Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasua dan Asyura dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
23/06/2026 | Penulis: Admin Bidang Penghimpunan
Ilustrasi puasa tasua asyura (dok.pexels)
Umat Islam sebentar lagi akan menjalankan puasa sunnah Tasua dan Asyura di bulan Muharram 1448 Hijriah. Berdasarkan penanggalan yang berlaku tahun ini, puasa Tasua diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.
Menjelang pelaksanaannya, muncul pertanyaan yang banyak dicari umat Muslim, yakni bolehkah menggabungkan niat puasa Tasua dan Asyura dengan qadha Ramadhan?
Merujuk penjelasan NU Online, hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Asyura atau Tasua memang menjadi pembahasan di kalangan ulama mazhab Syafi’i. Ada ulama yang membolehkan dan menilai seseorang tetap bisa mendapatkan pahala puasa sunnah, meski niat utamanya adalah qadha Ramadhan.
Pendapat ini dijelaskan oleh Imam Ar-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj. Ia menerangkan bahwa seseorang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari Asyura tetap berpeluang memperoleh pahala puasa sunnah Asyura.
Pandangan serupa juga dijelaskan oleh Sayyid Abdurrahman Ba’alawi dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin. Ia menyebut ada pendapat ulama yang menilai pahala puasa sunnah tetap bisa diperoleh ketika seseorang menggabungkan niat puasa wajib dengan puasa sunnah tertentu, seperti Arafah, Asyura, maupun puasa sunnah lainnya.
Namun, tidak semua ulama sepakat. Dalam penjelasan yang sama, terdapat pendapat lain yang lebih ketat. Imam Abu Makhramah, mengikuti pendapat Imam as-Samhudi, berpendapat bahwa penggabungan dua niat puasa wajib dan sunnah dalam satu pelaksanaan tidak menghasilkan salah satu dari keduanya. Bahkan, ada pula pandangan yang menyebut puasa sunnah tidak sah jika seseorang masih memiliki tanggungan qadha Ramadhan.
Dari perbedaan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa hukum menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Tasua dan Asyura memang diperselisihkan ulama.
- Pendapat pertama: penggabungan niat diperbolehkan, dan pelakunya tetap berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah Tasua atau Asyura sekaligus menunaikan qadha Ramadhan.
- Pendapat kedua: penggabungan niat tidak sah, sehingga puasa wajib dan puasa sunnah sebaiknya dipisahkan.
Karena itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan namun ingin menjalankan puasa Tasua dan Asyura, sebaiknya memahami lebih dulu pendapat ulama yang diikuti agar ibadah dijalankan dengan lebih tenang dan mantap.***
Artikel Lainnya
Sejarah Asyura 10 Muharram, Lengkap dengan Peristiwa Penting Dibaliknya
Kapan Puasa Tasyua dan Asyura? Ini Jadwal Lengkap dengan Bacaan Niat
Belum Melakukan Pembayaran Fidyah? Ini Cara dan Waktu Pelaksanannya
Bacaan Doa Awal dan Akhir Tahun 1448 H, Amalkan di Bulan Muharram
4 Amalan Sunnah di Bulan Muharram 1448 H, Lakukan untuk Menambah Keberkahan
Doa Asyura 10 Muharram Lengkap dan Artinya, Amalan Penuh Keutamaan di Bulan Muharram
Puasa Asyura 2026: Keutamaan, Sejarah, Jadwal, dan Niat Lengkap
Tahun Baru Muharram akan Segera Tiba! Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Ketahui! Ini Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram 1448 H
Menjelang Hari Jumat, Yuk Sisihkan untuk Sedekah Jumat Tiap Minggunya! Ini Caranya
Ketahui! Ini Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap dengan Jadwal Pelaksanaannya
Bacaan Niat Puasa 1 hingga 10 Muharram 1448 H Lengkap dengan Artinya
Mengapa Muharram Disebut dengan Hari Penting? Kenali Makna dan Sejarahnya
Asal Usul Muharram Disebut Bulan Anak Yatim, Ternyata Ini Alasannya
Sambut Bulan Muharram, Ini Tata Cara Sedekah untuk Anak Yatim di BAZNAS Kota Semarang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →