Kurban sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Modern
18/05/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Semarang
Kurban sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Modern
Di tengah dunia yang diwarnai ketimpangan dan ketidakadilan distribusi kekayaan yang mendorong manusia untuk terus memiliki, menumpuk, dan mengakumulasi kekayaan, ibadah kurban hadir dengan logika yang berlawanan. Ia tidak mengajarkan bagaimana memperoleh, tetapi bagaimana mengikhlaskan.
Dalam sistem kapitalisme, orang bebas mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Itu tidak salah. Justru dianggap wajar, bahkan didorong. Distribusi? Ya, diserahkan ke pasar. Siapa punya akses, dia dapat. Tapi kurban tidak berjalan dengan logika itu. Di momen kurban, harta yang kita punya tidak lagi dipertahankan, tapi dilepas. Dan pelepasannya juga tidak acak, sudah jelas arahnya kepada orang yang membutuhkan.
Ada satu ayat cukup menampar cara berpikir kita, yaitu Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 37. Intinya sederhana: bukan daging atau darah yang sampai kepada Allah, tapi ketakwaan. Artinya adalah yang dilihat bukan output fisiknya, tapi proses batinnya. Ini menarik, karena berarti kurban itu sebenarnya lebih banyak bekerja di dalam diri manusia, bukan di luar.
Yang membuat kurban unik adalah posisinya yang tidak wajib, namun juga tidak bisa dianggap enteng. Kalau pajak, jelas diwajibkan setiap individu. Kalau sedekah, adalah kesukarelaan. Tapi kurban? Sunnah, tapi ada dorongan moral yang cukup kuat, apalagi kalau kita mampu.
Dan anehnya, justru dari situ muncul distribusi yang nyata. Tidak ada negara yang memaksa. Tidak juga sepenuhnya diatur pasar. Tapi setiap tahun, dalam waktu yang sangat singkat, daging bisa tersebar ke banyak orang.
Kurban memang tidak menyelesaikan masalah itu secara total. Tapi setidaknya, ia memberikan kehangatan di setiap rumah kaum muslimin, walaupun sederhana. Orang yang punya kemampuan membeli hewan kurban. Lalu dagingnya dibagikan. Ini merupakan proses yang tidak rumit, namun memiliki dampak yang nyata
Di dunia yang terus mendorong kita untuk mengambil sebanyak-banyaknya. Kurban berfungsi sebagai ”rem” manusia selalu mengikhlaskan apa yang diperoleh. Kurban adalah ritual tahunan, untuk selalu mengingat di sekeliling kita.
Artikel Lainnya
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Tidak Harus Uang, Ini 5 Bentuk Sedekah Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Rutinitas Hari Jumat Rasulullah: Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Ketahui! Ini Keutamaan Puasa Senin dan Kamis, Lengkap dengan Bacaan Niat
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya
Sedekah Jumat Yuk! Warga Semarang Bisa Salurkan Donasi Online Lewat BAZNAS, Ini Cara Mudah dan Keutamaannya
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Ketahui Hukum Fidyah Orang Meninggal dan Cara Membayarnya
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Oktober 2026 Lengkap Niat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →