Berita Terkini
Perluas Akses Layanan Kesehatan bagi Warga Kurang Mampu, BAZNAS Kota Semarang Jalin MOU dengan BPJS Kesehatan
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang jalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, SSI, Apt, AAAK, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi antara BAZNAS dan BPJS Kesehatan dapat memberikan manfaat serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas kerja sama ini. Semoga membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi kita semua serta dapat berjalan dengan lancar,”
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Semarang,H. Arnaz Agung Andrararmara,S.E, M.M., mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk membantu warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan.
Menurutnya, masyarakat penerima manfaat tidak hanya memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga dapat merasakan kepedulian pemerintah, masyarakat, dan BPJS Kesehatan terhadap kondisi mereka.
“Warga yang memiliki keterbatasan ekonomi masih banyak. Melalui MoU ini, kita berharap bisa saling membantu agar mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Arnaz menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Kota Semarang dan BPJS Kesehatan. Ia berharap jumlah warga yang menerima manfaat dapat terus meningkat.
Jika sebelumnya sasaran bantuan berada di kisaran 100 orang, ke depan diharapkan dapat bertambah hingga 200 orang atau lebih, sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan program.
Ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Semarang salah satunya diarahkan untuk membantu warga kurang mampu memperoleh akses layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kota Semarang berharap kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan bantuan sosial, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan perlindungan dan akses layanan kesehatan.
Sinergi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.***
20/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Pendaftaran Masih Dibuka! Yuk Daftar Beasiswa Produktif BAZNAS Kota Semarang, Ini Syaratnya
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang membuka pendaftaran Beasiswa Produktif (Bespro) Angkatan 18 tahun 2027 bagi mahasiswa semester 3 dan 5 yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi wilayah Kota Semarang.
Pendaftaran berlangsung pada 5–24 Oktober 2026. Hingga Senin, 19 Oktober 2026, mahasiswa yang berminat masih memiliki waktu enam hari untuk melengkapi persyaratan dan mendaftarkan diri.
Program Bespro menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan beasiswa sekaligus bergabung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan yang diselenggarakan BAZNAS Kota Semarang.
Pada 2026, program ini memasuki angkatan ke-18. Setiap tahunnya, BAZNAS Kota Semarang menyediakan kuota bagi 100 penerima manfaat. Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lembaga amil zakat tersebut.
Mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi Bespro Angkatan 18 perlu menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan, yaitu:
1. Surat keterangan dari kelurahan atau surat rekomendasi dari takmir masjid setempat.
2. Surat keterangan dari kampus yang menyatakan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain.
3. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
4. Fotokopi Kartu Hasil Studi (KHS) semester terakhir yang telah dilegalisasi.
5. Tiga lembar pasfoto berwarna ukuran 3x4 dengan mengenakan jas almamater.
6. Surat pernyataan kesanggupan untuk aktif dalam kegiatan BAZNAS Kota Semarang, dilengkapi meterai Rp10.000.
7. Mengisi formulir pendaftaran melalui tautan https://bit.ly/pendaftaranbespro2027.
8. Informasi mengenai kelengkapan formulir dan persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi BAZNAS Kota Semarang di https://kotasemarang.baznas.go.id./pemberitahuan.
Setelah seluruh persyaratan dilengkapi, peserta perlu mengumpulkan berkas menggunakan map sesuai ketentuan yang ditetapkan, yakni map merah untuk peserta putra dan map kuning untuk peserta putri.
Mahasiswa disarankan memastikan seluruh dokumen telah lengkap sebelum menyerahkan berkas agar proses pendaftaran berjalan lancar.
Informasi terbaru mengenai Beasiswa Produktif BAZNAS Kota Semarang dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @baznaskotasemarang.
Dengan batas akhir pendaftaran pada 24 Oktober 2026, mahasiswa semester 3 dan 5 yang memenuhi persyaratan diharapkan segera memanfaatkan kesempatan ini untuk mengikuti seleksi Bespro Angkatan 18.
Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga besar BAZNAS Kota Semarang sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Segera daftarkan diri Anda sebelum pendaftaran ditutup! Let's Join Us!***
19/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Raih Award BAZNAS Kota Terbaik Nasional 2026
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjadi satu-satunya Baznas Kota/Kabupaten Se Jawa Tengah yang meraih penghargaan pada gelaran Grand Baznas Award 2026 sebagai BAZNAS Kota Terbaik Tingkat Nasional bersama Empat Baznas Kota lainnya se-Indonesia yang berlangsung pada 15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Jakarta.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I, Drs. H. Labib, M.M, dan Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag.
Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang telah diraih.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan Award BAZNAS Kota Terbaik tingkat nasional ini. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan lembaga, melainkan hasil kerja bersama seluruh jajaran BAZNAS Kota Semarang serta dukungan masyarakat yang telah mempercayakan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Penghargaan ini tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga amanah para muzaki dan meningkatkan pengelolaan zakat agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi BAZNAS Kota Semarang untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap ke depan penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah dapat terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi bersama BAZNAS dalam membantu sesama,” tambahnya.
Penghargaan dalam Rakornas BAZNAS RI 2026 ini menjadi dorongan bagi BAZNAS Kota Semarang untuk terus memperkuat program pendistribusian dan pendayagunaan zakat serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui capaian tersebut, BAZNAS Kota Semarang berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik dan mengoptimalkan pengelolaan dana umat agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.***
16/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatangan MoU dengan BPJS Kesehatan
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan Kota Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (20/10/2026), di Kantor BPJS Kesehatan Kota Semarang.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrararmara, S.E., M.M., bersama Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H. Moh. Asyhar, S.Sos.I., Kepala Bidang Pengumpulan Muhtadin, S.HI., serta jajaran staf pengumpulan. Sementara itu, BPJS Kesehatan dihardiri langsung oleh Kepala Cabang Debbie Nianta Musigiasari, S.Si., Apt., AAAK.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam membantu masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Dalam sambutannya, pihak BPJS Kesehatan menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS Kota Semarang. Kerja sama tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat serta dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrararmara, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Menurutnya, masyarakat penerima manfaat diharapkan tidak hanya memperoleh akses layanan kesehatan, tetapi juga merasakan kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Warga yang memiliki keterbatasan ekonomi masih banyak. Melalui MoU ini, kita berharap bisa saling membantu agar mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkap Arnaz.
Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi awal untuk memperkuat koordinasi antara BAZNAS Kota Semarang dan BPJS Kesehatan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kota Semarang berharap sinergi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak warga yang membutuhkan memperoleh manfaat dari kolaborasi kedua lembaga.
Melalui kerja sama ini, upaya membantu masyarakat kurang mampu diharapkan dapat berjalan lebih terarah, sekaligus memperkuat kepedulian sosial dalam mendukung akses layanan kesehatan di Kota Semarang.***
20-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Waka III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi RKAT UPZ Kemenag 2026
SEMARANG – Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., menghadiri rapat koordinasi evaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kota Semarang pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kemenag Kota Semarang ini membahas evaluasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran sebagai bahan penyusunan rencana kerja periode berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, H. Nur Fuad hadir bersama jajaran kepala bidang serta staf bagian pelaporan dan perencanaan BAZNAS Kota Semarang.
Rapat koordinasi membahas capaian program kerja yang telah dilaksanakan, realisasi penggunaan anggaran, serta sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Nur Fuad menyampaikan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan program dan anggaran berjalan sesuai tujuan.
“Evaluasi ini penting untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Hasilnya diharapkan menjadi bahan perbaikan agar penyusunan RKAT berikutnya lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Ia juga diharapkan menekankan pentingnya koordinasi antara UPZ Kemenag Kota Semarang dan BAZNAS Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pelaporan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Melalui rapat koordinasi ini, evaluasi pelaksanaan RKAT diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program yang lebih optimal, transparan, dan akuntabel.
Sinergi antara BAZNAS dan UPZ juga diharapkan terus diperkuat agar pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.***
19-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Hadiri Rakornas BAZNAS: Pimpinan BAZNAS Kota Semarang Salurkan Rp333.264.632 Bantuan Bencana
SEMARANG – Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS Republik Indonesia (RI) yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Mercure Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kota Semarang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp333.264.632 untuk korban bencana alam dan krisis kemanusiaan.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., dan diterima oleh Pimpinan BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak., CPA, Ph.D., bersama jajaran pimpinan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M., serta Wakil Ketua I, Drs. H. Labib, M.M.
Total bantuan yang disalurkan terdiri atas Rp263.954.257 untuk korban bencana alam di Sumatera, Rp55.515.600 bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Rp13.794.775 melalui program Membasuh Luka Palestina.
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kota Semarang yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari sandang, pangan, hingga papan, sekaligus meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi sulit.
“Dengan adanya bantuan tersebut, semoga dapat membantu korban terdampak dan meringankan beban mereka,” ujarnya.
Bantuan kemanusiaan ini bersumber dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah para muzaki serta munfik yang mempercayakan penyalurannya kepada BAZNAS Kota Semarang.
Pimpinan BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas kontribusi serta kepeduliannya dalam mendukung penanganan bencana dan krisis kemanusiaan.
Penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kota Semarang untuk mengoptimalkan manfaat zakat, infak, dan sedekah. Tidak hanya membantu masyarakat di Kota Semarang, dana ZIS juga diupayakan menjangkau masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah hingga saudara-saudara yang membutuhkan bantuan di Palestina.
BAZNAS Kota Semarang berharap dana yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.***
15-10-2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 12 Mustahik
Upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Melalui Program Semarang Makmur, BAZNAS kembali menyalurkan bantuan pemberdayaan dan modal usaha senilai Rp40 juta kepada 12 mustahik yang memiliki semangat mengembangkan usaha mandiri.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat BAZNAS Kota Semarang pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, Kepala Bagian Pendayagunaan Bapak Rifa'i, serta staf amil bidang pendayagunaan, Ana Falihah.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Ibu Hj. Afifah, S.Pd mengajak seluruh penerima bantuan untuk memiliki pemahaman yang tepat mengenai peran BAZNAS. Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga tempat mengajukan bantuan, melainkan lembaga yang menghimpun amanah zakat masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak.
Ia juga berpesan agar para penerima manfaat turut menjadi bagian dari upaya menyebarkan semangat berbagi. Ketika kondisi ekonomi mereka telah membaik, mereka diharapkan dapat mengajak orang-orang di sekitarnya yang telah mampu secara finansial untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Semarang.
"Apabila nanti kondisi ekonomi sudah lebih baik, mari bersama-sama mengajak masyarakat yang telah mampu untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dengan begitu, manfaat zakat akan terus berputar dan membantu lebih banyak warga yang membutuhkan," pesannya.
Bantuan modal usaha yang diberikan kali ini akan dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha produktif, mulai dari usaha aneka makanan, toko kelontong, bengkel, hingga usaha mikro lainnya yang telah diajukan oleh para mustahik.
Melalui bantuan tersebut, para penerima diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas peluang memperoleh penghasilan, serta mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara lebih mandiri.
Program pemberdayaan ekonomi seperti ini juga menjadi salah satu strategi BAZNAS Kota Semarang untuk mengubah status mustahik menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi. Bahkan dalam jangka panjang, penerima manfaat diharapkan dapat berkembang menjadi munfik maupun muzakki, sehingga mampu ikut berkontribusi membantu masyarakat lainnya melalui zakat dan sedekah.
Bagi masyarakat Kota Semarang, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga.
BAZNAS Kota Semarang pun terus mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan finansial untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain datang langsung ke kantor BAZNAS Kota Semarang, masyarakat juga dapat menyalurkan sedekah secara digital melalui layanan resmi BAZNAS Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Kemudahan layanan ini diharapkan semakin mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat gerakan kepedulian sosial serta mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi yang menyasar warga kurang mampu di Kota Semarang.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menunaikan zakat dan sedekah melalui lembaga resmi, semakin besar pula peluang lahirnya pelaku-pelaku usaha baru dari kalangan mustahik yang mampu bangkit, mandiri, dan pada akhirnya menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat Kota Semarang.***
28/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan konsumtif melalui Program Semarang Takwa kepada 10 penerima manfaat pada Kamis (23/7/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp66.600.000 untuk mendukung sarana dakwah, stimulan musala, masjid, serta lembaga sosial di Kota Semarang.
Penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, bersama Kepala Bagian Pendistribusian, Bapak Wahyudi. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam membantu masyarakat dan memperkuat kegiatan keagamaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam sambutannya, Hj. Afifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan para penerima, sekaligus mendukung kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di Kota Semarang," ujarnya.
Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan dari BAZNAS Kota Semarang sangat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan.
BAZNAS Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih aman, transparan, dan tepat sasaran.
Masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui program Semarang Takwa kepada 18 penerima manfaat sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.
Penyaluran bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan untuk masjid dan musholla, bantuan bagi lembaga sosial dan yayasan, serta sarana prasarana dakwah berupa sound system. Kegiatan pentasyarufan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bidang Pendistribusian, Wahyudi.
Hj. Afifah menyampaikan bahwa program Semarang Takwa merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mendukung penguatan kegiatan keagamaan, dakwah, dan pelayanan umat di berbagai wilayah Kota Semarang.
“Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyaluran kali ini, bantuan Semarang Takwa dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, bantuan stimulan untuk masjid dan musholla yang diberikan kepada 9 penerima manfaat. Kedua, bantuan stimulan untuk lembaga sosial dan yayasan yang disalurkan kepada 3 penerima manfaat. Ketiga, bantuan sarana prasarana dakwah atau sound system yang diberikan kepada 7 penerima manfaat.
Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp63.200.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperkuat fasilitas penunjang kegiatan ibadah dan dakwah, sekaligus mendorong pemberdayaan lembaga keagamaan di Kota Semarang.
Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui program Semarang Takwa, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah, aktivitas dakwah, dan penguatan lembaga keagamaan di ibu kota Jawa Tengah.
Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
25/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Artikel Terbaru
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran besar ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan, cinta tanah air, serta pengabdian santri kepada bangsa.
Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo. Penetapan tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Makna Hari Santri Nasional
Hari Santri Nasional memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah mengenang perjuangan para ulama dan santri yang turut berperan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menanamkan semangat cinta tanah air. Nilai hubbul wathan minal iman kerap dikaitkan dengan kecintaan terhadap tanah air yang tumbuh seiring dengan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Selain itu, Hari Santri menjadi momentum untuk mendorong santri agar terus berkontribusi dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari melawan kebodohan, mengurangi kemiskinan, hingga menjaga moral dan peradaban bangsa melalui pendidikan, akhlak, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan demikian, santri tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejarah Hari Santri Nasional
Tanggal 22 Oktober dipilih untuk memperingati Hari Santri Nasional karena berkaitan dengan peristiwa bersejarah, yakni Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.
Resolusi Jihad menyerukan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kembalinya penjajahan. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan para ulama, santri, dan masyarakat untuk melawan pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia setelah kemerdekaan, termasuk pasukan Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia.
Semangat perjuangan tersebut turut menjadi salah satu latar penting dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peristiwa itu kemudian dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober, masyarakat diajak untuk tidak melupakan jasa para ulama dan santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Lebih dari itu, Hari Santri menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan perlu diteruskan melalui pendidikan, pengabdian, sikap toleran, serta kontribusi nyata untuk kemajuan bangsa.***
22/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat
Puasa sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 dapat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menambah amalan ibadah di bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Puasa ini dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan Hijriah dan dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menjalankannya.
Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Penamaan ini berkaitan dengan kondisi malam yang diterangi cahaya bulan purnama.
Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah ini, mengetahui jadwal pelaksanaannya menjadi langkah penting agar ibadah dapat dipersiapkan dengan baik.
Berdasarkan kalender Hijriah yang digunakan dalam acuan jadwal tersebut, puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 jatuh pada:
Sabtu, 24 Oktober 2026: 13 Jumadilawal 1448 H
Minggu, 25 Oktober 2026: 14 Jumadilawal 1448 H
Senin, 26 Oktober 2026: 15 Jumadilawal 1448 H
Penetapan tanggal Hijriah dapat berbeda bergantung pada kalender dan hasil penentuan awal bulan yang digunakan. Karena itu, umat Islam dapat menyesuaikannya dengan pedoman resmi setempat.
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Berikut bacaan niat beserta artinya.
1. Niat pada malam hari
Nawaitu shauma ghadin ‘an ad?’i sunnati ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta’ala.”
2. Niat pada pagi atau siang hari
Bagi yang belum berniat pada malam hari, niat puasa sunnah dapat dilakukan pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Ketentuan ini mengikuti syarat puasa sunnah.
Nawaitu shauma ayy?mil b??i lill?hi ta‘?l?.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan. Menjalankannya menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta membiasakan diri beribadah secara rutin.
Dalam hadis, puasa tiga hari setiap bulan disebut memiliki keutamaan besar. Amalan ini juga kerap dikaitkan dengan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun, berdasarkan perhitungan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Meski demikian, puasa Ayyamul Bidh tidak bersifat wajib. Umat Islam yang tidak menjalankannya tidak berdosa, sedangkan mereka yang melaksanakannya berharap memperoleh pahala dan rida Allah SWT.
Dengan mengetahui jadwal, niat, dan keutamaannya, umat Islam dapat mempersiapkan puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026 dengan lebih baik. Semoga ibadah yang dilakukan membawa keberkahan dan menjadi bagian dari upaya memperbaiki diri.***
21/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Bulan Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah yang dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Meski tidak memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan secara spesifik dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih, bulan ini tetap menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh.
Nama Jumadil Awal memiliki latar belakang bahasa dan sejarah yang berkaitan dengan kondisi alam di Jazirah Arab pada masa lalu. Selain itu, bulan ini juga menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah Islam.
Lantas, apa makna bulan Jumadil Awal dan amalan apa saja yang bisa dilakukan umat Islam?
Jumadil Awal atau Jumadal Ula merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah, setelah Rabiul Akhir dan sebelum Jumadil Akhir.
Nama “Jumadil” berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan kondisi beku atau kering. Penamaan tersebut sering dikaitkan dengan keadaan alam di Jazirah Arab pada masa lalu, ketika air dapat membeku atau mengalami kekeringan pada musim tertentu.
Dalam kalender Islam, Jumadil Awal bukan termasuk empat bulan haram yang dimuliakan secara khusus, yakni Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan mengisi bulan ini dengan berbagai ibadah dan perbuatan baik.
Jumadil Awal memiliki kaitan dengan sejumlah peristiwa dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah Perang Mu’tah yang berlangsung pada tahun 8 Hijriah. Dalam peristiwa tersebut, pasukan Muslim menghadapi pasukan Romawi dan sekutunya.
Perang Mu’tah dikenal melalui kisah tiga panglima Muslim yang gugur secara berurutan, yakni Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Setelah ketiganya gugur, Khalid bin Walid mengambil alih kepemimpinan pasukan.
Peristiwa ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan umat Islam, terutama mengenai keberanian, pengorbanan, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan.
Namun, perlu diketahui bahwa penanggalan sejumlah peristiwa sejarah Islam dapat berbeda menurut sumber yang digunakan.
Amalan yang Bisa Dilakukan pada Bulan Jumadil Awal
Tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan hanya untuk bulan Jumadil Awal. Meski begitu, umat Islam dapat memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
1. Memperbanyak istighfar
Istighfar menjadi salah satu cara untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Amalan ini juga dapat menjadi pengingat agar seseorang terus memperbaiki diri.
2. Memperbanyak sedekah
Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Jumadil Awal. Umat Islam bisa membantu orang yang membutuhkan melalui pemberian makanan, bantuan pendidikan, maupun dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan.
3. Memperbanyak doa dan zikir
Berdoa dan berzikir merupakan amalan yang membantu umat Islam mengingat Allah SWT di tengah aktivitas sehari-hari. Keduanya dapat dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu bulan tertentu.
4. Menjaga salat wajib dan meningkatkan ibadah sunah
Salat lima waktu tetap menjadi kewajiban utama umat Islam. Selain itu, umat Muslim dapat meningkatkan ibadah sunah, seperti salat Duha, salat tahajud, serta membaca Al-Qur’an secara rutin.
5. Melakukan muhasabah diri
Muhasabah atau introspeksi dapat membantu seseorang mengevaluasi perilaku, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan merencanakan perubahan ke arah yang lebih baik.
Bulan Jumadil Awal tidak harus dipandang sebagai bulan dengan ritual khusus. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berbuat baik selalu terbuka bagi umat Islam.
Dengan memperbanyak istighfar, sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki akhlak, umat Islam dapat mengisi hari-hari di bulan Jumadil Awal dengan kegiatan yang bermanfaat.
Pada akhirnya, nilai sebuah bulan bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya ritual yang dikaitkan dengannya, melainkan juga oleh bagaimana seseorang memanfaatkan waktu untuk meningkatkan ketakwaan dan memberikan manfaat bagi orang lain.***
19/10/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS TV
WISUDA BEASISWA PRODUKTIF BAZNAS KOTA SEMARANG
Penulis: HUMAS





