WhatsApp Icon
Mengapa Muharram Disebut dengan Hari Penting? Kenali Makna dan Sejarahnya

Memasuki bulan Muharram, umat Islam di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang, bersiap menyambut Tahun Baru Hijriah yang menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam. Tidak sekadar pergantian tahun, Muharram menyimpan sejarah panjang serta berbagai keutamaan yang menjadikannya sebagai salah satu bulan paling mulia dalam ajaran Islam.

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah atau kalender Qamariyah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kehadiran bulan ini menandai dimulainya tahun baru Islam yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 1 Muharram.

Bagi masyarakat Muslim di Semarang, momentum Muharram kerap diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, hingga refleksi diri untuk menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih baik.

Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dikenal sebagai Al Asyhur Al Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai kebaikan.

Keistimewaan Muharram juga disebutkan dalam berbagai hadis. Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa terbaik setelah bulan Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah Puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Banyak ulama menjelaskan bahwa puasa tersebut memiliki keutamaan besar, termasuk menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang telah lalu atas izin Allah SWT. Karena itu, Muharram sering dianggap sebagai momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik.

Di balik peringatan Tahun Baru Islam, terdapat sejarah penting mengenai lahirnya kalender Hijriah yang digunakan umat Islam hingga saat ini.

Dikutip dari berbagai riwayat yang juga dijelaskan dalam literatur Islam, penetapan kalender Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun ke-17 Hijriah.

Kala itu, Umar bin Khattab menerima surat dari Abu Musa Al-Asy'ari RA. Namun surat tersebut tidak mencantumkan tanggal maupun waktu pengiriman sehingga menimbulkan kesulitan dalam administrasi pemerintahan.

Situasi tersebut mendorong Umar bin Khattab untuk mengumpulkan para sahabat dan tokoh penting Islam guna membahas perlunya sistem penanggalan resmi bagi umat Islam.

Dalam musyawarah tersebut muncul beberapa usulan untuk dijadikan titik awal kalender Islam, mulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya beliau menjadi Rasul, tahun wafatnya Nabi, hingga peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, para sahabat akhirnya sepakat memilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan Islam. Usulan tersebut disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib RA dan diterima oleh para sahabat lainnya.

Sejak saat itu, kalender Islam dikenal sebagai kalender Hijriah, yang berasal dari kata "Hijrah" sebagai simbol perubahan, perjuangan, dan awal kehidupan baru bagi umat Islam.

Bagi warga Semarang dan umat Islam pada umumnya, datangnya bulan Muharram tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun. Lebih dari itu, bulan ini merupakan kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Semangat hijrah yang menjadi dasar penetapan kalender Islam dapat dimaknai sebagai ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dengan memahami sejarah dan makna Muharram, umat Islam diharapkan dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan penuh rasa syukur, optimisme, dan semangat memperbanyak amal kebaikan.***

18/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Kapan 10 Muharram 1448 H? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Jadwal Puasa Sunnahnya

Memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, umat Islam di Indonesia kembali menyambut salah satu bulan yang dimuliakan dalam ajaran Islam. Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus termasuk dalam empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, bulan Muharram juga identik dengan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Namun pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU). Perbedaan tersebut membuat jadwal pelaksanaan Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura juga berbeda.

Karena itu, warga Semarang yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan Muharram perlu mengetahui jadwal sesuai dengan pedoman yang dianut masing-masing.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia serta Maklumat Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 Hijriah ditetapkan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan dasar tersebut, maka jadwal puasa sunnah Muharram adalah sebagai berikut:

- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Jadwal ini menjadi acuan bagi mayoritas umat Islam yang mengikuti ketetapan pemerintah maupun Muhammadiyah.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan bahwa hilal tidak terlihat pada 15 Juni 2026. Oleh sebab itu, bulan Zulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari atau istikmal.

Berdasarkan hasil tersebut, NU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan demikian, jadwal puasa sunnah versi NU adalah:

- Puasa Tasu'a (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

- Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026

Perbedaan penetapan ini merupakan hal yang lazim terjadi dalam kalender Hijriah karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan, baik melalui hisab maupun rukyat.

Keutamaan Puasa Asyura yang Sayang Dilewatkan

Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa pada hari tersebut.

Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa salah satu keutamaan Puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil yang telah dilakukan selama satu tahun sebelumnya.

Selain itu, Puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram juga dianjurkan sebagai bentuk pembeda antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang pada masa Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari Asyura.

Bagi masyarakat Semarang yang ingin memperbanyak ibadah di bulan Muharram, puasa sunnah ini dapat menjadi salah satu amalan yang mudah dilakukan namun memiliki pahala yang besar. Dengan mengetahui jadwal yang tepat sesuai pedoman masing-masing, umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak melewatkan momentum ibadah yang hanya datang sekali dalam setahun tersebut.

Karena itu, pastikan untuk mencatat tanggal Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura 2026 sesuai versi yang Anda ikuti agar pelaksanaan ibadah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.***

18/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Puasa 1 hingga 10 Muharram 1448 H Lengkap dengan Artinya

Umat Islam kini telah memasuki bulan Muharram 1448 Hijriah, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang memiliki banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan selama bulan ini adalah puasa sunnah Muharram, termasuk Puasa Tasua dan Puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar.

Bagi warga Semarang dan sekitarnya yang ingin menjalankan ibadah puasa sunnah Muharram, penting untuk mengetahui bacaan niat yang benar agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai tuntunan syariat.

Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala.

Niat Puasa Muharram Tanggal 1-8 Muharram 1448 H

Puasa Muharram dapat dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga seterusnya di bulan Muharram. Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak dianjurkan berpuasa satu bulan penuh karena hal tersebut tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut bacaan niat puasa sunnah Muharram:

Latin:

Nawaitu shauma asy-syahri al-muharrami sunnatan lill?hi ta'?l?.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah di bulan Muharam karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Tasua 9 Muharram

Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini memiliki nilai istimewa karena menjadi pembeda antara umat Islam dan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Berikut bacaan niat Puasa Tasua:

Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatit Tasu'a lillâhi ta'ala.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

Sementara itu, Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Salah satu keutamaannya adalah dihapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah riwayat sahih.

Berikut bacaan niat Puasa Asyura:

Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil asyura lillahi ta'ala.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Kapan Waktu Membaca Niat Puasa Muharram?

Secara umum, niat puasa sunnah sebaiknya dibaca pada malam hari, yakni sejak setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Namun karena termasuk puasa sunnah, terdapat keringanan bagi seseorang yang belum sempat berniat pada malam hari.

Seseorang masih diperbolehkan berniat setelah terbit fajar hingga sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, maupun aktivitas lain yang membatalkan puasa.

Berikut bacaan niat puasa Muharram yang dapat dibaca pada siang hari:

Latin:

Nawaitu shauma hadzal yaumi ada'i sunnati syahri Muharrami lillahi ta'ala.

Artinya:

"Aku berniat puasa pada hari ini untuk menunaikan puasa sunnah bulan Muharam karena Allah Ta'ala."

Sedangkan untuk Puasa Tasua maupun Asyura yang diniatkan pada siang hari, bacaannya adalah:

Latin:

Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an ada'i sunnatit Tasu'a awil asyura lillâhi ta'ala.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunnah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah Ta'ala."

Meski demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa niat yang dilakukan pada siang hari untuk Puasa Tasua dan Asyura tidak menjadikannya sebagai puasa satu hari penuh. Dalam pandangan tersebut, puasa tetap sah namun dihitung sebagai puasa sunnah mutlak.

Memasuki bulan Muharram 1448 H, umat Islam di Semarang diharapkan dapat memanfaatkan bulan yang penuh keberkahan ini dengan memperbanyak amal ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Muharram, Tasua, dan Asyura sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.***

17/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
4 Amalan Sunnah di Bulan Muharram 1448 H, Lakukan untuk Menambah Keberkahan

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah segera tiba dan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memulai lembaran baru yang lebih baik. Bulan Muharram yang menandai awal kalender Hijriah dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam Islam, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, datangnya bulan Muharram tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ajaran Islam, Muharram termasuk satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Karena keistimewaan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menghindari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram 1448 Hijriah.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah Muharram

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah menjalankan puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharram sebagai salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar setelah puasa Ramadan.

Puasa Tasu'a yang dilaksanakan pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram menjadi amalan yang banyak dilakukan umat Islam. Selain mendapatkan pahala, puasa juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bagi warga Semarang yang memiliki aktivitas padat, puasa sunnah tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi kesehatan dan pekerjaan masing-masing.

2. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi kepada Sesama

Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan makanan, membantu tetangga yang kesulitan, hingga menyantuni anak yatim.

Di Kota Semarang sendiri, banyak kegiatan sosial yang biasanya digelar oleh masjid, komunitas, maupun lembaga kemanusiaan selama bulan Muharram. Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat solidaritas sekaligus menebar manfaat bagi sesama.

Selain membantu orang lain, sedekah juga diyakini menjadi jalan untuk membersihkan harta dan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.

3. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Memasuki tahun baru Hijriah menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan doa. Umat Islam dapat mengisi waktu dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dzikir dan doa tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membantu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Banyak umat Muslim memanfaatkan awal tahun Hijriah untuk memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan selama satu tahun ke depan.

4. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur'an

Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memulai kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin. Tidak hanya membaca, umat Islam dianjurkan memahami makna ayat-ayat yang dibaca dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan sederhana seperti meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dapat menjadi langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik sepanjang tahun.

5. Menjaga Silaturahmi dan Memperbaiki Hubungan

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, bulan Muharram juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan menghindari perselisihan merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Di tengah kesibukan masyarakat perkotaan seperti Semarang, menjaga komunikasi dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga menjadi hal yang penting. Hubungan yang harmonis dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan penuh keberkahan.

Muharram 1448 Hijriah menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas diri, tahun baru Islam dapat menjadi awal yang penuh keberkahan dan harapan baru.***

17/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Awal dan Akhir Tahun 1448 H, Amalkan di Bulan Muharram

Umat Islam di Indonesia, termasuk warga Kota Semarang, akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Senin sore, 15 Juni 2026. Momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbanyak ibadah dan doa.

Berbeda dengan perayaan pergantian tahun Masehi yang identik dengan berbagai hiburan, Tahun Baru Islam lebih banyak diisi dengan kegiatan religius seperti pengajian, dzikir, muhasabah, hingga membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Tradisi ini masih banyak dijalankan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Semarang dan sekitarnya.

Doa akhir tahun dibaca sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Sementara itu, doa awal tahun dipanjatkan sebagai harapan agar diberikan keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan selama setahun ke depan.

Bagi masyarakat yang ingin mengamalkannya, doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang berakhirnya bulan Zulhijah atau sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai pergantian tahun Hijriah. Sedangkan doa awal tahun dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.

Dalam tradisi Islam, membaca doa akhir tahun bukan sekadar ritual tahunan. Doa ini mengandung permohonan ampun atas berbagai dosa yang mungkin dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja selama satu tahun terakhir.

Melalui doa tersebut, seorang Muslim diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidupnya, memperbaiki kesalahan, serta memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Versi singkat doa akhir tahun yang banyak diamalkan berbunyi:

"Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim."

Artinya:

Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 Hijriah

Selain doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.

Doa ini berisi harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari godaan setan, menjaga diri dari perbuatan buruk, serta membimbing setiap langkah agar lebih dekat kepada-Nya.

Bacaan doa awal tahun yang umum diamalkan adalah:

"Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Melalui doa tersebut, umat Muslim berharap tahun baru yang datang menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memasuki tahun baru Hijriah, umat Islam diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu dan memulai lembaran baru yang lebih baik, penuh keberkahan, serta semakin dekat kepada Allah SWT.***

15/06/2026 | Kontributor: Admin Bidang Penghimpunan

Artikel Terbaru

Bolehkah Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Lengkap dan Hukumnya
Bolehkah Membayar Fidyah di Luar Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Lengkap dan Hukumnya
Banyak umat Islam yang masih bertanya-tanya, bolehkah membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Pertanyaan ini sering muncul terutama di akhir Ramadan, saat sebagian orang memiliki uzur syar’i yang membuat mereka tidak berpuasa, seperti sakit, hamil, menyusui, lanjut usia, atau menstruasi. Bagi mereka yang meninggalkan puasa dan tidak mampu menggantinya, membayar fidyah menjadi kewajiban yang harus ditunaikan. Secara umum, fidyah memang sering dibayarkan menjelang atau selama bulan Ramadan. Namun, bagaimana jika fidyah baru bisa dibayarkan setelah Ramadan berakhir? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan lengkap para ulama dan pandangan fikih berikut ini. Menurut berbagai ulama, tidak ada dalil yang mewajibkan fidyah harus dibayarkan khusus pada bulan Ramadan. Imam Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim menjelaskan bahwa waktu pembayaran fidyah bersifat fleksibel. Artinya, fidyah boleh dibayarkan kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Selama fidyah diberikan kepada mereka yang berhak dan diniatkan dengan ikhlas, maka ibadah tersebut tetap sah. Mazhab Syafi’i yang paling banyak dianut di Indonesia juga memperbolehkan pembayaran fidyah di luar bulan Ramadan tanpa batasan waktu khusus. Kendati begitu, sebagian ulama seperti Imam Ghazali menganjurkan agar fidyah tidak ditunda terlalu lama. Hal ini bertujuan agar kewajiban segera terselesaikan dan tidak menumpuk hingga bertahun-tahun. Mazhab Hanafi dan Maliki pun memiliki pandangan serupa. Mereka menegaskan bahwa fidyah adalah kewajiban yang tidak berkaitan langsung dengan waktu Ramadan. Fidyah dapat dibayarkan kapan saja, selama masih berhubungan dengan puasa yang ditinggalkan karena uzur. Fleksibilitas ini menjadi wujud kemudahan dalam syariat Islam bagi umat yang mengalami kendala. Walaupun membayar fidyah setelah Ramadan dibolehkan, sebagian ulama tetap menyarankan agar fidyah ditunaikan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Ini bukan tuntutan wajib, namun lebih kepada bentuk kesungguhan seorang muslim dalam memenuhi tanggung jawab ibadahnya. Yang terpenting dalam pembayaran fidyah adalah ketepatan sasaran dan ketulusan niat. Fidyah harus diberikan kepada fakir miskin sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ketaatan kepada Allah SWT. Pembayaran fidyah di luar Ramadan tetap memiliki nilai ibadah yang sama selama dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Kesimpulannya, bolehkah membayar fidyah di luar bulan Ramadan? Jawabannya: boleh. Bahkan Islam memberikan kelonggaran waktu sebagai bentuk rahmat bagi umat-Nya. Dengan memahami aturan dan hikmahnya, umat Islam dapat menunaikan fidyah dengan tenang, baik di bulan Ramadan maupun setelahnya. Semoga ibadah kita selalu diterima Allah SWT.
ARTIKEL16/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Lengkap dengan Doa
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Lengkap dengan Doa
Artikel berikut ini akan bagikan informasi mengenai bacaan niat zakat fitrah untuk anak perempuan lengkap dengan bacaan doa setelah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya. Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg atau setara dengan Rp 50.000 per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut. Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya: Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.” Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang. Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya. Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar. Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL16/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Tabel Nishab Zakat 2026: Ini Ketentuan Lengkap Zakat Fitrah, Fidyah, dan Zakat Mal
Tabel Nishab Zakat 2026: Ini Ketentuan Lengkap Zakat Fitrah, Fidyah, dan Zakat Mal
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang bersama Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang resmi merilis Tabel Nishab Zakat 2026 sebagai pedoman bagi masyarakat Muslim dalam menunaikan zakat fitrah, fidyah, maupun zakat mal. Pedoman ini disusun berdasarkan Tausiyah MUI Kota Semarang Nomor: 210/DP.MUI-SMG/II/2026. Dokumen resmi tersebut mencakup ketentuan zakat fitrah, kewajiban fidyah bagi yang tidak mampu berpuasa, serta aturan zakat harta seperti emas, perak, usaha, pertanian, hingga zakat profesi. Dengan adanya pedoman ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami kewajiban zakat sekaligus menunaikannya sesuai syariat. Ketentuan zakat fitrah tahun 2026 menetapkan bahwa setiap Muslim yang mampu wajib membayar zakat fitrah sebesar 1 sha’ atau 2,7 kg beras. Nilai zakat fitrah mengikuti penjelasan Kitab Fathul Qadir dan Fatwa MUI Pusat Nomor 65 Tahun 2022. Waktu pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri. Untuk wilayah Semarang, nilai zakat fitrah yang direkomendasikan adalah Rp 50.000 per jiwa. Fidyah diwajibkan bagi beberapa golongan, seperti: - Orang tua renta - Orang sakit yang tidak diharapkan sembuh - Ibu hamil atau menyusui dengan kekhawatiran keselamatan bayi - Orang yang menunda qadha puasa secara sengaja - Orang meninggal yang memiliki utang puasa Besaran fidyah ditetapkan ½ sha’ atau 1,5 kg beras, yang dalam praktiknya dapat diganti dengan memberi makan fakir miskin. Nilai fidyah disarankan sebesar Rp 30.000 per jiwa per hari. MUI Kota Semarang juga merilis ketentuan nishab zakat emas dan logam mulia, yaitu senilai 85 gram emas, dengan kadar zakat 2,5% setiap tahun menyesuaikan harga emas. Untuk perak, nishabnya senilai 595 gram. Koleksi barang berharga seperti batu mulia dan logam lain juga mengikuti nilai emas 85 gram sebagai nishabnya. Untuk zakat hasil pertanian seperti beras dan gabah, batas nishabnya adalah: - 653 kg beras - 1 ton gabah basah Dengan kadar zakat 5% untuk hasil yang menggunakan biaya irigasi dan 10% jika tanpa biaya. Usaha modern seperti perdagangan, investasi, deposito, hingga profesi ASN, pegawai swasta, maupun dokter dikenakan zakat 2,5% jika pendapatan telah mencapai nishab senilai emas 85 gram atau sepanjang mencapai Rp 91.681.728 per tahun (setara harga emas Februari 2026). Zakat profesi dapat dikeluarkan setiap bulan sebesar 2,5% dari penghasilan. Dengan dirilisnya Tabel Nishab Zakat 2026 ini, umat Islam di Kota Semarang diharapkan dapat menunaikan zakat secara tepat, teratur, dan sesuai syariat. Pedoman ini juga bertujuan memperkuat semangat berbagi serta meningkatkan kesejahteraan umat selama Ramadan.
ARTIKEL13/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang? Penjelasan Lengkap Ulama dan Ketentuannya di Era Modern
Bolehkah Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang? Penjelasan Lengkap Ulama dan Ketentuannya di Era Modern
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu dan wajib ditunaikan sebelum Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki hikmah besar, yaitu menyucikan jiwa setelah satu bulan penuh berpuasa di bulan Ramadan serta membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya. Namun, seiring perkembangan zaman, muncul pertanyaan yang cukup populer: apakah zakat fitrah boleh dibayar menggunakan uang? Pada masa Rasulullah SAW, zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan satu sha’ kurma atau gandum sebagai zakat fitrah bagi setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak. Hadis ini menjadi dasar bahwa zakat fitrah pada masa Nabi diberikan dalam bentuk makanan yang umum dikonsumsi masyarakat setempat. Ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan berbeda terkait pembayaran zakat fitrah menggunakan uang. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa zakat fitrah seyogianya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok, sebagaimana sesuai dengan praktik Rasulullah SAW. Namun, mazhab Hanafi memberikan kelonggaran dengan membolehkan zakat fitrah dibayar menggunakan uang selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan. Pendapat ini berangkat dari tujuan utama zakat fitrah, yaitu membantu meringankan beban fakir miskin. Dalam kondisi tertentu, uang bahkan dinilai lebih bermanfaat karena bisa langsung digunakan penerima untuk memenuhi kebutuhan mendesak, baik membeli makanan maupun kebutuhan lain selama Idulfitri. Di masa modern seperti saat ini, banyak lembaga zakat resmi juga menerima pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang. Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dan memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan tertib administrasi. Pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang memberikan kemudahan, khususnya bagi masyarakat perkotaan yang kesulitan menyediakan makanan pokok secara langsung. Selain itu, lembaga amil zakat dapat mengelola dana tersebut untuk disalurkan sesuai kebutuhan mustahik, sehingga manfaatnya lebih optimal. Yang terpenting adalah memastikan zakat fitrah ditunaikan tepat waktu, diniatkan dengan ikhlas, dan diberikan melalui lembaga yang terpercaya. Di Kota Semarang, BAZNAS Kota Semarang telah menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per orang atau setara 2,7 kilogram beras. Ketentuan ini didasarkan pada harga rata-rata beras yang layak konsumsi. Pembayaran dapat dilakukan langsung melalui kantor BAZNAS Kota Semarang yang beralamat di Ruko Kalipancur No. 2, Jl. Abdul Rahman Saleh Raya, Semarang, atau dapat melakukan pembayaran online melalui https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat. Dengan adanya pedoman tersebut, masyarakat dapat memilih menunaikan zakat fitrah dalam bentuk beras atau uang senilai setara. Penyaluran melalui lembaga resmi juga memastikan zakat tersampaikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Membayar zakat fitrah dengan uang diperbolehkan menurut sebagian ulama, terutama dalam konteks kemaslahatan dan efektivitas penyaluran. Yang terpenting adalah zakat ditunaikan dengan ikhlas, tepat waktu, dan melalui pihak yang amanah. Dengan begitu, zakat fitrah bukan hanya menjadi sarana penyucian diri, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial kepada sesama.
ARTIKEL13/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
5 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan dan Ampunan yang Dinanti Umat Islam
5 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan dan Ampunan yang Dinanti Umat Islam
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan 5 keistimewaan di malam lailatul qadar yang dapat Anda ketahui. Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu malam paling istimewa dalam Islam, yang disebut lebih baik daripada seribu bulan. Malam ini hadir pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, dan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Tidak hanya karena pahala yang berlipat ganda, tetapi juga karena banyaknya keistimewaan dan rahmat yang Allah SWT curahkan di dalamnya. Berikut ulasan lengkap mengenai lima keistimewaan Lailatul Qadar beserta dalilnya. 1. Ampunan atas Dosa-dosa yang Telah Lalu Salah satu keutamaan terbesar dari malam Lailatul Qadar adalah kesempatan memperoleh ampunan dari Allah SWT atas dosa yang telah lalu. Hal ini ditegaskan oleh Abu Hurairah RA yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa beribadah di malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah. 2. Malam Diturunkannya Al-Qur’an Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam turunnya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Allah SWT menegaskan dalam Surat Al-Qadr ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.” Ayat ini mengingatkan bahwa malam tersebut adalah momentum sakral yang menandai awal turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW. 3. Malam yang Penuh Keberkahan Dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” Ayat ini menekankan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan, di mana setiap ibadah yang dilakukan memiliki nilai kebaikan berlipat-lipat. 4. Turunnya Para Malaikat ke Bumi Keistimewaan lain yang menambah kemuliaan malam ini adalah turunnya para malaikat, termasuk malaikat Jibril AS, untuk menyampaikan salam, doa, dan ketentraman kepada hamba-hamba Allah. Dalam QS Al-Qadr ayat 4 disebutkan: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” Rasulullah SAW bersabda bahwa malaikat turun sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar untuk mendoakan orang-orang yang berzikir dan beribadah. (HR Al-Baihaqi dan As-Suyuthi) 5. Menghadirkan Ketenangan dan Kedamaian Hati Bagi siapa pun yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan doa, zikir, dan ibadah lainnya, Allah akan memberikan ketenangan jiwa. Hati menjadi lebih tenteram, penuh kedamaian, serta dipenuhi harapan akan rahmat dan ampunan-Nya. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan begitu banyak keistimewaan yang dimiliki Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendapatkan keberkahan malam mulia ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT pada Lailatul Qadar.
ARTIKEL12/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Anak Laki-laki dan Perempuan Lengkap Doa
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Istri, Anak Laki-laki dan Perempuan Lengkap Doa
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat zakat fitrah untuk istri, anak laki-laki dan perempuan lengkap dengan doa setelah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya. Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg beras atau makanan pokok per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut. Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya: 1. Niat Zakat Fitrah untuk Istri Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 2. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.” Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang. Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya. Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar. Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL12/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Paruh Kedua Ramadhan, Saatnya Mengevaluasi Keistiqomahan
Paruh Kedua Ramadhan, Saatnya Mengevaluasi Keistiqomahan
Tidak terasa, Ramadhan sudah memasuki paruh kedua. Waktu terasa berjalan cepat. Hari-hari yang di awal bulan terasa penuh semangat, kini perlahan berubah menjadi rutinitas. Di titik inilah sebenarnya momen penting untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: bagaimana istiqomah kita selama Ramadhan? Di awal Ramadhan, banyak dari kita memulai dengan niat besar. Masjid penuh, tilawah terasa ringan, dan semangat berbagi begitu terasa. Namun seiring waktu berjalan, tidak jarang konsistensi mulai diuji. Di sinilah makna istiqomah benar-benar terlihat. Istiqomah bukan tentang memulai dengan luar biasa, tetapi tentang menjaga agar kebaikan tetap berjalan hingga akhir. Paruh kedua Ramadhan juga menjadi pengingat bahwa kesempatan masih terbuka. Jika di awal bulan kita merasa belum maksimal, masih ada waktu untuk memperbaiki. Masih ada hari-hari untuk memperbanyak ibadah, memperdalam refleksi, dan memperluas kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuk istiqomah yang sering kali terlupakan adalah konsistensi dalam berbagi. Ramadhan tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Allah, tetapi juga kepedulian kepada orang lain. Zakat, infak, dan sedekah menjadi bagian dari ibadah sosial yang menguatkan nilai Ramadhan itu sendiri. Melalui BAZNAS, Sahabat BAZNAS dapat menyalurkan zakat dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran. Kontribusi ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga istiqomah dalam berbuat kebaikan hingga akhir Ramadhan. Karena pada akhirnya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari bagaimana kita memulainya, tetapi bagaimana kita menutupnya. Paruh kedua Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki, memperkuat, dan memastikan bahwa semangat kebaikan tetap terjaga sampai hari kemenangan tiba.
ARTIKEL11/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Panduan Lengkap Waktu Terbaik Menunaikan Zakat Fitrah 2026: Jangan Sampai Terlewat!
Panduan Lengkap Waktu Terbaik Menunaikan Zakat Fitrah 2026: Jangan Sampai Terlewat!
Ramadan 2026 kini hanya tersisa sembilan hari. Di tengah suasana penuh keberkahan ini, umat muslim kembali diingatkan untuk menunaikan salah satu ibadah penting sebelum memasuki Hari Raya Idulfitri, yaitu zakat fitrah. Ibadah ini bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk mensucikan diri dari kekurangan serta penyempurna amalan puasa sepanjang Ramadan. Zakat fitrah hendaknya ditunaikan pada waktu yang tepat. Penentuan waktu ini bukan tanpa alasan, sebab para ulama telah membaginya menjadi beberapa kategori sehingga menjadi panduan bagi umat Islam dalam menunaikannya dengan benar. Artikel ini membahas secara lengkap waktu terbaik membayar zakat fitrah 2026 agar Anda tidak salah langkah. Para ulama dari mazhab Syafi’i membagi waktu pembayaran zakat fitrah menjadi lima macam: mubah, wajib, sunnah, makruh, dan haram. Berikut penjelasannya: 1. Waktu Mubah Dimulai sejak awal Ramadan hingga akhir Ramadan. Artinya, zakat fitrah baru boleh dikeluarkan setelah memasuki bulan Ramadan. Mengeluarkan zakat sebelum Ramadan tidak diperbolehkan. 2. Waktu Wajib Terjadi pada akhir Ramadan hingga awal Syawal. Siapa pun yang mendapati diri hidup meski sebentar di sebagian waktu Ramadan dan sebagian waktu Syawal, maka wajib baginya membayar zakat fitrah. 3. Waktu Sunnah Waktu paling dianjurkan yaitu sebelum pelaksanaan shalat Idulfitri. Dimulai dari malam takbiran hingga pagi hari sebelum shalat Id berlangsung. Inilah waktu terbaik untuk memastikan zakat fitrah sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. 4. Waktu Makruh Dimulai setelah shalat Id hingga terbenamnya matahari pada 1 Syawal. Meski sah, pembayaran di waktu ini kurang dianjurkan karena terlambat dari waktu utama. 5. Waktu Haram Terjadi setelah berakhirnya tanggal 1 Syawal. Menunda zakat fitrah hingga melewati waktu ini hukumnya haram. Pembagian waktu tersebut didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dalam hadits itu disebutkan bahwa zakat fitrah berfungsi sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari ucapan sia-sia dan perkataan keji, sekaligus sebagai makanan bagi orang miskin. Nabi menegaskan bahwa zakat yang dibayarkan sebelum shalat Id akan diterima, sementara yang dibayarkan setelahnya hanya dihitung sebagai sedekah biasa. Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam menjelaskan bahwa zakat fitrah merupakan amalan kebaikan yang menghapus dosa, sebagaimana firman Allah dalam Surat Hud ayat 114: "Sungguh, kebaikan itu dapat menghilangkan keburukan." Pembayaran zakat fitrah sebelum shalat Id dianjurkan agar kaum fakir dapat menyambut hari raya tanpa harus mengemis demi mencukupi kebutuhan mereka. Dengan begitu, mereka pun dapat turut merasakan kebahagiaan Idulfitri. Sementara itu, Syekh M. Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menegaskan bahwa menunda pembayaran zakat fitrah hingga lewat Hari Raya Idulfitri hukumnya haram. Jika seseorang menunda tanpa uzur, maka zakat yang dibayarkan menjadi qadha. Namun, jika ada uzur, penundaan tersebut diperbolehkan. Anda juga dapat melakukan penunaian zakat fitrah melalui lembaga zakat terdekat seperti halnya Baznas Kota Semarang yang kini juga menyediakan laman online untuk memudahkan para muzakki zakat dengan mudah, simpel dan terpercaya. Adapun link pembayaran zakat online sebagai berikut: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Dengan memahami pembagian waktu ini, umat muslim dapat menunaikan zakat fitrah 2026 secara tepat dan sesuai tuntunan. Jangan menunda hingga terlewat segera tunaikan zakat fitrah Anda pada waktu terbaik sebagai penyempurna ibadah Ramadan.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mengenal Zakat Penghasilan Lengkap dengan Bacaan Niat dan Besarannya
Mengenal Zakat Penghasilan Lengkap dengan Bacaan Niat dan Besarannya
Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim tidak hanya diwajibkan menunaikan zakat fitrah, tetapi juga dianjurkan untuk melaksanakan zakat penghasilan apabila pendapatan yang diterima telah mencapai batas nisab. Zakat penghasilan, atau sering disebut zakat pendapatan, adalah zakat yang dikeluarkan atas harta yang diperoleh dari pekerjaan halal dengan pendapatan rutin maupun tidak rutin. Zakat penghasilan termasuk dalam kategori zakat mal, sehingga kewajiban ini berlaku apabila total pendapatan sudah memenuhi nisab yang telah ditetapkan. Pada tahun 2026, nisab zakat penghasilan ditentukan sebesar 85 gram emas per tahun dengan kadar zakat 2,5% dari jumlah pendapatan bersih. Penetapan ini dikuatkan melalui SK Ketua Baznas Nomor 15 Tahun 2026 tentang nilai nisab zakat pendapatan dan jasa. Dalam keputusan tersebut, nisab zakat penghasilan tahun 2026 setara dengan 85 gram emas, yaitu senilai Rp91.681.728 per tahun atau Rp7.640.144 per bulan apabila zakat ditunaikan setiap bulan. Angka ini diambil berdasarkan rata-rata harga emas 14 karat sepanjang tahun 2025. Pemilihan emas 14 karat sebagai standar perhitungan nisab dianggap selaras dengan regulasi yang berlaku. Meski dalam PMA Nomor 31 Tahun 2019 tidak dijelaskan jenis karat emas yang digunakan, BAZNAS memiliki kewenangan menetapkan standar untuk memastikan nilai nisab tetap sesuai prinsip kemaslahatan bagi para mustahik. Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat dibayarkan secara bulanan maupun tahunan. Jika dibayarkan setiap bulan, maka nilai nisab dihitung sebagai seperduabelas dari total nisab tahunan, yaitu Rp7.640.144. Dengan demikian, setiap muslim yang pendapatannya melebihi angka tersebut wajib menunaikan zakat sebesar 2,5% dari total penghasilan bulanan. Namun, bagi individu dengan penghasilan tidak tetap, perhitungan dapat dilakukan secara tahunan. Apabila total pendapatan bersih selama satu tahun mencapai atau melebihi nisab, maka zakat wajib dikeluarkan. Dalam menunaikan zakat penghasilan, terdapat bacaan niat yang perlu diucapkan, berbeda dari zakat fitrah. Berikut lafaz niat zakat penghasilan: “Nawaitu an ukhrija zakata maali fardhan lillahi ta'ala.” Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat hartaku fardhu karena Allah Ta’ala. Sedangkan doa saat mengeluarkan zakat adalah: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu. Anda dapat pula menunaikan zakat penghasilan melalui laman online yang disediakan Baznas Kota Semarang: https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Demikian penjelasan lengkap mengenai zakat penghasilan beserta niatnya. Semoga menjadi panduan bermanfaat dalam menyempurnakan ibadah selama Ramadan.
ARTIKEL11/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Dinanti Umat Muslim
Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar, Malam Mulia yang Dinanti Umat Muslim
Menjelang akhir bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia semakin meningkatkan ibadah untuk mengejar malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen paling istimewa karena kemuliaannya tidak tertandingi oleh malam mana pun. Meski tidak diketahui secara pasti kapan datangnya, berbagai ajaran menyebutkan bahwa malam penuh keberkahan itu berada pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil. Umat Muslim dianjurkan menyiapkan diri dengan amalan-amalan yang dapat mendekatkan mereka pada kesempatan besar mendapatkan Lailatul Qadar. Para ulama menekankan bahwa siapa pun yang ingin meraih malam istimewa ini harus memperbanyak ibadah, memperkuat doa, serta menjaga hati agar tetap ikhlas. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar adalah memperbanyak salat malam atau qiyamul lail. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memperbanyak ibadah dibanding malam-malam sebelumnya. Karena itu, salat sunnah, witir, dan tahajud menjadi ibadah utama yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga memperbanyak tilawah dan tadabbur di akhir Ramadan merupakan upaya untuk mendapatkan rahmat dan pahala berlipat. Banyak umat Islam mengkhatamkan Al-Qur’an pada periode ini untuk lebih dekat dengan turunnya keberkahan malam tersebut. Tak kalah penting, amalan berdoa dengan sungguh-sungguh menjadi salah satu cara untuk meraih Lailatul Qadar. Doa yang paling dianjurkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah, yakni memohon pengampunan dan kasih sayang Allah. Semakin sering seorang Muslim memanjatkan doa ini, semakin besar pula peluang mendapatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut. Selain ibadah individual, bersedekah dan membantu sesama juga menjadi amalan yang bernilai tinggi. Semangat berbagi dan keikhlasan dalam membantu orang lain merupakan wujud kebaikan yang dapat mengantarkan seseorang pada keberkahan Lailatul Qadar. Banyak umat Muslim memilih menyalurkan sedekah, makanan, atau bantuan lainnya pada fase akhir Ramadan. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hati tetap ikhlas, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama, umat Islam berharap dapat meraih malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Meski waktu kedatangannya dirahasiakan, usaha sungguh-sungguh dan ibadah yang konsisten menjadi kunci agar tidak melewatkan malam yang lebih baik daripada seribu bulan tersebut.
ARTIKEL10/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan Lengkap dengan Doa
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan Lengkap dengan Doa
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan lengkap dengan bacaan doa setelah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim—baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak—yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya. Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg beras atau makanan pokok per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut. Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya: 1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.” 6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an (….) fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.” Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang. Cukup mengakses laman resmi https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat kemudian memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Anda sudah dapat melakukan pembayaran zakat dengan mudah, transparan dan terpercaya. Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar. Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL09/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Ciri-Cirinya di 10 Hari Terakhir Ramadan
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggal dan Ciri-Cirinya di 10 Hari Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa yang selalu dinantikan oleh umat Islam saat bulan suci Ramadan. Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan kepada Nabi Muhammad SAW dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam ajaran Islam, malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama lebih dari 83 tahun. Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5 yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” Meski memiliki keutamaan besar, Rasulullah SAW tidak pernah menyebutkan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama yang menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut: - Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026 - Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026 - Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026 - Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 202 - Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026 Pada malam-malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memanjatkan doa. Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan beberapa tanda atau ciri datangnya malam Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa salah satu tanda yang dapat dilihat adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan, seolah-olah seperti bejana hingga matahari tersebut meninggi. Selain itu, sejumlah ulama juga menyebut beberapa tanda lain yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, di antaranya: Suasana malam terasa tenang dan jarang terdengar suara gonggongan anjing atau keledai. - Air laut terasa lebih tawar dari biasanya. - Malam terasa terang dan bercahaya. - Sebagian orang merasakan ketenangan spiritual yang mendalam. - Alam terasa lebih damai dan sejuk. - Matahari terbit pada pagi hari dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan. Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu bisa dirasakan semua orang. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan agar tidak melewatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
ARTIKEL09/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan, Amalan Penuh Keberkahan bagi Umat Muslim
Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan, Amalan Penuh Keberkahan bagi Umat Muslim
Malam Nuzulul Quran yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada malam ini diperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa agar mendapatkan keberkahan dari malam yang mulia ini. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah membaca doa-doa khusus pada malam Nuzulul Quran. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk, ampunan, serta keberkahan hidup melalui Al-Qur’an. Berikut kumpulan doa yang dapat diamalkan pada malam Nuzulul Qur'an 17 Ramadan. 1. Doa Memohon Cahaya Al-Qur’an Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur'an, wa zayyin akhlaa qonaa bijaahil qur'an, wa hassin a'maalanaa bi dzikril qur'an, wa najjinaa minan naari bi karoo matil qur'an, wa adkhilnal jannata bi syafaa'til qur'an. Artinya: “Ya Allah, sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an. Hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an. Baguskan amalan kami dengan dzikir melalui Al-Qur’an. Selamatkan kami dari api neraka dengan kemuliaan Al-Qur’an dan masukkan kami ke dalam surga dengan syafaat Al-Qur’an.” 2. Doa Memohon Ampunan untuk Diri dan Orang Tua Allahummagfir lii wa liwaalidayya arhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo. Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil.” 3. Doa Memohon Ampunan kepada Allah SWT Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku.” 4. Doa Khatam Al-Qur’an pada Malam Nuzulul Quran Allahumarhamni bil qur'an, waj'alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimni minhu maa jahiltu, warzuqnii tilaawatahu aanaa allaili wa athraafannahaar, waj'alhu lii hujjatan ya rabbal 'aalamiin. Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ingatkanlah aku terhadap ayat-ayat yang terlupakan dan ajarkan aku apa yang belum aku ketahui. Berikan aku kemampuan untuk membacanya sepanjang malam dan siang hari, serta jadikanlah ia sebagai pembelaku di hadapan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.” Malam Nuzulul Quran menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai amalan kebaikan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih pahala serta keberkahan yang berlipat ganda di bulan suci Ramadan.
ARTIKEL06/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Menguatkan Ekonomi Umat lewat Zakat Produktif
Menguatkan Ekonomi Umat lewat Zakat Produktif
Bagi Sahabat BAZNAS, zakat tidak sekadar kewajiban yang ditunaikan lalu selesai. Zakat adalah amanah besar untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, pengelolaan zakat perlu diarahkan tidak hanya untuk membantu, tetapi juga untuk memberdayakan. Selama ini, zakat sering dipahami sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat. Padahal, zakat juga memiliki potensi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. Zakat produktif hadir sebagai ikhtiar agar mustahik tidak berhenti pada tahap menerima, tetapi mampu melangkah menuju kemandirian. Melalui modal usaha, alat kerja, serta pendampingan yang berkelanjutan, zakat menjadi jalan bagi lahirnya usaha-usaha kecil yang tumbuh dari bawah. Banyak Sahabat BAZNAS mungkin belum menyadari bahwa di sekitar kita terdapat potensi besar yang hanya menunggu kesempatan. Pedagang kecil yang ingin mengembangkan usahanya, ibu rumah tangga dengan keterampilan usaha, hingga pekerja informal yang ingin naik kelas. Zakat produktif membuka ruang bagi mereka untuk bangkit dan berkembang. Dampak zakat produktif pun meluas. Usaha yang tumbuh menciptakan perputaran ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan jangka pendek. Inilah bentuk kontribusi nyata zakat dalam membangun ekonomi umat yang berkelanjutan. Karena itu, bagi Sahabat BAZNAS yang ingin berkontribusi secara riil dalam menguatkan ekonomi umat, menunaikan zakat melalui BAZNAS adalah langkah nyata yang bisa dilakukan hari ini. Dengan berzakat di BAZNAS, Sahabat tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga ikut menghadirkan perubahan dan harapan bagi banyak kehidupan.
ARTIKEL06/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Ini Doa dan Amalan Lengkapnya
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Ini Doa dan Amalan Lengkapnya
Ramadan 1447 Hijriah kini telah memasuki hari ke-16. Pada malam ke-17 Ramadan, umat Islam di seluruh dunia akan memperingati Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Malam penuh keberkahan ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca Al-Quran. Namun sebelum memperingati malam Nuzulul Quran, penting bagi umat Islam untuk memahami makna dan keutamaan dari peristiwa bersejarah tersebut. Artikel ini akan membahas jadwal peringatan Nuzulul Quran 2026, lengkap dengan doa dan amalan yang dianjurkan. Pada tahun ini, terdapat perbedaan jadwal peringatan Nuzulul Quran karena adanya perbedaan penetapan awal Ramadan di Indonesia. Muhammadiyah menetapkan awal puasa lebih dahulu pada Rabu, 18 Februari 2026, sedangkan pemerintah melalui sidang isbat menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. Akibatnya, malam ke-17 Ramadan sebagai peringatan Nuzulul Quran juga memiliki dua tanggal berbeda, yaitu: - Versi Muhammadiyah: Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026. - Versi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU): Nuzulul Quran diperingati pada Sabtu, 7 Maret 2026. Meski terjadi perbedaan tanggal, esensi dari peringatan Nuzulul Quran tetap sama, yaitu sebagai momentum untuk semakin mencintai dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5. Peristiwa tersebut menjadi titik awal kenabian Rasulullah sekaligus dimulainya penyebaran ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar, malam Nuzulul Quran selalu diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tadarus Al-Quran, hingga tabligh akbar di berbagai masjid. Pada dasarnya tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada malam Nuzulul Quran. Namun umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, terutama setelah menyelesaikan khataman Al-Quran. Salah satu doa yang sering dibaca adalah doa khatam Al-Quran yang dinukil dari karya Imam Al-Ghazali: Allahumma ar?amni bil-Qur'ani waj'alhu li imaman wa nuran wa hudan wa ra?mah. Allahumma dhakkirni minhu ma nasitu wa 'allimni minhu ma jahiltu warzuqni tilawatahu ana'a al-layli wa atrafa an-nahar, waj'alhu la hujjatan ya Rabbal-'alamin. Allahumma aslih li dini alladhi huwa 'ismatu amri wa aslih li dunyaya allati fiha ma'ashi wa aslih li akhirati allati fiha ma'adi, waj'ali al-hayata ziyadatan li fi kulli khayr, waj'ali al-mawta rahatan li min kulli sharr. Allahumma aj'al khayra 'umri akhirahu wa khayra 'amali khawatimahu wa khayra ayyami yawma al-qa fih. Allahumma inni as'aluka 'ishatan haniyyah wa mitatan sawwiyyah wa maraddan ghayra makhzin wa la fadih. Allahumma inni as'aluka khayra al-masa'il wa khayra ad-du'a'i wa khayra an-najahi wa khayra al-'ilmi wa khayra al-'amali wa khayra at-thawabi wa khayra al-hayati wa khayra al-mamati, wa thabbitni wa thaqul mawazini wa haqqiq imani warfa' darajati wa taqabbal salati waghfir khati'ati wa as'aluka al-'ula mina al-jannah. Allahumma inni as'aluka mujibati rahmatika wa 'aza'ima maghfiratika wa as-salamata min kulli ithm wa al-ghanimata min kulli birr wa al-fawza bil-jannati wa an-najata mina an-nar. Allahumma ahsin 'aqibatana fi al-umuri kulliha wa ajirna min khizy ad-dunya wa 'adhab al-akhirah. Allahumma aqsim lana min khashyatik ma tahulu bihi baynana wa bayna ma'siyatika wa min ta'atika ma yuballighuna bihi jannataka wa mina al-yaqini ma tuhawwinu bih 'alayna masa'iba ad-dunya wa matta'na bi asma'ina wa absarina wa quwwatina ma a?yaytaa, waj'alhu al-waritha minna, waj'al tha'rana 'ala man zalamana, wa ansurna 'ala man 'adana wa la taj'al musibatana fi dinina wa la taj'ali ad-dunya akbara hamina wa la mablagha 'ilmina wa la? tusallit 'alayna man la yarhamna. All?humma la tada' lana dhanban illa ghafartahu wa la hamman illa farrajtahu wa la daynan illa qadaytahu wa la hajatan min haw?'iji ad-dunya wa al-akhirati illa qadaytaha ya arhama ar-rahimin. Rabbana atina fi ad-dunya ?asanatan wa fi al-akhirati hasanatan wa qina 'adhaba an-nar, wa sallallahu 'ala nabiyyina Mu?ammad wa 'ala alihi wa ashabihi al-akhyar wa sallama tasliman kathira. Artinya: "Ya Allah, karuniakan kasih sayang-Mu padaku melalui Al-Quran-Mu. Jadikan ia imam, cahaya, hidayah, dan sumber rahmat bagi-ku. Ya Allah, ingatkan aku jika aku lupa mengingat ayat-ayatnya. Ajari aku ayat-ayat yang susah untuk difahami. Beri aku kenikmatan ketika membacanya di kala siang atau pun malam. Dan, jadikan ia sebagai hujjah bagiku wahai Tuhan sekalian alam. Ya Allah, baguskanlah keberagamaanku, yang akan menjadi kehormatan segala urusanku. Berilah aku kebaikan di dunia sebagai tempat aku menjalani hidup. Berilah aku kebaikan di akhirat yang menjadi tempat aku kembali. Jadikan kehidupan ini sebagai tempat menambah kebaikan, dan jadikan kematian sebagai pembebas dari semua keburukan. Ya Allah, jadikanlah sebaik baik umurku di penghujungnya, sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan di akhir kehidupanku, dan hari terbaik adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu Ya Allah, aku memohon kehidupan yang nyaman, kematian yang damai, dan tempat kembali yang tidak menyedihkan Ya Allah, aku meminta pada-Mu permintaan terbaik, doa terbaik, kesuksesan terbaik, ilmu terbaik, amal terbaik, pahala terbaik, kehidupan terbaik, dan kematian terbaik. Kuatkan aku, beratkan timbangan kebaikanku, kukuhkan imanku, tinggikan derajatku, terima salatku, ampuni dosa-dosaku, dan berilah aku surga tertinggi. Ya Allah, aku memohon karunia yang harus Engkau berikan, ampunan yang harus Engkau karuniakan, pembebasan dari segala dosa, ghanimah untuk setiap kebaikan, kemenangan dengan meraih surga, dan keselamatan dari siksa neraka. Ya Allah, beri kami kebaikan dalam setiap urusan, serta beri aku pahala atas segala kepedihan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, beri aku rasa takut pada Mu yang akan menghalangiku berbuat maksiat. Anugerahi aku ketaatan yang akan mengantarkanku ke surga-Mu. Beri aku keyakinan yang akan meringankan setiap musibah dunia. Beri aku kenikmatan melalui pendengaran dan penglihatan, dan beri aku kekuatan selama hidup. Jadikan semua itu warisan dari kami. Jadilah pembalas bagi setiap yang menzalimi kami, dan bantulah kami menghadapi musuh-musuh kami. Janganlah Engkau timpakan musibah ketika kami memeluk Islam. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita kami dan akhir ilmu kami. Janganlah Engkau tundukkan kami pada orang-orang yang tidak menyayangi kami. Ya Allah, tidaklah Engkau sisakan sebuah dosa kecuali Engkau mengampuni nya. Tidaklah Engkau sisakan kegelisahan kecuali Engkau beri jalan keluarnya. Tidaklah Engkau biarkan utang kecuali Engkau melunasinya. Dan tidaklah Engkau munculkan kebutuhan dunia dan akhirat kecuali Engkau memenuhinya. Wahai Yang Maha Pengasih, Ya Tuhan kami, beri kami kebajikan di dunia dan di akhirat dan jaga kami dari siksa neraka. Semoga salawat dan salam senantiasa terlimpah pada nabi kita Muhammad saw, keluarga, serta sahabat-sahabatnya yang terpilih." Selain itu, umat Islam juga dianjurkan membaca doa yang biasa dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nuzulul Quran antara lain: - Memperbanyak membaca Al-Quran - Mengingat malam ini berkaitan langsung dengan turunnya Al-Quran, memperbanyak tilawah menjadi amalan utama. - Memperbanyak dzikir Berdzikir kepada Allah menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya serta menenangkan hati. - Melaksanakan shalat malam - Qiyamul lail atau shalat malam menjadi ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar di sisi Allah. - Melaksanakan i’tikaf di masjid I’tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, membaca Al-Quran, dan berdoa. Dengan memahami makna serta amalan yang dianjurkan, diharapkan umat Islam dapat memanfaatkan malam Nuzulul Quran sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan semakin dekat dengan Al-Quran.
ARTIKEL06/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah dan Keutamaannya, Lengkap untuk Panduan Ramadan
Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah dan Keutamaannya, Lengkap untuk Panduan Ramadan
Menjelang Idulfitri, umat Islam kembali melaksanakan salah satu kewajiban penting, yakni zakat fitrah. Ibadah ini tidak hanya berfungsi sebagai penyuci diri, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an pada QS At-Taubah ayat 60 mengenai golongan penerima zakat. Tradisi membaca doa saat menerima zakat fitrah telah lama hidup dalam masyarakat muslim Indonesia. Namun, tidak sedikit yang belum memahami makna serta lafaz doa tersebut secara benar. Padahal, doa bukan sekadar pelengkap prosesi zakat, melainkan wujud syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada muzakki yang telah menunaikan kewajibannya. Menurut tuntunan Nabi Muhammad SAW, doa menerima zakat fitrah memiliki makna mendalam dan sebaiknya diamalkan oleh amil maupun mustahik. Doa yang paling dikenal dan sering dibacakan adalah: “Ajarakallahu fima a‘taita, wa baraka laka fima abqaita, wa ja‘alahu laka tahuran.” Artinya: “Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.” Doa ini mencerminkan harapan agar zakat yang diberikan mendapatkan balasan pahala, membawa keberkahan, dan menjadi sarana penyuci harta serta jiwa bagi muzakki. Selain itu, terdapat pula doa pendek yang juga populer di kalangan umat Islam: “Taqabbalallahu minna wa minkum.” Artinya: “Semoga Allah menerima amal dari kami dan dari kalian.” Bacaan tersebut sering disampaikan sebagai bentuk penghormatan, sekaligus harapan agar ibadah zakat fitrah diterima oleh Allah SWT. Keutamaan membaca doa menerima zakat fitrah tidak hanya dirasakan oleh penerima zakat, tetapi juga oleh pemberinya. Doa menjadi jembatan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta. Dengan memanjatkan doa, seorang muslim menegaskan rasa syukurnya atas rezeki yang dititipkan Allah SWT serta berkomitmen menggunakannya di jalan kebaikan. Selain itu, doa yang dibacakan oleh penerima zakat menjadi bentuk penghargaan kepada muzakki. Sementara itu, hubungan spiritual antara keduanya akan memperkuat ukhuwah Islamiyah, menghadirkan suasana saling mendoakan dan menghormati. Pada akhirnya, memahami dan mengamalkan bacaan doa menerima zakat fitrah bukanlah rutinitas, melainkan bagian dari ibadah yang sarat nilai. Dengan pemahaman yang benar, zakat fitrah bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga menjadi amalan penuh makna yang mendatangkan keberkahan bagi semua pihak.
ARTIKEL05/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
8 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan 2026, Umat Muslim Wajib Tahu
8 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan 2026, Umat Muslim Wajib Tahu
Memasuki bulan suci Ramadan 2026, seluruh umat Muslim kembali menjalankan ibadah puasa sebagai salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Puasa merupakan ibadah wajib yang menjadi bagian dari rukun Islam dan dilaksanakan selama 29 hingga 30 hari pada bulan Ramadan. Kewajiban ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 183, yang memerintahkan orang beriman untuk berpuasa. Agar ibadah tidak sia-sia, penting bagi setiap Muslim memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Kesalahan kecil yang dilakukan tanpa disadari dapat mengurangi kesempurnaan ibadah, bahkan membatalkannya. Berikut rangkuman 8 hal yang membatalkan puasa berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para ulama. 1. Memasukkan Sesuatu ke Dalam Tubuh Secara Sengaja Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa yang paling jelas. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 yang menyatakan bahwa puasa berlangsung dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun jika dilakukan karena lupa, maka puasanya tetap sah. 2. Memasukkan Sesuatu Melalui Kubul atau Dubur Segala jenis benda atau cairan yang dimasukkan melalui kubul atau dubur, termasuk untuk pengobatan, dapat membatalkan puasa. Contohnya pemasangan kateter, obat ambeien, atau cairan medis tertentu. Sebagian ulama menganalogikan tindakan ini sebagai makan atau minum. 3. Muntah dengan Sengaja Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, muntah yang disengaja membatalkan puasa. Sebaliknya, jika muntah terjadi tanpa kesengajaan, maka puasa tetap sah dan ibadah dapat dilanjutkan. 4. Melakukan Hubungan Suami Istri di Siang Hari Berhubungan suami istri saat berpuasa termasuk pembatal puasa yang berat. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 187, Allah SWT menghalalkan hubungan tersebut hanya pada malam hari. Pelanggarnya diwajibkan membayar kafarat berat, mulai dari memerdekakan budak hingga memberi makan 60 fakir miskin. 5. Keluar Air Mani dengan Sengaja Keluar mani secara sengaja, baik melalui onani atau aktivitas yang menimbulkan rangsangan, membatalkan puasa. Hal ini sesuai hadits yang menjelaskan bahwa orang berpuasa harus meninggalkan makan, minum, dan syahwat. Namun mimpi basah tidak termasuk pembatal. 6. Haid dan Nifas Wanita yang mengalami haid atau nifas secara otomatis batal puasanya. Meskipun darah keluar menjelang waktu berbuka, wanita tetap diwajibkan mengganti puasa di hari lain. 7. Hilang Akal atau Gila Salah satu syarat sah puasa adalah berakal sehat. Jika seseorang hilang akal, baik sementara maupun permanen, maka puasanya batal karena tidak memenuhi syarat wajib. 8. Murtad atau Keluar dari Islam Murtad merupakan pembatal seluruh ibadah, termasuk puasa. Jika seseorang keluar dari Islam melalui ucapan atau perbuatan, maka puasanya batal dan tidak sah. Dengan memahami hal-hal yang membatalkan puasa, umat Muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan 2026 dengan lebih khusyuk dan sempurna. Menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa menjadi langkah penting untuk memperoleh keberkahan dan pahala yang maksimal selama bulan penuh ampunan ini.
ARTIKEL04/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap dengan Doa
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Lengkap dengan Doa
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk temukan bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga lengkap dengan bacaan doa setelah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap jiwa Muslim baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak yang menemui sebagian bulan Ramadan dan awal bulan Syawal. Kewajiban ini diberikan kepada mereka yang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya. Secara umum, besaran zakat fitrah ditetapkan setara 2,7 kg liter beras atau makanan pokok per jiwa. Tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyempurnakan ibadah Ramadan. Pembayaran zakat fitrah juga dapat diwakilkan oleh orang tua maupun wali keluarga, sehingga bacaan niatnya disesuaikan dengan penerima zakat tersebut. Berikut bacaan lengkap niat zakat fitrah sesuai peruntukannya: 1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” 5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.” 6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an (….) fardhan lillahi taala “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.” Adapun Bacaan doa zakat fitrah dalam tulisan latin adalah sebagai berikut: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagimu.” Untuk mempermudah masyarakat, pembayaran zakat kini dapat dilakukan secara digital melalui BAZNAS Kota Semarang. https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakat Cukup mengakses laman resmi, memilih jenis zakat, memasukkan nominal, serta melengkapi data pembayaran. Layanan zakat online ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban agama tanpa harus datang langsung ke kantor layanan zakat. Dengan memanfaatkan teknologi, umat Muslim dapat menunaikan zakat fitrah kapan pun dan di mana pun menggunakan ponsel pintar. Menunaikan zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui zakat, nilai kepedulian dapat terus hidup dan memberikan manfaat bagi sesama.
ARTIKEL04/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Ketahui! Ini 3 Hikmah Mengeluarkan Zakat Fitrah saat Ramadan
Ketahui! Ini 3 Hikmah Mengeluarkan Zakat Fitrah saat Ramadan
Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia tidak hanya menjalankan ibadah puasa selama 30 hari, tetapi juga melaksanakan berbagai amalan wajib maupun sunnah yang membawa keberkahan. Salah satu amalan penting yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah Ramadan adalah pembayaran zakat fitrah. Zakat ini menjadi kewajiban bagi setiap Muslim sebagai bentuk penyempurnaan ibadah puasa dan wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Kewajiban ini berlaku bagi seluruh Muslim yang mampu—baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Berbeda dengan zakat maal yang terkait kepemilikan harta, zakat fitrah lebih menekankan pada kebutuhan untuk mensucikan diri setelah menjalani puasa Ramadan serta memastikan seluruh umat Islam dapat merayakan hari raya dalam suasana penuh kebahagiaan. Secara syariat, zakat fitrah bertujuan menyucikan jiwa dan menolong mereka yang membutuhkan. Namun, lebih dari itu, terdapat tiga hikmah utama yang menunjukkan betapa besar dampak positif zakat fitrah bagi kehidupan sosial dan spiritual umat Islam. Pertama, mensucikan jiwa muzaki (pemberi zakat). Setelah satu bulan penuh menjalankan puasa, seorang Muslim dianjurkan menyempurnakan ibadahnya dengan zakat fitrah. Amalan ini membantu membersihkan diri dari sifat kikir, keserakahan, serta segala kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan puasa. Zakat fitrah juga menjadi bentuk rasa syukur atas kesehatan dan kemampuan menjalani ibadah selama Ramadan. Kedua, memberikan makan kepada kaum dhuafa (mustahik) di hari raya. Zakat fitrah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa tidak ada fakir miskin yang kelaparan atau kesulitan menikmati kebahagiaan Idulfitri. Dengan zakat fitrah, mereka dapat menyambut lebaran dengan layak, memenuhi kebutuhan makanan, serta ikut merasakan kegembiraan bersama umat Muslim lainnya. Hal ini menggambarkan nilai keadilan sosial yang sangat dijunjung tinggi dalam ajaran Islam. Ketiga, menciptakan keseimbangan sosial dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Zakat fitrah membantu mengurangi kesenjangan antara yang mampu dan yang kurang mampu. Melalui berbagi, tumbuh rasa solidaritas, kasih sayang, serta kepedulian di tengah masyarakat. Ibadah ini mengingatkan umat Muslim bahwa keberkahan Ramadan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Dengan memahami hikmah zakat fitrah, umat Islam diharapkan semakin ikhlas dalam menunaikan kewajiban ini. Zakat fitrah bukan hanya angka, tetapi wujud nyata bahwa Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat.Anda dapat juga melaksanakan pembayaran fidyah dalam bentuk uang melalui link kantor digital yang disediakan oleh Baznas Kota Semarang:https://kotasemarang.baznas.go.id/bayarzakatDemikian informasi yang dapat Anda simak mengenai hikmah melaksanakan zakat fitrah di bulan suci Ramadan.
ARTIKEL03/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Mitos atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama Soal Ungkapan Berbukalah dengan yang Manis
Mitos atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama Soal Ungkapan Berbukalah dengan yang Manis
Di tengah masyarakat Indonesia, ungkapan “berbukalah dengan yang manis” sudah lama dipercaya sebagai anjuran agama dan bahkan dianggap sebagai hadits Nabi Muhammad SAW. Banyak yang meyakini bahwa kalimat tersebut merupakan sunnah yang dianjurkan ketika tidak tersedia kurma untuk berbuka puasa. Namun, para ulama menegaskan bahwa anggapan ini keliru. Dalam penelusuran kitab hadits maupun kitab fikih, tidak ditemukan satu pun riwayat yang berbunyi “berbukalah dengan yang manis” atau yang bermakna serupa. Ungkapan tersebut bukanlah hadits Nabi SAW. Sayangnya, kalimat ini terlanjur populer dan sering disampaikan oleh sebagian penceramah maupun publik figur yang kurang memahami sumber rujukan agama. Sunnah sebenarnya dalam berbuka puasa telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan at-Tirmidzi, Rasulullah SAW terbiasa berbuka dengan ruthob (kurma segar). Jika tidak ada kurma segar, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Bila kurma tidak tersedia, Rasulullah SAW memilih meminum beberapa teguk air. Para ulama kemudian menjelaskan bahwa kesunahan berbuka dengan kurma bukan semata-mata pada jenis buahnya, melainkan pada unsur manis yang dikandung kurma. Pendapat ini dijelaskan oleh Muhammad Ali as-Syaukani dalam karyanya Nailul Authar. Menurutnya, seluruh makanan atau minuman manis dapat masuk dalam kategori berbuka sesuai sunnah, selama unsur manis tersebut menjadi illat (sebab) dianjurkannya kurma. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar al-Masyhur dalam Bughyatul Mustarsyidin. Menurutnya, meski makanan manis memiliki nilai baik, tetap tidak bisa disamakan dengan sunnah berbuka menggunakan kurma. Jika kurma tidak tersedia, maka air—terutama air zam-zam—lebih diutamakan. Setelah itu barulah makanan manis yang tidak melalui proses pemasakan, seperti madu, anggur, atau susu. Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa berbuka dengan air putih saja sudah memenuhi sunnah ketika kurma tidak tersedia. Sementara makanan manis yang melalui proses dimasak—seperti kolak, es campur, atau hidangan serupa—lebih dianjurkan dikonsumsi setelah minum air terlebih dahulu. Dengan demikian, masyarakat perlu meluruskan pemahaman bahwa ungkapan “berbukalah dengan yang manis” bukanlah hadits Nabi. Meski berbuka dengan makanan manis tetap memiliki nilai baik, tetapi tata cara berbuka yang paling sesuai sunnah telah diatur jelas dalam hadits-hadits sahih.
ARTIKEL03/03/2026 | Admin Bidang Penghimpunan
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →