Artikel Terbaru
Bacaan Doa Awal Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Menyambut Bulan Suci 2026
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut salah satu momen ibadah paling istimewa dalam setahun. Ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan haus dan lapar, tetapi juga kesempatan memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta membersihkan hati dari segala dosa. Karena itu, berbagai persiapan dilakukan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan menjelang datangnya bulan suci adalah membaca doa awal Ramadhan, terutama ketika pemerintah atau otoritas terkait menetapkan awal 1 Ramadhan melalui pengumuman resmi. Membaca doa ini menjadi simbol kesiapan seorang Muslim dalam memasuki bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Doa awal Ramadhan memiliki makna mendalam karena menjadi pengingat agar setiap Muslim menyambut bulan ini dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Doa tersebut mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan kesehatan, kekuatan, serta kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan sempurna. Selain itu, doa ini juga menjadi bentuk harapan agar dijauhkan dari segala hal yang dapat mengurangi pahala atau menghalangi ibadah di bulan Ramadhan.
Para ulama menganjurkan doa ini dibaca tepat saat hilal Ramadhan telah ditetapkan atau ketika memasuki pergantian bulan Syaban ke Ramadhan. Hal ini bertujuan agar seorang hamba benar-benar mempersiapkan diri secara spiritual untuk memasuki bulan suci dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Berikut bacaan doa awal Ramadhan lengkap dengan teks Arab, Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia:
All?humma sallimn? li Ramadh?na, wa sallim Ramadh?na l?, wa sallimhu minn?.
Artinya:
"Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan halangan lainnya) demi ibadah di bulan Ramadhan. Selamatkanlah penampakan hilal Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari maksiat di bulan Ramadhan."
Doa ini menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan karena mengandung harapan besar akan diberikannya keberkahan, kelancaran ibadah, serta perlindungan dari berbagai cobaan selama menjalani puasa. Dengan membaca doa ini, seorang Muslim berharap dapat memasuki Ramadhan dengan penuh ketenangan, kesehatan, dan kesiapan untuk memperbanyak amal saleh.
Menjelang bulan Ramadhan, mempersiapkan diri secara spiritual sangatlah penting. Membaca doa awal Ramadhan dapat menjadi langkah awal untuk membuka pintu keberkahan serta menumbuhkan semangat ibadah di sepanjang bulan suci.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan meraih keberkahan dari Allah SWT. Selamat menyambut Ramadhan.
ARTIKEL18/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Persiapan Ramadhan yang Kian Mendekat
Ramadhan adalah bulan yang dinanti, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ketika waktunya semakin dekat, hati seakan diajak untuk berhenti sejenak dan menata kembali niat serta kebiasaan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang kesiapan jiwa untuk mendekat kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk persiapan terbaik adalah membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Interaksi dengan Kalamullah sebelum Ramadhan akan menumbuhkan kedekatan batin, sehingga saat bulan suci tiba, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an terasa lebih ringan dan penuh makna. Tidak perlu menunggu sempurna cukup mulai dengan istiqamah, walau sedikit.
Selain itu, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi amalan yang menenangkan hati. Shalawat adalah bentuk cinta kepada Rasulullah sekaligus wasilah untuk meraih syafaat. Di tengah kesibukan harian, melafalkan shalawat menjadi pengingat untuk menjaga akhlak dan meneladani keteladanan beliau, terlebih menjelang Ramadhan.
Persiapan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan membiasakan shalat sunnah, seperti shalat rawatib, shalat dhuha, dan qiyamul lail. Amalan-amalan ini melatih kedisiplinan ibadah serta melembutkan hati, agar kelak kita mampu menjalani Ramadhan dengan semangat dan kekhusyukan yang lebih baik.
Ramadhan yang baik tidak hadir secara tiba-tiba, tetapi disambut dengan persiapan yang sungguh-sungguh. Dengan membangun kebiasaan dan amalan yang baik sejak sekarang, kita berharap dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang siap, jiwa yang tenang, dan iman yang semakin kuat.
ARTIKEL17/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat, Umat Islam Diimbau Rutinkan Amalan Sunnah Ini
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat menjadi salah satu amalan sunnah yang terus dianjurkan banyak ulama. Tradisi ini tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia, tetapi juga telah menjadi kebiasaan umat Muslim di berbagai negara. Keutamaan membaca Surah Al-Kahfi bahkan disebutkan dalam sejumlah hadis yang dinilai sahih sehingga dianggap sebagai amalan utama setiap pekan.
Surah Al-Kahfi terdiri dari 110 ayat dan berada pada urutan ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini mengisahkan beberapa cerita penuh hikmah, seperti kisah Ashabul Kahfi, Nabi Musa dengan Khidir, hingga kisah Dzulqarnain.
Pesan moral yang terkandung di dalamnya diyakini dapat memperkuat keteguhan iman serta meneguhkan seseorang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam salah satu riwayat hadis, disebutkan bahwa orang yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya yang memancar di antara dua Jumat. Para ulama menafsirkan “cahaya” tersebut sebagai petunjuk dan perlindungan dari Allah SWT yang terus menyertai hamba-Nya selama sepekan ke depan.
Selain itu, pembacaan Surah Al-Kahfi juga diyakini mampu menjadi pelindung dari fitnah dan godaan besar, termasuk fitnah Dajjal. Beberapa hadis menyebutkan bahwa siapa pun yang menghafal atau membaca 10 ayat awal maupun 10 ayat terakhir surah ini akan dijaga dari fitnah tersebut. Karena itulah, banyak ustaz dan pendakwah mengajak umat Islam untuk senantiasa membiasakan diri membaca Surah Al-Kahfi secara rutin.
Di berbagai masjid dan majelis taklim, bacaan Surah Al-Kahfi sering dijadikan rangkaian kegiatan ibadah pada malam Jumat atau pagi hari Jumat.
Masyarakat juga semakin mudah mengakses panduan dan pelajaran tafsir surah ini melalui platform digital, baik aplikasi Al-Qur’an, siaran televisi religi, maupun kanal dakwah di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap amalan sunnah tersebut terus meningkat.
Para ahli agama menegaskan bahwa membaca Surah Al-Kahfi bukanlah ibadah yang memberatkan. Waktu membacanya pun cukup fleksibel, bisa dilakukan mulai Kamis malam hingga matahari terbenam pada hari Jumat. Yang terpenting, amalan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan dan harapan mendapatkan rahmat Allah SWT.
Dengan berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya, Surah Al-Kahfi menjadi salah satu bacaan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap Jumat.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan momen akhir pekan ini sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca surah yang sarat makna tersebut.
ARTIKEL13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Begini Tata Cara Pembayaran Fidyah dengan Uang
Ramadhan menjadi salah satu bulan yang banyak dinanti umat Islam. Pada bulan penuh keberkahan ini seluruh umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama 30 hari lamanya. Namun ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan seperti halnya orang hamil.
Akan tetapi, ketika golongan orang hamil meninggalkan puasa di tahun sebelumnya diwajibkan untuk membayar fidyah serta mengqodo sesuai waktu puasa yang ditinggalkan. Untuk melakukan pembayaran fidyah dapat berupa uang maupun makanan yang nanti dibagikan kepada fakir miskin.
Lantas bagaimana cara melakukan pembayaran fidyah menggunakan uang? Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, simak selengkapnya pada Artikel ini.
Fidyah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim ketika tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.
Kewajiban ini dibayarkan dalam bentuk denda yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, sebagai pengganti atas hari-hari puasa yang ditinggalkan.
Di Semarang, aturan mengenai fidyah telah ditetapkan oleh Baznas Kota Semarang, termasuk besaran nilai pembayaran jika dilakukan menggunakan uang.
Tahun ini, Baznas Kota Semarang menetapkan tarif fidyah sebesar Rp30.000 per hari per jiwa. Selain berupa uang, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok sesuai ketentuan syariah.
Untuk masyarakat yang hendak menunaikan fidyah, berikut tata cara pembayaran yang disampaikan oleh Baznas Kota Semarang:
1. Menghitung Jumlah Hari Puasa yang Ditinggalkan
Langkah pertama adalah menentukan berapa hari puasa Ramadhan yang tidak ditunaikan. Jumlah hari tersebut menjadi dasar perhitungan besaran fidyah yang harus dibayar. Misalnya, jika seseorang meninggalkan puasa selama lima hari, maka fidyah yang dibayarkan adalah lima kali tarif harian.
2. Meneguhkan Niat Membayar Fidyah
Setelah menghitung hari, seseorang dianjurkan untuk berniat secara tulus karena Allah SWT. Niat ini penting sebagai bentuk kesungguhan dalam mengganti kewajiban yang ditinggalkan, tanpa motif lain seperti ingin dipuji atau sekadar memenuhi tuntutan.
3. Membayarkan Fidyah Melalui Pengelola Zakat
Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan mendatangi pengelola zakat di masjid-masjid atau kantor Baznas terdekat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan digital melalui kantor digital Baznas Kota Semarang dengan mengakses laman resmi mereka di bagian pembayaran fidyah.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah dengan memilih jenis dana Fidyah, Anda dapat melakukan pembayaran melalui laman resmi Baznas Kota Semarang.
4. Menyampaikan Jumlah Hari dan Besaran Fidyah
Sebelum transaksi dilakukan, warga dianjurkan berkonsultasi dengan petugas untuk memastikan jumlah fidyah yang benar. Penyampaian jumlah hari dan besaran pembayaran akan membantu proses administrasi dan pendistribusian yang tepat sasaran.
5. Membaca Doa dan Menerima Bukti Pembayaran
Usai membayar fidyah, petugas akan memberikan bukti pembayaran yang ditandatangani. Biasanya, petugas juga akan membacakan doa agar fidyah yang dibayarkan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi yang memberi maupun yang menerima.
Dengan mengikuti prosedur tersebut, umat muslim dapat menunaikan kewajiban fidyah dengan benar dan sesuai syariat. Baznas menegaskan bahwa pembayaran fidyah merupakan bentuk tanggung jawab bagi mereka yang tidak mampu berpuasa, agar tetap mendapatkan ganjaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
ARTIKEL13/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Sedekah Subuh di Hari Jumat, Amalan Pembuka Rezeki dan Pintu Kebaikan
Sedekah subuh semakin menjadi perhatian banyak umat Muslim karena diyakini membawa limpahan keberkahan, terutama jika dilakukan pada hari Jumat. Dalam tradisi Islam, Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari, sehingga setiap amalan baik yang dilakukan di hari ini dipercaya memiliki nilai pahala yang berlipat. Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah sedekah subuh, yaitu sedekah yang dilakukan pada waktu setelah subuh hingga matahari terbit.
Keutamaan sedekah subuh di hari Jumat tidak hanya terkait dengan pahala spiritual, tetapi juga manfaat sosial yang sangat besar. Sedekah subuh dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya membersihkan hati dari sifat kikir. Banyak ulama menyebut bahwa sedekah di awal hari menjadi pembuka pintu rezeki, karena seseorang memulai harinya dengan kebaikan dan doa yang tulus.
Secara spiritual, sedekah subuh di hari Jumat dipercaya dapat mengundang malaikat untuk mendoakan kebaikan bagi orang yang bersedekah. Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa setiap pagi dua malaikat turun, satu mendoakan keberkahan bagi orang yang bersedekah, dan satu lagi mendoakan kebinasaan bagi orang yang enggan memberi. Ketika sedekah ini dilakukan di hari Jumat, momentum tersebut dianggap semakin istimewa karena bersamaan dengan waktu yang penuh doa mustajab.
Dari sisi sosial, sedekah subuh memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Banyak yang memanfaatkannya untuk memberikan makanan, berbagi kebutuhan pokok, atau membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menghadirkan suasana harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, sedekah subuh di hari Jumat juga membawa dampak psikologis positif. Para pelaku sedekah mengaku merasa lebih tenang, bahagia, dan optimis dalam menjalani hari-hari mereka. Tindakan berbagi ini menjadi bentuk terapi spiritual yang menumbuhkan rasa syukur dan empati.
Di era digital seperti sekarang, sedekah subuh semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform online. Banyak lembaga dan komunitas kebaikan memfasilitasi masyarakat untuk menyalurkan sedekah secara cepat dan transparan. Hal ini membuat amalan yang dahulu dilakukan secara konvensional kini dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.
Seperti Baznas Kota Semarang, juga menyediakan laman online yang dapat Anda gunakan untuk tunaikan sedekah subuh di hari Jumat. Hanya dengan klik link berikut ini Anda dapat salurkan sedikit rezeki melalui lembaga terpercaya yang akurat dan transparan.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan berbagai keutamaannya, sedekah subuh di hari Jumat menjadi amalan sederhana namun berdampak besar. Tidak hanya membuka pintu rezeki, tetapi juga menguatkan nilai kemanusiaan dan kepedulian. Momentum ini patut dijadikan kebiasaan mingguan bagi setiap Muslim yang ingin memperbaiki diri dan menebar manfaat.
ARTIKEL12/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Keutamaan Hari Jumat: Hari Istimewa yang Penuh Berkah bagi Umat Muslim
Hari Jumat merupakan salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Tidak hanya dikenal sebagai hari penguatan keimanan melalui pelaksanaan Salat Jumat, tetapi juga memiliki berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai hari penuh berkah. Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Jumat adalah hari terbaik yang terbit matahari di atasnya, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk mengisinya dengan amalan-amalan kebaikan.
Salah satu keutamaan utama hari Jumat adalah momentum untuk memperbanyak doa. Banyak ulama menyebut adanya satu waktu mustajab pada hari Jumat, di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu tepatnya, mayoritas menyebutkan bahwa momen tersebut berada di antara waktu asar hingga magrib. Hal ini membuat banyak umat Islam memanfaatkan Jumat sebagai hari untuk memohon ampunan, rezeki, serta kemudahan kehidupan.
Selain itu, hari Jumat juga menjadi hari lahirnya sejumlah peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Menurut hadis, Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke dalam surga pada hari yang sama, dan diturunkan ke bumi juga pada hari Jumat. Keistimewaan ini semakin menegaskan bahwa Jumat memiliki kedudukan spesial dalam rangkaian ciptaan Allah SWT.
Umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk penghormatan terhadap hari mulia ini. Beberapa amalan tersebut antara lain membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak salawat kepada Rasulullah SAW, serta mandi dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat ke masjid. Selain bernilai ibadah, amalan ini juga mencerminkan bentuk persiapan spiritual seorang Muslim dalam menyambut momen ibadah mingguan.
Tidak hanya itu, pelaksanaan Salat Jumat menjadi penanda penting dalam syiar Islam. Khotbah Jumat yang disampaikan sebelum pelaksanaan salat menjadi media penyampaian nasihat, motivasi, dan pembinaan umat.
Dengan demikian, Jumat tidak hanya menjadi hari ibadah ritual, tetapi juga hari untuk memperkuat wawasan keislaman dan meningkatkan kualitas diri.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, hari Jumat menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta meningkatkan kualitas spiritual.
Kehadiran Jumat setiap pekan seakan menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk kembali kepada kebaikan dan meraih keberkahan hidup.
ARTIKEL12/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Fidyah: Pengertian, Ketentuan, dan Lafal Niat yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Fidyah menjadi salah satu kewajiban yang harus dipenuhi bagi umat Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan dan tidak mampu menggantinya hingga masuk Ramadhan berikutnya. Sebagai bentuk denda sekaligus keringanan dari syariat, fidyah dibayarkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan diberikan kepada fakir miskin. Karena itu, penting bagi masyarakat memahami cara membayar hingga lafal niat fidyah dengan benar.
Secara ketentuan, fidyah dibayarkan sebesar satu mud atau sekitar 700 gram makanan pokok untuk setiap hari puasa yang tidak ditunaikan. Syariat menganjurkan agar satu mud tersebut diberikan kepada satu fakir miskin, bukan dibagi dua kepada orang yang berbeda, agar pelaksanaan fidyah dianggap sah dan sempurna.
Lafal Niat Fidyah Sesuai Kondisi Pembayarnya
Membaca niat menjadi bagian penting ketika seseorang hendak menunaikan fidyah. Niat boleh diucapkan ketika menyerahkan makanan pokok atau uang pengganti kepada fakir miskin maupun melalui perantara lembaga amil. Berikut beberapa lafal niat fidyah sesuai kondisi seseorang:
1. Niat Fidyah untuk Orang Tua dan Penderita Sakit Keras
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah li iftar shaumi Ramadhana fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardu karena Allah.”
2. Niat Fidyah untuk Wanita Hamil atau Menyusui
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an iftar shaumi Ramadhana lil khawfi ‘ala waladiyya fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa Ramadhan demi keselamatan anakku, fardu karena Allah.”
3. Niat Fidyah untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an shaumi Ramadhana fulan bin fulan fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan, fardu karena Allah.”
4. Niat Fidyah karena Terlambat Mengganti Puasa
Arab-Latin:
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an takhiri qadhaa’i shaumi Ramadhana fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena keterlambatan mengganti puasa Ramadhan, fardu karena Allah.”
Meski demikian, ulama menjelaskan bahwa membaca lafal niat secara lisan hukumnya sunnah. Yang diwajibkan adalah niat dalam hati.
Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional, BAZNAS menjadi salah satu tempat paling aman dan terpercaya untuk menunaikan Zakat, Infak, Sedekah, hingga fidyah. BAZNAS Kota Semarang merupakan lembaga resmi yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana umat secara transparan dan akuntabel.
Masyarakat dapat menyalurkan fidyah maupun sedekah secara online melalui laman resmi Sedekah BAZNAS untuk memudahkan ibadah sekaligus membantu sesama.
ARTIKEL11/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjelang Ramadan, Umat Islam Diimbau Perbanyak Infak dan Sedekah: Ini Keutamaannya
Menjelang bulan suci Ramadan, seruan untuk memperbanyak infak dan sedekah kembali menggema di tengah masyarakat. Dua amalan mulia ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi sesama, terutama di masa persiapan menyambut bulan penuh berkah tersebut.
Infak dan sedekah menjadi amalan yang dianjurkan bagi setiap Muslim karena keduanya mengandung nilai kepedulian, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Menurut para ulama, menjelang Ramadan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan, sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual.
Keutamaan pertama dari memperbanyak infak dan sedekah adalah mendapatkan pahala berlipat ganda. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa Allah melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang memberi dengan hati tulus. Semakin dekat dengan Ramadan, peluang untuk mendapatkan pahala tersebut semakin terbuka lebar karena atmosfer ibadah mulai meningkat di tengah umat Muslim.
Selain itu, infak dan sedekah menjelang Ramadan juga dapat mensucikan harta dan jiwa. Dalam ajaran Islam, harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru membawa keberkahan bagi pemiliknya. Sedekah yang diberikan sebelum Ramadan juga membantu membersihkan hati dari sifat kikir dan mampu menumbuhkan empati kepada sesama.
Keutamaan lainnya adalah membantu masyarakat kurang mampu dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan. Banyak keluarga yang membutuhkan dukungan, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, hingga persiapan ibadah. Dengan memperbanyak infak dan sedekah, umat Muslim dapat memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan layak dan penuh suka cita.
Di sisi lain, amalan ini juga memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Semakin banyak orang yang berbagi, semakin kuat pula rasa persatuan dan kepedulian antarwarga. Hal ini sangat relevan mengingat Ramadan merupakan bulan yang identik dengan kebersamaan dan gotong royong.
Para tokoh agama juga mengingatkan bahwa sedekah tidak hanya berupa uang atau barang, tetapi juga bisa berupa tenaga dan perhatian. Setiap bentuk kebaikan yang ditujukan untuk membantu orang lain tercatat sebagai amal sedekah.
Menjelang datangnya bulan suci, masyarakat diharapkan semakin menghidupkan semangat berbagi. Infak dan sedekah bukan sekadar rutinitas, tetapi cerminan keimanan dan kepedulian terhadap sesama.
Anda dapat juga menyalurkan infaq maupun sedekah melalui link laman Kantor Digital Baznas Kota Semarang.
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
Dengan memperbanyak amalan mulia ini, umat Islam dapat memasuki Ramadan dengan hati yang lebih bersih, penuh keberkahan, dan membawa manfaat bagi banyak orang.
ARTIKEL11/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Awal Puasa Ramadan 2026: Ini Prakiraan 1 Ramadan dari Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN
Penetapan awal puasa Ramadan 2026 atau 1 Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi perhatian besar umat Islam di Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa lembaga resmi maupun organisasi keagamaan telah menyampaikan prakiraan masing-masing. Perbedaan metode penentuan—antara hisab dan rukyat—membuat masyarakat menantikan kepastian kapan puasa dimulai. Berikut rangkuman prakiraan awal Ramadan dari Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prakiraan 1 Ramadan Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Berdasarkan informasi resmi Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.
Sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab). Setelah itu, pemerintah akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah yang melakukan observasi. Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan kepada masyarakat pada malam harinya.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada informasi yang dipublikasikan NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor penting dalam menentukan awal puasa.
NU akan menggelar rukyatul hilal di berbagai lokasi rukyat yang telah ditetapkan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan akan jatuh pada keesokan harinya. Keputusan final akan diumumkan setelah seluruh laporan rukyat dikumpulkan dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.
Prakiraan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan demikian, warga Muhammadiyah dijadwalkan memulai ibadah puasa pada tanggal tersebut. Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Prakiraan 1 Ramadan Versi BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadan tahun 2026. Para peneliti memprediksi bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026. Namun demikian, hasil rukyat pada 18 Februari 2026 akan menjadi faktor penentu, terutama bagi pihak yang mendahulukan pengamatan hilal dalam penetapan awal bulan.
Perbedaan prakiraan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Perbedaan metode dan kriteria menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender hijriah yang sudah berlangsung lama.
Masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari lembaga masing-masing dan saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.
ARTIKEL10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menjelang Ramadhan 2026: Ini Tiga Doa yang Dianjurkan Rasulullah saat Menyambut Bulan Suci
Bulan Ramadhan 2026 semakin dekat. Umat muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan penuh ampunan dan keberkahan ini. Di Indonesia, Ramadhan menjadi momen istimewa yang selalu dinanti karena menghadirkan suasana religius, kebersamaan, serta berbagai tradisi ibadah yang menenangkan jiwa.
Berdasarkan informasi sementara, awal Ramadhan 2026 diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026 menurut Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan satu hari lebih awal, yakni 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Meski demikian, kepastian secara nasional tetap menunggu hasil sidang isbat yang rencananya digelar Kementerian Agama pada 17 Februari 2026.
Menjelang masuknya bulan suci ini, umat muslim dianjurkan memperbanyak doa. Beberapa doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW dapat dibaca untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut tiga doa yang diriwayatkan sejumlah ulama dan dianjurkan untuk dibaca saat menyongsong Ramadhan.
1. Doa Keselamatan Menyambut Ramadhan (Riwayat Imam At-Thabarani & Imam Ad-Dailami)
Allahumma sallimni li Ramadhana, wa sallim Ramadhana li, wa sallimhu minni.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku demi ibadah Bulan Ramadhan, selamatkanlah penampakan hilal Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari maksiat di Bulan Ramadhan.”
2. Doa Melihat Hilal (Riwayat Abu Dawud)
Hilalu rusydin wa khairin (2 kali), amantu bil ladzi khalaqaka (3 kali).
Artinya: “(Ini adalah) bulan petunjuk dan kebaikan. Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan itu dan mendatangkan bulan ini.”
3. Doa Rasulullah SAW Setelah Melihat Hilal (Riwayat Imam Ahmad)
All?hu akbaru, la haula wa l? quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azh?mi. Allahumma inni as’aluka khaira hadzas syahri, wa a‘udzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya: “Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Aku memohon kebaikan bulan ini dan berlindung dari keburukan takdir serta keburukan hari kebangkitan.”
Ketiga doa ini dapat diamalkan sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna. Seperti dikutip dari NU Online, mengawali Ramadhan dengan doa diyakini membawa ketenangan hati dan kekuatan untuk menjalani ibadah dengan optimal.
Semoga Ramadhan 2026 menjadi bulan penuh keberkahan, keimanan, dan ketakwaan bagi seluruh umat muslim.
ARTIKEL10/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Batas Waktu Membayar Fidyah: Penjelasan Lengkap Menurut Ulama dan Cara Pembayarannya
Fidyah menjadi salah satu istilah yang sering didengar oleh umat Muslim, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh kapan sebenarnya fidyah harus dibayarkan. Apakah fidyah memiliki batas waktu tertentu, atau boleh ditunda? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan pandangan ulama dan literatur fikih.
Perbedaan Pendapat Ulama Mengenai Waktu Pembayaran Fidyah
Dalam buku Kupas Tuntas Fidyah karya Luky Nugroho Lc, dijelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai kapan fidyah boleh dibayarkan. Perbedaan ini muncul karena kondisi setiap individu yang tidak mampu berpuasa juga berbeda-beda.
1. Membayar Fidyah Sebelum Ramadan
Mazhab Hanafi membolehkan fidyah dibayarkan sebelum bulan Ramadan. Ketentuan ini berlaku bagi orang yang sudah yakin tidak mampu berpuasa, seperti lansia atau penderita penyakit kronis yang tidak memiliki harapan untuk sembuh.
Contohnya, seorang lansia yang setiap tahun tidak mampu berpuasa diperbolehkan membayarkan fidyah jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Mazhab Hanafi juga memperbolehkan hal ini bagi ibu hamil, orang sakit, dan kondisi serupa.
2. Membayar Fidyah Setelah Ramadan atau Saat Ramadan
Berbeda dengan mazhab Hanafi, mazhab Syafi’i menyatakan bahwa fidyah sebaiknya dibayarkan ketika Ramadan tiba atau setelah seseorang meninggalkan kewajiban puasanya.
Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa fidyah tidak boleh dimajukan lebih dari satu hari sebelum waktu puasa yang ditinggalkan. Namun, fidyah boleh dibayarkan pada malam harinya atau saat hari tersebut dimulai.
Dalam Mughni Al-Muhtaj, Imam Al-Khatib Asy-Syirbini menjelaskan bahwa ibu hamil dan menyusui tidak boleh memajukan fidyah dua hari atau lebih. Namun, memajukan fidyah untuk satu hari masih diperbolehkan.
3. Pendapat Lain: Fleksibel, Bisa Dikumpulkan
Menurut Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, fidyah boleh dibayarkan pada hari ketika seseorang tidak berpuasa, atau boleh dikumpulkan dan dibayarkan setelah Ramadan. Dalil ini diperkuat dengan riwayat Sahabat Nabi, Anas bin Malik, yang membayar fidyah sebelum Ramadan ketika usianya sudah lanjut.
Bahkan, tidak ada batas waktu akhir pembayaran fidyah. Ayat yang mensyariatkan fidyah dalam Al-Baqarah ayat 184 tidak menyebutkan batas waktu tertentu, sehingga fidyah boleh dibayarkan kapan pun sesuai kemampuan, meski tetap dianjurkan untuk tidak menunda tanpa alasan syar’i.
Cara Membayar Fidyah
Umat Muslim dapat memilih tiga cara berikut sesuai syariat:
- Memberi makan dengan memasak hidangan, lalu mengundang orang miskin sebanyak hari puasa yang ditinggalkan.
- Memberikan makanan pokok disertai lauk sebagai pelengkap.
- Menyalurkan melalui lembaga terpercaya, seperti Baznas Kota Semarang melalui layanan digital.
Untuk memudahkan pembayaran, Anda dapat mengakses tautan berikut:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah. Pilih menu Fidyah dan ikuti langkah-langkahnya.
Demikian informasi yang dapat Anda simak.
ARTIKEL09/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menghadirkan Kembali Senyum di Sumatera
Bencana yang melanda sebagian wilayah Sumatera meninggalkan duka mendalam. Lumpur yang mengering, rumah-rumah yang terendam, serta aktivitas warga yang terhenti menjadi saksi betapa berat ujian yang harus dihadapi saudara-saudara kita. Namun, di tengah keterbatasan dan kesulitan itu, harapan tidak pernah benar-benar padam.
Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, BAZNAS Kota Semarang menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat untuk membantu para penyintas bencana di Sumatera. Dana yang terkumpul tersebut disalurkan melalui BAZNAS dan mitra kemanusiaan yang berwenang di tingkat nasional maupun daerah terdampak, agar bantuan dapat diterima secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam program kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Setiap donasi yang dititipkan melalui BAZNAS Kota Semarang menjadi sumber harapan baru bagi para korban bencana membantu memenuhi kebutuhan dasar, mendukung pemulihan, serta menguatkan langkah mereka untuk bangkit kembali.
BAZNAS Kota Semarang berkomitmen untuk terus menjaga amanah para muzaki dengan menghimpun dan menyalurkan dana secara transparan dan akuntabel. Melalui sinergi dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama menghadirkan kembali senyum di Sumatera.
ARTIKEL06/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Puasa Ramadhan 2026 Kurang Berapa Hari Lagi? Simak Hitung Mundurnya
Puasa Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari. Pada Rabu, 04 Februari 2026 Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah mengeluarkan ketetapan bahwa awal puasa di mulai sejak tanggal 18 Februari 2026 mendatang.
Sedangkan, Kementerian Agama (Kemenag) kabarnya akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan tahun 2026 pada 17 Februari 2026. Lantas kurang berapa hari lagi pelaksanaan puasa Ramadhan?
Kapan jatuhnya awal Ramadhan 2026 menjadi salah satu pertanyaan yang saat-saat ini sering bermunculan. Sebab bulan suci tersebut menjadi salah satu yang dinanti-nanti umat Muslim untuk melaksanakan sunnahnya yakni puasa Ramadhan serta sholat idul Fitri.
Untuk menghitung kapan Ramadhan 2026 akan tiba, kita simak penjelasan lengkapnya pada Artikel ini. Jika merujuk pada perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447H akan tiba pada 18 Februari 2026. Apabila dihitung mulai tanggal 1 Februari maka Ramadhan akan jatuh pada 17 hari kedepan.
Melalui kalender Hijriah Indonesia tahun 2026, pemerintah memprakirakan awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Akan tetapi, jadwal tersebut masih bersifat prakiraan sehingga bisa jadi adanya perubahan terkait penetapan resmi 1 Ramadhan 1447H.
Untuk itu, Kemenag akan menggelar pemantauan hilal yang akan dilakukan pada akhir bulan Syaban untuk mengetahui munculnya bulan baru yakni bulan Ramadhan. Kemudian, nantinya hasil pemantauan tersebut akan dibahas dalam sidang isbat yang melibatkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, ahli falak serta intansi terkait.
Sehingga untuk memastikan awal Ramadhan saat ini masih menunggu keputusan hilal Kemenag, namun berdasarkan fatwa Muhammadiyah No.01/MLM/1.1/B/2025 dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 2026, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari-19 Maret 2026.
Demikianlah informasi mengenai perhitungan awal Ramadhan yang dapat Anda simak.
Sembari menanti datangnya awal Ramadhan pastikan hutang puasa di tahun sebelumnya sudah lunas, apabila mendapatkan tanggungan, Anda dapat salurkan Fidyah melalui kantor digital Baznas Kota Semarang dengan link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih bagian pembayaran Fidyah serta ikuti beberapa langkah yang tersedia.
ARTIKEL05/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini Tabel Qodho dan Fidyah Ramadhan 2026, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Tidak lama lagi momen Ramadhan 2026 akan segera tiba. Biasanya di sebelum datangnya bulan suci Ramdhan umat muslim dianjurkan untuk melunasi hutang puasa di bulan sebelumnya. Akan tetapi ada beberapa golongan yang wajib dan tidak untuk membayar qodho dan fidyah puasa. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjutnya simak selengkapnya pada artikel ini.
Qodho puasa merupakan mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan pada hari lain di luar bulan Ramadhan. Sedangakan Fidyah adalah tebusan berupa memberikan makan orang miskin sebagai ganti puasa yang tidak mampu ditunaikan dan tidak mungkin diqada.
Dalam islam ada beberapa golongan yang mereka wajib untuk menunaikan keduanya, namun ada juga yang hanya menjalankan salah satunya.
Sebagai tambahan pengetahuan Anda, berikut tabel Qodho dan Fidyah Ramadhan 2026 yang dapat Anda simak agar tidak terjadi kesalahan dalam menunaikannya.
Dilansir dari beberapa sumber berikut tabel Qodho dan Fidyah Ramadhan 2026:
Golongan yang boleh meninggalkan puasa:
- Anak kecil = Tidak wajib mengqodo dan membayar Fidyah
- Gila yang tidak disengaja = Tidak wajib menqodho dan membayar Fidyah
- Gila yang disengaja = Wajib mengqodho dan tidak wajib membayar Fidyah
- Sakit yang ada harapan sembuh = Wajib mengqodho dan tidak wajib membayar Fidyah
- Sakit yang tidak ada harapan sembuh = Tidak wajib mengqodho namun wajib membayar Fidyah
- Orang yang sangat tua = Tidak wajib mengqodho namun wajib membayar fidyah
- Orang yang berpergian (musafir) = Wajib mengqodho namun tidak wajib membayar Fidyah
- Orang hamil dan menyusui:
a. Khawatir akan dirinya sendiri = Wajib mengqodo namun tidak wajib membayar Fidyah
b. Khawatir akan dirinya dan bayinya = Wajib mengqodho namun tidak wajib membayar fidyah
c. Khawatir akan bayinya saja = Wajib mengqoho dan wajib membayar fidyah
Golongan yang haram untuk berpuasa:
- Haid = Wajib mengqodho namun tidak wajib membayar fidyah
- Nifas = Wajib mengqodho namun tidak wajib membayar fidyah
Setelah mengetahui beberapa golongan tersebut, berikut niat melakukan pembayaran fidyah yang dapat Anda ketahui:
1. Niat fidyah puasa bagi orang sakit keras dan orang tua renta
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata liifthari shaumi ramadhana fardhan lillahi ta'ala
“Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardlu karena Allah Swt.”
2. Niat fidyah bagi wanita hamil atau menyusui
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata 'an ifthari shaumi ramadhana lilkhaufi 'ala waladii fardhan lillahi ta'ala.
“Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anaku, fardlu karena Allah Swt.”
3. Niat fidyah puasa orang mati (dilakukan oleh ahli waris/wali)
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyata 'an shaumi ramadhana [sebutkan nama orang] bin [sebutkan nama ayahnya] fardhan lillaahi ta'aalaa.
“Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk fulan bin fulan (disebutkan nama mayitnya), fardlu karena Allah Swt.”
4. Niat fidyah karena terlambat mengqadha puasa Ramadhan
Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata 'an ta'khiri qodho'i shoumi romadhona fardhon lillahi ta'ala.
“Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardlu karena Allah Swt.”
Melalui artikel ini Baznas Kota Semarang mengajak masyarakat sekitar untuk saling mengingatkan terkait hutang puasa yang ada serta melakukan pembayaran fidyah bagi mereka yang tidak mampu untuk mengqada puasa mendekati bulan Ramadan.
Anda dapat juga melakukan pembayaran fidyah melalui laman kantor digital Baznas Kota Semarang dengan klik link berikut ini:
https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah kemudian pilih bagian pembayaran Fidyah serta ikuti beberapa langkah yang tersedia.
Demikian informasi yang dapat Anda simak mengenai golongan dan cara membayar fidyah.***
ARTIKEL05/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim
Haloo sobat BAZNAS, Pernah nggak sih, saat mendengar kata zakat dan pajak, yang terbayang adalah dua hal yang sama-sama mengambil sebagian uang dari harta kita? Memang, keduanya terlihat mirip karena sama-sama berupa kewajiban mengeluarkan harta. Tapi sebenarnya, zakat dan pajak itu seperti sepatu kanan dan kiri, sama-sama alas kaki, namun punya fungsi yang berbeda.
Mari kita mulai dari sisi spiritualitas, zakat merupakan rukun Islam yang keempat, perintah langsung dari Allah SWT yang bersifat mutlak. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (Q.S. At-Taubah [9]: 103). Zakat adalah bentuk penyucian jiwa dan harta. Berbeda dengan pajak yang berasal dari konsep manusia. Pajak diatur oleh undang-undang, dibuat oleh manusia untuk kepentingan mengelola negara. Landasannya bukan ibadah, melainkan kewajiban sosial sebagai warga negara.
Kalau kita lihat tujuannya, perbedaannya semakin jelas. Zakat punya misi khusus untuk memberdayakan 8 golongan masyarakat yang sudah ditetapkan dalam Islam, seperti fakir, miskin, dan ibnu sabil seperti yang tercantum dalam Q.S. At-Taubah ayat 60. Zakat fokus pada pemerataan kekayaan dan pembersihan hati. Sementara pajak punya cakupan yang lebih luas, dana pajak mengalir ke kas negara dan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya.
Nah, pertanyaan yang sering muncul, apakah zakat dapat menggantikan pajak? Sayangnya tidak. Mereka tidak bisa menggantikan satu sama lain, namun berjalan bersama. Di Indonesia mereka bisa bekerja sama. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010, zakat yang kita bayar melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bisa dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Ini menunjukkan bahwa negara menghargai kewajiban agama warganya.
Pada akhirnya, zakat dan pajak adalah dua kewajiban yang saling melengkapi. Zakat adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan dan sesama, sementara pajak adalah bentuk tanggung jawab kita kepada negara. Sebagai muslim yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab, kita perlu menunaikan keduanya dengan ikhlas. Bayar zakat untuk membersihkan harta dan jiwa, bayar pajak untuk membangun negeri. Dengan memahami keduanya, kita bisa berkontribusi untuk agama dan negara.
ARTIKEL04/02/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Siapa Saja yang Wajib Qada dan Membayar Fidyah Puasa? Ini Penjelasannya
Menjelang bulan suci Ramadan, umat Islam diimbau untuk segera melunasi hutang puasa tahun sebelumnya. Kewajiban ini penting dilakukan agar setiap Muslim memasuki Ramadan dalam keadaan bersih dari tanggungan ibadah. Banyak orang meninggalkan puasa di tahun sebelumnya karena berbagai kondisi, seperti sakit, hamil, menyusui, lansia, hingga alasan-alasan darurat lainnya. Namun, tidak semua golongan memiliki kewajiban yang sama; ada yang wajib qadha saja, wajib fidyah saja, atau bahkan keduanya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang merangkum penjelasan tersebut yang diambil dari lampung.nu.or.id, sebagaimana tertuang dalam keterangan ulama dalam kitab-kitab fikih klasik.
Dalam NU Online dijelaskan bahwa hukum batalnya puasa beserta konsekuensinya merujuk pada Kitab Safinatu an-Naja karya Syekh Sumair. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa terdapat empat jenis hukum bagi orang yang membatalkan puasa.
Pertama, golongan yang wajib qadha dan membayar fidyah. Kategori ini mencakup orang yang membatalkan puasa karena mengkhawatirkan keselamatan orang lain, serta orang yang sengaja menunda qadha hingga memasuki Ramadan berikutnya. Ulama mencontohkan ibu hamil atau menyusui yang kuat berpuasa tetapi membatalkannya demi menjaga kesehatan anaknya. Mereka diwajibkan mengganti puasa sekaligus membayar fidyah.
Kedua, golongan yang wajib qadha saja. Syekh Nawawi menjelaskan bahwa tidak diwajibkannya fidyah karena tidak ada dalil yang mengharuskan. Yang termasuk dalam kelompok ini antara lain orang yang sakit ayan, musafir, sakit sementara, lupa niat, atau yang sengaja berbuka tanpa alasan syar’i.
Ketiga, golongan yang wajib membayar fidyah tanpa qadha. Ini berlaku bagi lansia yang sudah tidak mampu berpuasa dan penderita sakit permanen yang kecil kemungkinan sembuh. Keduanya cukup membayar fidyah karena secara fisik tidak mungkin lagi mengganti puasa.
Keempat, golongan yang tidak wajib qadha maupun fidyah, seperti anak kecil yang belum baligh, orang gila yang tidak disengaja, dan non-Muslim.
Penjelasan terkait ibu hamil dan menyusui seringkali menjadi perdebatan di masyarakat. Banyak anggapan bahwa cukup membayar fidyah tanpa qadha. Namun, Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa keduanya wajib qadha dan fidyah jika berbuka karena khawatir keselamatan anaknya. Hal serupa ditegaskan oleh Syekh Taqiyuddin dalam Kifayatu al-Akhyar.
Dengan penjelasan ulama ini, diharapkan masyarakat lebih memahami hukum qadha dan fidyah agar pelaksanaan ibadah Ramadan dapat lebih sempurna. Jika ragu, umat Islam disarankan berkonsultasi kepada ulama atau lembaga resmi agar tidak salah dalam menentukan kewajiban.
ARTIKEL04/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Puasa Nisfu Syaban 2026: Keutamaan, Niat, dan Waktu Pelaksanaannya bagi Umat Islam
Jelang datangnya bulan Ramadan, umat Islam kembali melaksanakan berbagai amalan sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual. Salah satu amalan yang paling banyak dikerjakan adalah puasa Nisfu Syaban, yakni puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 15 Syaban, atau pertengahan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Pada tahun 2026, puasa Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Secara bahasa, istilah Nisfu Syaban berasal dari kata nisfu yang berarti “setengah”, dan Syaban adalah nama bulan Hijriah yang berada di antara Rajab dan Ramadan. Mengutip buku Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah karya Reyvan Maulid, Nisfu Syaban menjadi momen penting bagi umat Islam karena memiliki nilai dan keutamaan tersendiri dalam tradisi keagamaan.
Puasa Nisfu Syaban termasuk salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan bulan Syaban yang sering dilupakan manusia, padahal pada bulan ini amal ibadah diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Rasulullah juga mengungkapkan keinginannya agar amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa, sehingga beliau memperbanyak puasa di bulan Syaban.
Keutamaan ini juga diperkuat dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, ketika Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban. Hal tersebut menjadi dasar bahwa amalan puasa di bulan Syaban, termasuk puasa Nisfu Syaban, memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.
Niat Puasa Nisfu Syaban
Sama seperti ibadah puasa lainnya, puasa Nisfu Syaban harus diawali dengan niat. Untuk puasa sunnah, niat dapat dibacakan sejak malam hari hingga sebelum zawal, selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Mengutip Buku Praktis Ibadah karya Irwan Ahmad Jafar, berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban:
Latin: “Nawaitu shauma yauma nisfi sya’bâna sunnatan lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: “Saya niat puasa sunah Nisfu Syaban karena Allah Taala.”
Waktu Pelaksanaan
Puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada tanggal 15 Syaban, dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Tahun ini, umat Islam di Indonesia dapat melaksanakannya pada 3 Februari 2026.
Dengan keutamaan spiritual yang besar, puasa Nisfu Syaban menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih bersih dan penuh ketakwaan.
ARTIKEL03/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Puasa di Tanggal 15 Syaban? Ini Penjelasan Lengkapnya
Bulan Syaban kembali hadir sebagai bulan penuh keistimewaan sebelum datangnya Ramadhan. Di masa ini, umat Islam biasanya berusaha melunasi qadha puasa tahun sebelumnya. Namun bagi sebagian orang yang tidak mampu, syariat memberikan keringanan berupa pembayaran fidyah. Muncul kemudian pertanyaan di tengah masyarakat: bolehkah melaksanakan puasa pada hari Nisfu Syaban atau tanggal 15 Syaban?
Menjawab hal tersebut, Baznas Kota Semarang membagikan penjelasan yang disadur dari NU Online mengenai hukum dan keutamaan beribadah pada malam dan hari Nisfu Syaban.
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai malam penuh kemuliaan. Karenanya, siang hari setelahnya pun dianggap memiliki keutamaan tersendiri. Umat Islam dianjurkan tidak menyia-nyiakan momen tersebut dengan meningkatkan kualitas ibadah, baik di malam maupun siang harinya.
Di malam Nisfu Syaban, beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak shalawat, serta memanjatkan doa. Sementara pada siang harinya, umat Islam diperbolehkan hingga dianjurkan melaksanakan puasa sunnah.
Keutamaan ini dikuatkan oleh salah satu riwayat dalam Sunan Ibnu Majah, yang berasal dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda agar umat Islam menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah dan berpuasa di siang harinya, karena pada malam itu Allah memberikan banyak kesempatan ampunan dan rahmat hingga terbit fajar.
Selain itu, Sayyidah Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling banyak berpuasa di bulan Syaban, bahkan hampir memenuhi seluruh hari di bulan tersebut. Riwayat ini menunjukkan bahwa puasa pada pertengahan Syaban merupakan amalan yang tidak bertentangan dengan syariat.
Namun demikian, terdapat pula riwayat yang melarang melaksanakan puasa sunnah ketika telah memasuki pertengahan bulan Syaban, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqi. Hadits ini seringkali menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Syekh Abul Ala al-Mubarakfuri, sebagaimana dikutip mayoritas ulama Syafi’iyah, menjelaskan bahwa larangan tersebut berlaku mulai tanggal 16 Syaban, bukan pada tanggal 15 Syaban atau hari Nisfu Syaban itu sendiri. Dengan demikian, puasa pada tanggal 15 Syaban tetap diperbolehkan dan bahkan dianjurkan.
Dari berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Nisfu Syaban adalah waktu yang penuh keutamaan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di malam harinya serta diperbolehkan berpuasa pada siang harinya. Amalan ini sekaligus menjadi bentuk keteladanan kepada Rasulullah SAW yang banyak berpuasa di bulan Syaban.
ARTIKEL03/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Arab Latin, dan Terjemahan
Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen istimewa yang selalu dinantikan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Pada malam yang jatuh setiap tanggal 15 Syaban ini, umat Muslim memanfaatkannya untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta berharap keberkahan hidup dari Allah Swt. Tidak mengherankan jika bacaan doa malam Nisfu Syaban setiap tahun menjadi topik yang banyak dicari, terutama menjelang datangnya malam penuh kemuliaan tersebut.
Secara tradisi, nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. Banyak ulama menyebut malam ini sebagai kesempatan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, hingga melaksanakan amalan-amalan sunnah. Di berbagai daerah, umat Islam juga melaksanakan doa bersama untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kelapangan rezeki.
Salah satu amalan yang paling populer pada malam Nisfu Syaban adalah membaca doa khusus yang dipadukan dengan pembacaan surat Yasin sebanyak tiga kali, masing-masing dengan niat yang berbeda—memohon panjang umur, kelapangan rezeki, dan keteguhan iman. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, salawat, serta melakukan introspeksi diri sebagai bentuk persiapan menyambut datangnya Ramadan.
Untuk memudahkan umat Muslim dalam mengamalkan doa malam Nisfu Syaban, berikut teks doa lengkap dalam versi Latin, dan terjemahan.
Berikut ini adalah teks bacaan doa malam Nisfu Syaban:
Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.
Artinya, “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Selain doa tersebut, ulama juga menganjurkan berbagai amalan lain untuk menyempurnakan ibadah pada malam Nisfu Syaban. Membaca istighfar, memperbanyak salawat, membaca surat Yasin, serta melakukan muhasabah diri dipercaya dapat membuka pintu keberkahan dan ampunan bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan tulus.
Dengan memahami bacaan doa dan amalan-amalan sunnah ini, umat Islam dapat menyambut malam Nisfu Syaban dengan lebih khusyuk dan penuh persiapan.
Semoga malam mulia ini menjadi momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan keimanan menuju bulan Ramadan yang kian mendekat.
ARTIKEL02/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Jelang Ramadhan 1447 H, Ini Aturan Lengkap Pembayaran Fidyah bagi Ibu Hamil Menurut Ulama
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, umat muslim mulai mempersiapkan diri untuk menyempurnakan ibadah, termasuk melunasi utang puasa yang tertinggal di tahun sebelumnya. Di antara golongan yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa adalah lansia, orang sakit kronis, serta ibu hamil dan menyusui. Namun, sebagian dari mereka diwajibkan membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang tidak mampu ditunaikan.
Fidyah menjadi solusi syar’i bagi ibu hamil yang khawatir berpuasa dapat membahayakan dirinya ataupun janinnya. Islam memberikan kemudahan ini sebagai bentuk kasih sayang agar kewajiban ibadah tetap dapat diganti sesuai kemampuan masing-masing.
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Menurut penjelasan ulama, ibu hamil terbagi dalam dua kondisi yang menentukan kewajiban fidyah:
- Tidak berpuasa karena khawatir terhadap kesehatan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, ibu hamil cukup melakukan qadha di hari lain tanpa membayar fidyah.
- Tidak berpuasa karena khawatir terhadap keselamatan janin. Mayoritas ulama, terutama dalam mazhab Syafi’i dan Hambali, mewajibkan ibu hamil membayar fidyah untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Contohnya, seorang ibu hamil yang merasa lemas dan khawatir kondisi janinnya terganggu apabila berpuasa, termasuk dalam golongan yang wajib membayar fidyah. Para ulama juga menganjurkan konsultasi medis untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum memutuskan berpuasa atau meninggalkannya.
Cara Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil
Secara umum, fidyah dibayarkan dengan memberi makan fakir miskin. Dalam mazhab Syafi’i, satu hari puasa yang ditinggalkan diganti dengan satu mud atau sekitar 0,6 kg makanan pokok seperti beras. Jika diganti dengan uang senilai makanan tersebut, para ulama membolehkannya selama manfaatnya setara.
Sebagai ilustrasi, ibu hamil yang meninggalkan puasa selama 30 hari wajib menunaikan fidyah sekitar 18 kg beras atau memberikan makanan kepada 30 orang miskin. Fidyah dapat disalurkan langsung, melalui lembaga zakat, atau dalam bentuk makanan siap konsumsi.
Dasar Hukum Fidyah bagi Ibu Hamil
Kewajiban ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menyebutkan bahwa mereka yang berat menjalankan puasa diwajibkan membayar fidyah. Pendapat ulama diperkuat dengan riwayat dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap anaknya wajib membayar fidyah tanpa qadha.
Meski begitu, mazhab Hanafi memiliki pandangan berbeda, yakni mewajibkan qadha tanpa fidyah. Umat dianjurkan mengikuti pendapat yang paling sesuai dengan kondisi dan arahan ulama setempat.
Pembayaran Fidyah Melalui Lembaga Resmi
Saat ini, pembayaran fidyah semakin mudah dilakukan secara digital. Lembaga zakat seperti BAZNAS Kota Semarang menyediakan layanan pembayaran fidyah yang dapat diakses secara daring sesuai takaran yang telah ditetapkan.
Anda dapat klik link berikut ini untuk melakukan pembayaran fidyah secara daring dengan mudah dan cepat. Caranya:
1. Masuk ke link https://kotasemarang.baznas.go.id/
2. Kemudian pilih menu sedekah atau klik link https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah
3. Setelah berhasil masuk ke link https://kotasemarang.baznas.go.id/sedekah, Anda dapat ubah pilih jenis dana dengan menu fidyah dan ikuti beberapa langkah yang tersedia dalam link tersebut.
Dengan memahami aturan syariat mengenai fidyah bagi ibu hamil, umat muslim—khususnya para ibu—diharapkan dapat menunaikan kewajiban ini dengan tepat dan penuh kesadaran.
ARTIKEL02/02/2026 | Admin Bidang Penghimpunan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →