WhatsApp Icon

Ketahui! Ini Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap dengan Jadwal Pelaksanaannya

05/06/2026  |  Penulis: Admin Bidang Penghimpunan

Bagikan:URL telah tercopy
Ketahui! Ini Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap dengan Jadwal Pelaksanaannya

Ilustrasi puasa sunnah muharram (dok.Pexels)

Umat Islam sebentar lagi akan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Selain menjadi momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah, bulan Muharram juga dikenal sebagai salah satu bulan yang istimewa untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura.

Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 2026.

Bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah setelah bulan Ramadan.

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunnah karya H. Amirulloh Syarbini dan tim, disebutkan hadis Rasulullah SAW:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim).

Di antara amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasua dan puasa Asyura. Kedua puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai penghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.

Selain itu, puasa Asyura juga menjadi bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun.

Lalu, apa perbedaan puasa Tasua dan Asyura?

1. Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Mengutip buku Fiqih Kontroversi Jilid 2 karya H. M. Anshary, puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dikerjakan pada tanggal 10 Muharram.

Anjuran melaksanakan puasa pada dua hari tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram." (HR Ahmad).

Dengan demikian, puasa Tasua menjadi pelengkap puasa Asyura sekaligus pembeda dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

2. Perbedaan Bacaan Niat

Selain waktu pelaksanaannya, perbedaan lain terletak pada bacaan niat yang digunakan.

Niat Puasa Tasua

Nawaitu shauma ghadin min yaumi tasuu'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma ghadin min yaumi 'aasyuuraa-a sunnatan lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."

Itulah perbedaan puasa Tasua dan Asyura yang perlu diketahui umat Islam menjelang Tahun Baru Hijriah 1448 H.

Dengan memahami waktu pelaksanaan, niat, dan keutamaannya, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk meraih pahala serta keberkahan di bulan Muharram yang penuh kemuliaan.***

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.

Lihat Daftar Rekening →