Berita Terkini
BAZNAS Purworejo Studi Tiru ke Semarang, Pelajari Tata Kelola ZIS yang Transparan
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengelolaan zakat. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan studi tiru ke Kantor BAZNAS Kota Semarang untuk mempelajari sistem pelaporan serta administrasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di luar neraca.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan staf BAZNAS Kota Semarang. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tata kelola lembaga zakat yang akuntabel, transparan, dan profesional.
Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, SE., MM., hadir langsung menyambut rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo. Turut mendampingi Wakil Ketua I Drs. H. Labib, M.M, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., beserta para kepala bagian dan staf BAZNAS Kota Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan BAZNAS Kabupaten Purworejo mempelajari berbagai mekanisme yang diterapkan BAZNAS Kota Semarang, khususnya terkait sistem pelaporan serta pengadministrasian dana ZIS di luar neraca. Pembahasan meliputi alur pencatatan administrasi, tata kelola dokumen, hingga proses pelaporan yang mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif. Kedua belah pihak saling bertukar pengalaman mengenai tantangan maupun strategi dalam mengelola penghimpunan, pendistribusian, hingga pelaporan dana zakat agar semakin efektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Melalui forum tersebut, peserta studi tiru memperoleh gambaran lebih rinci mengenai praktik administrasi yang diterapkan BAZNAS Kota Semarang. Sementara itu, BAZNAS Kota Semarang juga mendapatkan berbagai masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada para muzaki maupun mustahik.
Kegiatan studi tiru seperti ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antarlembaga zakat dalam memperkuat tata kelola organisasi. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan pengalaman, diharapkan setiap BAZNAS di daerah mampu mengembangkan sistem kerja yang semakin profesional, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BAZNAS Kota Semarang berharap kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Purworejo tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga mempererat sinergi antarlembaga dalam mengembangkan pengelolaan zakat yang modern dan terpercaya.
Ke depan, hasil studi tiru ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh BAZNAS Kabupaten Purworejo sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Di sisi lain, BAZNAS Kota Semarang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat semakin meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.***
28/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pembinaan Relawan Beasiswa Produktif Angkatan 17: Ingatkan Pentingnya Ilmu
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menggelar pembinaan bagi Relawan Beasiswa Produktif (Bespro) Angkatan 17 pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kota Semarang ini bertujuan memperkuat kapasitas relawan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab dalam program beasiswa produktif.
Pembinaan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Aminah, Kepala Bagian Pelaporan dan Perencanaan Bapak Tri Mursito, Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Bapak Rifa'i, serta jajaran staf BAZNAS Kota Semarang yang bertugas mendampingi para relawan.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Hj. Aminah menekankan pentingnya ilmu sebagai bekal utama bagi relawan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang terus dikembangkan akan membantu relawan memberikan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program BAZNAS.
Sementara itu, Bapak Tri Mursito mengingatkan seluruh relawan agar segera menyelesaikan pelaporan Off Balance Sheet sesuai ketentuan. Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi pengelolaan program, sehingga dapat dilaporkan secara tepat waktu kepada BAZNAS RI.
Melalui pembinaan ini, BAZNAS Kota Semarang berharap para Relawan Beasiswa Produktif Angkatan 17 semakin memahami peran, tanggung jawab, serta administrasi yang harus dipenuhi. Dengan bekal ilmu, kedisiplinan, dan komitmen yang kuat, para relawan diharapkan mampu menjadi mitra BAZNAS dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Perkuat Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait program pemberdayaan ekonomi produktif mustahik berbasis Kantor Urusan Agama (KUA),pada Rabu (15/7/2026).
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Semarang ini menjadi langkah awal sinergi kedua lembaga dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi mustahik atau penerima manfaat zakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang H. Muhtasit, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Semarang H.M. Habibil Huda, Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Semarang H. Labib, Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang H.M. Asyhar, serta Kepala Bidang Pendayagunaan BAZNAS Kota Semarang Ripai.
Melalui kerja sama ini, program pemberdayaan ekonomi produktif akan difokuskan pada mustahik yang berada di wilayah kerja KUA Ngaliyan dan KUA Candisari. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan, kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat melalui program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif.
Ke depan, sinergi antara BAZNAS dan Kemenag Kota Semarang diharapkan mampu mendorong transformasi mustahik menjadi munfik atau masyarakat yang telah mandiri secara ekonomi sehingga mampu ikut berbagi kepada sesama secara bertahap dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen kedua lembaga dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.***
15/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penandatanganan MoU Pemberdayaan Mustahik Berbasis KUA
SEMARANG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kolaborasi Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif Mustahik Berbasis Kantor Urusan Agama (KUA) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Rabu (15/7/2026).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BAZNAS Kota Semarang dan Kemenag Kota Semarang dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi mustahik atau penerima manfaat zakat.
Ketua BAZNAS Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan upaya memperluas manfaat zakat melalui program-program yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi sehingga tidak hanya bersifat konsumtif.
"Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya memperluas manfaat zakat melalui program yang berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif," ujarnya.
Melalui kerja sama ini, BAZNAS dan Kemenag Kota Semarang juga berupaya memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan pemberdayaan ekonomi umat. Program yang dijalankan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Ke depan, sinergi kedua lembaga diharapkan dapat mendorong transformasi mustahik menjadi munfik, yakni masyarakat yang telah mandiri secara ekonomi sehingga mampu ikut berbagi kepada sesama secara bertahap dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.***
15-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jajaran Pimpinan BAZNAS Kota Semarang, Hadiri Santunan Anak Yatim Piatu dan Pengajian Muharram 1448 H
SEMARANG - Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menghadiri kegiatan santunan anak yatim piatu dan Pengajian Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum peringati Tahun Baru Islam 1448 H sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di Kota Semarang. Sebanyak 104 anak yatim piatu menerima santunan dalam acara yang berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan.
Acara dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Pd., M.Ag., bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kota Semarang, yaitu Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd., Wakil Ketua III H. Nur Fuad, S.Ag., dan Wakil Ketua IV Hj. Aminah.
Selain penyaluran santunan, kegiatan juga diisi dengan pengajian Muharram serta tausiyah yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag. Dalam pesannya, ia memberikan motivasi kepada para penerima santunan agar tetap memiliki semangat meraih masa depan yang lebih baik meski menghadapi keterbatasan hidup.
"Menjadi yatim itu sebuah takdir yang diberikan Allah, namun menjadi sukses adalah sebuah pilihan."
Menurutnya, kondisi sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk menggapai cita-cita. Justru semangat belajar, berusaha, dan berdoa menjadi bekal penting agar mampu meraih kesuksesan di masa depan.
Melalui kegiatan santunan dan pengajian Muharram 1448 H ini, BAZNAS Kota Semarang bersama Kementerian Agama Kota Semarang berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas agar terus optimistis dalam menjalani kehidupan.***
13-07-2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang Hadiri Penyaluran 1.000 Santunan Lebaran Anak Yatim di Kemenag
SEMARANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menggelar kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 santunan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, dengan 260 penerima manfaat hadir secara simbolis di Kantor Kemenag Kota Semarang.
Penerima manfaat yang hadir merupakan siswa jenjang RA/TK, MI, MTs, dan MA se-Kota Semarang serta penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang, H. Nur Fuad, S.Ag, yang datang memberikan dukungan sekaligus menyambut para penerima manfaat.
Program santunan ini terlaksana berkat sinergi antara Kemenag Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang, BAZNAS Kota Semarang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta lembaga amil zakat. Bantuan yang diberikan berupa santunan dana dan perlengkapan sekolah bagi anak yatim dan penyandang disabilitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Kesra Pemerintah Kota Semarang Dr. Elly Asmara, S.STP., M.M., Kepala Kemenag Kota Semarang H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., beserta sejumlah tamu undangan yang ikut mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, H. Muhtasit menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Semarang melalui UPZ Kemenag terus menunjukkan komitmennya dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah yang telah dihimpun kepada para penerima manfaat secara tepat sasaran.
"Ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Kota Semarang melalui UPZ Kemenag terus konsisten mendistribusikan dana yang telah dihimpun kepada masyarakat yang berhak menerimanya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaporan ZISWAF Kemenag Kota Semarang, Cholida Hanum, menyampaikan apresiasi kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya untuk membantu anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Semarang.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, UPZ, dan masyarakat terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari penyaluran dana sosial keagamaan, khususnya pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram.***
30-06-2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kota Semarang Lakukan Pentasarufan Bantuan Konsumtif kepada 10 Penerima
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan konsumtif melalui Program Semarang Takwa kepada 10 penerima manfaat pada Kamis (23/7/2026). Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp66.600.000 untuk mendukung sarana dakwah, stimulan musala, masjid, serta lembaga sosial di Kota Semarang.
Penyaluran bantuan berlangsung dengan dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Ibu Hj. Afifah, S.Pd, bersama Kepala Bagian Pendistribusian, Bapak Wahyudi. Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam membantu masyarakat dan memperkuat kegiatan keagamaan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Dalam sambutannya, Hj. Afifah menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan tepat sasaran.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan para penerima, sekaligus mendukung kegiatan dakwah dan pelayanan sosial di Kota Semarang," ujarnya.
Salah seorang penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, bantuan dari BAZNAS Kota Semarang sangat membantu memenuhi kebutuhan yang diperlukan.
BAZNAS Kota Semarang juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar penyalurannya lebih aman, transparan, dan tepat sasaran.
Masyarakat dapat menyalurkan ZIS secara online melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/07/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Program Semarang Takwa
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang menyalurkan bantuan melalui program Semarang Takwa kepada 18 penerima manfaat sebagai upaya mendukung kegiatan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.
Penyaluran bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk stimulan untuk masjid dan musholla, bantuan bagi lembaga sosial dan yayasan, serta sarana prasarana dakwah berupa sound system. Kegiatan pentasyarufan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Semarang, Hj. Afifah, S.Pd, didampingi Kepala Bidang Pendistribusian, Wahyudi.
Hj. Afifah menyampaikan bahwa program Semarang Takwa merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS Kota Semarang dalam mendukung penguatan kegiatan keagamaan, dakwah, dan pelayanan umat di berbagai wilayah Kota Semarang.
“Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyaluran kali ini, bantuan Semarang Takwa dibagi ke dalam tiga kategori. Pertama, bantuan stimulan untuk masjid dan musholla yang diberikan kepada 9 penerima manfaat. Kedua, bantuan stimulan untuk lembaga sosial dan yayasan yang disalurkan kepada 3 penerima manfaat. Ketiga, bantuan sarana prasarana dakwah atau sound system yang diberikan kepada 7 penerima manfaat.
Total bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai Rp63.200.000. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memperkuat fasilitas penunjang kegiatan ibadah dan dakwah, sekaligus mendorong pemberdayaan lembaga keagamaan di Kota Semarang.
Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Semarang atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu dalam menunjang kegiatan dakwah dan pemberdayaan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui program Semarang Takwa, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah, aktivitas dakwah, dan penguatan lembaga keagamaan di ibu kota Jawa Tengah.
Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
25/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

BAZNAS Kota Semarang Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 8 Penerima Manfaat
SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Semarang Makmur. Kali ini, BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada 8 penerima manfaat sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi warga.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di ruang rapat BAZNAS Kota Semarang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan pentasyarufan dibuka oleh Kepala Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian BAZNAS Kota Semarang, Rifa’i, yang didampingi staf pendayagunaan, Ana Falihah.
Dalam kesempatan itu, Rifa’i menyampaikan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik agar dapat mengembangkan usaha yang dijalankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Melalui bantuan modal usaha ini, kami berharap para penerima manfaat bisa lebih mandiri secara ekonomi, mengembangkan usahanya, dan ke depan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Semarang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu untuk menambah modal dan mendukung keberlangsungan usaha mereka.
Program bantuan modal usaha ini diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong lahirnya para munfiq dan muzaki baru dari hasil usaha yang berkembang.
Melalui program Semarang Makmur, BAZNAS Kota Semarang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi, agar zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.
Salurkan Zakat, Infak dan Sedekah Anda melalui link kantor digital dengan pilih sesuai dengan penyaluran yang panjenengan inginkan. Berikut link kantor digital Baznas Kota Semarang:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Selain bersedekah, juga terdapat pilihan Fidyah, Zakat, DSKL dan Kurban yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.***
23/06/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Artikel Terbaru
Mengenal Program Semarang Makmur BAZNAS Kota Semarang: Dari Mustahik menjadi Muzakki
Artikel berikut akan bagikan kepada Anda terkait pembahasan mengenai Semarang Makmur yang merupakan salah satu program yang tersedia di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang. Namun, sebelum membahas mengenai program tersebut, mari kita mengenal lebih dekat BAZNAS Kota Semarang.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang merupakan salah satu lembaga pemerintah non struktural yang bertugas untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah. Hadirnya lembaga ini atas dasar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 yang dibentuk untuk mencapai daya guna, hasil guna serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Kota Semarang.
Dalam perkembangannya sebelum terbentuk menjadi BAZNAS Kota Semarang, dulu bernama Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Semarang sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 1999 mengenai pengelolaan zakat. Kemudian UU Nomor 23 tahun 2011 berlaku maka berganti nama menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang yang dipimpin oleh Ketua dengan dibantu 4 orang Wakil Ketua.
Sebagai upaya untuk pendistribusian zakat yang tepat sasaran dan transparan BAZNAS Kota Semarang merancang beberapa program kerja yang disebut dengan Panca Program. Salah satu panca program yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Semarang Makmur.
Program Semarang Makmur merupakan inisiatif BAZNAS Kota Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi warga. Program ini meliputi berbagai upaya seperti pemberdayaan UMKM, penyediaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dukungan terhadap industri kreatif serta peningkatan akses terhadap layanan keuangan.
Adapun tujuan utama dari program ini adlaah mencipkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup warga Semarang.
Dalam Semarang Makmur ini terdapat 4 bagian, diantaranya:
- Bantuan Ekonomi Produktif
Program tersebut dibagikan kepada para Mustahik dengan memberikan modal usaha serta wawasan seputar wirausaha dan dibina untuk mendapatkan lapangan pekerjaannya sendiri.
Adapun output dari bagian ini adlaah mustahik dapat sejahtera dengan kemandirian ekonominya.
- Sentra Ternak
Porgram ini diberikan kepada mustahik kelompok di bidang peternakan. Nantinya, BAZNAS akan mendampingi dan membina program tersebut hingga dapat dimanfaatkan oleh mustahik.
- Pelatihan keterampilan
Pada praktiknya, program ini akan memberikan pengetahuan serta skill kepada mustahik untuk berdaya secara mandiri dan berkelanjutan.
- Pemberdayaan UMKM
BAZNAS telah banyak menciptakan serta membantu memberdayakan UMKM di Kota Semarang, seperti Teh Kawa BAZNAS, Z Chicken, dan lain sebagainya.
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi terkait penjelasan Semarang Makmur yang dapat Anda ketahui.***
04/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Manfaat Infak Harian: Alasan Kenapa Sedekah Kecil Tapi Rutin itu Luar Biasa Dampaknya
Infak sering kali dipahami sebagai ibadah yang dilakukan ketika seseorang memiliki rezeki lebih. Padahal, dalam praktiknya, infak dapat dilakukan kapan saja dengan nominal yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Kebiasaan berinfak setiap hari, meski hanya dalam jumlah kecil, menjadi salah satu amalan yang dapat memberikan manfaat bagi pemberi maupun penerima. Nilai utama dari infak bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi kepada sesama.
Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, membiasakan infak harian dapat menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat saling membantu di lingkungan masyarakat.
Infak Harian Membentuk Kebiasaan Berbagi
Melakukan infak secara rutin membantu seseorang membangun kebiasaan berbagi sejak dini. Nominal yang disisihkan setiap hari mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara istiqamah akan menjadi amalan yang terus dilakukan tanpa terasa berat.
Kebiasaan ini juga melatih seseorang agar tidak terlalu bergantung pada harta yang dimiliki. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu orang lain, tumbuh kesadaran bahwa setiap nikmat yang diperoleh juga memiliki dimensi sosial.
Membantu Program Kemanusiaan dan Sosial
Dana infak yang dihimpun oleh lembaga pengelola zakat maupun lembaga sosial dapat disalurkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pemanfaatannya antara lain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mendukung pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kebencanaan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam infak harian, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat dirasakan oleh penerima.
Melatih Disiplin Mengelola Keuangan
Selain menjadi bentuk ibadah, infak harian juga dapat membantu membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih baik.
Menyisihkan sebagian kecil penghasilan secara rutin mendorong seseorang untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Kebiasaan ini mengajarkan pentingnya menyisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan sosial tanpa harus menunggu memiliki penghasilan yang besar.
Dengan demikian, infak tidak hanya berdampak bagi orang lain, tetapi juga membantu membentuk pola hidup yang lebih terencana.
Menumbuhkan Empati dan Rasa Syukur
Salah satu manfaat yang sering dirasakan dari kebiasaan berinfak adalah meningkatnya rasa syukur atas nikmat yang dimiliki.
Melalui kegiatan berbagi, seseorang menjadi lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Empati terhadap mereka yang membutuhkan akan tumbuh seiring dengan kebiasaan membantu sesama.
Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang saling menguatkan.
Nominal Kecil Bisa Menjadi Manfaat Besar
Tidak sedikit orang yang menunda berinfak karena menganggap nominal yang dimiliki terlalu sedikit. Padahal, jika dilakukan secara bersama-sama, infak dengan nilai kecil dapat menghasilkan manfaat yang besar.
Sebagai ilustrasi, apabila seribu orang menyisihkan Rp2.000 setiap hari, dana yang terkumpul mencapai Rp2 juta dalam sehari. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan infak tidak hanya berasal dari besarnya nominal, tetapi juga dari partisipasi dan kepedulian banyak orang.
Menjadikan Infak sebagai Kebiasaan Baik
Membiasakan infak harian merupakan salah satu cara sederhana untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Selain membantu sesama, kebiasaan ini juga membentuk karakter yang lebih peduli, disiplin, dan bersyukur.
Melalui pengelolaan yang amanah dan penyaluran yang tepat sasaran oleh lembaga pengelola zakat, infak yang terkumpul dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, tidak perlu menunggu memiliki harta yang berlimpah untuk mulai berinfak. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kepedulian sosial dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.***
03/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Apakah Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Diperbolehkan? Simak Penjelasannya di Sini
Dalam Islam sedekah menjadi salah satu amal mulia yang tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, namun juga dapat mendatangkan keberkahan serta ketenangan bagi orang yang menyalurkan niat bersedekah itu.
Seperti kita ketahui sedekah adalah pemberian sesuatu baik berupa harta maupun non harta di luar kewajiban zakat, yang dilakukan oleh seorang dengan ikhlas guna mengharapkan ridha dari Allah SWT. Biasanya, sedekah dilakukan atas dasar untuk menghapus dosa, membuka pintu rezeki, bagi mushaddiq. Lantas apabila sedekah untuk orang meninggal apakah masih bisa untuk dilakukan?
Untuk ketahui jawaban tersebut, Anda dapat simak penjelasan singkatnya pada artikel ini.
Sedekah memang memiliki banyak keutamaan bagi orang yang melaksanakannya. Apakah untuk orang yang sudah meninggal akan mendapatkan pahalanya juga? Bersedekah untuk orang yang telah wafat menjadi salah satu bentuk amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi si mayit. Hal tersebut dijelaskan dalam HR. Muslim yang artinya:
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Dari hadis ini, dapat disimpulkan bahwa sedekah jariyah yang dilakukan oleh ahli waris atau orang lain atas nama si mayit akan tetap menjadi pahala yang mengalir untuknya.
Selain itu, hal tersebut dijelaskan pula dalam HR. Bukhari dan Muslim, yang artinya:
Dari Siti ‘Aisyah ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW: “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “ya ada pahala bagi ibumu. (HR Bukhari dan Muslim)
Sehingga tidak perlu khawatir, bahwa niat sedekah khusus orang yang sudah masih tetap bisa, sebab Rasulullah SAW telah menjawab sedemikian.
Bentuk sedekah bagi orang yang sudah meninggal bisa berupa menyumbangkan Al-Quran, membangun atau merenovasi Masjid, hingga menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Seperti pada umumnya, melakukan sedekah bagi orang yang sudah meninggal tetap diawali dengan membaca niat, seperti:
“Ya Allah, aku niat bersedekah ini atas nama (sebutkan nama almarhum/almarhumah). Semoga Engkau menerima amal ini dan menjadikannya sebagai pahala jariyah bagi beliau.”
Selain niat, membaca doa agar pahala sedekah sampai kepada orang yang telah meninggal juga sangat dianjurkan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
“Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu” (Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, dan hapuskan dosa-dosanya).
Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara digital, dapat memanfaatkan layanan resmi BAZNAS Kota Semarang melalui laman https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah.
Demikian informasi terkait penjelasan sedekah untuk orang yang sudah meninggal yang dapat Anda ketahui.***
03/08/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
BAZNAS TV
WISUDA BEASISWA PRODUKTIF BAZNAS KOTA SEMARANG
Penulis: HUMAS





