Merasa Tertinggal Mungkin Kamu Hanya Membandingkan
09/04/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kota Semarang
Merasa Tertinggal Mungkin Kamu Hanya Membandingkan
Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak hidupmu jalan di tempat, sementara orang lain kayaknya terus maju?
Buka media sosial, lihat teman sudah kerja mapan. Yang lain sudah punya usaha. Ada juga yang kelihatan hidupnya “jadi”. Di situ biasanya mulai muncul satu perasaan yang nggak enak: “Kok aku gini-gini aja ya?”
Perasaan tertinggal itu nyata. Dan hampir semua orang pernah ngerasain. Tapi ada satu hal yang sering kita nggak sadar. Bisa jadi, kita merasa tertinggal bukan karena kita benar-benar lambat. Tapi karena kita terlalu sering membandingkan. Masalahnya, kita sering membandingkan “belakang layar” hidup kita dengan “highlight” hidup orang lain. Kita tahu semua perjuangan kita, semua kegagalan kita, semua keraguan kita. Tapi kita cuma lihat hasil akhir orang lain, tanpa tahu prosesnya. Akhirnya jadi nggak adil.
Kita mulai merasa kurang, padahal mungkin kita sedang berjalan di jalur yang berbeda. Kita merasa gagal, padahal sebenarnya kita hanya belum sampai di titik yang sama. Setiap orang punya timeline hidup yang beda. Ada yang cepat di karier, tapi lambat di hal lain. Ada yang terlihat sukses dari luar, tapi lagi berjuang di dalam. Dan ada juga yang pelan, tapi justru lebih stabil.
Masalahnya bukan di posisi kita. Tapi di cara kita melihat posisi orang lain. Semakin sering kita membandingkan, semakin kita kehilangan fokus terhadap hidup sendiri. Energi kita habis untuk melihat orang lain, bukan membangun diri sendiri. Padahal kalau dipikir-pikir, hidup ini bukan perlombaan.
Nggak ada garis finish yang sama untuk semua orang. Nggak ada aturan umur sekian harus sudah jadi apa. Yang ada hanya proses masing-masing, dengan ritme yang berbeda. Bukan berarti kita nggak boleh punya standar atau keinginan untuk berkembang. Itu penting. Tapi ada bedanya antara termotivasi dan tertekan karena perbandingan.
Kalau melihat orang lain membuat kita semangat, itu bagus. Tapi kalau malah bikin kita merasa tidak cukup, mungkin sudah waktunya kita berhenti sejenak.
Coba tarik napas. Lihat lagi hidup kita sendiri. Mungkin kita memang belum sampai ke titik yang kita inginkan. Tapi bukan berarti kita tidak bergerak. Bisa jadi kita sedang membangun sesuatu yang tidak instan. Sesuatu yang butuh waktu. Dan itu tidak apa-apa. Karena pada akhirnya, yang penting bukan siapa yang paling cepat. Tapi siapa yang tetap berjalan, meskipun pelan.
Jadi kalau hari ini kamu merasa tertinggal, coba tanya lagi ke diri sendiri.nApakah kamu benar-benar tertinggal? Atau kamu hanya sedang melihat ke arah yang salah?
Artikel Lainnya
Tidak Harus Uang, Ini 5 Bentuk Sedekah Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Tips Mudah Membaca Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat, Bisa Dibagi 4 Waktu
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Bayar Zakat Sekali Klik: Bagaimana Tren QRIS dan FinTech Membantu Gen Z Berbagi di Oktober 2026
Fidyah Online, Bolehkah? Begini Cara Membayarnya dengan Mudah dan Transparan
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Rutinitas Hari Jumat Rasulullah: Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Sering Tak Sempat Baca Surat Al-Kahfi? Begini Cara Membagi 110 Ayat agar Lebih Ringan
Keutamaan dan Manfaat Melaksanakan Puasa Sunnah Jumadil Awal
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →