Masuk Bulan Safar 1448 H, Benarkah Allah Menurunkan Bala? Ini Penjelasan dalam Islam
17/07/2026 | Penulis: Admin Bidang Penghimpunan
Ilustrasi (dok.Pexel)
Umat Islam telah memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di tengah masyarakat masih berkembang anggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan sial atau waktu turunnya bala dan bencana. Lantas, benarkah keyakinan tersebut sesuai ajaran Islam?
Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil dalam Al-Qur'an maupun hadits yang menyatakan Allah SWT menurunkan bala khusus pada bulan Safar. Kepercayaan tersebut justru berasal dari tradisi masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap Safar sebagai bulan penuh kesialan.
Dalam buku 1001 Pertanyaan Soal Jawab Agama karya Ustaz Abu Muslim dijelaskan, keyakinan bahwa bala turun pada bulan Safar, khususnya pada Rabu terakhir Safar, termasuk takhayul yang tidak memiliki dasar syariat.
Rasulullah SAW secara tegas menolak anggapan tersebut melalui sabdanya:
"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR Bukhari)
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan umat Islam agar tidak mencela waktu atau masa. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, "Janganlah kalian mencela masa, karena Allah adalah (Pencipta) masa."
Penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin juga menegaskan bahwa bulan Safar tidak berbeda dengan Muharram, Rabiul Awal, maupun bulan-bulan Hijriah lainnya. Tidak ada bulan yang membawa kesialan ataupun keberuntungan tertentu.
Islam juga melarang praktik tathayyur atau menganggap suatu kejadian sebagai pertanda buruk. Sebaliknya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memiliki prasangka baik kepada Allah SWT dan mengucapkan kalimat-kalimat yang baik.
Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi bulan Safar dengan memperbanyak ibadah, doa, zikir pagi dan petang, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
Bismill?hilladh? l? ya?urru ma'asmihi shay'un f?l-ar?i wa l? f?s-sam?'i wa huwa as-sam?'ul-'al?m.
Artinya, "Dengan menyebut nama Allah yang tiada suatu pun di bumi maupun di langit yang dapat memberi mudarat bersama nama-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Dengan demikian, anggapan bahwa bulan Safar identik dengan turunnya bala atau membawa kesialan tidak memiliki landasan dalam ajaran Islam. Umat Islam dianjurkan tetap bertawakal, memperbanyak amal saleh, serta meyakini bahwa segala ketentuan baik maupun musibah sepenuhnya terjadi atas kehendak Allah SWT.***
Artikel Lainnya
Apa Itu Zakat Produktif? Simak Pengertian, Dasar Hukum, dan Manfaatnya
Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam, Simak Penjelasan dan Mitos yang Perlu Diluruskan
Kenapa Jumat Sering Disebut Jumat Berkah? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Keutamaannya
Mengenal Pengertian Zakat Emas, Lengkap dengan Hukum dan Cara Membayarnya
4 Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Muharram, Rutin Diamalkan untuk Menambah Pahala
Doa Bulan Safar yang Dianjurkan, Lengkap dengan Amalan untuk Memohon Perlindungan kepada Allah
Muharram Termasuk Bulan Haram, Ternyata Menyimpan Banyak Keistimewaan bagi Umat Islam
Kenali 3 Jenis Sedekah dalam Islam, dari Sedekah Wajib hingga Sedekah Jariyah
Niat dan Tata Cara Puasa Sunnah Senin Kamis, Lengkap dengan Bacaan dan Keutamaannya
Begini Tata Cara Pembayaran Fidyah di BAZNAS Kota Semarang Lengkap Cara Menghitung
Jadwal Puasa Sunnah Safar 2026 Lengkap: Mulai dari Ayyamul Bidh dan Senin Kamis
Pengertian Zakat, Jenis, Syarat, dan 8 Golongan Penerima yang Wajib Diketahui Umat Islam
Hukum Bersedekah bagi Orang yang Masih Punya Utang, Bolehkah? Ini Penjelasan Ulama
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niat
Keutamaan Sedekah Yatim di Bulan Muharram, Amalan Mulia yang Dianjurkan dalam Islam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →