WhatsApp Icon
Bacaan Doa Awal dan Akhir Tahun 1448 H, Amalkan di Bulan Muharram

Umat Islam di Indonesia, termasuk warga Kota Semarang, akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Senin sore, 15 Juni 2026. Momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbanyak ibadah dan doa.

Berbeda dengan perayaan pergantian tahun Masehi yang identik dengan berbagai hiburan, Tahun Baru Islam lebih banyak diisi dengan kegiatan religius seperti pengajian, dzikir, muhasabah, hingga membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Tradisi ini masih banyak dijalankan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Semarang dan sekitarnya.

Doa akhir tahun dibaca sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Sementara itu, doa awal tahun dipanjatkan sebagai harapan agar diberikan keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan selama setahun ke depan.

Bagi masyarakat yang ingin mengamalkannya, doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang berakhirnya bulan Zulhijah atau sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai pergantian tahun Hijriah. Sedangkan doa awal tahun dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.

Dalam tradisi Islam, membaca doa akhir tahun bukan sekadar ritual tahunan. Doa ini mengandung permohonan ampun atas berbagai dosa yang mungkin dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja selama satu tahun terakhir.

Melalui doa tersebut, seorang Muslim diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidupnya, memperbaiki kesalahan, serta memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Versi singkat doa akhir tahun yang banyak diamalkan berbunyi:

"Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim."

Artinya:

Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 Hijriah

Selain doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.

Doa ini berisi harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari godaan setan, menjaga diri dari perbuatan buruk, serta membimbing setiap langkah agar lebih dekat kepada-Nya.

Bacaan doa awal tahun yang umum diamalkan adalah:

"Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Melalui doa tersebut, umat Muslim berharap tahun baru yang datang menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memasuki tahun baru Hijriah, umat Islam diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu dan memulai lembaran baru yang lebih baik, penuh keberkahan, serta semakin dekat kepada Allah SWT.***

15/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Sambut Bulan Muharram, Ini Tata Cara Sedekah untuk Anak Yatim di BAZNAS Kota Semarang

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah segera tiba. Menjelang pergantian tahun dalam kalender Islam tersebut, umat Muslim di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, mulai mempersiapkan berbagai amalan untuk menyambut datangnya bulan Muharram.

Selain membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun yang biasa diamalkan menjelang pergantian tahun Hijriah, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak ibadah sosial, salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini terdapat Hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharram. Momen tersebut kerap dikaitkan dengan tradisi berbagi kepada anak yatim sehingga Muharram sering disebut masyarakat sebagai “Lebaran Anak Yatim”.

Tradisi ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Bagi warga Semarang yang ingin menyalurkan santunan kepada anak yatim, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui lembaga amil zakat resmi dan terpercaya. Dengan menyalurkan bantuan melalui lembaga yang kredibel, dana yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para penerima manfaat.

Salah satu lembaga yang dapat menjadi pilihan adalah BAZNAS Kota Semarang. Melalui program sosial yang dijalankan, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam membantu anak-anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah Kota Semarang.

Santunan yang diberikan tidak harus dalam jumlah besar. Berapapun nominal yang disalurkan dapat menjadi bentuk kepedulian dan kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, perlengkapan sekolah, kebutuhan sehari-hari, maupun dukungan sosial lainnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat, semangat berbagi menjadi salah satu nilai penting yang terus dijaga. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.

BAZNAS Kota Semarang juga menyediakan layanan donasi secara daring sehingga masyarakat dapat menyalurkan santunan dengan mudah tanpa harus datang langsung ke kantor layanan. Prosesnya dapat dilakukan melalui perangkat ponsel maupun komputer yang terhubung dengan internet.

Warga yang ingin berpartisipasi dalam program santunan anak yatim dapat mengakses laman resmi donasi BAZNAS Kota Semarang melalui tautan berikut:

https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah

Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, masyarakat Semarang diharapkan tidak hanya memperbanyak ibadah secara personal, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. 

Menyantuni anak yatim menjadi salah satu amalan yang dapat membawa manfaat luas, baik bagi penerima maupun pemberi, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Momentum Muharram pun dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, melainkan juga dibagikan kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang dari sesama.***

15/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Asal Usul Muharram Disebut Bulan Anak Yatim, Ternyata Ini Alasannya

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Selain menjadi penanda Tahun Baru Hijriah, Muharram juga dikenal luas sebagai bulan kepedulian terhadap anak yatim. Di Indonesia, tradisi menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram bahkan populer dengan sebutan "Lebaran Anak Yatim" atau "Idul Yatama".

Lalu, kenapa Muharram identik dengan anak yatim?

Dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Al-Qur'an dan hadis banyak mengajarkan umat Islam untuk memuliakan, menyayangi, serta membantu kehidupan mereka. Rasulullah SAW sendiri merupakan seorang yatim sejak kecil, sehingga beliau sangat menaruh perhatian kepada anak-anak yang kehilangan orang tua.

Salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa orang yang merawat anak yatim akan berada sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum Muharram untuk memperbanyak amal kebaikan kepada anak yatim.

Meski tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus menetapkan 10 Muharram sebagai Hari Raya Anak Yatim, tradisi tersebut berkembang sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah. Sejumlah ulama juga menganjurkan memperbanyak sedekah dan berbagi kebahagiaan kepada anak yatim serta fakir miskin pada hari Asyura.

Di berbagai daerah di Indonesia, peringatan 10 Muharram biasanya diisi dengan santunan anak yatim, doa bersama, pembacaan sholawat, hingga kegiatan hiburan yang menghadirkan suasana penuh kebahagiaan bagi anak-anak. Tradisi ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral agar mereka merasa dicintai dan diperhatikan oleh masyarakat.

Selain memiliki nilai sosial, tradisi menyantuni anak yatim juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Islam mengajarkan bahwa menyayangi anak yatim dapat melembutkan hati, menumbuhkan empati, serta mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Oleh karena itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Tradisi Lebaran Anak Yatim juga berperan dalam menanamkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial kepada generasi muda. Melalui kegiatan santunan, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya berbagi rezeki dan memperhatikan kelompok yang membutuhkan.

Pada akhirnya, Muharram identik dengan anak yatim karena bulan ini menjadi simbol kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan dalam Islam. 

Melestarikan tradisi menyantuni anak yatim bukan hanya menjaga budaya keagamaan yang baik, tetapi juga menjadi wujud nyata meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.***

12/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Doa Asyura 10 Muharram Lengkap dan Artinya, Amalan Penuh Keutamaan di Bulan Muharram

Doa Asyura menjadi salah satu amalan yang banyak dibaca umat Islam saat memasuki tanggal 10 Muharram. Hari Asyura merupakan momen istimewa dalam kalender Islam yang diyakini memiliki berbagai keutamaan dan keberkahan. Selain menjalankan puasa sunnah Asyura, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, serta amalan kebaikan lainnya.

Salah satu amalan yang populer dilakukan pada malam dan hari Asyura adalah membaca Doa Asyura. 

Doa ini umumnya dibaca setelah salat Maghrib pada tanggal 10 Muharram. Sebagian ulama menganjurkan doa tersebut dibaca sebanyak 7 kali, sementara sebagian lainnya menyebutkan lebih utama jika dibaca hingga 70 kali.

Berikut bacaan Doa Asyura lengkap dengan tulisan latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia.

Latin Doa Asyura

Hasbunallaah wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal 'arsyi. Laa malja-a minallaahi illaa ilaihi subhaanallaahi 'adadasy syaf'i wal witir. Wa 'adada kalimatillaahit taammaati kullaha, nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wahuwa hasbunaa wani'mal wakil, ni'mal maulaa wani'man nashiir. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallam.

Artinya, “Cukuplah Allah yang menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, setinggi ilmu, sebanyak keridhaan, dan seberat Arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah selain kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil serta sebanyak kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Kami memohon keselamatan kepada-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat beliau.”

Dalam sejumlah literatur Islam, Doa Asyura diyakini sebagai doa yang sarat makna tawakal, perlindungan, dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. 

Bahkan, menurut Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, siapa yang membaca Doa Asyura sebanyak 41 kali pada hari Asyura, maka hatinya tidak akan mati.

Karena itu, momentum 10 Muharram menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, berdoa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih keberkahan dan ampunan-Nya.***

12/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram 1448 H

Tahun Baru Hijriah 1447 akan segera berakhir, tidak lama lagi tahun akan berganti dan kabarnya jatuh di tanggal 16 Juni 2026 mendatang. Untuk menyambut pergantian tahun tersebut, ada beragam kesunnahan yang dapat dilakukan, salah satunya adalah bersedekah.

Sedekah di bulan Muharram memiliki keutamaan besar sebab dilakukan pada satu bulan yang dimuliakan Allah SWT atau bulan haram. Selain itu, bulan tersebut sering dinamai lebaran anak yatim sebab pada bulan Muharram, disunnahkan pula untuk menyantuni serta mengusap kepala anak yatim.

Untuk itu, pada artikel kali ini akan membahas lebih lanjut perihal beragam keutamaan sedekah di bulan Muharram 1448 H yang dapat Anda ketahui.

Dilansir dari berbagai informasi, berikut keutamaan sedekah di bulan Muharram 1448 H yang dapat Anda ketahui:

1. Dilipatgandakan Pahalanya

Muharram merupakan Syahrullah (bulan Allah), sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya dinilai lebih tinggi dan dilipatgandakan dibandingkan bulan biasa.

2. Pahala Setara Sedekah Setahun

Berdasarkan riwayat dari Abu Musa al-Madini dari Ibnu Umar RA, seseorang yang bersedekah pada Hari Asyura (tanggal 10 Muharram) akan mendapatkan ganjaran layaknya bersedekah selama satu tahun penuh.

3. Melapangkan Rezeki Sepanjang Tahun

Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang memberikan kelapangan (nafkah atau sedekah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah SWT akan memberikan kelapangan rezeki kepadanya sepanjang tahun tersebut.

4. Penyucian Harta dan Penghapus Dosa

Sedekah dikenal sebagai amalan yang dapat menghapus dosa-dosa dan membersihkan harta dari hak orang lain yang mungkin melekat di dalamnya.

5. Perlindungan dari Musibah

Sedekah dipercaya menjadi penolak bala, sehingga harta yang disedekahkan dapat menjadi perisai yang melindungi pelakunya dari bencana atau musibah

Itulah beberapa keutamaan melaksanakan sedekah di bulan Muharram yang dapat Anda ketahui. 

Anda dapat pula menitipkan sedekah tersebut melalui lembaga ZIS seperti BAZNAS Kota Semarang dengan klik link berikut ini:

https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah

Demikian informasi mengenai keutamaan sedekah di bulan Muharram 1448 H yang dapat Anda ketahui.***

11/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Pentingnya Menunaikan Zakat Mal di Bulan Syaban Jelang Ramadan
Pentingnya Menunaikan Zakat Mal di Bulan Syaban Jelang Ramadan
Bulan Syaban menjadi momentum penting bagi umat muslim untuk meningkatkan amalan sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Dalam kalender Hijriah, Syaban merupakan bulan kedelapan yang memiliki keutamaan besar karena letaknya berdekatan dengan Ramadan. Pada tahun 2026, bulan Syaban jatuh pada 20 Januari 2026 atau bertepatan dengan 1 Syaban 1447 H. Menjelang datangnya Ramadan, umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan kegiatan sosial. Salah satu amalan yang sangat ditekankan ialah menunaikan zakat mal, yakni zakat atas harta yang dimiliki seorang muslim. Zakat ini mencakup harta seperti uang, emas, perak, hasil perdagangan, dan aset lain yang memenuhi syarat nisab serta dimiliki selama satu tahun atau haul. Penunaian zakat mal memiliki tujuan mulia, yakni membersihkan harta dan membantu mereka yang berhak menerima sesuai syariat Islam. Para ulama juga menilai Syaban sebagai salah satu bulan terbaik untuk mempercepat pembayaran zakat mal sebagai bentuk persiapan menuju bulan suci. Keutamaan ini diperkuat dengan riwayat yang disampaikan Ibnu Rajab Al-Hanbali dari Anas bin Malik, yang menggambarkan kebiasaan umat Islam terdahulu ketika memasuki bulan Syaban. Dalam riwayat tersebut disebutkan: “Ketika masuk bulan Sya'ban, kaum muslimin bersungguh-sungguh membaca Al-Qur’an dan mengeluarkan zakat harta mereka untuk memperkuat kaum lemah dan miskin dalam menyambut puasa Ramadan.” Hal serupa juga dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Baari. Ia menyebutkan bahwa sebagian ulama salaf mengeluarkan zakat mal di bulan Syaban agar kaum miskin dapat mempersiapkan diri menghadapi ibadah puasa. Imbauan ini menegaskan bahwa zakat mal memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan sesama, terutama menjelang Ramadan. Lebih dari itu, membantu kaum dhuafa menjadi sebab datangnya pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Carilah keridhaan-Ku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah di antara kalian. Sesungguhnya kalian diberi rezeki dan ditolong karena mereka.” Hadis ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial berbanding lurus dengan keberkahan rezeki seorang muslim. Allah SWT juga menegaskan dalam QS Saba’ ayat 39 bahwa setiap harta yang dikeluarkan akan diganti dengan rezeki yang lebih baik: “Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya...” Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Syaban menjadi momen tepat untuk menyalurkan zakat mal. Selain membersihkan harta, amalan ini membantu saudara-saudara yang membutuhkan untuk mempersiapkan kebutuhan menjelang puasa Ramadan. Melalui zakat yang disalurkan lebih awal, umat Muslim dapat saling menguatkan dan meraih keberkahan bersama. Mari Tunaikan zakat, infak dan sedekah Anda melalui Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat #MariMemberi#ZakatInfakSedekah#BAZNASKotaSemarang#BahagianyaMustahiq#TentramnyaMuzaki #AmanahProfesionalTransparan
ARTIKEL23/01/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bersedekah di BAZNAS Semudah Scroll Tiktok
Bersedekah di BAZNAS Semudah Scroll Tiktok
Kemudahan yang ditawarkan dunia digital telah mengubah pola hidup masyarakat, membuat masyatakat lebih cenderung memilih proses yang praktis dan cepat dibandingkan aktivitas yang rumit. Di mana jari-jari kita lincah berselancar di media sosial seperti Tiktok, Instagram, atau platform lainnya, muncul sebuah pertanyaan, apakah ibadah fundamental seperti zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) mengikuti irama kemudahan ini? Jawabannya: Tentu saja bisa! Era digital telah mentransformasi cara kita menunaikan kewajiban agama, menjadikannya semudah, secepat, dan senyaman aktivitas harian kita dengan gawai. Sekarang, bersedekah lewat BAZNAS beneran sudah masuk level next-gen. Kalau dulu sedekah identik dengan datang ke kantor amil atau ngisi formulir panjang, sekarang kamu cuma butuh HP dan sinyal. Dalam hitungan detik, kamu bisa ikut bantu saudara yang lagi membutuhkan tanpa ribet, tanpa drama. BAZNAS sudah full adaptasi dengan dunia digital: ada website, aplikasi, sampai channel pembayaran yang nyambung ke e-wallet dan mobile banking. Semuanya dirancang biar kamu bisa menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan cepat dan aman, kayak lagi checkout belanja online. Bedanya, ini bukan buat nambah barang, tapi nambah keberkahan. Transparansinya juga bukan main. Kamu bisa lihat laporan penyaluran, progres program, dan dokumentasi di lapangan. Jadi kamu tahu dengan jelas, donasi kamu larinya ke mana dan manfaatnya seperti apa. Berbuat baik jadi bukan cuma niat, tapi juga kelihatan dampaknya. Yang bikin makin relevan untuk Gen Z, sedekah sekarang bisa dilakukan kapan pun: nunggu kelas masuk, di perjalanan pulang, istirahat kerja part-time, bahkan sambil rebahan. Tekan beberapa tombol, dan kamu sudah ikut meringankan beban orang lain. Sebuah “good deed” yang bisa kamu lakukan bahkan di momen paling random. Digitalisasi ini juga bikin bantuan lebih cepat sampai ke target. Begitu donasi terkumpul, tim BAZNAS bisa gerak cepat untuk program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga respon bencana. Semakin cepat kamu berdonasi, semakin cepat pula bantuan hadir di waktu yang tepat.
ARTIKEL06/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim
Haloo sobat BAZNAS, Pernah nggak sih, saat mendengar kata zakat dan pajak, yang terbayang adalah dua hal yang sama-sama mengambil sebagian uang dari harta kita? Memang, keduanya terlihat mirip karena sama-sama berupa kewajiban mengeluarkan harta. Tapi sebenarnya, zakat dan pajak itu seperti sepatu kanan dan kiri, sama-sama alas kaki, namun punya fungsi yang berbeda. Mari kita mulai dari sisi spiritualitas, zakat merupakan rukun Islam yang keempat, perintah langsung dari Allah SWT yang bersifat mutlak. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (Q.S. At-Taubah [9]: 103). Zakat adalah bentuk penyucian jiwa dan harta. Berbeda dengan pajak yang berasal dari konsep manusia. Pajak diatur oleh undang-undang, dibuat oleh manusia untuk kepentingan mengelola negara. Landasannya bukan ibadah, melainkan kewajiban sosial sebagai warga negara. Kalau kita lihat tujuannya, perbedaannya semakin jelas. Zakat punya misi khusus untuk memberdayakan 8 golongan masyarakat yang sudah ditetapkan dalam Islam, seperti fakir, miskin, dan ibnu sabil seperti yang tercantum dalam Q.S. At-Taubah ayat 60. Zakat fokus pada pemerataan kekayaan dan pembersihan hati. Sementara pajak punya cakupan yang lebih luas, dana pajak mengalir ke kas negara dan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Nah, pertanyaan yang sering muncul, apakah zakat dapat menggantikan pajak? Sayangnya tidak. Mereka tidak bisa menggantikan satu sama lain, namun berjalan bersama. Di Indonesia mereka bisa bekerja sama. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010, zakat yang kita bayar melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bisa dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Ini menunjukkan bahwa negara menghargai kewajiban agama warganya. Pada akhirnya, zakat dan pajak adalah dua kewajiban yang saling melengkapi. Zakat adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan dan sesama, sementara pajak adalah bentuk tanggung jawab kita kepada negara. Sebagai muslim yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab, kita perlu menunaikan keduanya dengan ikhlas. Bayar zakat untuk membersihkan harta dan jiwa, bayar pajak untuk membangun negeri. Dengan memahami keduanya, kita bisa berkontribusi untuk agama dan negara.
ARTIKEL12/11/2025 | humas BAZNAS Kota Semarang
Manfaat Zakat bagi Diri dan Kehidupan Sosial
Manfaat Zakat bagi Diri dan Kehidupan Sosial
Kita sering mendengar bahwa zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam, tapi sebenarnya maknanya jauh lebih dalam dari sekadar memberi sebagian harta. Kata “zakat” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti bersih atau menyucikan. Jadi, ketika seseorang menunaikan zakat, bukan cuma hartanya yang dibersihkan, tapi juga hatinya dari sifat kikir, tamak, dan rasa memiliki yang berlebihan. Secara pribadi, zakat punya manfaat besar untuk jiwa. Saat kita memberi, kita belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Ada rasa tenang karena tahu bahwa sebagian rezeki yang kita miliki bisa membantu orang lain. Banyak orang yang merasa bahagia setelah berzakat, karena dalam memberi ada kepuasan batin dan rasa syukur yang tumbuh. Bahkan, zakat juga bisa menumbuhkan keikhlasan dan kepekaan sosial hal-hal yang bikin hidup jadi lebih bermakna. Tapi manfaat zakat nggak berhenti di situ. Dalam konteks sosial, zakat berperan besar dalam menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi. Bayangkan kalau semua umat Islam yang mampu menunaikan zakat dengan benar, maka dana yang terkumpul bisa membantu jutaan orang miskin untuk keluar dari kesulitan. Zakat bisa digunakan untuk pendidikan, modal usaha, kesehatan, hingga pembangunan masyarakat. Artinya, zakat bukan hanya amal ibadah, tapi juga alat pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, zakat juga mempererat hubungan antar sesama. Orang yang menerima zakat merasa diperhatikan dan dihargai, sementara yang memberi belajar tentang empati dan tanggung jawab sosial. Dari sinilah tumbuh rasa kebersamaan yang jadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis. Jadi, zakat bukan sekadar ritual tahunan, tapi bentuk nyata solidaritas dan kasih sayang dalam Islam. Zakat mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan, dan sebagian di antaranya ada hak orang lain. Dengan menunaikan zakat, kita bukan cuma membantu sesama, tapi juga menyehatkan hati dan memperkuat jalinan sosial di sekitar kita karena sejatinya, zakat adalah jembatan antara kaya dan miskin, antara dunia dan akhirat.
ARTIKEL04/11/2025 | humas
Makna Hari Santri dan Semangat Perjuangan Indonesia
Makna Hari Santri dan Semangat Perjuangan Indonesia
Makna Hari Santri dan Semangat Perjuangan Indonesia Setiap tanggal 22 Oktober, kita memperingati Hari Santri Nasional, peristiwa bersejarah untuk mengenang peran besar para santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tanggal ini dipilih bukan tanpa alasan. Pada 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, mengeluarkan Resolusi Jihad yang menyerukan kewajiban bagi umat Islam untuk membela tanah air dari penjajahan. Seruan itu jadi pemicu semangat rakyat terutama para santri, untuk melawan pasukan Sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Karena bara semangat jihad tersebut, ribuan santri dan rakyat dari berbagai daerah turun ke medan perang, terutama di Surabaya. Dari situlah meletus Pertempuran 10 November 1945, yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan. Jadi sebenarnya, Hari Santri dan Hari Pahlawan punya hubungan erat keduanya lahir dari semangat yang sama: cinta tanah air dan keberanian mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, semangat itu tetap relevan. Santri zaman sekarang mungkin nggak berperang melawan penjajah, tapi tantangannya beda yakni kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Maka, “jihad” para santri masa kini bisa berupa jihad ilmu dan jihad sosial untuk berkontribusi lewat pendidikan, ekonomi, dan kontribusi nyata. Hari Santri jadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai, melainkan caranya saja yang berubah. Jadi, setiap 22 Oktober, mari kita ingat bahwa kemerdekaan Indonesia juga lahir dari pesantren dan semangat para santri. Mereka bukan cuma pendoa di balik sajadah, tapi juga pejuang sejati yang rela berkorban demi berkibarnya merah putih. Kini giliran kita melanjutkan perjuangan itu dengan ilmu, karya, dan ketulusan.
ARTIKEL23/10/2025 | humas
Kenapa Zakat Termasuk Rukun Islam? ini 5 Alasannya
Kenapa Zakat Termasuk Rukun Islam? ini 5 Alasannya
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Muslim. Meskipun banyak yang sudah mengetahui tentang zakat, tidak sedikit yang masih mempertanyakan mengapa zakat itu wajib. Berikut adalah lima alasan yang harus kamu ketahui mengenai kewajiban zakat. 1. Kewajiban Agama Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat..." (QS. Al-Baqarah: 43). Kewajiban ini menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk pengabdian kepada Allah. 2. Membersihkan Harta Zakat berfungsi untuk membersihkan harta yang kita miliki. Dengan mengeluarkan zakat, kita membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta. Zakat juga menjadi sarana untuk mengingatkan kita bahwa harta yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita berkewajiban untuk membagikannya kepada yang membutuhkan. 3. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Zakat memiliki dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan menyalurkan zakat kepada yang berhak, kita membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Zakat dapat digunakan untuk memberikan bantuan kepada fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan sesuai dengan golongan orang-orang yang berhak menerima zakat, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. 4. Mendorong Rasa Empati dan Solidaritas Dengan membayar zakat, kita diajarkan untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain. Zakat mendorong kita untuk merasakan kesulitan yang dialami oleh sesama, sehingga timbul rasa empati dan solidaritas. Hal ini penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat, di mana setiap individu saling peduli dan membantu satu sama lain. 5. Mendapatkan Pahala dari Allah Salah satu motivasi utama dalam membayar zakat adalah untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat yang dikeluarkan dengan niat yang ikhlas akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda. Dengan berzakat, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga berinvestasi untuk kehidupan akhirat kita. Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Dengan memahami alasan-alasan di atas, diharapkan kita semakin sadar akan kewajiban untuk menunaikan zakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik. Titipkan Zakat Sahabat BAZNAS melalui BAZNAS Kota Bandung dengan cara transfer ke BJB Syariah : 546.010.200.7270 Mandiri : 130.003.000.2722 a/n BAZNAS Kota Bandung Atau Melalui kotabandung.baznas.go.id
ARTIKEL17/04/2025 | humas
Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, dan Tata Cara Pembayaran
Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, dan Tata Cara Pembayaran
Zakat fitrah adalah salah satu jenis zakat yang diwajibkan bagi setiap umat Islam yang mampu, yang dibayar menjelang hari raya Idul Fitri. Zakat fitrah memiliki tujuan untuk membersihkan hati dan harta, serta untuk membantu mereka yang membutuhkan, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan suka cita tanpa kekurangan. Selain itu, zakat fitrah juga memiliki manfaat spiritual, sosial, dan ekonomi yang sangat penting dalam masyarakat Islam. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu Muslim pada bulan Ramadan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Zakat ini bersifat wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kelapangan rezeki, baik anak-anak, orang dewasa, pria maupun wanita, dan tidak terikat dengan harta yang dimiliki. Adapun tujuan utama dari zakat fitrah adalah untuk mensucikan jiwa dan harta, serta untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya pada saat merayakan Idul Fitri. Zakat fitrah ini biasanya berupa bahan makanan pokok seperti beras, gandum, kurma, atau bahan makanan lain yang sesuai dengan kebutuhan lokal masyarakat. Di dalam Al-Qur'an, tidak ada ayat yang secara eksplisit menyebutkan tentang kewajiban zakat fitrah. Namun, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berzakat secara umum. Perintah zakat dalam Al-Qur'an antara lain terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 177: "Bukanlah kesalehan itu berpaling ke arah timur dan barat, tetapi sesungguhnya kesalehan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab-Nya, dan nabi-nabi-Nya, serta memberi harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya... (QS. Al-Baqarah: 177). Walaupun ayat tersebut berbicara tentang zakat secara umum, namun ini menunjukkan pentingnya memberi kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kesalehan dan bagian dari ibadah umat Islam. Hadis Nabi Muhammad SAW yang secara langsung mengatur zakat fitrah adalah sebagai berikut: "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan, sebanyak satu sha’ (takaran) dari kurma atau gandum bagi setiap orang, baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, dari setiap Muslim. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib diberikan dalam jumlah tertentu yang dapat mencukupi kebutuhan dasar penerima zakat pada hari raya Idul Fitri. Selain itu, terdapat juga hadis yang menjelaskan tentang kewajiban zakat fitrah sebagai bentuk penyucian jiwa bagi orang yang berpuasa. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: "zakat fitrah itu adalah penyucian bagi orang yang berpuasa dari kata-kata kotor dan perbuatan keji, serta untuk memberi makan orang miskin" (HR. Abu Dawud). Para ulama sepakat bahwa zakat fitrah adalah wajib dikeluarkan setiap tahun oleh setiap Muslim yang mampu, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun orang dewasa, sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini dijadikan dasar hukum oleh para ulama dalam menetapkan zakat fitrah sebagai kewajiban agama. Adapun syarat-syarat untuk wajibnya zakat fitrah antara lain: Muslim: Zakat fitrah hanya wajib bagi seorang Muslim. Orang non-Muslim tidak diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Mampu (Istitha’ah): Zakat fitrah hanya diwajibkan bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki. Mereka yang tidak memiliki kemampuan (miskin atau fakir) tidak diwajibkan mengeluarkannya. Kehidupan Keluarga: Zakat fitrah tidak hanya dikenakan pada individu, tetapi juga pada anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak-anak. Tata Cara Pembayaran Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah kewajiban muslim yang harus dilakukan menjelang idul fitri. hal ini yang menjadi karakteristik zakat fitrah itu sendiri. Adapun tata cara pembayaran zakat fitrah adalah sebagai berikut. Waktu Pembayaran Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal bulan Ramadan, namun sebaiknya zakat fitrah dibayarkan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Pembayaran zakat fitrah ini dilakukan paling lambat pada hari terakhir bulan Ramadan, sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Bentuk Zakat Fitrah Zakat fitrah umumnya dibayarkan dengan bahan makanan pokok, seperti beras, gandum, kurma, atau bahan lainnya yang memiliki nilai setara dengan takaran satu sha' (sekitar 2,5 hingga 3 kg). Nilai zakat fitrah dapat disesuaikan dengan harga bahan makanan pokok di daerah setempat, atau bisa juga dibayar dengan uang yang setara dengan harga makanan tersebut. Zakat fitrah memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari perbuatan buruk dan dosa-dosa kecil yang mungkin terjadi selama berpuasa. Selain itu, zakat fitrah juga membersihkan harta dari unsur-unsur yang tidak sesuai dengan syariat. Zakat fitrah juga mengajarkan umat Islam untuk peduli terhadap orang-orang yang kurang mampu. Dengan membayar zakat fitrah, umat Islam turut membantu mereka yang membutuhkan, sehingga mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih baik. Melalui zakat fitrah, seseorang diuji dalam hal keikhlasan dan ketaqwaan. Keikhlasan dalam memberikan zakat merupakan cerminan dari ketulusan hati dalam beribadah kepada Allah SWT, dan ini meningkatkan kualitas keimanan seorang Muslim. Kami mengajak Anda untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS Kota Semarang, lembaga amil zakat yang terpercaya dan telah memiliki pengalaman dalam menyalurkan zakat kepada yang berhak, baik kepada fakir miskin, anak yatim, maupun dhuafa lainnya yang ada di sekitar kita. Dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Semarang, Anda turut berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan di bulan yang penuh ampunan ini. Selain itu, dengan menyalurkan zakat fitrah melalui BAZNAS, Anda juga memastikan bahwa zakat Anda sampai tepat kepada yang berhak, sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Tunaikan Zakat Anda Sekarang ke: BAZNAS Kota SemarangJl. Abdul Rahman Saleh No.02, Kalipancur, Ngaliyan, Semarang.Telp: (024) 7643 1420 REKENING UNTUK ZAKATCIMB Niaga Syariah 86-0003-187-500 BNI Syariah 999223340Bank Syariah Mandiri 05000-800-84BTN Syariah 714-1-00-989-6BCA Syariah 030-9000-008Bank Jateng Syariah 602-1000-316Muamalat 501-0115-191 REKENING UNTUK INFAQ DAN SEDEKAHBRI 0325-01-000999-30-2Bank Jateng 1-021-000767BNI 201-457-5855Mandiri 135-0000-5000-80Konfirmasi Donasi ke Whatsapp wa.me/+6282170221818 (Bidang Pengumpulan Baznas Kota Semarang)
ARTIKEL25/03/2025 | humas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →