WhatsApp Icon

Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap dengan Niatnya

18/05/2026  |  Penulis: Admin Bidang Penghimpunan

Bagikan:URL telah tercopy
Bolehkah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkap dengan Niatnya

Ilustrasi puasa (dok.Pexels)

Bulan Dzulhijjah sudah tiba, mulai tanggal 18 Mei 2026 seluruh umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah untuk menyambut datangnya bulan penuh keberkahan ini. Seperti kita ketahui, saat bulan dzulhijjah datang, kita dianjurkan melaksanakan puasa sunnah 10 hari hingga menjelang datangnya tarwiyah dan arafah.

Akan tetapi, terkadang ada pula yang ingin melaksanakan puasa sunnah tersebut namun belum menyelesaikan qadha puasa Ramadhan di tahun ini. Lantas, apakah boleh menggabungkan keduanya?

Untuk mengetahui jawabannya, Anda dapat simak penjelasannya pada artikel ini lengkap dengan niat.

Apakah boleh menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Dzulhijjah?

Mengutip penjelasan MUI Digital, seseorang dibolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari-hari sunnah di bulan Dzulhijjah. Artinya, ketika ia berpuasa untuk mengganti kewajiban Ramadhan, ia tetap mendapatkan keutamaan puasa sunnah Dzulhijjah.

Pandangan ini juga selaras dengan fatwa Imam Al-Barizi yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi. Dalam penjelasannya, beliau menyebut bahwa puasa di hari-hari yang memiliki keutamaan khusus secara otomatis menghadirkan pahala puasa sunnah, meskipun seseorang hanya berniat mengerjakan puasa wajib seperti qadha Ramadhan.

Namun, laman NU Online menyarankan bahwa bagi seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, lebih baik mendahulukan puasa wajib. Tetapi jika teringat mendekati hari-hari dianjurkannya puasa Dzulhijjah, maka qadha Ramadhan bisa dilakukan pada saat itu agar mendapatkan dua pahala sekaligus.

Buya Yahya juga menegaskan hal serupa dalam kajiannya di Al-Bahjah TV. Menurut beliau, puasa wajib harus didahulukan dan tidak boleh digabungkan niatnya. Niat puasa qadha harus berdiri sendiri, sementara pahala puasa sunnah akan otomatis mengikuti karena dilakukan di hari-hari yang utama.

Puasa Dzulhijjah dianjurkan dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Berikut niatnya:

1. Niat Puasa 1–7 Dzulhijjah:

“Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Saya berniat puasa Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah):

“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat puasa Arafah karena Allah Ta’ala.”

Dengan memahami hukum dan tata caranya, umat Islam dapat memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah dengan penuh kesadaran dan keutamaan. Semoga ibadah kita diterima dan diberkahi Allah SWT.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →