WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Muharram Tiba! Yuk Sedekah Yatim di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya
Muharram Tiba! Yuk Sedekah Yatim di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya
Bulan Muharram menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah dan berbagi kepada sesama. Selain dikenal sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk dalam empat bulan suci yang dimuliakan dalam Islam atau dikenal sebagai Al Asyhur Al Hurum. Di tengah suasana penuh keberkahan tersebut, masyarakat Kota Semarang kini memiliki kesempatan untuk menyalurkan kepedulian kepada anak-anak yatim melalui program sedekah yatim yang dibuka oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Tradisi berbagi kepada anak yatim pada bulan Muharram telah lama menjadi bagian dari amalan yang dianjurkan. Bahkan, Muharram sering disebut sebagai "Lebaran Anak Yatim" karena banyaknya kegiatan santunan dan kepedulian sosial yang ditujukan kepada mereka. Melalui program ini, BAZNAS Kota Semarang mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim di Kota Semarang. Selain membantu memenuhi kebutuhan mereka, sedekah yang disalurkan juga diharapkan menjadi ladang pahala bagi para donatur di bulan yang penuh kemuliaan ini. Bagi warga Semarang yang ingin berpartisipasi, proses donasi dapat dilakukan dengan sangat mudah. Donatur dapat menyalurkan sedekah yatim melalui transfer bank ke rekening resmi BAZNAS Kota Semarang. Untuk transfer melalui Bank Danamon, masyarakat dapat mengirimkan donasi ke nomor rekening 8880077709. Sementara untuk transfer melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), donasi dapat dikirim ke rekening 0500080084 atas nama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang. Setelah melakukan transfer, donatur dapat melakukan konfirmasi pembayaran melalui nomor WhatsApp 0821-7022-1818 agar proses pencatatan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik. Selain melalui transfer bank, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan masyarakat. Sedekah yatim dapat dilakukan secara online melalui laman resmi kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Donatur hanya perlu mengakses tautan tersebut, kemudian memasukkan nominal donasi sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Program penggalangan sedekah yatim ini dibuka hingga 10 Juli 2026. Karena itu, masyarakat yang ingin berbagi dianjurkan untuk segera menyalurkan donasinya sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Dengan kemudahan akses dan proses yang sederhana, warga Semarang kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menebar kebaikan di bulan Muharram. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, diharapkan dapat membantu menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari masyarakat. Momentum Muharram tidak hanya menjadi awal tahun baru Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Melalui program sedekah yatim BAZNAS Kota Semarang, masyarakat dapat turut menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak yatim sekaligus meraih keberkahan di bulan yang dimuliakan ini.***
19/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kolaborasi BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Rumuskan Langkah Strategis guna Perkuat Pendidikan Al-Quran
Kolaborasi BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Rumuskan Langkah Strategis guna Perkuat Pendidikan Al-Quran
SEMARANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, pada 09 April 2026 kemarin telah menggelar Forum Grup Discussion (FGD) guna membahas lebih lanjut terkait penyusunan program kegiatan bagi penerima manfaat zakat atau infak Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh ketua Kemenag Kota Semarang Bapak H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd. serta Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Semarang Drs. H. Labib, M.M. Tidak hanya itu saja, kegiatan FGD yang dilaksanakan di aula Kemenag Kota Semarang ini turut mengundang 60 guru PAI dari beragam sekolah yang ada di Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut membahas lebih lanjut terkait temuan Kemenag yang ada di lapangan yakni terkait masalah baca tulis Al Quran anak didik di Kota Semarang yang masih rendah. Selain itu, pertemuan ini sebagai wadah untuk menghimpun masukan, menyelerasahkan kebutuhan, serta mendiskusikan program yang tepat sasaran untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru PAI di Kota Semarang. Sebelumnya, BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag telah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menggandeng guru Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mencari solusi permasalahan yang ada di lapangan itu. Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis guna menuntaskan masalah baca tulis al-quran sekaligus pengoptimalan alokasi dana zakat dan infaq guru untuk kemajuan pendidikan Islam di Kota Semarang.***
10/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kemenag Kota Semarang dan Guru PAI Gelar FGD, Perkuat Program Penerima Manfaat Zakat dan Infak BAZNAS
Kemenag Kota Semarang dan Guru PAI Gelar FGD, Perkuat Program Penerima Manfaat Zakat dan Infak BAZNAS
SEMARANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memperkuat dan mematangkan program penerima manfaat zakat serta infak yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Juni 2026, dan menjadi langkah strategis dalam memastikan penyaluran dana zakat serta infak dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. FGD tersebut dihadiri oleh sekitar 60 guru agama Islam dari berbagai sekolah di Kota Semarang. Hadir pula Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., serta Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, Drs. H. Labib, M.M. Dalam forum tersebut, para peserta berdiskusi mengenai rencana pengembangan program penerima manfaat zakat dan infak. Pembahasan difokuskan pada upaya meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kepala Kemenag Kota Semarang, H. Muhtasit, menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan para guru PAI sangat penting dalam mendukung keberhasilan program sosial keagamaan khususnya guna menuntaskan sebagian baca tulis al-quran yang masih tergolong rendah. Menurutnya, guru agama memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan para murid dan lingkungan pendidikan sehingga dapat membantu mengidentifikasi calon penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. Selain membahas mekanisme penyaluran zakat dan infak, forum ini juga menjadi wadah untuk menyerap berbagai masukan dari para guru terkait kebutuhan di lapangan. Dengan adanya komunikasi dua arah tersebut, diharapkan program-program BAZNAS Kota Semarang dapat semakin relevan dengan kondisi sosial yang ada. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, Drs. H. Labib, M.M., menegaskan bahwa pengelolaan dana zakat dan infak harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, masukan dari para guru PAI dinilai sangat berharga untuk mendukung penyempurnaan program yang akan dijalankan ke depan. Melalui kegiatan FGD ini, Kemenag Kota Semarang dan BAZNAS Kota Semarang berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya forum tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat di lingkup Kementerian Agama Kota Semarang.***
09/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Agenda Pimpinan

Waka I dan III BAZNAS Kota Semarang Terima Kunjungan Kemenag untuk Optimalisasi ZIS Guru PAI
Waka I dan III BAZNAS Kota Semarang Terima Kunjungan Kemenag untuk Optimalisasi ZIS Guru PAI
Dalam upaya meningkatkan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 3 BAZNAS Kota Semarang menerima kunjungan resmi dari jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang. Pertemuan strategis ini berlangsung dengan suasana penuh kehangatan dan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara kedua lembaga. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Semarang, Kasubbag TU, Plt Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta Plt Kasi PAIS Kota Semarang. Mereka disambut langsung oleh Waka 1, Waka 3, serta jajaran kepala bagian BAZNAS Kota Semarang. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi penguatan pengumpulan ZIS khususnya di tingkat guru PAI yang jumlahnya cukup besar dan memiliki potensi signifikan dalam mendukung program kesejahteraan umat. Dalam diskusi yang berlangsung, beberapa poin penting menjadi fokus pembahasan. Pertama, perlunya menetapkan skala prioritas dalam pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Hal ini diharapkan dapat membantu proses pengumpulan ZIS lebih terarah sehingga hasil pengumpulan nantinya bisa dikembalikan kepada program-program pemberdayaan yang bermanfaat untuk guru PAI maupun masyarakat luas. Kedua, BAZNAS dan Kemenag sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi dan peningkatan kompetensi guru PAI. Sosialisasi ini mencakup pemahaman tentang pentingnya ZIS, mekanisme penyaluran, serta dampaknya terhadap pemberdayaan umat. Waktu dan tempat kegiatan akan menyesuaikan koordinasi dengan Kemenag agar pelaksanaannya efektif dan menjangkau seluruh guru PAI di Kota Semarang. Poin ketiga yang tak kalah penting adalah solusi strategis dengan mendorong pembentukan UPZ GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam) di setiap kecamatan. UPZ ini akan menjadi wadah khusus bagi guru PAI dalam menghimpun zakat profesi, infak, maupun kontribusi sosial lainnya. Meski demikian, apabila Kemenag memilih untuk menggabungkan dalam satu wadah besar, opsi tersebut tetap diperbolehkan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para guru PAI terhadap pentingnya ZIS serta memperkuat ekosistem zakat di Kota Semarang. Dengan adanya UPZ GPAI, pengelolaan dana ZIS dapat berjalan lebih optimal, terstruktur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan guru PAI maupun program kemasyarakatan lainnya. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan literasi ZIS serta memperkuat peran guru PAI sebagai teladan dalam beramal dan menebar kebermanfaatan.***

05-05-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Bantu Salurkan BTB Rumah Roboh Akibat Banjir Sungai Kaligarang
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, Bantu Salurkan BTB Rumah Roboh Akibat Banjir Sungai Kaligarang
Menjelang momen Lebaran, musibah menimpa salah satu warga di sekitar aliran Sungai Kaligarang. Sebuah rumah milik Ibu Isti Mulyana di Jalan Dewi Sartika Timur, Kota Semarang, roboh setelah pondasinya tak mampu menahan derasnya arus sungai yang tiba-tiba meningkat. Kejadian ini sontak menggugah kepedulian banyak pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang segera bergerak memberikan bantuan. Peristiwa itu bermula ketika hujan intens mengguyur wilayah Semarang sehingga menyebabkan debit air Sungai Kaligarang naik secara drastis. Arus yang biasanya tenang berubah menjadi sangat deras dan menghantam dinding serta pondasi rumah Ibu Isti yang sebelumnya sudah terlihat rapuh. Dalam hitungan menit, bagian bangunan rumah tersebut roboh dan tidak lagi layak ditinggali. Ibu Isti beserta keluarganya terpaksa mengungsi demi keselamatan. Menanggapi laporan warga, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, turun ke lokasi untuk melakukan survei lapangan. Dalam kunjungan tersebut, beliau mendapati kondisi rumah yang sudah tidak aman dan berpotensi membahayakan jika tetap ditempati. Selain kehilangan tempat tinggal, keluarga Ibu Isti juga mengalami kerugian material karena banyak barang yang rusak akibat terendam air. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Semarang memutuskan untuk menyalurkan Bantuan Tanggap Bencana (BTB) kepada keluarga Ibu Isti. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen lembaga dalam memberikan perlindungan dan dukungan nyata kepada masyarakat yang terdampak bencana. Menurut H. Nur Fuad, kehadiran BAZNAS tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memberikan kekuatan moral agar para korban tetap semangat menghadapi masa sulit. Saat ini, keluarga Ibu Isti terpaksa tinggal di tempat kontrakan sementara sambil menunggu proses perbaikan dan penanganan lanjutan dari pihak berwenang. BAZNAS berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan. BAZNAS Kota Semarang juga menegaskan bahwa bantuan seperti ini adalah wujud nyata keberkahan zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat. Ketika terjadi musibah, sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, dan warga menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan sosial. Melalui aksi cepat dan tepat sasaran, diharapkan setiap korban dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi membantu sesama, kini dapat menyalurkan infaq dan sedekah dengan mudah melalui tautan resmi BAZNAS Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Cukup klik linknya, pilih jenis dana, dan masukkan nominal yang ingin disalurkan. Setiap kepedulian Anda sangat berarti bagi mereka yang sedang diuji dengan musibah. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi semua pihak.***

05-05-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III wakili Ketua hadiri tarling MUI Kota Semarang dan Santunan Yatim Piatu
Wakil Ketua III wakili Ketua hadiri tarling MUI Kota Semarang dan Santunan Yatim Piatu
*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" tabindex="-1" data-turn-id="request-WEB:e5cb9b17-16b6-4f4b-8a1c-ccd356c67f34-1" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant"> Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang mewakili Ketua BAZNAS Kota Semarang menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang diselenggarakan oleh MUI Kota Semarang sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan dihadiri oleh berbagai unsur tokoh masyarakat, ulama, serta jajaran pemerintah daerah. Kegiatan Tarling ini menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama bulan suci Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Selain melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang menyampaikan bahwa BAZNAS terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita bersama,” ujarnya. Acara yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Semarang tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh masyarakat Kota Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

11-03-2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Semarang Makmur. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada 8 penerima manfaat sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi warga. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di ruang rapat BAZNAS Kota Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan pentasyarufan dibuka oleh Kepala Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kota Semarang, Rifa’i, yang didampingi staf pendayagunaan, Ana Falihah. Dalam kesempatan itu, Rifa’i menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mengembangkan usaha yang dijalankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Melalui bantuan modal usaha ini, kami berharap para penerima manfaat bisa lebih mandiri secara ekonomi, mengembangkan usahanya, dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Salah satu penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Semarang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk menambah modal dan mendukung keberlangsungan usaha mereka. Program bantuan modal usaha ini diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong lahirnya para munfiq dan muzaki baru dari hasil usaha yang berkembang. Melalui program Semarang Makmur, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi, agar zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Serahkan 50 Santunan Anak Yatim di Bulan Muharram
BAZNAS Kota Semarang Serahkan 50 Santunan Anak Yatim di Bulan Muharram
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Semarang Peduli. Kali ini, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim dalam kegiatan Pengajian Kuningan Bersholawat di bulan Muharram. Kegiatan santunan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bagian Pendistribusian Wahyudi. Dalam kesempatan itu, Hj. Afifah menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS Kota Semarang di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di momentum bulan Muharram yang identik dengan semangat berbagi. “Melalui santunan ini, kami ingin memberikan kebahagiaan kepada anak-anak serta menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang peduli dan ingin berbagi dengan sesama,” ujarnya. Sebanyak 50 anak yatim yang menerima santunan tampak bahagia dan antusias mengikuti rangkaian acara. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi para penerima. BAZNAS Kota Semarang berharap kehadirannya melalui berbagai program sosial dapat terus membawa manfaat, keberkahan, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat panjenengan simak.***
22/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kembali Tunjukkan Komitmennya, BAZNAS Kota Semarang Rampungkan 10 RTLH
Kembali Tunjukkan Komitmennya, BAZNAS Kota Semarang Rampungkan 10 RTLH
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan Rumah Layak Huni. Terbaru, BAZNAS Kota Semarang berhasil menyelesaikan renovasi 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan sehat untuk ditempati para mustahik. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzakki dan munfiq. Melalui pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran, dana yang dipercayakan masyarakat tersebut mampu menghadirkan perubahan besar bagi keluarga penerima manfaat. Pembangunan dan renovasi RTLH kali ini dilakukan di kawasan Wates. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kota Semarang menggandeng program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) guna mempercepat proses pembangunan serta memastikan kualitas rumah yang dibangun sesuai dengan standar kelayakan hunian. Kolaborasi antara BAZNAS Kota Semarang dan TMMD menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, program ini juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima bantuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Salah satu penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku kini dapat tinggal bersama keluarga di rumah yang lebih nyaman dan aman dibandingkan sebelumnya. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang dan TMMD yang telah membantu kami. Rumah ini sangat berarti bagi keluarga kami karena sekarang lebih nyaman dan aman untuk ditempati setiap hari,” ungkapnya. Keberhasilan program Rumah Layak Huni ini tidak lepas dari dukungan masyarakat yang terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Semarang. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai program sosial yang bertujuan membantu warga kurang mampu. Melalui dana ZIS yang terkumpul, BAZNAS Kota Semarang dapat terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga perbaikan tempat tinggal. BAZNAS Kota Semarang pun mengajak masyarakat untuk terus berbagi kebaikan melalui kanal donasi resmi yang telah disediakan. Kini, proses berdonasi semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Dengan dukungan dan kepedulian bersama, semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat merasakan manfaat dari program sosial, termasuk memperoleh rumah layak huni yang menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang lebih sejahtera.***
08/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Menuju Hari Jumat, Yuk Sedekah di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya!
Menuju Hari Jumat, Yuk Sedekah di BAZNAS Kota Semarang, Ini Caranya!
Hari Jumat menjadi salah satu hari istimewa dalam Islam. Hari yang kerap disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari ini memiliki banyak keutamaan, termasuk menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya bersedekah. Sedekah sejatinya dapat dilakukan kapan saja. Namun, bersedekah pada hari Jumat diyakini memiliki nilai keutamaan tersendiri. Selain menjadi amalan yang mulia, sedekah Jumat juga disebut dapat mendatangkan pahala berlipat, membuka pintu rezeki, serta menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Bagi masyarakat yang ingin menunaikan sedekah Jumat, ada beberapa waktu yang dinilai baik untuk melakukannya, yakni setelah salat Subuh, sebelum pelaksanaan salat Jumat, maupun setelah salat Jumat. Kini, menunaikan sedekah Jumat juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui lembaga amil zakat terpercaya. Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang menerima penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah dengan proses yang praktis dan aman. Masyarakat dapat menitipkan sedekah Jumat secara daring melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang. Caranya pun cukup mudah, cukup mengikuti langkah-langkah yang tersedia pada halaman donasi, lalu sedekah dapat ditunaikan kapan saja tanpa harus datang langsung. Bagi yang ingin menyalurkan sedekah Jumat melalui BAZNAS Kota Semarang, kini tersedia laman online bersedekah yang bisa Anda klik melalui link berikut ini: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Dengan kemudahan layanan digital ini, masyarakat diharapkan dapat lebih rutin bersedekah setiap pekan, khususnya di hari Jumat yang penuh keberkahan***
24/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasua dan Asyura dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasua dan Asyura dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Umat Islam sebentar lagi akan menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura di bulan Muharram 1448 Hijriah. Berdasarkan penanggalan yang berlaku tahun ini, puasa Tasua diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026. Menjelang pelaksanaannya, muncul pertanyaan yang banyak dicari umat Muslim, yakni bolehkah menggabungkan niat puasa Tasua dan Asyura dengan qadha Ramadhan? Merujuk penjelasan NU Online, hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Asyura atau Tasua memang menjadi pembahasan di kalangan ulama mazhab Syafi’i. Ada ulama yang membolehkan dan menilai seseorang tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah, meski niat utamanya adalah qadha Ramadhan. Pendapat ini dijelaskan oleh Imam Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj. Ia menerangkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari Asyura tetap berpeluang memperoleh pahala puasa sunnah Asyura. Pandangan serupa juga dijelaskan oleh Sayyid Abdurrahman Ba’alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. Ia menyebut ada pendapat ulama yang menilai pahala puasa sunnah tetap bisa diperoleh ketika seseorang menggabungkan niat puasa wajib dengan puasa sunnah tertentu, seperti Arafah, Asyura, maupun puasa sunnah lainnya. Namun, tidak semua ulama sepakat. Dalam penjelasan yang sama, terdapat pendapat lain yang lebih ketat. Imam Abu Makhramah, mengikuti pendapat Imam as-Samhudi, berpendapat bahwa penggabungan dua niat puasa wajib dan sunnah dalam satu pelaksanaan tidak menghasilkan salah satu dari keduanya. Bahkan, ada pula pandangan yang menyebut puasa sunnah tidak sah jika seseorang masih memiliki tanggungan qadha Ramadhan. Dari perbedaan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua dan Asyura memang diperselisihkan ulama. - Pendapat pertama: penggabungan niat diperbolehkan, dan pelakunya tetap berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah Tasua atau Asyura sekaligus menunaikan qadha Ramadhan. - Pendapat kedua: penggabungan niat tidak sah, sehingga puasa wajib dan puasa sunnah sebaiknya dipisahkan. Karena itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan namun ingin menjalankan puasa Tasua dan Asyura, sebaiknya memahami lebih dulu pendapat ulama yang diikuti agar ibadah dijalankan dengan lebih tenang dan mantap.***
23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Hari Asyura atau 10 Muharram menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam. Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sebagai bentuk ibadah sunnah yang penuh keutamaan. Lantas, apa saja sejarah dan peristiwa penting di balik 10 Muharram atau Hari Asyura? Asyura berasal dari kata ‘asyarah yang berarti sepuluh, merujuk pada tanggal ke-10 bulan Muharram. Dalam berbagai literatur, termasuk NU Online, hari ini disebut sebagai hari yang dimuliakan karena banyaknya peristiwa besar dalam sejarah para nabi. 1. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS Salah satu riwayat menyebutkan bahwa pada hari Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS setelah beliau dan Hawa diturunkan ke bumi akibat tergoda bujuk rayu iblis. Peristiwa ini menjadi simbol ampunan dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang bertaubat. 2. Keselamatan Nabi Ibrahim AS dari Api Pada masa Raja Namrud, Nabi Ibrahim AS dihukum dengan cara dibakar karena menghancurkan berhala. Namun atas kehendak Allah, api justru menjadi dingin dan tidak membahayakan beliau sebagaimana disebut dalam QS Al-Anbiya ayat 69. 3. Bebasnya Nabi Yusuf AS dari Penjara Nabi Yusuf AS juga dikisahkan dibebaskan dari penjara pada hari Asyura setelah sebelumnya difitnah. Setelah itu, beliau diangkat menjadi pejabat penting di Mesir. 4. Kesembuhan Nabi Ayyub AS Nabi Ayyub AS yang diuji dengan penyakit berat dan kehilangan harta serta keluarga, akhirnya disembuhkan oleh Allah SWT setelah kesabaran panjangnya. 5. Keselamatan Nabi Musa AS dari Fir’aun Peristiwa besar lainnya adalah selamatnya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Laut terbelah dan menjadi jalan keselamatan, sementara Fir’aun dan pasukannya tenggelam. Selain itu, beberapa riwayat juga menyebutkan peristiwa penting lain seperti berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS, keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan, hingga berbagai kejadian besar lain dalam sejarah para nabi. Hari Asyura bukan hanya momen sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dalam menolong para nabi dan hamba-Nya yang beriman. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 9 dan 10 Muharram sebagai bentuk ibadah dan penghapusan dosa. Selain itu dianjurkan pula untuk berbagi atau menyantuni anak yatim di bulan penuh keberkahan ini. Apabila Anda ingin menyalurkan santunan melalui lembaga ZIS, BAZNAS Kota Semarang menyediakan Anda untuk sedekah yatim di bulan Muharram 1448, caranya cukup transfer melalui Bank Danamon, masyarakat dapat mengirimkan donasi ke nomor rekening 8880077709. Sementara untuk transfer melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), donasi dapat dikirim ke rekening 0500080084 atas nama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang. Setelah melakukan transfer, donatur dapat melakukan konfirmasi pembayaran melalui nomor WhatsApp 0821-7022-1818 agar proses pencatatan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik. Selain melalui transfer bank, BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi digital yang memudahkan masyarakat. Sedekah yatim dapat dilakukan secara online melalui laman resmi kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Demikian informasi yang dapat Anda simak terkait sejarah hari Asyura.***
22/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV