WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Gelar Rakor UPZ: Upaya Optimalkan Peningkatan pengumpulan ZIS
BAZNAS Gelar Rakor UPZ: Upaya Optimalkan Peningkatan pengumpulan ZIS
SEMARANG – BAZNAS Kota Semarang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Kota Semarang Tahun 2026 di Gedung Atrium MG Setos, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Kota Semarang dan masyarakat. Rakor tersebut dihadiri perwakilan 52 UPZ se-Kota Semarang, Sekretaris Daerah Kota Semarang H. Handi Priyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang H.Mochammad Ahsan serta Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang. Ketua BAZNAS Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan pengumpulan ZIS melalui Baznas Kota Semarang. “BAZNAS menjadi salah satu lembaga pengelola zakat yang layak dipercaya. Tanpa kepercayaan dari Bapak dan Ibu sekalian yang menitipkan ZIS-nya melalui BAZNAS, mustahik tidak dapat menerima bantuan dan program untuk meningkatkan taraf hidupnya” ujar Arnaz. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Semarang meraih BAZNAS Award kategori tata kelola terbaik se-Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas upaya lembaga dalam memperkuat tata kelola pengelolaan zakat. Disisi lain, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan bahwa optimalisasi pengumpulan ZIS membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak. “Optimalisasi pengumpulan ZIS di lingkungan Pemerintah Kota Semarang memerlukan sinergi antara kepemimpinan, penguatan peran UPZ, kemudahan layanan pembayaran, pemanfaatan data, serta pemantauan dan evaluasi yang terukur,” kata Handi. Ia berharap koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD), UPZ, dan BAZNAS Kota Semarang dapat meningkatkan penghimpunan ZIS sekaligus memastikan pengelolaannya berjalan transparan dan akuntabel. "Menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim, meski sedikit memaksa utk menunaikannya; zakat juga sebagai pembersih harta bagi muzaki dan penolong bagi mustahik yang membutuhkan, jika ada kepala OPD yang beragama Islam belum menunaikan zakat, tolong saya di berikan laporan, tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Mochammad Ahsan, menekankan pentingnya memperkuat budaya ZIS di kalangan ASN di sektor pendidikan. “Kami menguatkan budaya ZIS di lingkungan ASN pendidikan dengan memberikan pemahaman kepada para guru dan memperluas kepedulian terutama melatih siswa sejak dini untuk berinfak melalui Baznas” ujar Ahsan. Melalui rakor ini, BAZNAS Kota Semarang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS. Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah diharapkan tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan sinergi pemerintah daerah, UPZ, BAZNAS, dan masyarakat, ZIS diharapkan menjadi kekuatan untuk membantu sesama, memperluas manfaat sosial, dan mendorong perubahan positif di Kota Semarang.***
28/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Program Pendayagunaan, Dorong Penerima Manfaat Jadi Muzaki
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Program Pendayagunaan, Dorong Penerima Manfaat Jadi Muzaki
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui Kolaborasi Program Pendayagunaan Zakat melalui UPZ Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang dan LAZ Al Ihsan Jawa Tengah pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kemenag Kota Semarang tersebut menjadi upaya bersama untuk mendorong pendayagunaan ekonomi umat melalui program bantuan produktif dan penguatan kemandirian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, bantuan disalurkan melalui beberapa program, di antaranya bantuan modal usaha Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) senilai Rp100 juta untuk 20 penerima manfaat dari BAZNAS Kota Semarang melalui UPZ Kantor Kemenag Kota Semarang, bantuan modal usaha Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) senilai Rp24 juta untuk delapan penerima manfaat dari LAZ AL Ihsan Jawa Tengah, serta bantuan program Z-mart Pesantreb senilai Rp20 juta bagi Pondok Pesantren Hidayatus Syubban, Karangroto, Genuk yang berkolaborasi dengan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Jateng-DIY. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, didampingi Wakil Ketua I H. Labib, Turut hadir Wakil Ketua III H. Nur Fuad, Wakil Ketua IV Hj. Aminah dan Kepala Pelaksana H.M.Asyhar serta perwakilan dari MTT Jateng DIY Wahyu. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Semarang menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS. Menurutnya, potensi zakat nasional masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. “Bagaimana menyadarkan masyarakat terkait ZIS menjadi tantangan tersendiri. Potensi dan realisasinya masih sangat jauh. Potensinya secara nasional hampir Rp352 triliun, sedangkan realisasinya baru Rp70 triliun,” ujar Arnaz. Ia menilai, peningkatan penghimpunan ZIS dapat memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan. “Potensinya sangat besar. Apabila kita bisa mengajak masyarakat melalui berbagai cara, insyaallah semakin banyak persoalan yang bisa dibantu. Mulai dari masyarakat yang membutuhkan bantuan rumah, biaya persalinan, hingga biaya rumah sakit,” lanjutnya. Arnaz juga menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS menjadi salah satu faktor penting agar program bantuan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Semarang H. Muhtasit, menyampaikan harapannya agar bantuan modal usaha yang diberikan tidak hanya membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi langkah awal menuju kemandirian finansial. “Harapannya, dengan adanya bantuan modal usaha ini, para penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan ke depan bisa menjadi muzaki atau berinfak melalui BAZNAS Kota Semarang,” ungkapnya. Menurutnya, bantuan produktif diharapkan mampu mendorong penerima manfaat untuk berkembang sehingga pada masa mendatang mereka tidak hanya menjadi pihak yang menerima bantuan, tetapi juga menjadi muzaki atau minimal munfik. Melalui kolaborasi program pemberdayaan zakat ini, BAZNAS Kota Semarang bersama Kemenag dan mitra terkait berharap dana sosial keagamaan dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung pertumbuhan usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.***
26/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Perluas Akses Layanan Kesehatan bagi Warga Kurang Mampu, BAZNAS Kota Semarang Jalin MOU dengan BPJS Kesehatan
Perluas Akses Layanan Kesehatan bagi Warga Kurang Mampu, BAZNAS Kota Semarang Jalin MOU dengan BPJS Kesehatan
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang jalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, SSI, Apt, AAAK, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi antara BAZNAS dan BPJS Kesehatan dapat memberikan manfaat serta membawa keberkahan bagi masyarakat. “Terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas kerja sama ini. Semoga membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi kita semua serta dapat berjalan dengan lancar,” Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Semarang,H. Arnaz Agung Andrararmara,S.E, M.M., mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk membantu warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan. Menurutnya, masyarakat penerima manfaat tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga dapat merasakan kepedulian pemerintah, masyarakat, dan BPJS Kesehatan terhadap kondisi mereka. “Warga yang memiliki keterbatasan ekonomi masih banyak. Melalui MoU ini, kita berharap bisa saling membantu agar mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkapnya. Arnaz menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kota Semarang dan BPJS Kesehatan. Ia berharap jumlah warga yang menerima manfaat dapat terus meningkat. Jika sebelumnya sasaran bantuan berada di kisaran 100 orang, ke depan diharapkan dapat bertambah hingga 200 orang atau lebih, sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan program. Ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Semarang salah satunya diarahkan untuk membantu warga kurang mampu memperoleh akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kota Semarang berharap kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan bantuan sosial, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perlindungan dan akses layanan kesehatan. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.***
20/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatangan MoU dengan BPJS Kesehatan
Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatangan MoU dengan BPJS Kesehatan
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (20/10/2026), di Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrararmara, S.E., M.M., bersama Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H. Moh. Asyhar, S.Sos.I., Kepala Bidang Pengumpulan Muhtadin, S.HI., serta jajaran staf pengumpulan. Sementara itu, BPJS Kesehatan dihardiri langsung oleh Kepala Cabang Debbie Nianta Musigiasari, S.Si., Apt., AAAK. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam membantu masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Dalam sambutannya, pihak BPJS Kesehatan menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS Kota Semarang. Kerja sama tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat serta dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrararmara, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Menurutnya, masyarakat penerima manfaat diharapkan tidak hanya memperoleh akses layanan kesehatan, tetapi juga merasakan kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak. “Warga yang memiliki keterbatasan ekonomi masih banyak. Melalui MoU ini, kita berharap bisa saling membantu agar mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkap Arnaz. Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi awal untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS Kota Semarang dan BPJS Kesehatan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. BAZNAS Kota Semarang berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan memperoleh manfaat dari kolaborasi kedua lembaga. Melalui kerja sama ini, upaya membantu masyarakat kurang mampu diharapkan dapat berjalan lebih terarah, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam mendukung akses layanan kesehatan di Kota Semarang.***

20-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Waka III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi RKAT UPZ Kemenag 2026
Waka III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi RKAT UPZ Kemenag 2026
SEMARANG – Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., menghadiri rapat koordinasi evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kota Semarang pada Senin (19/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kemenag Kota Semarang ini membahas evaluasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran sebagai bahan penyusunan rencana kerja periode berikutnya. Dalam kegiatan tersebut, H. Nur Fuad hadir bersama jajaran kepala bidang serta staf bagian pelaporan dan perencanaan BAZNAS Kota Semarang. Rapat koordinasi membahas capaian program kerja yang telah dilaksanakan, realisasi penggunaan anggaran, serta sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat. Dalam kesempatan tersebut, H. Nur Fuad menyampaikan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan program dan anggaran berjalan sesuai tujuan. “Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Hasilnya diharapkan menjadi bahan perbaikan agar penyusunan RKAT berikutnya lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya. Ia juga diharapkan menekankan pentingnya koordinasi antara UPZ Kemenag Kota Semarang dan BAZNAS Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pelaporan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Melalui rapat koordinasi ini, evaluasi pelaksanaan RKAT diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program yang lebih optimal, transparan, dan akuntabel. Sinergi antara BAZNAS dan UPZ juga diharapkan terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***

19-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Hadiri Rakornas BAZNAS: Pimpinan BAZNAS Kota Semarang Salurkan Rp333.264.632 Bantuan Bencana
Hadiri Rakornas BAZNAS: Pimpinan BAZNAS Kota Semarang Salurkan Rp333.264.632 Bantuan Bencana
SEMARANG – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Republik Indonesia (RI) yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Semarang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp333.264.632 untuk korban bencana alam dan krisis kemanusiaan. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., dan diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak., CPA, Ph.D., bersama jajaran pimpinan lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M., serta Wakil Ketua I, Drs. H. Labib, M.M. Total bantuan yang disalurkan terdiri atas Rp263.954.257 untuk korban bencana alam di Sumatera, Rp55.515.600 bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Rp13.794.775 melalui program Membasuh Luka Palestina. Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Semarang yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari sandang, pangan, hingga papan, sekaligus meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi sulit. “Dengan adanya bantuan tersebut, semoga dapat membantu korban terdampak dan meringankan beban mereka,” ujarnya. Bantuan kemanusiaan ini bersumber dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah para muzaki serta munfik yang mempercayakan penyalurannya kepada BAZNAS Kota Semarang. Pimpinan BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas kontribusi serta kepeduliannya dalam mendukung penanganan bencana dan krisis kemanusiaan. Penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Semarang untuk mengoptimalkan manfaat zakat, infak, dan sedekah. Tidak hanya membantu masyarakat di Kota Semarang, dana ZIS juga diupayakan menjangkau masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah hingga saudara-saudara yang membutuhkan bantuan di Palestina. BAZNAS Kota Semarang berharap dana yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.***

15-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 12 Mustahik
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 12 Mustahik
Upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Melalui Program Semarang Makmur, BAZNAS kembali menyalurkan bantuan pemberdayaan dan modal usaha senilai Rp40 juta kepada 12 mustahik yang memiliki semangat mengembangkan usaha mandiri. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat BAZNAS Kota Semarang pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, Kepala Bagian Pendayagunaan Bapak Rifa'i, serta staf amil bidang pendayagunaan, Ana Falihah. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Ibu Hj. Afifah, S.Pd mengajak seluruh penerima bantuan untuk memiliki pemahaman yang tepat mengenai peran BAZNAS. Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga tempat mengajukan bantuan, melainkan lembaga yang menghimpun amanah zakat masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak. Ia juga berpesan agar para penerima manfaat turut menjadi bagian dari upaya menyebarkan semangat berbagi. Ketika kondisi ekonomi mereka telah membaik, mereka diharapkan dapat mengajak orang-orang di sekitarnya yang telah mampu secara finansial untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Semarang. "Apabila nanti kondisi ekonomi sudah lebih baik, mari bersama-sama mengajak masyarakat yang telah mampu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dengan begitu, manfaat zakat akan terus berputar dan membantu lebih banyak warga yang membutuhkan," pesannya. Bantuan modal usaha yang diberikan kali ini akan dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha produktif, mulai dari usaha aneka makanan, toko kelontong, bengkel, hingga usaha mikro lainnya yang telah diajukan oleh para mustahik. Melalui bantuan tersebut, para penerima diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas peluang memperoleh penghasilan, serta mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara lebih mandiri. Program pemberdayaan ekonomi seperti ini juga menjadi salah satu strategi BAZNAS Kota Semarang untuk mengubah status mustahik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi. Bahkan dalam jangka panjang, penerima manfaat diharapkan dapat berkembang menjadi munfik maupun muzakki, sehingga mampu ikut berkontribusi membantu masyarakat lainnya melalui zakat dan sedekah. Bagi masyarakat Kota Semarang, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga. BAZNAS Kota Semarang pun terus mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan finansial untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain datang langsung ke kantor BAZNAS Kota Semarang, masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah secara digital melalui layanan resmi BAZNAS Kota Semarang. https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Kemudahan layanan ini diharapkan semakin mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat gerakan kepedulian sosial serta mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi yang menyasar warga kurang mampu di Kota Semarang. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menunaikan zakat dan sedekah melalui lembaga resmi, semakin besar pula peluang lahirnya pelaku-pelaku usaha baru dari kalangan mustahik yang mampu bangkit, mandiri, dan pada akhirnya menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat Kota Semarang.***
28/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan konsumtif melalui Program Semarang Takwa kepada 10 penerima manfaat pada Kamis (23/7/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp66.600.000 untuk mendukung sarana dakwah, stimulan musala, masjid, serta lembaga sosial di Kota Semarang. Penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, bersama Kepala Bagian Pendistribusian, Bapak Wahyudi. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam membantu masyarakat dan memperkuat kegiatan keagamaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Hj. Afifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran. "Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan para penerima, sekaligus mendukung kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di Kota Semarang," ujarnya. Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan dari BAZNAS Kota Semarang sangat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan. BAZNAS Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih aman, transparan, dan tepat sasaran. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui program Semarang Takwa kepada 18 penerima manfaat sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang. Penyaluran bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan untuk masjid dan musholla, bantuan bagi lembaga sosial dan yayasan, serta sarana prasarana dakwah berupa sound system. Kegiatan pentasyarufan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bidang Pendistribusian, Wahyudi. Hj. Afifah menyampaikan bahwa program Semarang Takwa merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mendukung penguatan kegiatan keagamaan, dakwah, dan pelayanan umat di berbagai wilayah Kota Semarang. “Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Dalam penyaluran kali ini, bantuan Semarang Takwa dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, bantuan stimulan untuk masjid dan musholla yang diberikan kepada 9 penerima manfaat. Kedua, bantuan stimulan untuk lembaga sosial dan yayasan yang disalurkan kepada 3 penerima manfaat. Ketiga, bantuan sarana prasarana dakwah atau sound system yang diberikan kepada 7 penerima manfaat. Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp63.200.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperkuat fasilitas penunjang kegiatan ibadah dan dakwah, sekaligus mendorong pemberdayaan lembaga keagamaan di Kota Semarang. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di lingkungan masyarakat. Melalui program Semarang Takwa, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah, aktivitas dakwah, dan penguatan lembaga keagamaan di ibu kota Jawa Tengah. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
