Zakat Mal Meliputi Apa Saja? Ini 10 Jenis Harta yang Perlu Diketahui
08/09/2026 | Penulis: Admin Bidang Penghimpunan
Ilustrasi harta yang boleh dizakati (Dok. Pexels)
SEMARANG – Zakat mal merupakan zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seorang Muslim apabila telah memenuhi syarat dan ketentuan syariat. Lantas, zakat mal meliputi apa saja?
Secara umum, zakat mal di Indonesia mencakup berbagai jenis harta, mulai dari emas, uang, surat berharga, harta perdagangan, hasil pertanian, peternakan, pertambangan, perindustrian, penghasilan dan jasa, hingga rikaz atau harta temuan.
Pemahaman mengenai jenis harta yang termasuk zakat mal penting agar masyarakat tidak keliru dalam menjalankan kewajiban zakat. Berikut sejumlah jenis harta yang termasuk objek zakat mal.
1. Emas, perak dan logam mulia
Emas, perak dan logam mulia termasuk harta yang dapat dikenakan zakat apabila memenuhi ketentuan. Untuk emas, nisab yang umum digunakan adalah setara 85 gram emas, dengan kadar zakat sebesar 2,5 persen setelah memenuhi syarat yang berlaku.
Sementara itu, perhiasan yang digunakan sehari-hari memiliki pembahasan fikih tersendiri sehingga masyarakat dapat mengikuti panduan lembaga zakat atau ulama yang dipercaya.
2. Uang, tabungan dan deposito
Uang yang disimpan dalam bentuk tunai, tabungan, deposito maupun simpanan lainnya juga dapat menjadi objek zakat mal. Jika jumlahnya telah mencapai nisab dan memenuhi ketentuan haul, zakat yang dikenakan umumnya sebesar 2,5 persen.
3. Harta perdagangan
Barang yang memang dimiliki untuk diperjualbelikan termasuk harta perdagangan. Contohnya toko pakaian, elektronik, sembako, bisnis makanan, toko online hingga usaha distributor.
Perhitungan zakat perdagangan dapat memperhitungkan nilai persediaan, kas usaha dan piutang yang dapat ditagih sesuai metode yang digunakan.
4. Hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan
Hasil pertanian juga memiliki ketentuan zakat tersendiri. Berbeda dengan sejumlah zakat mal lainnya, zakat pertanian tidak harus menunggu satu tahun dan berkaitan dengan hasil panen yang telah memenuhi nisab.
Kadar zakat dapat berbeda berdasarkan sistem pengairannya. Hasil pertanian yang diairi secara alami dapat dikenakan kadar 10 persen, sedangkan yang menggunakan irigasi berbiaya dapat dikenakan 5 persen.
5. Peternakan dan perikanan
Peternakan juga termasuk objek zakat dengan ketentuan nisab yang berbeda berdasarkan jenis dan jumlah hewan. Di antaranya sapi, kerbau, kambing, domba dan unta.
Karena perhitungannya tidak sama dengan zakat uang, pemilik ternak perlu mengikuti ketentuan khusus. Sementara itu, sektor perikanan juga masuk dalam cakupan zakat mal di Indonesia.
6. Hasil pertambangan
Hasil pertambangan dapat menjadi objek zakat sesuai jenis dan karakteristik hartanya. Zakat hasil pertambangan perlu dibedakan dengan zakat emas yang sudah menjadi simpanan karena keduanya memiliki ketentuan dan metode penghitungan yang dapat berbeda.
7. Perindustrian
Kegiatan industri juga termasuk salah satu kategori harta dalam zakat mal. Misalnya industri makanan dan minuman, pakaian, manufaktur hingga produk rumah tangga.
Penghitungan zakat perusahaan atau industri perlu melihat karakter usaha, aset, kewajiban, persediaan dan piutang sehingga tidak selalu cukup hanya menghitung 2,5 persen dari seluruh aset.
8. Penghasilan dan jasa
Zakat penghasilan atau profesi berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan maupun jasa profesional. Contohnya gaji karyawan, honorarium, upah, jasa dokter, konsultan, pengacara, guru, freelancer dan pekerjaan profesional lainnya.
Metode penghitungan zakat penghasilan dapat memiliki ketentuan tersendiri terkait nisab, waktu pembayaran dan dasar perhitungannya.
9. Saham dan surat berharga
Saham serta surat berharga juga dapat menjadi objek zakat. Namun, cara penghitungannya bergantung pada tujuan kepemilikan, apakah untuk perdagangan, investasi jangka panjang maupun memperoleh keuntungan seperti dividen.
Pemilik investasi dengan portofolio besar disarankan menggunakan pedoman lembaga zakat terpercaya agar perhitungannya sesuai ketentuan.
10. Rikaz atau harta temuan
Rikaz merupakan harta temuan atau harta terpendam tertentu yang memiliki ketentuan zakat tersendiri. Berbeda dengan sejumlah jenis zakat lainnya, zakat rikaz tidak mensyaratkan haul satu tahun.
Dengan demikian, memahami zakat mal meliputi apa saja membantu masyarakat mengetahui harta yang berpotensi menjadi objek zakat. Untuk harta dengan kondisi atau struktur kepemilikan yang kompleks, perhitungan sebaiknya dikonsultasikan kepada amil zakat atau lembaga zakat terpercaya.***
Artikel Lainnya
Jadwal Puasa Sunah Jumadil Awal 1448 H: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Rutinitas Hari Jumat Rasulullah: Amalan Sunnah Pembuka Pintu Rezeki
Hari Santri Nasional Diperingati Setiap 22 Oktober, Ini Makna dan Sejarahnya
Ketahui! Ini Manfaat Sedekah di Hari Jumat: Sebagai Penyucian Diri dan Harta
Jangan Membenci Hari Senin, Ini 5 Keutamaan dan Peristiwa Penting dalam Islam
Jumadil Awal 1448 H: Makna, Sejarah, dan Amalan yang Dianjurkan Umat Islam
Bayar Zakat Sekali Klik: Bagaimana Tren QRIS dan FinTech Membantu Gen Z Berbagi di Oktober 2026
Ketahui! Ini Keutamaan Puasa Senin dan Kamis, Lengkap dengan Bacaan Niat
Gajian Flash Sale! Ini Cara Mudah Tunaikan ZIS Lewat BAZNAS Kota Semarang
Ketahui Hukum Fidyah Orang Meninggal dan Cara Membayarnya
Kenapa Dianjurkan Puasa Sunnah Senin Kamis? Ini Penjelasan Singkatnya
Tips Mudah Membaca Al-Kahfi di Malam dan Hari Jumat, Bisa Dibagi 4 Waktu
Begini Cara Membayar dan Menghitung Fidyah Ibu Hamil Lengkap dengan Niatnya
Tidak Harus Uang, Ini 5 Bentuk Sedekah Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Utang Puasa Belum Lunas hingga Ramadhan Berikutnya? Ini Hukum Qadha dan Fidyah yang Dapat Dipahami

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Semarang.
Lihat Daftar Rekening →