WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS, BAZNAS Kota Semarang Lakukan Koordinasi ke UPZ Kota Semarang
Perkuat Sinergi Pengelolaan ZIS, BAZNAS Kota Semarang Lakukan Koordinasi ke UPZ Kota Semarang
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang terus memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui sistem host to host dengan sejumlah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai instansi pemerintah selama Juli 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang, Drs. H. Labib, M.M., bersama Kepala Pelaksana H. Moh. Asyhar, S.Sos.I serta jajaran kepala bidang dan bagian diantaranya Ahmad Muhtadin,S.HI (Kepala Bagian Pengumpulan), Tri Mursito, S.Ak (Kepala Bagian Perencanaan dan Pelaporan), hadir pula Rifai, S.H (Kepala Bagian Pendistribusian). Sejumlah UPZ yang dikunjungi antara lain UPZ Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perhubungan, Kecamatan Pedurungan, Dinas Pemadam Kebakaran, DP3A, Instansi vertikal serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Koordinasi tersebut bertujuan memperkuat sinergitas pengelolaan ZIS sekaligus memastikan dana zakat yang dihimpun UPZ dapat disalurkan melalui BAZNAS Kota Semarang secara optimal. Dalam rangkaian kunjungan itu, BAZNAS juga melakukan silaturahmi, menyerahkan Surat Keputusan (SK) terbaru kepada UPZ Disdik Kota Semarang, serta mendorong implementasi sistem pembayaran zakat secara host to host. Saat berkunjung ke UPZ Kota Semarang, rombongan BAZNAS diterima dengan baik dijajaran OPD terkait. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya lanjutan yang telah dilakukan sejak 2025, mulai dari pembentukan UPZ, sosialisasi, hingga penyampaian surat pernyataan pelaksanaan zakat melalui sistem host to host. Hasil positif juga diperoleh dari seluruh UPZ Kota Semarang yang dikunjungi. BAZNAS mencatat adanya penambahan muzaki yang menyatakan kesiapan menunaikan zakat melalui mekanisme host to host, sehingga diharapkan dapat meningkatkan penghimpunan ZIS secara lebih efektif, efisien, transparan, dan berkelanjutan. Melalui koordinasi yang terus dilakukan, BAZNAS Kota Semarang berharap sinergi bersama seluruh UPZ semakin kuat. Selain meningkatkan optimalisasi pengelolaan ZIS, langkah ini juga diharapkan mampu memperluas manfaat berbagai program pemberdayaan dan pelayanan sosial bagi masyarakat Kota Semarang.***
30/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Purworejo Studi Tiru ke Semarang, Pelajari Tata Kelola ZIS yang Transparan
BAZNAS Purworejo Studi Tiru ke Semarang, Pelajari Tata Kelola ZIS yang Transparan
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengelolaan zakat. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan studi tiru ke Kantor BAZNAS Kota Semarang untuk mempelajari sistem pelaporan serta administrasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di luar neraca. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Semarang. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tata kelola lembaga zakat yang akuntabel, transparan, dan profesional. Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, SE., MM., hadir langsung menyambut rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo. Turut mendampingi Wakil Ketua I Drs. H. Labib, M.M, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., beserta para kepala bagian dan staf BAZNAS Kota Semarang. Dalam kesempatan tersebut, rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo mempelajari berbagai mekanisme yang diterapkan BAZNAS Kota Semarang, khususnya terkait sistem pelaporan serta pengadministrasian dana ZIS di luar neraca. Pembahasan meliputi alur pencatatan administrasi, tata kelola dokumen, hingga proses pelaporan yang mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Kedua belah pihak saling bertukar pengalaman mengenai tantangan maupun strategi dalam mengelola penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan dana zakat agar semakin efektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Melalui forum tersebut, peserta studi tiru memperoleh gambaran lebih rinci mengenai praktik administrasi yang diterapkan BAZNAS Kota Semarang. Sementara itu, BAZNAS Kota Semarang juga mendapatkan berbagai masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada para muzaki maupun mustahik. Kegiatan studi tiru seperti ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antarlembaga zakat dalam memperkuat tata kelola organisasi. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan setiap BAZNAS di daerah mampu mengembangkan sistem kerja yang semakin profesional, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kota Semarang berharap kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Purworejo tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga mempererat sinergi antarlembaga dalam mengembangkan pengelolaan zakat yang modern dan terpercaya. Ke depan, hasil studi tiru ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh BAZNAS Kabupaten Purworejo sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Di sisi lain, BAZNAS Kota Semarang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.***
28/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pembinaan Relawan Beasiswa Produktif Angkatan 17: Ingatkan Pentingnya Ilmu
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pembinaan Relawan Beasiswa Produktif Angkatan 17: Ingatkan Pentingnya Ilmu
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menggelar pembinaan bagi Relawan Beasiswa Produktif (Bespro) Angkatan 17 pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Semarang ini bertujuan memperkuat kapasitas relawan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab dalam program beasiswa produktif. Pembinaan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Aminah, Kepala Bagian Pelaporan dan Perencanaan Bapak Tri Mursito, Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Bapak Rifa'i, serta jajaran staf BAZNAS Kota Semarang yang bertugas mendampingi para relawan. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Hj. Aminah menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama bagi relawan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang terus dikembangkan akan membantu relawan memberikan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program BAZNAS. Sementara itu, Bapak Tri Mursito mengingatkan seluruh relawan agar segera menyelesaikan pelaporan Off Balance Sheet sesuai ketentuan. Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi pengelolaan program, sehingga dapat dilaporkan secara tepat waktu kepada BAZNAS RI. Melalui pembinaan ini, BAZNAS Kota Semarang berharap para Relawan Beasiswa Produktif Angkatan 17 semakin memahami peran, tanggung jawab, serta administrasi yang harus dipenuhi. Dengan bekal ilmu, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat, para relawan diharapkan mampu menjadi mitra BAZNAS dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatanganan MoU Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatanganan MoU Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
SEMARANG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kolaborasi Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif Mustahik Berbasis Kantor Urusan Agama (KUA) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Rabu (15/7/2026). Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Kota Semarang dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi mustahik atau penerima manfaat zakat. Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan upaya memperluas manfaat zakat melalui program-program yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi sehingga tidak hanya bersifat konsumtif. "Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat melalui program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif," ujarnya. Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Kemenag Kota Semarang juga berupaya memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi umat. Program yang dijalankan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik agar lebih mandiri dan berdaya saing. Ke depan, sinergi kedua lembaga diharapkan dapat mendorong transformasi mustahik menjadi munfik, yakni masyarakat yang telah mandiri secara ekonomi sehingga mampu ikut berbagi kepada sesama secara bertahap dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.***

15-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang, Hadiri Santunan Anak Yatim Piatu dan Pengajian Muharram 1448 H
Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang, Hadiri Santunan Anak Yatim Piatu dan Pengajian Muharram 1448 H
SEMARANG - Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menghadiri kegiatan santunan anak yatim piatu dan Pengajian Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum peringati Tahun Baru Islam 1448 H sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Kota Semarang. Sebanyak 104 anak yatim piatu menerima santunan dalam acara yang berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Acara dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Pd., M.Ag., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang, yaitu Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., dan Wakil Ketua IV Hj. Aminah. Selain penyaluran santunan, kegiatan juga diisi dengan pengajian Muharram serta tausiyah yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag. Dalam pesannya, ia memberikan motivasi kepada para penerima santunan agar tetap memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik meski menghadapi keterbatasan hidup. "Menjadi yatim itu sebuah takdir yang diberikan Allah, namun menjadi sukses adalah sebuah pilihan." Menurutnya, kondisi sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Justru semangat belajar, berusaha, dan berdoa menjadi bekal penting agar mampu meraih kesuksesan di masa depan. Melalui kegiatan santunan dan pengajian Muharram 1448 H ini, BAZNAS Kota Semarang bersama Kementerian Agama Kota Semarang berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas agar terus optimistis dalam menjalani kehidupan.***

13-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penyaluran 1.000 Santunan Lebaran Anak Yatim di Kemenag
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penyaluran 1.000 Santunan Lebaran Anak Yatim di Kemenag
SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggelar kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 santunan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, dengan 260 penerima manfaat hadir secara simbolis di Kantor Kemenag Kota Semarang. Penerima manfaat yang hadir merupakan siswa jenjang RA/TK, MI, MTs, dan MA se-Kota Semarang serta penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag, yang datang memberikan dukungan sekaligus menyambut para penerima manfaat. Program santunan ini terlaksana berkat sinergi antara Kemenag Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang, BAZNAS Kota Semarang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta lembaga amil zakat. Bantuan yang diberikan berupa santunan dana dan perlengkapan sekolah bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra Pemerintah Kota Semarang Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M., Kepala Kemenag Kota Semarang H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., beserta sejumlah tamu undangan yang ikut mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam sambutannya, H. Muhtasit menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Semarang melalui UPZ Kemenag terus menunjukkan komitmennya dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dihimpun kepada para penerima manfaat secara tepat sasaran. "Ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Kota Semarang melalui UPZ Kemenag terus konsisten mendistribusikan dana yang telah dihimpun kepada masyarakat yang berhak menerimanya," ujarnya. Sementara itu, Ketua Pelaporan ZISWAF Kemenag Kota Semarang, Cholida Hanum, menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk membantu anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Semarang. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, UPZ, dan masyarakat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari penyaluran dana sosial keagamaan, khususnya pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram.***

30-06-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan konsumtif melalui Program Semarang Takwa kepada 10 penerima manfaat pada Kamis (23/7/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp66.600.000 untuk mendukung sarana dakwah, stimulan musala, masjid, serta lembaga sosial di Kota Semarang. Penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, bersama Kepala Bagian Pendistribusian, Bapak Wahyudi. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam membantu masyarakat dan memperkuat kegiatan keagamaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam sambutannya, Hj. Afifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran. "Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan para penerima, sekaligus mendukung kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di Kota Semarang," ujarnya. Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan dari BAZNAS Kota Semarang sangat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan. BAZNAS Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih aman, transparan, dan tepat sasaran. Masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui program Semarang Takwa kepada 18 penerima manfaat sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang. Penyaluran bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan untuk masjid dan musholla, bantuan bagi lembaga sosial dan yayasan, serta sarana prasarana dakwah berupa sound system. Kegiatan pentasyarufan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bidang Pendistribusian, Wahyudi. Hj. Afifah menyampaikan bahwa program Semarang Takwa merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mendukung penguatan kegiatan keagamaan, dakwah, dan pelayanan umat di berbagai wilayah Kota Semarang. “Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Dalam penyaluran kali ini, bantuan Semarang Takwa dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, bantuan stimulan untuk masjid dan musholla yang diberikan kepada 9 penerima manfaat. Kedua, bantuan stimulan untuk lembaga sosial dan yayasan yang disalurkan kepada 3 penerima manfaat. Ketiga, bantuan sarana prasarana dakwah atau sound system yang diberikan kepada 7 penerima manfaat. Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp63.200.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperkuat fasilitas penunjang kegiatan ibadah dan dakwah, sekaligus mendorong pemberdayaan lembaga keagamaan di Kota Semarang. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di lingkungan masyarakat. Melalui program Semarang Takwa, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah, aktivitas dakwah, dan penguatan lembaga keagamaan di ibu kota Jawa Tengah. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
25/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Semarang Makmur. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada 8 penerima manfaat sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi warga. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di ruang rapat BAZNAS Kota Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan pentasyarufan dibuka oleh Kepala Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kota Semarang, Rifa’i, yang didampingi staf pendayagunaan, Ana Falihah. Dalam kesempatan itu, Rifa’i menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mengembangkan usaha yang dijalankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga. “Melalui bantuan modal usaha ini, kami berharap para penerima manfaat bisa lebih mandiri secara ekonomi, mengembangkan usahanya, dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Salah satu penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Semarang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk menambah modal dan mendukung keberlangsungan usaha mereka. Program bantuan modal usaha ini diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong lahirnya para munfiq dan muzaki baru dari hasil usaha yang berkembang. Melalui program Semarang Makmur, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi, agar zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Amalan Sunnah Rabu Wekasan: Hari Terakhir bulan Safar Lengkap dengan Doanya
Amalan Sunnah Rabu Wekasan: Hari Terakhir bulan Safar Lengkap dengan Doanya
Rabu Wekasan atau Rebo Pungkasan kembali menjadi perhatian umat Islam, termasuk masyarakat di Kota Semarang. Rabu Wekasan dikenal sebagai Rabu terakhir pada bulan Safar dalam kalender Hijriah dan pada 2026 bertepatan dengan Rabu, 12 Agustus 2026. Bagi sebagian masyarakat, Rabu Wekasan memiliki tradisi dan makna tersendiri. Namun, hari tersebut juga kerap dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu yang membawa kesialan atau turunnya berbagai musibah. Pandangan tersebut perlu disikapi secara bijak. Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dasar yang kuat untuk meyakini bahwa bulan Safar atau hari Rabu tertentu merupakan waktu yang secara khusus membawa kesialan. Sejumlah ulama juga menjelaskan bahwa umat Islam tidak sepatutnya menggantungkan nasib pada anggapan tentang hari baik atau hari buruk. NU Online, misalnya, menjelaskan bahwa tidak ada nash hadis khusus yang menjadikan Rabu terakhir bulan Safar sebagai hari sial. Amalan khusus untuk Rabu Wekasan juga tidak memiliki dasar syariat yang disepakati. Namun, umat Islam tetap diperbolehkan memperbanyak ibadah umum seperti shalat sunnah, dzikir, doa, membaca Al-Qur'an dan bersedekah selama niatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan karena meyakini Rabu Wekasan sebagai hari sial. Kapan Rabu Wekasan 2026? Berdasarkan penetapan awal Safar 1448 H, bulan Safar dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026. Dengan demikian, Rabu terakhir bulan Safar 1448 H jatuh pada 12 Agustus 2026. Momentum ini bisa menjadi kesempatan bagi warga Semarang untuk memperbanyak ibadah dan melakukan evaluasi diri. Bukan karena takut dengan kesialan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada sejumlah amalan ibadah umum yang dapat dilakukan pada Rabu Wekasan maupun hari-hari lainnya. 1. Memperbanyak shalat sunnah Warga Muslim dapat mengisi Rabu Wekasan dengan melaksanakan shalat sunnah mutlak. Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memohon ketenangan dan perlindungan. Penting dicatat, shalat sunnah tersebut tidak perlu diyakini sebagai shalat khusus yang diwajibkan atau disunnahkan secara khusus pada Rabu Wekasan. 2. Memperbanyak dzikir dan istighfar Mengisi waktu dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir maupun dzikir lainnya juga dapat menjadi pilihan. Memperbanyak istighfar sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali kesalahan dan memperbaiki diri. 3. Membaca Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada Rabu Wekasan. Sebagian masyarakat memilih membaca Surah Yasin atau surat lainnya. Hal tersebut diperbolehkan selama tidak disertai keyakinan bahwa surat tertentu wajib dibaca khusus karena Rabu Wekasan. 4. Bersedekah Sedekah juga dapat menjadi amalan yang dilakukan untuk berbagi kepada sesama. Warga Semarang bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu tetangga, anak yatim, fakir miskin maupun masyarakat yang membutuhkan. 5. Berdoa dan memohon perlindungan Doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Pada Rabu Wekasan, umat Islam dapat memanjatkan doa apa pun yang baik, termasuk memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki dan perlindungan dari berbagai musibah. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa 'adzaaban naar. Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.” Bagi masyarakat Semarang, Rabu Wekasan 12 Agustus 2026 dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak amal baik. Yang terpenting bukan meyakini hari tersebut sebagai hari sial, melainkan menjadikannya kesempatan untuk memperkuat doa, ibadah, kepedulian sosial dan tawakal kepada Allah SWT. Dengan begitu, tradisi yang berkembang di tengah masyarakat dapat disikapi secara bijak tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip ajaran Islam.***
10/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Tanggalnya, Lengkap dengan Doa dan Makna Amalannya
Kapan Rebo Wekasan 2026? Ini Tanggalnya, Lengkap dengan Doa dan Makna Amalannya
Banyak umat Islam mulai mencari informasi mengenai kapan Rebo Wekasan 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Rebo Wekasan tahun ini jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah. Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia sebagai momentum memperbanyak doa dan ibadah. Tradisi ini dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar dengan tujuan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bala. Meski demikian, dalam ajaran Islam tidak terdapat keyakinan bahwa bulan Safar atau hari tertentu membawa kesialan. Rebo Wekasan lebih dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah membaca doa memohon keselamatan dan perlindungan. Doa tersebut telah dikenal luas di kalangan umat Islam dan juga disebutkan oleh para ulama dalam berbagai kitab. Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, Syekh Abdul Hamid menganjurkan umat Islam memperbanyak doa pada hari pertama bulan Safar dan Rabu terakhir bulan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa tersebut dengan penuh harap kepada Allah SWT, maka Allah akan memberikan perlindungan dari berbagai keburukan dan musibah. Selain doa utama, terdapat pula doa lain yang berisi permohonan agar Allah SWT menjaga diri, keluarga, dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai keburukan, serta memberikan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan. Adapun doa yang dapat Anda amalkan, sebagai berikut: Doa Rebo Wekasan Pertama Doa ini diajarkan para ulama dan telah dikenal luas di kalangan masyarakat Muslim. Latin: Allahumma inni asaluka bi-asmaika al-husna, wa bi-kalimatika al-tammat, wa bi-hurmat nabiyyika Muhammad - sallallahu ?alayhi wa sallam - an tahfazani wa an tu?afiyani min balaika, ya dafi? al-balaya, ya mufarrig al-hamm, wa ya kashif al-ghamm, ikshif ?anni ma kutiba ?alayya fi hadhihi as-sanah min hamm aw ghamm; innaka ?ala kulli shayin qadir, wa sallallahu ?ala sayyidina Mu?ammad wa ?ala alihi wa sahbihi wa sallam tasliman. Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah, dengan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna, dan dengan kemuliaan Nabi-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar Engkau menjaga dan menyelamatkan-ku dari cobaan-Mu. Wahai Zat yang menolak bala, yang melapangkan kesusahan, dan yang mengangkat kesedihan, jauhkan-lah dariku segala hal yang telah ditetapkan atas diriku pada tahun ini berupa duka atau kesulitan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, serta para sahabatnya." Doa Rebo Wekasan Kedua Selain doa pertama, terdapat doa lain yang juga dianjurkan untuk dibaca pada Rebo Wekasan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT. Latin: Bismillahir-rahmanir-rahim. Wa sallallahu ta‘ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma‘in. A‘udzu billahi min sharri hadzaz-zamani wa ahlihi, wa a‘udzu bijalalika wa jalali wajhika, wa kamali jalali qudratika an tujirani wa walidayya wa auladi wa ahli wa ahibba’i, wa ma tuhituhu syafaqatu qalbi min sharri hadzihis-sanah, wa qini sharra ma qadaita fiha, wasrif ‘anni sharra syahri safar, ya kariman-nazar, wakhtim li fi hadzasy-syahri waddahri bis-salamati wal-‘afiyati was-sa‘adah li wa liwalidayya wa auladi wal-ahli wa ma tahutuhu syafaqatu qalbi wa jami‘il-muslimin wa sallallahu ta‘ala ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam. Artinya "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan shalawat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan penduduknya. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, cahaya wajah-Mu, serta kesempurnaan kekuasaan-Mu agar Engkau menjaga diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan siapa pun yang dekat di hatiku dari keburukan tahun ini. Lindungilah aku dari segala kejelekan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya, dan jauhkan aku dari keburukan bulan Safar. Wahai Dzat yang pandangan-Nya penuh kasih, akhiri bulan ini serta umurku dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan, baik untuk diriku, orang tuaku, anak-anakku, keluarga, semua yang dekat di hatiku, dan seluruh kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabat beliau." Pada dasarnya, makna Rebo Wekasan bukanlah mempercayai adanya hari yang membawa kesialan, melainkan menjadikannya sebagai momentum memperbanyak ibadah, doa, dan tawakal kepada Allah SWT. Dengan demikian, seluruh amalan yang dilakukan tetap berlandaskan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang memberikan perlindungan dan keselamatan bagi setiap hamba-Nya.***
07/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Sedekah Jumat, Amalan Istimewa yang Bisa Dipersiapkan Sejak Dini
Sedekah Jumat, Amalan Istimewa yang Bisa Dipersiapkan Sejak Dini
Sedekah Jumat menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam karena diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Meski sedekah dapat dilakukan kapan saja, hari Jumat menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk berbagi kepada sesama. Agar lebih ringan dan konsisten, masyarakat dapat mulai mempersiapkan sedekah Jumat sejak jauh hari. Salah satu caranya adalah dengan menyisihkan sebagian rezeki secara rutin, baik setiap hari maupun saat menerima gaji. Dana yang telah dikumpulkan kemudian dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan ketika hari Jumat tiba. Sedekah Jumat tidak harus dalam jumlah besar. Berapapun nominal yang disisihkan dengan niat ikhlas akan menjadi bentuk kepedulian kepada sesama. Kebiasaan sederhana ini juga dapat membantu membangun budaya berbagi secara berkelanjutan. Tak hanya berupa harta, sedekah juga dapat diwujudkan dalam bentuk lain, seperti memberikan senyuman, bantuan tenaga, perhatian, maupun keikhlasan hati kepada orang lain. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Dengan mempersiapkan sedekah sejak dini, setiap Muslim memiliki kesempatan untuk menjadikan hari Jumat sebagai momentum menebar manfaat dan meraih keberkahan.***
06/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS TV