25/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Membaca Surat Al-Kahfi merupakan salah satu amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam pada malam Jumat maupun hari Jumat. Namun, bagi sebagian orang, membaca seluruh 110 ayat dalam satu waktu terkadang terasa cukup berat, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Kabar baiknya, membaca Surat Al-Kahfi dapat dilakukan secara bertahap. Warga Semarang yang ingin mengamalkan sunah ini bisa membagi bacaan menjadi empat waktu, mulai setelah Magrib pada malam Jumat hingga setelah salat Zuhur pada hari Jumat. Dengan pembagian tersebut, umat Islam tetap bisa menyelesaikan seluruh 110 ayat Surat Al-Kahfi tanpa harus terburu-buru. Cara ini juga dapat membantu menjaga konsistensi ibadah di tengah rutinitas harian. Surat Al-Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 110 ayat. Surat ini memuat sejumlah kisah penuh hikmah, mulai dari keteguhan iman para pemuda Ashabul Kahfi, ujian kekayaan melalui kisah pemilik dua kebun, perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS, hingga kisah kepemimpinan Dzulqarnain. Agar lebih ringan dan mudah diterapkan, berikut pembagian bacaan Surat Al-Kahfi yang dapat dicoba oleh masyarakat: 1. Setelah Magrib pada Malam Jumat: Ayat 1–31 Waktu pertama dimulai setelah salat Magrib pada Kamis petang atau malam Jumat. Pembaca dapat memulai dengan membaca ayat 1 sampai 31. Bagian ini memuat kisah Ashabul Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung keyakinannya. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya menjaga iman, keberanian dalam mempertahankan kebenaran, serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-Nya. 2. Setelah Isya pada Malam Jumat: Ayat 32–59 Pembacaan berikutnya dapat dilanjutkan setelah salat Isya, yakni ayat 32 sampai 59. Pada bagian ini terdapat kisah dua orang pemilik kebun dengan kondisi kehidupan yang berbeda. Salah seorang di antaranya memiliki kekayaan melimpah, tetapi justru terjebak dalam kesombongan dan merasa bahwa hartanya akan selalu bertahan. Kisah ini memberikan pelajaran bahwa kekayaan dan kenikmatan dunia merupakan ujian. Manusia tidak seharusnya sombong atas apa yang dimiliki karena seluruhnya merupakan pemberian Allah SWT. 3. Setelah Subuh pada Hari Jumat: Ayat 60–83 Memasuki hari Jumat, bacaan dapat dilanjutkan setelah salat Subuh dengan membaca ayat 60 sampai 83. Bagian ini menceritakan perjalanan Nabi Musa AS bersama Nabi Khidir AS. Dalam perjalanan tersebut, Nabi Musa AS menyaksikan sejumlah peristiwa yang pada awalnya sulit dipahami. Kisah ini mengajarkan bahwa pengetahuan manusia memiliki keterbatasan. Ada banyak ketentuan dan hikmah Allah SWT yang belum tentu dapat dipahami secara langsung oleh manusia. 4. Setelah Zuhur pada Hari Jumat: Ayat 84–110 Tahap terakhir dilakukan setelah salat Zuhur dengan membaca ayat 84 sampai 110. Bagian ini mengisahkan Dzulqarnain, seorang pemimpin yang diberikan kekuasaan dan kemampuan oleh Allah SWT untuk melakukan berbagai perjalanan serta membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Di dalamnya juga terdapat kisah pembangunan penghalang untuk menghadapi Ya'juj dan Ma'juj. Selain itu, bagian akhir Surat Al-Kahfi mengingatkan manusia agar tidak menyekutukan Allah SWT, senantiasa beramal saleh, dan mengharapkan perjumpaan dengan-Nya. Membaca Surat Al-Kahfi secara bertahap dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki jadwal kegiatan padat. Namun, agar amalan ini dapat dilakukan secara konsisten, ada beberapa hal sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, tentukan waktu membaca sesuai dengan jadwal ibadah harian. Menggabungkan kegiatan membaca Al-Qur'an dengan waktu setelah salat fardu dapat membantu membangun kebiasaan. Kedua, gunakan Al-Qur'an cetak atau aplikasi Al-Qur'an digital untuk memudahkan melanjutkan bacaan sesuai ayat terakhir yang telah dibaca. Ketiga, usahakan membaca dengan tartil atau perlahan dan tidak terburu-buru. Selain mengejar penyelesaian bacaan, memahami makna dan mengambil pelajaran dari setiap kisah juga menjadi hal penting. Keempat, jika memungkinkan, luangkan waktu untuk membaca terjemahan agar pesan yang terkandung dalam Surat Al-Kahfi semakin mudah dipahami. Membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat dikenal sebagai salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan. Salah satu hadis yang sering dijadikan landasan adalah riwayat Al-Hakim dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang meneranginya di antara dua Jumat. Keutamaan lainnya berkaitan dengan perlindungan dari fitnah Dajjal. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan anjuran menghafal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. Karena itu, membaca Surat Al-Kahfi dapat menjadi salah satu upaya umat Islam untuk memperbanyak amal saleh sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi warga Semarang yang ingin mulai membiasakan amalan ini, tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Membagi bacaan menjadi beberapa sesi dapat menjadi cara sederhana untuk menyelesaikan 110 ayat Surat Al-Kahfi dalam satu rangkaian malam dan hari Jumat. Hal terpenting adalah menjaga niat, meluangkan waktu, serta berusaha istiqamah dalam menjalankan ibadah.***
30/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Momen gajian bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama. Warga Kota Semarang dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang secara online tanpa harus datang langsung ke kantor. BAZNAS Kota Semarang baru-baru ini meraih penghargaan sebagai BAZNAS Kota Terbaik se-Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui layanan digital, masyarakat kini dapat menyalurkan ZIS dengan lebih mudah dan praktis, termasuk saat menerima gaji bulanan maupun pada momen tanggal kembar. Cara Bayar Zakat, Infak, dan Sedekah Online Bagi warga Semarang yang ingin menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kota Semarang, berikut langkah-langkahnya: 1. Buka laman resmi pembayaran zakat melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat atau layanan sedekah melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. 2. Pilih jenis dana yang ingin disalurkan sesuai kebutuhan. 3. Lengkapi data yang diminta, seperti nama, nomor handphone, dan alamat email. 4. Ikuti petunjuk pembayaran yang tersedia pada laman tersebut. 5. Untuk konfirmasi, masyarakat dapat menghubungi nomor +62 821-7022-1818 atas nama Pengumpulan BAZNAS Kota Semarang. Selain menyediakan layanan pembayaran digital, BAZNAS Kota Semarang juga menghadirkan kalkulator zakat yang dapat digunakan masyarakat untuk membantu menghitung kewajiban zakat melalui layanan digital resminya. Dengan kemudahan tersebut, masyarakat dapat menunaikan ZIS tanpa terkendala jarak dan waktu. Selain menjadi bentuk ibadah, zakat, infak, dan sedekah juga dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Momentum gajian pun tidak hanya menjadi waktu untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dan menebarkan manfaat bagi sesama melalui BAZNAS Kota Semarang.***
27/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran besar ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan, cinta tanah air, serta pengabdian santri kepada bangsa. Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia. Makna Hari Santri Nasional Hari Santri Nasional memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah mengenang perjuangan para ulama dan santri yang turut berperan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan semangat cinta tanah air. Nilai hubbul wathan minal iman kerap dikaitkan dengan kecintaan terhadap tanah air yang tumbuh seiring dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, Hari Santri menjadi momentum untuk mendorong santri agar terus berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari melawan kebodohan, mengurangi kemiskinan, hingga menjaga moral dan peradaban bangsa melalui pendidikan, akhlak, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, santri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejarah Hari Santri Nasional Tanggal 22 Oktober dipilih untuk memperingati Hari Santri Nasional karena berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yakni Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi Jihad menyerukan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan para ulama, santri, dan masyarakat untuk melawan pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia setelah kemerdekaan, termasuk pasukan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia. Semangat perjuangan tersebut turut menjadi salah satu latar penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu kemudian dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Melalui peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, masyarakat diajak untuk tidak melupakan jasa para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Lebih dari itu, Hari Santri menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan perlu diteruskan melalui pendidikan, pengabdian, sikap toleran, serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.***
22/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV