Berita Terkini
Dorong Pengembangan UMKM, Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Pemberdayaan Usaha
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis zakat. Sebanyak Rp 29.000.000 disalurkan kepada 14 pelaku usaha mikro dalam kegiatan pentasyarufan yang digelar di Kantor Baznas Kota Semarang.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, serta Kabid Pendayagunaan Bapak Ripai, yang turut mendampingi para penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari agenda “Semarang Makmur”, yaitu program pendayagunaan zakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut Baznas Kota Semarang, penyerahan bantuan ini tidak hanya sekadar memberikan tambahan modal, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha agar semakin produktif dan mampu bersaing. Sebanyak 14 penerima bantuan tersebut berasal dari berbagai kelompok pedagang yang sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan.
Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk penguatan modal usaha, pengadaan sarana pendukung perdagangan, serta pelatihan manajemen keuangan sederhana bagi para penerima manfaat. Dengan dukungan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Wakil Ketua 2 Baznas Kota Semarang, Hj. Afifah, menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan langsung manfaat zakat.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan program-program pendayagunaan zakat yang memberikan dampak nyata. Tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga membangun kemampuan usaha para mustahik agar bisa mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pendayagunaan Ripai menambahkan bahwa Baznas akan terus memperkuat pendampingan bagi para pelaku usaha yang menerima bantuan. Pendampingan tersebut meliputi monitoring perkembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga strategi peningkatan omzet.
Baznas Kota Semarang menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik produktif merupakan salah satu prioritas yang terus dikembangkan.
Melalui strategi zakat berbasis pemberdayaan, Baznas berharap dapat melahirkan lebih banyak masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan pada akhirnya mampu naik kelas menjadi muzaki atau pemberi zakat.
Dengan hadirnya program seperti ini, Baznas Kota Semarang optimistis dapat memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Program “Semarang Makmur” diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan yang membuat masyarakat lebih berdaya dan berkelanjutan.
05/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Dorong Wirausaha Muda Berbasis Ekonomi Syariah, BAZNAS RI gandeng UNWAHAS Resmikan ZCorner
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk menghadirkan ZCorner, pusat pemberdayaan UMKM mahasiswa yang diresmikan pada Rabu, 4 Februari 2025. Bertempat di Kampus 2 Unwahas, Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang, program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem wirausaha muda berbasis ekonomi syariah.
Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Prof. Noor Achmad, Ketua BAZNAS RI, yang menyebut ZCorner Unwahas sebagai salah satu foodcurt terbesar dan paling variatif dibandingkan ZCorner lain di Indonesia. Program ini menjadi ZCorner ke-13 yang dikembangkan BAZNAS RI melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat.
“ZCorner merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dengan menyediakan media pemasaran bagi UMKM. ZCorner Unwahas ini yang terluas, dibangun dengan bantuan anggaran sebesar Rp423 juta,” ujar Prof. Noor dalam sambutannya.
Beragam produk kuliner hasil kreasi mahasiswa dipasarkan di ZCorner, mulai dari makanan hingga minuman kekinian. Prof. Noor juga menilai kualitas produk mahasiswa sangat baik dan berpotensi diterima pasar yang lebih luas. Beberapa produk yang mencuri perhatian antara lain Zuba Lope, Sego Obong, Vedanatura dengan teh kombucha, Wahid Milk, Seblak Cinta, Z Coffee, serta Ngayam. Saat ini terdapat 10 tenant mahasiswa yang mengisi area ZCorner.
“Tempatnya sejuk dan asri, sangat cocok untuk mahasiswa belajar, berdiskusi, atau mengerjakan tugas sambil menikmati kuliner. Ke depan, ZCorner perlu dilengkapi wifi agar semakin nyaman,” tambah Prof. Noor.
Sementara itu, Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kota Semarang dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa ZCorner menjadi wahana penting untuk mendorong hilirisasi produk riset kampus yang telah dipatenkan.
“Produk yang dijual di sini merupakan hasil inovasi dan penelitian mahasiswa serta dosen, kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Prof. Helmy berharap keberadaan ZCorner tak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga menarik UMKM dan masyarakat sekitar untuk berkolaborasi. ZCorner dijadikan ruang usaha, tempat berkumpul, sekaligus ruang akademik terbuka untuk berbagai kegiatan ilmiah dan kreatif.
Ketua BAZNAS Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menambahkan bahwa ZCorner Unwahas memiliki konsep unik karena menggabungkan pusat kuliner, ruang kreativitas mahasiswa, dan edukasi zakat dalam satu lokasi.
“ZCorner ini menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis zakat yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat," ujar Ketua BAZNAS Kota Semarang.
Dengan peresmian ini, ZCorner Unwahas diharapkan menjadi pusat penguatan UMKM kampus sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kota Semarang.
04/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Serahkan Bantuan Tahap I Rp300 Juta bagi Penyintas Banjir Sumatra melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran bantuan kemanusiaan tahap satu untuk korban banjir Sumatra dan Aceh dari BAZNAS Kota Semarang tahap I sebesar Rp300 juta. Penyerahan bantuan kemanusiaan ini dilakukan di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan ini Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, H. Faisal Qosim, Lc., Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E.,MM, Wakil Ketua I Drs. Labib, MM, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd, Wakil Ketua III - H. Nur Fuad ,S.Ag, Wakil Ketua IV Hj. Aminah, S.Pd.I, dan Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar, S.Sos.I.
Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Kota Semarang dan masyarakatnya yang telah mempercayakan penyerahan infak kemanusiaan melalui BAZNAS RI. Bantuan ini digunakan untuk membantu proses recovery dan memulihkan kehidupan mereka setelah terkena banjir.
“Karena sekarang merupakan musim hujan maka tentunya yang mereka butuhkan adalah tempat tinggal yang layak, sekolah yang layak, jadi insya Allah BAZNAS RI akan segera menyalurkan bantuan ini dan mudah-mudahan apa yang dilakukan BAZNAS RI berkenan dan diterima oleh publik dan akan dilaporkan kepada BAZNAS Kota Semarang,” ujar Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengatakan, BAZNAS selalu hadir dan membantu dalam setiap terjadi bencana. Yang terbaru kata dia, jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan juga tidak luput dari BAZNAS Tanggap Bencana yang langsung ke lokasi untuk membantu mencari para korban.
Selain itu, setiap kali terjadi bencana akan selalu muncul mustahik-mustahik baru, sehingga Arifin berharap semakin banyak muzaki yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat dukungan logistik, mempermudah pemulihan, dan membantu meringankan beban mereka yang terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui BAZNAS RI untuk disalurkan kepada para korban.
"Alhamdulillah hari ini sesuai dengan akad para muzaki yang memberikan sumbangan kepada BAZNAS Kota Semarang untuk kita berikan kepada BAZNAS RI dan ini adalah tahap pertama Rp300 juta. Insya Allah nanti akan ada tahap kedua dan tahap berikutnya,” kata Arnaz.
Arnaz berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban serta memberikan semangat bagi mereka untuk bisa bangkit dan pulih.
“Harapan kami tentunya bisa sangat meringankan beban mereka, karena adanya bencana ini ada banyak masyarakat yang kemudian kehilangan lapangan kerja, menjadi miskin, sehingga bantuan ini kami serahkan untuk bisa membangkitkan lagi semangat mereka dalam bentuk mungkin alat kerja atau apapun. Kita percayakan pada BAZNAS RI,” ungkapnya.
20/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Berita Pendistribusian

BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
Semarang,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan beras fitrah untuk masyarakat yang membutuhkan, yaitu asnaf para fakir miskin yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kamis, (20/03).
Sebanyak 1000 kilogram beras fitrah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mustahik menjelang menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan penyaluran beras fitrah ini diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kota Semarang serta sekretaris Unit Pengumpul Zakat Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Program ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban zakat fitrah sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga di lingkungan dinas pendidikan yang masuk dalam kategori fakir miskin.
Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang, Asyhar dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras fitrah ini merupakan upaya untuk memastikan distribusi zakat sampai kepada yang berhak, terutama kepada mereka yang kurang mampu di sektor pendidikan.
“Dengan adanya bantuan beras fitrah ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pada bulan Ramadhan terlebih menjelang Idul Fitri yang penuh berkah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengapresiasi langkah BAZNAS dalam membantu para tenaga pendidik, termasuk guru honorer dan staf lainnya yang berpendapatan rendah.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Semarang. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga dapat memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Riska, sekretaris UPZ Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Penyaluran 1000 kg beras fitrah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak, serta meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan di bulan yang penuh rahmat ini.
#CahayaZakat #BayarZakat #BAZNAS #ZakatFitrah #BerbagiBerkah #Semarang
Tunaikan Zakat Anda Sekarang ke:
BAZNAS Kota Semarang
Jl. Abdul Rahman Saleh No.02, Kalipancur, Ngaliyan, Semarang.
Telp: (024) 7643 1420
REKENING UNTUK ZAKAT
CIMB Niaga Syariah 86-0003-187-500BNI Syariah 999223340Bank Syariah Mandiri 05000-800-84BTN Syariah 714-1-00-989-6BCA Syariah 030-9000-008Bank Jateng Syariah 602-1000-316Muamalat 501-0115-191
REKENING UNTUK INFAQ DAN SEDEKAH
BRI 0325-01-000999-30-2Bank Jateng 1-021-000767BNI 201-457-5855Mandiri 135-0000-5000-80Konfirmasi Donasi ke Whatsapp 082170221818 (Bidang Pengumpulan Baznas Kota Semarang)
20/03/2025 | humas

BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS KOTA SEMARANG- Sebanyak 17 ton beras berhasil didistribusikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang. Total ada 3.700 mustahik yang terdiri atas fakir miskin, guru TPQ, santri pondok pesantren, dan panti asuhan.
Beras tersebut juga dibagikan kepada para mustahik lain yang membutuhkan seperti tenaga kebersihan, tukang parkir, dan tukang becak, serta warga miskin, di sekitar Kantor Baznas Kota Semarang.
”Kami mulai distribusi beras kepada para mustahik dari 4 hingga 9 April,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Selasa (9/4).
Arnaz menjelaskan, mustahik menerima 5 kg beras yang sebelumnya dihimpun dari pegawai ASN di lingkup Pemkot Semarang serta warga. Tahun ini, jumlah beras yang dikumpulkan sedikit menurun dibanding dengan Ramadhan, di mana berhasil terkumpul 17,1 ton.
”Meski demikian, untuk pengumpulan zakat justru naik drastis dari target Rp 1,7 miliar terealisasi hingga Rp 2 miliar,” jelas Arnaz Agung Andrarasmara.
Kepala Pelaksana Baznas Kota Semarang Muhammad Asyhar mengungkapkan, mekanisme distribusi beras zakat fitrah dilaksanakan dengan melibatkan UPZ (Unit Pengumpul Zakat).
”Kami juga menyalurkan secara langsung kepada mustahik fakir miskin yang membutuhkan,” tutur Muhammad Asyhar.
Namun demikian, sebagian warga juga diminta untuk mengambil langsung beras di kantor Baznas sesuai jadwal yang ditentukan.
”Hal ini untuk menghindari kerumunan dan aksi berebut serta saling dorong antar warga saat mengambil zakat,” tutur Muhammad Asyhar.
09/04/2024 | Humas

Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.
Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.000 lansia dhuafa.
Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang.Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang.
Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh.
''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu.
Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang.
Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang. Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh. ''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu.
"Sengaja kami memberikan santunan kepada ibu-ibu dalam peringatan Maulid Nabi dan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Karena pada ibu-ibulah terletak simbol kehormatan dan perjuangan,” lanjut Arnaz.
Sementara Plt Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos berpesan pada ibu-ibu untuk tetap menjadi perempuan hebat dan terus bisa berkontribusi agar Kota Semarang semakin hebat.
“Mari kita jaga program-program yang sudah dijalankan Pak Hendi sehingga Kota Semarang yang sekarang ini hebat, menjadi lebih hebat lagi,''
Acara pemberian santunan ini diakhiri dengan mauidhoh hasanah hikmah Maulid Nabi Muhammad Saw oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Dr KH Mohamad Arja Imroni.
15/10/2022 | humas
Artikel Terbaru
Menjelang Ramadan, Umat Islam Diimbau Perbanyak Infak dan Sedekah: Ini Keutamaannya
Menjelang bulan suci Ramadan, seruan untuk memperbanyak infak dan sedekah kembali menggema di tengah masyarakat. Dua amalan mulia ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi sesama, terutama di masa persiapan menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Infak dan sedekah menjadi amalan yang dianjurkan bagi setiap Muslim karena keduanya mengandung nilai kepedulian, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Menurut para ulama, menjelang Ramadan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan, sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual.
Keutamaan pertama dari memperbanyak infak dan sedekah adalah mendapatkan pahala berlipat ganda. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa Allah melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang memberi dengan hati tulus. Semakin dekat dengan Ramadan, peluang untuk mendapatkan pahala tersebut semakin terbuka lebar karena atmosfer ibadah mulai meningkat di tengah umat Muslim.
Selain itu, infak dan sedekah menjelang Ramadan juga dapat mensucikan harta dan jiwa. Dalam ajaran Islam, harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru membawa keberkahan bagi pemiliknya. Sedekah yang diberikan sebelum Ramadan juga membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan mampu menumbuhkan empati kepada sesama.
Keutamaan lainnya adalah membantu masyarakat kurang mampu dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Banyak keluarga yang membutuhkan dukungan, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, hingga persiapan ibadah. Dengan memperbanyak infak dan sedekah, umat Muslim dapat memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan layak dan penuh suka cita.
Di sisi lain, amalan ini juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Semakin banyak orang yang berbagi, semakin kuat pula rasa persatuan dan kepedulian antarwarga. Hal ini sangat relevan mengingat Ramadan merupakan bulan yang identik dengan kebersamaan dan gotong royong.
Para tokoh agama juga mengingatkan bahwa sedekah tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi juga bisa berupa tenaga dan perhatian. Setiap bentuk kebaikan yang ditujukan untuk membantu orang lain tercatat sebagai amal sedekah.
Menjelang datangnya bulan suci, masyarakat diharapkan semakin menghidupkan semangat berbagi. Infak dan sedekah bukan sekadar rutinitas, tetapi cerminan keimanan dan kepedulian terhadap sesama.
Anda dapat juga menyalurkan infaq maupun sedekah melalui link laman Kantor Digital Baznas Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan memperbanyak amalan mulia ini, umat Islam dapat memasuki Ramadan dengan hati yang lebih bersih, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
11/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Prakiraan 1 Ramadan dari Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN
Penetapan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian besar umat Islam di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa lembaga resmi maupun organisasi keagamaan telah menyampaikan prakiraan masing-masing. Perbedaan metode penentuan—antara hisab dan rukyat—membuat masyarakat menantikan kepastian kapan puasa dimulai. Berikut rangkuman prakiraan awal Ramadan dari Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prakiraan 1 Ramadan Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Berdasarkan informasi resmi Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.
Sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Setelah itu, pemerintah akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah yang melakukan observasi. Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan kepada masyarakat pada malam harinya.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada informasi yang dipublikasikan NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor penting dalam menentukan awal puasa.
NU akan menggelar rukyatul hilal di berbagai lokasi rukyat yang telah ditetapkan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan akan jatuh pada keesokan harinya. Keputusan final akan diumumkan setelah seluruh laporan rukyat dikumpulkan dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, warga Muhammadiyah dijadwalkan memulai ibadah puasa pada tanggal tersebut. Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Prakiraan 1 Ramadan Versi BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadan tahun 2026. Para peneliti memprediksi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, hasil rukyat pada 18 Februari 2026 akan menjadi faktor penentu, terutama bagi pihak yang mendahulukan pengamatan hilal dalam penetapan awal bulan.
Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode dan kriteria menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender hijriah yang sudah berlangsung lama.
Masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari lembaga masing-masing dan saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.
10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjelang Ramadhan 2026: Ini Tiga Doa yang Dianjurkan Rasulullah saat Menyambut Bulan Suci
Bulan Ramadhan 2026 semakin dekat. Umat muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh ampunan dan keberkahan ini. Di Indonesia, Ramadhan menjadi momen istimewa yang selalu dinanti karena menghadirkan suasana religius, kebersamaan, serta berbagai tradisi ibadah yang menenangkan jiwa.
Berdasarkan informasi sementara, awal Ramadhan 2026 diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026 menurut Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan satu hari lebih awal, yakni 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Meski demikian, kepastian secara nasional tetap menunggu hasil sidang isbat yang rencananya digelar Kementerian Agama pada 17 Februari 2026.
Menjelang masuknya bulan suci ini, umat muslim dianjurkan memperbanyak doa. Beberapa doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW dapat dibaca untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut tiga doa yang diriwayatkan sejumlah ulama dan dianjurkan untuk dibaca saat menyongsong Ramadhan.
1. Doa Keselamatan Menyambut Ramadhan (Riwayat Imam At-Thabarani & Imam Ad-Dailami)
Allahumma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa sallimhu minni.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku demi ibadah Bulan Ramadhan, selamatkanlah penampakan hilal Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari maksiat di Bulan Ramadhan.”
2. Doa Melihat Hilal (Riwayat Abu Dawud)
Hilalu rusydin wa khairin (2 kali), amantu bil ladzi khalaqaka (3 kali).
Artinya: “(Ini adalah) bulan petunjuk dan kebaikan. Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan itu dan mendatangkan bulan ini.”
3. Doa Rasulullah SAW Setelah Melihat Hilal (Riwayat Imam Ahmad)
All?hu akbaru, la haula wa l? quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azh?mi. Allahumma inni as’aluka khaira hadzas syahri, wa a‘udzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya: “Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Aku memohon kebaikan bulan ini dan berlindung dari keburukan takdir serta keburukan hari kebangkitan.”
Ketiga doa ini dapat diamalkan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna. Seperti dikutip dari NU Online, mengawali Ramadhan dengan doa diyakini membawa ketenangan hati dan kekuatan untuk menjalani ibadah dengan optimal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi bulan penuh keberkahan, keimanan, dan ketakwaan bagi seluruh umat muslim.
10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS TV
WISUDA BEASISWA PRODUKTIF BAZNAS KOTA SEMARANG
Penulis: HUMAS





