurang nyaman jika kondisinya diketahui banyak orang. Dengan demikian, sedekah bukan hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menjadi latihan bagi seorang muslim untuk membangun keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. 3. Sedekah Saat Kondisi Sulit Sedekah ketika kondisi ekonomi sedang sulit menjadi bentuk ketulusan dalam berbagi. Seseorang tetap menyisihkan sebagian yang dimilikinya untuk membantu orang lain meskipun dirinya juga sedang membutuhkan. Amalan tersebut juga dapat menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur. Ketika seseorang masih mampu berbagi di tengah keterbatasan, ia belajar menghargai setiap rezeki yang dimiliki. Pada akhirnya, sedekah tidak selalu harus dilakukan dalam jumlah besar. Hal terpenting adalah keikhlasan dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan sedekah, salah satunya dapat dilakukan melalui BAZNAS Kota Semarang. Informasi dan layanan sedekah tersedia melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang. Itulah 3 sedekah paling utama yang dapat Anda ketahui. Mari salurkan sedekah terbaik Anda melalui link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Demikian informasi terkait 3 sedekah paling utama.***
04/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat Mudah di Era Digital: Transformasi Sarana Berbagi dengan Mudah dan Transparan
Zakat Mudah di Era Digital: Transformasi Sarana Berbagi dengan Mudah dan Transparan
Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Jika sebelumnya pembayaran zakat identik dilakukan secara langsung melalui masjid atau lembaga amil zakat, kini masyarakat dapat menunaikannya secara online hanya melalui ponsel dan jaringan internet. Digitalisasi zakat memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran melalui berbagai metode, mulai dari transfer bank, virtual account, QRIS, mobile banking, dompet digital, hingga situs dan aplikasi lembaga zakat. Kemudahan tersebut membuat masyarakat tidak harus datang langsung ke kantor lembaga amil zakat. Terlebih bagi mereka yang memiliki kesibukan tinggi atau tinggal jauh dari lembaga zakat terpercaya. Secara sederhana, zakat digital merupakan pelaksanaan pembayaran dan pengelolaan zakat dengan memanfaatkan teknologi. Meski menggunakan sarana digital, perubahn an tersebut tidak mengubah hakikat maupun ketentuan zakat dalam syariat Islam. Seorang Muslim tetap wajib menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditetapkan. Teknologi hanya menjadi sarana untuk mempermudah proses pembayaran dan pengelolaan dana zakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa zakat merupakan bagian tertentu dari harta yang diwajibkan Allah SWT kepada pemiliknya untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pembayaran zakat dapat dipandang sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman. Masyarakat tetap perlu memastikan zakat disalurkan melalui lembaga atau pihak yang terpercaya agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu lembaga yang menyediakan layanan zakat digital adalah BAZNAS. Melalui layanan tersebut, muzaki dapat memilih jenis dana atau program, menentukan metode pembayaran, membaca niat zakat, hingga memperoleh Bukti Setor Zakat setelah transaksi berhasil. Dengan layanan digital, proses menunaikan zakat menjadi lebih praktis, cepat, dan dapat dilakukan dari mana saja. Di sisi lain, transparansi informasi dan kejelasan pengelolaan dana tetap menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Transformasi digital pada layanan zakat pada akhirnya bukan sekadar soal kemudahan pembayaran. Lebih dari itu, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat dalam menunaikan kewajiban sekaligus memperkuat ekosistem zakat di tengah kehidupan yang semakin digtal.***
03/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Alasan Hari Rabu Disebut Baik untuk Memulai Berbagai Aktivitas
Ketahui! Ini Alasan Hari Rabu Disebut Baik untuk Memulai Berbagai Aktivitas
Hari Rabu disebut dalam sejumlah literatur keislaman sebagai salah satu waktu yang baik untuk memulai berbagai aktivitas. Pandangan tersebut salah satunya merujuk pada kitab Ta'limul Muta'allim yang menjelaskan keutamaan memulai sesuatu pada hari Rabu. Dalam pembahasannya, sebagaimana dikutip dari laman NU Online Jawa Timur, disebutkan bahwa sesuatu yang dimulai pada hari Rabu diharapkan dapat berjalan hingga selesai dengan sempurna. “Tiada segala sesuatu yang dimulai pada hari Rabu, kecuali akan menjadi sempurna,” demikian keterangan yang tercantum dalam Ta'limul Muta'allim. Pemahaman tersebut kemudian berkembang di kalangan sebagian ulama bahwa Rabu dapat menjadi pilihan untuk mengawali berbagai aktivitas. Mulai dari bekerja, berdagang, membuka toko, berkebun, membangun rumah hingga memulai kegiatan pengajian. Selain Rabu, hari Senin juga disebut memiliki keutamaan, khususnya dalam hal menuntut ilmu. Dalam riwayat yang dikutip dalam sejumlah kitab, seperti Faidul Qadir, Kanzul Ummal dan Akhbar Asbahan, terdapat anjuran untuk mencari ilmu pada hari Senin. “Carilah ilmu di hari Senin, sebab para pencari ilmu akan dipermudah,” demikian arti riwayat tersebut. Dari dua keterangan itu, sebagian ulama kemudian membedakan penggunaannya. Senin lebih khusus dikaitkan dengan aktivitas menuntut ilmu, sedangkan Rabu dipandang lebih luas sebagai waktu yang baik untuk mengawali berbagai aktivitas. Pandangan tersebut juga menjadi pegangan sejumlah ulama. Syaikhul Islam Burhanuddin, misalnya, memilih memulai kegiatan belajar pada hari Rabu dengan berpedoman pada keterangan dalam Ta'limul Muta'allim. Hal serupa juga disebut dilakukan oleh Abu Hanifah dan sejumlah ulama lainnya. Meski demikian, keutamaan waktu tersebut tidak berarti keberhasilan sebuah kegiatan hanya ditentukan oleh hari ketika aktivitas dimulai. Kesungguhan, usaha, serta proses yang dijalani tetap menjadi bagian penting dalam mencapai hasil. Dengan demikian, Rabu dapat dipahami sebagai salah satu pilihan waktu yang dianggap baik dalam tradisi keilmuan Islam untuk memulai berbagai kegiatan, sementara Senin memiliki penekanan khusus dalam aktivitas menuntut ilmu.***
02/09/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV