WhatsApp Icon

Makna Idul Adha: Jejak Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nilai Kehidupan yang Kekal Sepanjang Zaman

16/04/2026  |  Penulis: Admin Bidang Penghimpunan

Bagikan:URL telah tercopy
Makna Idul Adha: Jejak Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nilai Kehidupan yang Kekal Sepanjang Zaman

Makna Idul Adha (dok.freepik)

Idul Adha merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Perayaan ini hadir sebagai momentum penuh makna, bukan hanya karena umat Islam di seluruh dunia menyembelih hewan kurban, tetapi juga karena Idul Adha menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji di Makkah.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul untuk menunaikan rukun Islam kelima yang telah diwajibkan Allah SWT bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial.

Bagi umat Islam yang belum diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji, menjalankan kurban menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha. Amalan ini bukan sekadar ritual, tetapi wujud ketaatan yang diwariskan dari kisah agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah keduanya menjadi fondasi utama dalam memahami makna terdalam Idul Adha.

Idul Adha mengajarkan nilai-nilai luhur seperti keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Meskipun dirayakan setiap tahun, pesan spiritualnya tak pernah pudar. Kisah Nabi Ibrahim a.s yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s, menjadi simbol ketaatan tanpa syarat terhadap perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim menerima mimpi serupa hingga tiga kali, meyakinkannya bahwa itu adalah perintah dari Allah.

Saat Nabi Ibrahim menyampaikan mimpi tersebut, Nabi Ismail menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa. Tanpa ragu, ia meminta sang ayah untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Namun sebelum penyembelihan terjadi, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk penghargaan atas keikhlasan keduanya.

Sejak saat itu, ibadah kurban ditetapkan dan dirayakan setiap Idul Adha dalam rentang tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah.

Berkurban bukan hanya ibadah fisik, tetapi juga wujud ketundukan hati. Menurut penjelasan dalam laman resmi Nahdlatul Ulama, hewan kurban akan datang pada hari kiamat dalam keadaan utuh sebagai pemberi syafaat bagi orang yang menyembelihnya. Selain itu, ibadah kurban menanamkan rasa empati dan keikhlasan, karena dua pertiga dagingnya menjadi hak orang lain yang berhak menerimanya.

Ibadah haji juga memiliki keterkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim. Beliau mendapat perintah untuk membangun Ka'bah dan mengumumkan kepada manusia tentang kewajiban berhaji.

Perintah ini kemudian ditegaskan dalam Q.S Ali Imran ayat 97 yang mewajibkan haji bagi orang yang mampu. Pelaksanaan ibadah haji diyakini mampu membersihkan jiwa dan menjadi simbol penyempurnaan iman.

Idul Adha pada akhirnya bukan hanya perayaan, tetapi perjalanan spiritual yang mengingatkan manusia bahwa ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan adalah kunci menuju ridha-Nya.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →