Bacaan Doa Awal dan Akhir Tahun 1448 H, Amalkan di Bulan Muharram
15/06/2026 | Penulis: Admin Bidang Penghimpunan
Ilustrasi berdoa (dok.pexels)
Umat Islam di Indonesia, termasuk warga Kota Semarang, akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Senin sore, 15 Juni 2026. Momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperbanyak ibadah dan doa.
Berbeda dengan perayaan pergantian tahun Masehi yang identik dengan berbagai hiburan, Tahun Baru Islam lebih banyak diisi dengan kegiatan religius seperti pengajian, dzikir, muhasabah, hingga membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Tradisi ini masih banyak dijalankan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kota Semarang dan sekitarnya.
Doa akhir tahun dibaca sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Sementara itu, doa awal tahun dipanjatkan sebagai harapan agar diberikan keberkahan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan selama setahun ke depan.
Bagi masyarakat yang ingin mengamalkannya, doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang berakhirnya bulan Zulhijah atau sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai pergantian tahun Hijriah. Sedangkan doa awal tahun dibaca setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.
Dalam tradisi Islam, membaca doa akhir tahun bukan sekadar ritual tahunan. Doa ini mengandung permohonan ampun atas berbagai dosa yang mungkin dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja selama satu tahun terakhir.
Melalui doa tersebut, seorang Muslim diajak untuk mengevaluasi perjalanan hidupnya, memperbaiki kesalahan, serta memperkuat komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
Versi singkat doa akhir tahun yang banyak diamalkan berbunyi:
"Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim."
Artinya:
Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 Hijriah
Selain doa akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan membaca doa awal tahun setelah masuk waktu Maghrib pada malam 1 Muharram.
Doa ini berisi harapan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari godaan setan, menjaga diri dari perbuatan buruk, serta membimbing setiap langkah agar lebih dekat kepada-Nya.
Bacaan doa awal tahun yang umum diamalkan adalah:
"Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Melalui doa tersebut, umat Muslim berharap tahun baru yang datang menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memasuki tahun baru Hijriah, umat Islam diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan buruk di masa lalu dan memulai lembaran baru yang lebih baik, penuh keberkahan, serta semakin dekat kepada Allah SWT.***
Artikel Lainnya
Ketahui! Ini Keutamaan Puasa Senin dan Kamis, Lengkap dengan Bacaan Niat
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Sedekah Jumat Yuk! Warga Semarang Bisa Salurkan Donasi Online Lewat BAZNAS, Ini Cara Mudah dan Keutamaannya
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Keutamaan dan Manfaat Melaksanakan Puasa Sunnah Jumadil Awal
Tips Mudah Membaca Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat, Bisa Dibagi 4 Waktu
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Bayar Zakat Sekali Klik: Bagaimana Tren QRIS dan FinTech Membantu Gen Z Berbagi di Oktober 2026
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Utang Puasa Belum Lunas hingga Ramadhan Berikutnya? Ini Hukum Qadha dan Fidyah yang Dapat Dipahami
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →