WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Tekan Inflasi, Baznas Kota Semarang Salurkan 1,7 Milyar kepada 2.500 Mustahik
Tekan Inflasi, Baznas Kota Semarang Salurkan 1,7 Milyar kepada 2.500 Mustahik
Semarang - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyaraat melalui Program Pentasharufan Massal Akhir Tahun 2025. Dalam kesempatan kali ini Baznas Kota Semarang melakukan penyaluran bantuan sebesar 1,7 milyar kepada 2.500 mustahik se-Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan langkah strategis lembaga dalam memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tasharuf massal ini mencakup berbagai kategori bantuan khususnya santunan warga miskin, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga dukungan kepada asnaf fii sabilillah . Ketua Baznas Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan bahwa pentasharufan ini merupakan hasil penghimpunan zakat dari para muzaki dan munfik dari UPZ Tingkat Kota Semarang selama periode Januari – Desember 2025. Dari Penghimpunan tersebut 30 % nya disalurkan di akhir tahun yakni sebesar 1,7 milyar yang akan disalurkan kepada 2.500 mustahik. Arnaz berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi dorongan bagi para mustahik dalam membantu taraf hidup mereka, apalagi ini menghadapi masuk sekolah sehingga dapat dibelanjakan untuk keperluan perlengkapan sekolah seperti Tas, Sepatu dan Buku Tulis. “yang kami salurkan hari ini adalah amanah dari para muzakki. Kami ingin memastikan bahwa dana tersebut tepat sasaran dan mampu memberikan perubahan positif bagi para penerima,”. Lebih lanjut dikatakan bahwa pendistribusian massal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi serta upaya memperluas jangkauan penerima manfaat di Kota Semarang. Di sisi lain, para mustahik yang hadir tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Banyak di antara mereka mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat membantu kebutuhan harian, biaya sekolah anak, hingga tambahan modal untuk usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga. Baznas Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendistribusian zakat dengan memperluas kolaborasi bersama pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat. Selain itu, Baznas juga terus mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi demi memastikan pengelolaan yang akuntabel dan tepat sasaran, ujarnya. Dengan tersalurnya 1,7 milyar ini kepada 2.500 mustahik, Baznas Kota Semarang berharap program ini dapat menjadi langkah nyata dalam menekan angka kemiskinan, menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di akhir tahun dan menyambut awal tahun 2026. Program Pentasharufan Massal ini di yakini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi para penerima untuk terus berusaha dan bangkit secara ekonomi, tuturnya
31/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Baznas Kota Semarang Kukuhkan 100 Relawan Mahasiswa Penerima Beasiswa Produktif Angkatan ke-17
Baznas Kota Semarang Kukuhkan 100 Relawan Mahasiswa Penerima Beasiswa Produktif Angkatan ke-17
SEMARANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang resmi mengukuhkan 100 mahasiswa penerima Beasiswa Produktif Angkatan ke-17 yang dilaksakanan pada Selasa, 30 Desember 2025, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balaikota Semarang. Pengukuhan ini menjadi salah satu langkah nyata BAZNAS Kota Semarang dalam menghadirkan pemerataan pendidikan serta mendorong lahirnya generasi muda yang unggul serta berdaya saing. Acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Walikota Semarang, H. Iswar Aminuddin, Sekretaris Baznas Provinsi Jawa Tengah H. Ahyani, serta Baznas Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara beserta Wakil Ketua H.Labib, Hj.Afifah, Hj.Aminah dan Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Semarang memberikan apresiasi kepada Baznas Kota Semarang atas konsistensinya dalam melakukan pemberdayaan dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa perguruan tinggi di Kota Semarang. Ia menilai program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga mendorong lahirnya mahasiswa dengan pemahaman agama yang utuh, produktif, serta berperan aktif dalam kegiatan Baznas. Dalam sambutannya, menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas di Kota Semarang. “Program beasiswa seperti ini sangat dibutuhkan untuk memastikan kesempatan pendidikan dapat dirasakan secara merata. Saya berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin,” ujarnya. Ketua Baznas Kota Semarang, H. Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan bahwa Beasiswa Produktif telah menjadi program unggulan Baznas Kota Semarang sejak pertama kali diluncurkan. Memasuki angkatan ke-17, program ini telah membantu ribuan mahasiswa menyelesaikan program studi sarjana dan meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai pelatihan serta pendampingan. Lebih lanjut Arnaz menjelaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan biaya pendidikan, tetapi juga dibarengi dengan pengembangan karakter, peningkatan kemampuan leadership, serta pembinaan soft skill melalui kegiatan rutin yang diselenggarakan Baznas. “Kami berharap para penerima beasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan etos kerja tinggi,” ungkapnya. Acara pengukuhan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan penyematan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima. Para peserta tampak antusias dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan, mengingat program ini menjadi salah satu langkah besar dalam menunjang keberlanjutan studi mereka. Dengan dikukuhkannya Beasiswa Produktif Angkatan ke-17 ini, Baznas Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang siap memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Kota Semarang.
30/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Usai Diklat Satpam Gada Pratama, Mayoritas peserta langsung kerja
Usai Diklat Satpam Gada Pratama, Mayoritas peserta langsung kerja
Semarang — Mayoritas peserta Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang tahap 2 bekerjasama dengan PT.Surya Artha Wiguna yang di laksanakan sejak 4-12 Desember 2015 di d'Elang, Mangunharjo Tembalang langsung di tempatkan kerja di Jakarta dan di Jawa Tengah. Hadir dalam acara penutupan tersebut Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol Siti Rondhijah, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Dr.KH.Ahmad Darodji, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang Dr.Bambang Pramusinto, Wakil Ketua 4 Hj.Aminah, Kepala Pelaksana M.Asyhar beserta kabid dan staf serta CEO PT.Surya Artha Wiguna Evi Yohani, Koramil dan Polsek Tembalang. Kombes Pol Siti Rondhijah dalam sambutan Penutupan Pelatihan Satpam Gada Pratama Angkatan ke-2 menyampaikan apresiasi luar biasa atas kolaborasi antara Kepolisian, Baznas Kota Semarang dan BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan). Kalian semua sudah di biayai dari Baznas, harapan kami setelah di tempatkan kerja pada perusahaan, perkantoran dan perbankan untuk dapat menyisihkan sebagian gajinya untuk berinfak melalui Baznas. Lebih lanjut di katakan bahwa Pelatihan ini tidak hanya mencetak tenaga pengamanan yang profesional, tetapi dapat menanamkan kesadaran peserta untuk berbagi kepada sesama. Pesan kami usai pelatihan ini outputnya harus lebih baik dari sebelum pelatihan, tetap ikuti aturan dan pada pada pimpinan di tempat kerjanya, terangnya. Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah KH.Ahmad Darodji menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas Pelatihan Satpam Gada Pratama yang di laksanakan Baznas Kota Semarang dalam upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Semarang. Baznas Kota Semarang sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Semarang harus bersama-sama mengurai problematika pengangguran dan kemiskinan di Kota Semarang bisa di kurangi, tegasnya Hj. Aminah selaku Wakil Ketua 4 Baznas Kota Semarang mengungkapkan bahwa Baznas Kota Semarang akan terus melakukan inovasi dan kreativitas dalam penyaluran Program Produktif, kita akan laksanakan pelatihan tahap 3 dan selanjutnya, "kami berikan kail dan kolamnya" jadi peserta tidak hanya dibekali pelatihan saja, akan tetapi sampai di carikan pekerjaan bersama BUJP PT.Surya Artha Wiguna di beberapa perusahaan serta perkantoran di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Harapan kami setelah bekerja, dapat berinfak melalui Baznas Kota Semarang. Kami terus mengajak warga Kota Semarang untuk dapat menunaikan Zakat, infak dan sedekahnya melalui lembaga terpercaya yakni Baznas Kota Semarang, selain sudah di audit setiap tahunnya manfaatnya bisa dirasakan langsung untuk warga Kota Semarang, terangnya. Salah satu peserta yang sudah di terima kerja Adji Maulana, warga Bangetayu Kulon Genuk yang di terima bekerja di jakarta menyampaikan suka cita nya, alhamdulillah saya sudah di latih, di carikan kerja pula, insyaAllah kami akan berinfak dan tidak akan kacang lupa akan kulitnya, terangnya
15/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Semarang

Berita Pendistribusian

BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
BAZNAS Salurkan 1000 Kg Beras Fitrah untuk Fakir Miskin di Dinas Pendidikan
Semarang,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang kembali menyalurkan bantuan beras fitrah untuk masyarakat yang membutuhkan, yaitu asnaf para fakir miskin yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kamis, (20/03). Sebanyak 1000 kilogram beras fitrah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan mustahik menjelang menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan penyaluran beras fitrah ini diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Kota Semarang serta sekretaris Unit Pengumpul Zakat Dinas Pendidikan Kota Semarang. Program ini bertujuan untuk memenuhi kewajiban zakat fitrah sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga di lingkungan dinas pendidikan yang masuk dalam kategori fakir miskin. Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Semarang, Asyhar dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras fitrah ini merupakan upaya untuk memastikan distribusi zakat sampai kepada yang berhak, terutama kepada mereka yang kurang mampu di sektor pendidikan. “Dengan adanya bantuan beras fitrah ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan pada bulan Ramadhan terlebih menjelang Idul Fitri yang penuh berkah,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengapresiasi langkah BAZNAS dalam membantu para tenaga pendidik, termasuk guru honorer dan staf lainnya yang berpendapatan rendah. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS Kota Semarang. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, dan semoga dapat memberikan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Riska, sekretaris UPZ Dinas Pendidikan Kota Semarang. Penyaluran 1000 kg beras fitrah ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak, serta meningkatkan rasa solidaritas dan kebersamaan di bulan yang penuh rahmat ini. #CahayaZakat #BayarZakat #BAZNAS #ZakatFitrah #BerbagiBerkah #Semarang Tunaikan Zakat Anda Sekarang ke: BAZNAS Kota Semarang Jl. Abdul Rahman Saleh No.02, Kalipancur, Ngaliyan, Semarang. Telp: (024) 7643 1420 REKENING UNTUK ZAKAT CIMB Niaga Syariah 86-0003-187-500BNI Syariah 999223340Bank Syariah Mandiri 05000-800-84BTN Syariah 714-1-00-989-6BCA Syariah 030-9000-008Bank Jateng Syariah 602-1000-316Muamalat 501-0115-191 REKENING UNTUK INFAQ DAN SEDEKAH BRI 0325-01-000999-30-2Bank Jateng 1-021-000767BNI 201-457-5855Mandiri 135-0000-5000-80Konfirmasi Donasi ke Whatsapp 082170221818 (Bidang Pengumpulan Baznas Kota Semarang)
20/03/2025 | humas
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS Kota Semarang Salurkan 17 Ton Beras untuk Mustahik Sebagai Tanggung Jawab
BAZNAS KOTA SEMARANG- Sebanyak 17 ton beras berhasil didistribusikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang. Total ada 3.700 mustahik yang terdiri atas fakir miskin, guru TPQ, santri pondok pesantren, dan panti asuhan. Beras tersebut juga dibagikan kepada para mustahik lain yang membutuhkan seperti tenaga kebersihan, tukang parkir, dan tukang becak, serta warga miskin, di sekitar Kantor Baznas Kota Semarang. ”Kami mulai distribusi beras kepada para mustahik dari 4 hingga 9 April,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, Selasa (9/4). Arnaz menjelaskan, mustahik menerima 5 kg beras yang sebelumnya dihimpun dari pegawai ASN di lingkup Pemkot Semarang serta warga. Tahun ini, jumlah beras yang dikumpulkan sedikit menurun dibanding dengan Ramadhan, di mana berhasil terkumpul 17,1 ton. ”Meski demikian, untuk pengumpulan zakat justru naik drastis dari target Rp 1,7 miliar terealisasi hingga Rp 2 miliar,” jelas Arnaz Agung Andrarasmara. Kepala Pelaksana Baznas Kota Semarang Muhammad Asyhar mengungkapkan, mekanisme distribusi beras zakat fitrah dilaksanakan dengan melibatkan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). ”Kami juga menyalurkan secara langsung kepada mustahik fakir miskin yang membutuhkan,” tutur Muhammad Asyhar. Namun demikian, sebagian warga juga diminta untuk mengambil langsung beras di kantor Baznas sesuai jadwal yang ditentukan. ”Hal ini untuk menghindari kerumunan dan aksi berebut serta saling dorong antar warga saat mengambil zakat,” tutur Muhammad Asyhar.
09/04/2024 | Humas
Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.
Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.
Pemerintah Kota Semarang dan Baznas Kota Semarang menyerahkan santunan kepada 1.000 lansia dhuafa. Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang.Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang. Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh. ''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu. Ini Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Mereka merupakan anggota jamaah dari 100 majelis taklim se-Kota Semarang. Pemberian santunan ini merupakan wujud rasa syukur atas keberkahan dan kemajuan Baznas Kota Semarang. Bergerak bersama Pemerintah Kota Semarang sehingga perolehan zakat, infaq, dan sodaqoh. ''Terus meningkat dari tahun ke tahun serta semakin luas menjangkau para penerima manfaat Baznas,” kata Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan maksud dan tujuan acara itu. "Sengaja kami memberikan santunan kepada ibu-ibu dalam peringatan Maulid Nabi dan Pertempuran Lima Hari di Semarang. Karena pada ibu-ibulah terletak simbol kehormatan dan perjuangan,” lanjut Arnaz. Sementara Plt Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu MSos berpesan pada ibu-ibu untuk tetap menjadi perempuan hebat dan terus bisa berkontribusi agar Kota Semarang semakin hebat. “Mari kita jaga program-program yang sudah dijalankan Pak Hendi sehingga Kota Semarang yang sekarang ini hebat, menjadi lebih hebat lagi,'' Acara pemberian santunan ini diakhiri dengan mauidhoh hasanah hikmah Maulid Nabi Muhammad Saw oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Dr KH Mohamad Arja Imroni.
15/10/2022 | humas

Artikel Terbaru

Bersedekah di BAZNAS Semudah Scroll Tiktok
Bersedekah di BAZNAS Semudah Scroll Tiktok
Kemudahan yang ditawarkan dunia digital telah mengubah pola hidup masyarakat, membuat masyatakat lebih cenderung memilih proses yang praktis dan cepat dibandingkan aktivitas yang rumit. Di mana jari-jari kita lincah berselancar di media sosial seperti Tiktok, Instagram, atau platform lainnya, muncul sebuah pertanyaan, apakah ibadah fundamental seperti zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) mengikuti irama kemudahan ini? Jawabannya: Tentu saja bisa! Era digital telah mentransformasi cara kita menunaikan kewajiban agama, menjadikannya semudah, secepat, dan senyaman aktivitas harian kita dengan gawai. Sekarang, bersedekah lewat BAZNAS beneran sudah masuk level next-gen. Kalau dulu sedekah identik dengan datang ke kantor amil atau ngisi formulir panjang, sekarang kamu cuma butuh HP dan sinyal. Dalam hitungan detik, kamu bisa ikut bantu saudara yang lagi membutuhkan tanpa ribet, tanpa drama. BAZNAS sudah full adaptasi dengan dunia digital: ada website, aplikasi, sampai channel pembayaran yang nyambung ke e-wallet dan mobile banking. Semuanya dirancang biar kamu bisa menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan cepat dan aman, kayak lagi checkout belanja online. Bedanya, ini bukan buat nambah barang, tapi nambah keberkahan. Transparansinya juga bukan main. Kamu bisa lihat laporan penyaluran, progres program, dan dokumentasi di lapangan. Jadi kamu tahu dengan jelas, donasi kamu larinya ke mana dan manfaatnya seperti apa. Berbuat baik jadi bukan cuma niat, tapi juga kelihatan dampaknya. Yang bikin makin relevan untuk Gen Z, sedekah sekarang bisa dilakukan kapan pun: nunggu kelas masuk, di perjalanan pulang, istirahat kerja part-time, bahkan sambil rebahan. Tekan beberapa tombol, dan kamu sudah ikut meringankan beban orang lain. Sebuah “good deed” yang bisa kamu lakukan bahkan di momen paling random. Digitalisasi ini juga bikin bantuan lebih cepat sampai ke target. Begitu donasi terkumpul, tim BAZNAS bisa gerak cepat untuk program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga respon bencana. Semakin cepat kamu berdonasi, semakin cepat pula bantuan hadir di waktu yang tepat.
06/01/2026 | Humas BAZNAS Kota Semarang
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim
Zakat dan Pajak, Dua Kewajiban Seorang Muslim
Haloo sobat BAZNAS, Pernah nggak sih, saat mendengar kata zakat dan pajak, yang terbayang adalah dua hal yang sama-sama mengambil sebagian uang dari harta kita? Memang, keduanya terlihat mirip karena sama-sama berupa kewajiban mengeluarkan harta. Tapi sebenarnya, zakat dan pajak itu seperti sepatu kanan dan kiri, sama-sama alas kaki, namun punya fungsi yang berbeda. Mari kita mulai dari sisi spiritualitas, zakat merupakan rukun Islam yang keempat, perintah langsung dari Allah SWT yang bersifat mutlak. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur'an: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..." (Q.S. At-Taubah [9]: 103). Zakat adalah bentuk penyucian jiwa dan harta. Berbeda dengan pajak yang berasal dari konsep manusia. Pajak diatur oleh undang-undang, dibuat oleh manusia untuk kepentingan mengelola negara. Landasannya bukan ibadah, melainkan kewajiban sosial sebagai warga negara. Kalau kita lihat tujuannya, perbedaannya semakin jelas. Zakat punya misi khusus untuk memberdayakan 8 golongan masyarakat yang sudah ditetapkan dalam Islam, seperti fakir, miskin, dan ibnu sabil seperti yang tercantum dalam Q.S. At-Taubah ayat 60. Zakat fokus pada pemerataan kekayaan dan pembersihan hati. Sementara pajak punya cakupan yang lebih luas, dana pajak mengalir ke kas negara dan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Nah, pertanyaan yang sering muncul, apakah zakat dapat menggantikan pajak? Sayangnya tidak. Mereka tidak bisa menggantikan satu sama lain, namun berjalan bersama. Di Indonesia mereka bisa bekerja sama. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010, zakat yang kita bayar melalui lembaga resmi seperti BAZNAS bisa dikurangkan dari penghasilan kena pajak. Ini menunjukkan bahwa negara menghargai kewajiban agama warganya. Pada akhirnya, zakat dan pajak adalah dua kewajiban yang saling melengkapi. Zakat adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Tuhan dan sesama, sementara pajak adalah bentuk tanggung jawab kita kepada negara. Sebagai muslim yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab, kita perlu menunaikan keduanya dengan ikhlas. Bayar zakat untuk membersihkan harta dan jiwa, bayar pajak untuk membangun negeri. Dengan memahami keduanya, kita bisa berkontribusi untuk agama dan negara.
12/11/2025 | humas BAZNAS Kota Semarang
Manfaat Zakat bagi Diri dan Kehidupan Sosial
Manfaat Zakat bagi Diri dan Kehidupan Sosial
Kita sering mendengar bahwa zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam, tapi sebenarnya maknanya jauh lebih dalam dari sekadar memberi sebagian harta. Kata “zakat” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti bersih atau menyucikan. Jadi, ketika seseorang menunaikan zakat, bukan cuma hartanya yang dibersihkan, tapi juga hatinya dari sifat kikir, tamak, dan rasa memiliki yang berlebihan. Secara pribadi, zakat punya manfaat besar untuk jiwa. Saat kita memberi, kita belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Ada rasa tenang karena tahu bahwa sebagian rezeki yang kita miliki bisa membantu orang lain. Banyak orang yang merasa bahagia setelah berzakat, karena dalam memberi ada kepuasan batin dan rasa syukur yang tumbuh. Bahkan, zakat juga bisa menumbuhkan keikhlasan dan kepekaan sosial hal-hal yang bikin hidup jadi lebih bermakna. Tapi manfaat zakat nggak berhenti di situ. Dalam konteks sosial, zakat berperan besar dalam menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi. Bayangkan kalau semua umat Islam yang mampu menunaikan zakat dengan benar, maka dana yang terkumpul bisa membantu jutaan orang miskin untuk keluar dari kesulitan. Zakat bisa digunakan untuk pendidikan, modal usaha, kesehatan, hingga pembangunan masyarakat. Artinya, zakat bukan hanya amal ibadah, tapi juga alat pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, zakat juga mempererat hubungan antar sesama. Orang yang menerima zakat merasa diperhatikan dan dihargai, sementara yang memberi belajar tentang empati dan tanggung jawab sosial. Dari sinilah tumbuh rasa kebersamaan yang jadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis. Jadi, zakat bukan sekadar ritual tahunan, tapi bentuk nyata solidaritas dan kasih sayang dalam Islam. Zakat mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan, dan sebagian di antaranya ada hak orang lain. Dengan menunaikan zakat, kita bukan cuma membantu sesama, tapi juga menyehatkan hati dan memperkuat jalinan sosial di sekitar kita karena sejatinya, zakat adalah jembatan antara kaya dan miskin, antara dunia dan akhirat.
04/11/2025 | humas

BAZNAS TV