Memahami Kaffarah dan Fidyah: Penebus Kesalahan dalam Syariat Islam, Ini Penjelasan Lengkapnya
29/01/2026 | Penulis: Admin Bidang Penghimpunan
Ilustrasi perbedaan Fidyah dan kafarah
Dalam ajaran Islam, istilah kaffarah dan fidyah menjadi dua hal penting yang berkaitan dengan penebusan kesalahan serta tanggung jawab seorang muslim atas pelanggaran tertentu. Meski sering disamakan, keduanya memiliki makna, fungsi, serta ketentuan hukum yang berbeda.
Penjelasan mengenai kaffarah dan fidyah banyak dibahas oleh para ulama klasik hingga kontemporer, dan menjadi pedoman penting dalam menjalankan ibadah secara benar.
Secara bahasa, kaffarah berasal dari kata kafran yang berarti “menutupi”. Makna ini merujuk pada tindakan menutupi dosa atau kesalahan yang dilakukan seseorang. Sejumlah ahli bahasa menyebut bahwa kata kaffarah masih satu rumpun dengan kata kufur, yang juga memiliki arti “menutupi”, namun dalam konteks negatif, yakni menutupi nikmat atau menolak kebenaran. Pemaknaan ini banyak dijelaskan dalam berbagai literatur, salah satunya karya Syekh Zainuddin Al-Manawi.
Dalam praktik ibadah, kaffarah lebih dikenal sebagai denda atau sanksi atas pelanggaran syariat, baik yang dilakukan sengaja maupun tidak sengaja. Kaffarah hanya berkaitan dengan hak Allah dan berbeda dengan diat, yang menyangkut hak sesama manusia, seperti hak keluarga korban dalam kasus pembunuhan.
Sementara itu, fidyah adalah harta tebusan yang dipersembahkan kepada Allah sebagai pengganti ibadah tertentu yang ditinggalkan, misalnya puasa, atau sebagai kompensasi atas pelanggaran saat ihram. Fidyah terbagi menjadi dua bentuk, yaitu berupa takaran mud dan berupa dam. Fidyah berupa mud misalnya diberikan oleh orang tua renta yang tidak mampu berpuasa, atau mereka yang terlambat mengqadha puasa.
Adapun fidyah berupa dam umumnya berkaitan dengan pelanggaran dalam ibadah haji, seperti mencukur rambut atau mengenakan pakaian berjahit saat ihram.
Ulama fikih juga menjelaskan bahwa kaffarah secara umum terbagi menjadi empat jenis: kaffarah zhihar, kaffarah hubungan badan di bulan Ramadan, kaffarah pembunuhan, dan kaffarah sumpah (kafarat yamin).
Dalam beberapa literatur, pelanggaran haji juga dimasukkan sebagai salah satu jenis kaffarah karena erat kaitannya dengan kewajiban membayar dam.
Bentuk pelaksanaan kaffarah dapat berupa memerdekakan budak, berpuasa, atau memberi makan orang miskin. Beberapa jenis kaffarah bersifat berurutan, seperti kafarat zhihar dan pembunuhan, sementara lainnya memberikan pilihan, seperti kafarat sumpah.
Dengan pemahaman yang tepat, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ibadah dengan lebih bertanggung jawab, sekaligus memahami konsekuensi dari pelanggaran syariat yang dilakukan.
Artikel ini diharapkan menjadi referensi lengkap bagi pembaca yang ingin memahami perbedaan dan ketentuan kaffarah serta fidyah dalam Islam secara benar dan menyeluruh.
Artikel Lainnya
4 Amalan Bulan Syaban yang Dianjurkan oleh Umat Muslim
Menjelang Ramadan: Memahami Perbedaan Puasa Qada dan Fidyah Menurut Syariat Islam
Pentingnya Menunaikan Zakat Mal di Bulan Syaban Jelang Ramadan
Bolehkah Membayar Fidyah Melalui Aplikasi Online? Ini Penjelasan Lengkapnya
Puasa Nisfu Syaban 2026: Keutamaan, Niat, dan Waktu Pelaksanaannya bagi Umat Islam
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
